Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Prosiding Semnastek

Efikasi Cuka Air Kelapa Sebagai Penghambat Perkembangan Mikroorganisme Pada Ikan Tangkap Indonesia Susanty Susanty; Sri Anastasia Yudistirani
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cuka air kelapa adalah larutan asam laktat yang kemampuannya sudah teruji dapat menurunkan pH. Perkembangbiakan mikroba sangat erat kaitannya dengan kondisi pH dari tempat mikroba tersebut berada, dengan menurunkan pH pada media mikroba tersebut diharapkan dapat mengendalikan pertumbuhan mikroba, sehingga perkembangbiakannya dapat dihentikan untuk sementara. Mikroorganisme yang berkembangbiak pada kulit ikan akan dapat merusak ikan tersebut dan akan menurunkan kualitas protein dan kalsium yang terdapat pada tubuh ikan. Dengan menghentikan perkembangbiakan mikroba dapat menjaga kualitas protein dan kalsium yang terkandung dalam ikan dan dapat dipertahankan hingga kita mengkonsumsinya. Untuk memutus rantai perkembangbiakan mikroorganisme bisa dilakukan dengan cara memberikan cuka air kelapa sesegera mungkin setelah ikan ditangkap, agar bakteri tidak berkembang biak masuk kedalam badan ikan melalui kepala, insang dan permukaan kulit.Pengawetan ikan selama ini masih membutuhkan biaya yang tidak sedikit, nelayan harus diberikan alternatif pengawetan untuk mendapatkan kualitas ikan tangkapnya agar terjaga. Analisa kandungan Protein dan Kalsium yang terdapat pada ikan yang diwetkan dengan pengawet cuka air kelapa dengan variabel konsentrasi cuka air kelapa dan waktu perendaman ikan dalam cuka air kelapa setelah dilakukan uji dengan methode ICP OES dan Kjeltec mendapatkan hasil yang optimal akan menjadikan ikan yang ditangkap kesegarannya masih bisa dinikmati sampai proses pengolahan. Selain itu analisa pengaruh konsentrasi air cuka ikan tersebut berpengaruh terhadap terhadap nilai nutrisi yang dikandung ikan setelah dilakukan pengawetan.Dengan demikian penggunaan cuka air kelapa dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi kehilangan kesegaran serta kandungan nutrisinya tetap terjaga.
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) Sebagai Zat Tambahan Pembuatan Moisturizer Susanty Susanty; Naufal Abiyu Ridnugrah; Alfan Chaerrudin; Sri Anastasia Yudistirani
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kelor (Moringa oleifera) merupakan tumbuhan tingkat tinggi yang mudah tumbuh pada daerah tropis. Daun kelor mengandung senyawa aktif flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan untuk membantu menetralisir dan menstabilkan radikal bebas sehingga tidak lagi merusak sel-sel dan jaringan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan ekstrak daun kelor melalui metode ekstraksi maserasi dan membuat pelembab (moisturizer) dengan penambahan ekstrak daun kelor. Maserasi dengan variasi waktu (1 hari, 2 hari, 3 hari, 4 hari, 5 hari) menggunakan pelarut etanol PA dan rasio pelarut 1:10 memperoleh rendemen sebesar 3,5; 8,8; 9,4; 13,2; dan 12,1%. Pengaruh waktu maserasi terhadap rendemen yang diperoleh dinyatakan dengan persamaan y = 2,16 x + 2,92 dengan R2 = 0,82. Selanjutnya rendemen dianalisis menggunakan spetrofotometri UV – Vis untuk menghitung kadar flavonoid yang terkandung dalam ekstrak. Kadar flavonoid berdasarkan perhitungan sebesar 5,84; 7,19; 8,04; 8,73; 9,65 (mg/ml) dan dinyatakan dalam persamaan y = 0,916 x + 5,142 dengan R² = 0,985. Perolehan nilai IC50 sebesar 4,289 menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor memiliki aktivitas antioksidan yang sangat tinggi. Aplikasi dari penelitian ini adalah pembuatan moisturizer dengan analisis pH sebesar 7,82; viskositas sebesar 6853 cP, dan bobot jenis sebesar 0,9652 gram/liter.
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK MINYAK DEDAK PADI (RICE BRAN OIL) TERHADAP pH DAN SIFAT ANTIMIKROBIAL SABUN CAIR Fatma Sari; Ratri Ariatmi Nugrahani; Nurul Hidayati Fithriyah; Nelfiyanti Nelfiyanti; Susanty Susanty
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dedak padi mengandung nutrisi dan berbagai senyawa aktif untuk keperluan pangan maupun non pangan. Salah satu bahan yang terkandung di dalamnya adalah minyak. Minyak dedak padi mengandung asam lemak jenuh maupun tidak jenuh, minyak atsiri yang mengandung bioaktif sebagai antioksidan dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan ekstrak minyak dedak padi terhadap pH dan sifat antimikroba sabun cair. Adapun metodologi penelitian yang dilakukan adalah pembuatan sabun cair dengan bahan baku asam stearat, asam laurat, asam miristat, KOH dan ekstrak minyak dedak padi sebagai bahan tambahan dengan cara mencampurkan semua bahan termasuk bahan tambahan pada temperatur kamar dengan variasi ekstrak minyak dedak padi 2%, 4%, 6%, 8% dan 10% (v/v), selanjutnya dilakukan analisis pH, uji antimikroba, dan analisis korelasi antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada berbagai penambahan ekstrak minyak dedak padi, besarnya pH cenderung tetap. Pada penambahan ekstrak minyak dedak padi 2%, 4%, 6% menunjukkan pH 7 dan pada penambahan ekstrak 8%,10% pH mengalami penurunan menjadi 6, hal ini dikarenakan minyak dedak padi bersifat asam. Hasil ini sesuai dengan SNI 1996 persyaratan pH sabun mandi cair berkisar antara 6-8. Kemampuan penghambatan mikroba eschericia coli tetap sebesar 8 cm dan penghambatan mikroba staphylococcus aureus meningkat, terbesar pada ekstrak minyak dedak padi 10% yaitu 21 cm. Ekstrak minyak dedak padi mempunyai kemampuan menghambat mikroba Esherichia coli dan Staphylococcus aureus
Pemanfaatan Karbon Aktif Dari Biji Pala (Myristica fragrans Houtt.) Untuk Pemurnian Minyak Jelantah Ilham Kurniawan; Susanty Susanty; Tri Yuni Hendrawati; Wenny Diah Rusanti
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biji tanaman pala (Myristica fragrans Houtt.) yang terdiri dari bagian tempurung memiliki kandungan hemiselulosa, selulosa dan lignin, serta bagian biji mengandung fixed oil atau mentega pala dimana mayoritas penyusun senyawa tersebut adalah atom karbon. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui waktu terbaik proses pemurnian minyak jelantah menggunakan karbon yang berasal dari biji pala. Penelitian ini menggunakan metode karbonisasi dengan suhu tinggi untuk mendapatkan karbon aktif sebagai adsorban. Rendemen karbon aktif yang diperoleh sebesar 24.40%. Hasil karakterisasi karbon berupa bagian yang hilang dari pemanasan sebesar 7.14%, kadar air sebesar 2.00%, kadar abu sebesar 1.00%, dan daya serap terhadap I2 sebesar 847.64 mg/g. Variabel penelitian yang digunakan yakni lama waktu perendaman karbon aktif dalam minyak jelantah selama 8,16,24,32,40, dan 48 jam. Karakteristik hasil pemurnian minyak jelantah yang diamati antara lain warna kuning, berbau normal, bilangan asam sebesar 0.7713 mgKOH/g dan bilangan peroksida sebesar 3.8168 mgO2/g. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh waktu terbaik perendaman karbon aktif dari biji pala dalam minyak jelantah yakni pada 32 jam.
PREDIKSI EFEKTIVITAS INTERAKSI ANTARA ANTIBODI DAN VAKSIN H1N1 MELALUI METODE MOLECULAR DOCKING SECARA IN SILICO Susanty Susanty
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flu babi H1N1 merupakan penyakit menular akibat virus influenza tipe A yang telah menjadi pandemik dan mortalitasnya sangat tinggi pada manusia. Pemberian vaksin menjadi salah satu upaya pencegahan penyakit tersebut. Bagian antigenik (epitope) virus H1N1 digunakan untuk merancang suatu vaksin. Beberapa epitope telah diprediksi dari perwakilan protein hemagglutinin (HA), neuramidase (NA), dan matriks 2 (M2) virus H1N1. Pendekatan in silico dilakukan melalui kombinasi prediksi antigen pada tahapan respons imun, yaitu proteasomal cleavage (NetChop), Transporter Antigen Processing (TAP) binding (TAPPred), dan Major Histocompability Complex (MHCPred). Upaya meningkatkan respons imun juga dilakukan dengan memprediksi epitope sel B menggunakan server DiscoTope (conformational epitope) dan BepiPred (sequensial epitope). Enam model vaksin, yaitu NHM, MHN, HNM, MNH, HMN, dan NMH diperoleh dari 21 kombinasi terbaik epitope sel T dan sel B sebagai representasi variasi allele Human Leukocyte Antigen (HLA) dan protein virus H1N1 sehingga diharapkan mampu memberikan respons imun. Struktur 3D vaksin diprediksi dan dimodeling menggunakan server CPHModels dan program Swiss-Pdb Viewer (Deep View). Hasil struktur 3D vaksin dievaluasi menggunakan Ramachandran Plot, BLASTp (database PDB virus), dan FeatureMap 3D. Vaksin terdiri dari 258 asam amino dan memiliki lebih dari 50 % kesamaan struktur 3D dengan protein dalam database. Proses akhir efektivitas antibodi terhadap vaksin diuji melalui molecular docking antara vaksin dengan antibodi dalam database, diperoleh 14 clustering dengan waktu yang dibutuhkan sekitar 18 detik dan data energi minimum interaksi didapatkan antara antibodi terhadap vaksin NHM sebesar -13,6859 kkal/mol.
PENGARUH WAKTU EKSTRAKSI TERHADAP KADAR FLAVONOID EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI MERAH (PSIDIUM GUAJAVA L) DENGAN METODE EKSTRAKSI ULTRASONIK Fatma Sari; Yustinah Yustinah; Nurul Hidayati Fithriyah; Susanty Susanty; Nisrina Harum A
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun jambu biji (Psidium guajava L.)  mengandung metabolit sekunder yaitu terdiri dari, flavonoid, tanin, monoterpenoid polifenol,, siskulterpen, alkaloid, kuinon dan saponoid, vitamin B1, B2, B3, B6, dan vitamin C. Kandungan flavonoid merupakan senyawa fenol dapat menghambat dinding sel, sehingga flavonoid berpotensi sebagai antioksidan. Daun jambu biji dapat digunakan sebagai antioksidan alami, dengan cara di ekstraksi terlebih dahulu untuk mengambil zak aktif yang terkandung. Penelitian menggunakan metode ekstraksi ultrasonik dengan variasi waktu ekstraksi yaitu 5,10,15,20,25 (menit) dengan perbandingan bahan dan pelarit 1:10. Ekstrak yang dihasilkan kemudian di hitung kadar flavonoid dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan analisa kualitatif menggunakan FTIR. Rendemen terbaik dihasilkan pada waktu ekstraksi pada waktu 20 menit dengan hasil rendemen 14,70 %. Kurva baku kuersetin kemudian diperoleh persamaan regresi linear yaitu y = 0.2213x-0.0963 dengan R2 = 0, 9924. Kadar flavanoid total terbaik dihasilkan pada waktu ekstraksi 5 menit dengan kadar flavanoid total 3,29 %. Dari analisa FTIR didapatkan serapan senyawa C-O, C-H, C=O dan juga OH yang merupakan gugus fungsi dari flavanoid.
PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK DAUN TANAMAN PALA (HORSFIELDIA SPICATA) TERHADAP PERSENTASE NILAI PEREDAMAN RADIKAL BEBAS Susanty Susanty; Heni Suryarachma; Alvika Meta Sari; Irfan Purnawan; Fatma Sari
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman pala (Horsfieldia spicata) merupakan tumbuhan khas Indonesia yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bumbu masak dan manisan khusus bagian daging buahnya. Daun tanaman pala mengandung flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan yang dapat membantu menetralisir dan menstabilkan radikal bebas sehingga tidak lagi merusak sel-sel dan jaringan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan persentase peredaman radikal bebas dari daun tanaman pala (Horsfieldia spicata), waktu maserasi yang optimal, dan kadar dari setiap variasi waktu yang dilakukan. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi bervariasi waktu (1 hari, 2 hari, 3 hari, 4 hari, 5 hari) menggunakan pelarut etanol berasio 1: 3,8. Hasil penelitian dianalisis untuk mendapatkan persentase peredaman radikal bebas menggunakan metode spetrofotometri UV–Vis. Hasil ekstrak dibandingkan dengan pembanding vitamin C berkonsentrasi 2,5 ppm, 5 ppm, 7,5 ppm, 10 ppm, 12,5 ppm yang memiliki absorbansi sebesar 1,041; 1,004; 1,017; 0,891; 0,526. Hubungan antara waktu maserasi dengan hasil rendemen dinyatakan dalam persamaan y=0,744x+0,558 dengan R2= 0,8032. Rendemen yang didapatkan pada hari ke-5 merupakan yang terbesar yakni sebesar 4,85 %. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, pada konsentrasi 156 ppm mendapatkan panjang gelombang maksimal sebesar 510 nm dan Operating Time (OT) 20 menit. Kemudian pengukuran larutan pembanding dan larutan ekstrak daun pala (100 ppm, 200 ppm, 300 ppm, 400 ppm, 500 ppm) pada panjang gelombang maksimal 510 nm dan OT 20 menit mendapatkan nilai persentase peredaman radikal bebas dari daun tanaman pala (Horsfieldia spicata) sebesar 8 %, 30 %, 37 %, 55 %, 73 %.