Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Midpro

Pengaruh Terapi Murottal Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Ibu Bersalin Normal di Polindes Permata Bunda Kelurahan Perbon Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban Umu Qonitun; Betalia Betalia
Jurnal MIDPRO Vol 10, No 2 (2018): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/midpro.v10i2.76

Abstract

Kecemasan merupakan kondisi kejiwaan yang penuh dengan kekhawatiran akan apa yang mungkin terjadi. Seorang calon ibu sering kali dilanda kecemasan menghadapi masa persalinan. Kecemasan menimbulkan dampak secara fisik maupun psikis pada janin, ibu dan proses persalinan yang dijalaninantinya. Terapi murottal bisa memberikan solusi kapada ibu yang mengalami kecemasan pada saat proses persalinan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi murottal terhadap tingkat kecemasan pada ibu bersalin normal di polindes Permata Bunda kelurahan Perbon kecamatan Tuban kabupaten Tuban.Desain penelitian ini adalah Pre eksperimen dengan rancangan yang digunakan One group pre-post test.Dengan besar sampel penelitian 19 responden.Variabel independen dalam penelitian ini adalah terapi murottal, sedangkan variable dependen adalah tingkat kecemasan. Teknik pengambilan sampel menggunakan systematic random sampling, dan instrument pengumpulan data menggunakan observasi yang selanjutnya dianalisis menggunakan uji wilcoxon dengan nilai (α=0,001).Berdasarkan hasil uji statistika menunjukan variable terapi murottal ada pengaruh  signifikan dengan tingkat kecemasan dengan p value = (<0,05). Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa untuk mencegah terjadinya kecemasan pada ibu menghadapi persalinan maka dapatdiberikan dukunganspiritual yaitu dengan memberikan terapi murottal serta ketrampilan dari tenaga medis sangat mempengaruhi kondisi psikologi sibu untuk menjalani proses persalinan.Kata Kunci: Terapi murottal, tingkat kecemasan
Gambaran Kestabilan Suhu Tubuh Bayi Baru Lahir Yang Dilakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) (Di Ruang Mina RS Muhammadiyah Tuban) Umu Qonitun; Sri Utaminingsih
Jurnal MIDPRO Vol 10, No 1 (2018): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.643 KB) | DOI: 10.30736/midpro.v10i1.58

Abstract

Hipothermia adalah suhu bayi < 36,5°C. Disamping sebagai suatu gejala, hipothermia dapat merupakan awal penyakit yang berakhir dengan kematian. Salah satu cara pencegahan hipothermia pada bayi baru lahir adalah dengan penerapan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kestabilan suhu tubuh bayi baru lahir yang dilakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) berdasarkan suhu sebelum dilakukan IMD dan suhu sesudah dilakukan IMD di Ruang Mina RS Muhammadiyah Tuban.Desain penelitian ini menggunakan desain deskriptif.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi baru lahir normal yang dilakukan IMD bulan Mei 2018 sebanyak 29 bayi, sedangkan sampelnya yaitu sebagian bayi baru lahir normal yang dilakukan IMD yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 29 bayi. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dan sampel diambil dari hasil observasi (data primer) yang ditulis dalam lembar observasi dengan menggunakan instrumen penelitian berupa thermometer axilla digital. Data di analisis dengan analisa univariat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruhnya sebanyak 25 (86, 21%) bayi baru lahir sebelum dilakukan IMD mempunyai suhu yang tidak stabil, dan seluruhnya sebanyak 29 (100%) bayi  baru lahir sesudah dilakukan IMD mempunyai suhu yang stabil.Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) sangat efektif untuk membantu kestabilan suhu tubuh bayi baru lahir dengan harapan hipotermia dapat dicegah sedini mungkin, untuk itu diharapkan tenaga kesehatan khususnya bidan dapat menerapkan Inisiasi Meyusu Dini (IMD) pada semua bayi baru lahir sesuai dengan prosedur.Kata Kunci: Kestabilan Suhu Bayi Baru Lahir, Inisiasi Menyusu Dini
HUBUNGAN ANTARA EFEK SAMPING KONTRASEPSI DMPA DENGAN KEJADIAN DROP OUT PADA PASANGAN USIA SUBUR (PUS) DI DESA MANDIREJO KECAMATAN MERAKURAK KABUPATEN TUBAN Umu Qonitun
Jurnal MIDPRO Vol 9, No 2 (2017): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.764 KB) | DOI: 10.30736/midpro.v9i2.23

Abstract

Drop out merupakan akseptor yang melepas kontrasepsi suntik DMPA sebelum jangka waktu yang ditentukan. Salah satu faktor yang memengaruhi kejadian drop out kontrasepsi Suntik DMPA pada pasangan usia subur yaitu efek samping yang terjadi pada akseptor. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara efek samping kontrasepsi Suntik DMPA dengan kejadian drop out pada pasangan usia subur.Desain penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan waktu Cross Sectional. Sampel berjumlah 73 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukan sebagian besar responden mengalami efek samping kontrasepsi Suntik DMPA sedang. Hasil uji statistik dengan Koefisien Kontingensi didapatkan nilai  (0,007)  (0,05), maka H1 diterima yang berarti ada hubungan antara efek samping kontrasepsi Suntik DMPA dengan kejadian drop out pada pasangan usia subur.Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa semakin berat efek samping yang dirasakan responden maka semakin tinggi kejadian drop out. Untuk itu diharapkan tenaga kesehatan memberikan informasi tentang efek samping kontrasepsi Suntik DMPA agar kejadian drop out pada akseptor kontrasepsi Suntik DMPA dapat dicegah.Keywords: Efek Samping Kontrasepsi Suntik DMPA, Drop Out, PUS
The Effect Of Massage Effleurage On Pain Intensity And Length Of Labor I In The Normal Inpartu In Tuban District Qonitun, Umu
Jurnal Midpro Vol. 12 No. 1 (2020): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/md.v12i1.187

Abstract

The labor process is characterized by a physiological pain that is pain that occurs when the muscles contract in an effort to open the cervix and push the baby's head towards the pelvis. Effleurage is a slow massage of the abdomen or other body parts during contractions, warm compresses are actions to meet the needs of a sense of comfort, reduce pain.The method used is experimental analytic with pre-experimental design (Static-group comparation design). The population of all normal delivery mothers in the first active phase in the Delima Midwife in the District of Tuban was 46 people, a large sample of 18 respondents using systematic random sampling. Data collection instrument comparative pain scale observation sheet. Analysis of research using the t-Test (Independent t-Test).Statistical test results show the effect of massage effleurage on the intensity of first stage active labor pain in normal delivery mothers in Delima Midwives in Jadi Village, Tuban District with p value massage effleurage 0.03 while the effect of massage effleurage on the duration of first stage active labor in normal birth mothers in normal birth mothers Delima Village Midwife Becomes Tuban District with a p value of 0.04.Based on the results show that massage effleurage can be used as a method in dealing with labor pain in the first phase of active phase so that the delivery process becomes more comfortable, for this research it can be used as an additional reference for health workers, educational institutions and further researchers to deliver labor to the public.