Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Agroindustrial Technology Journal

RANCANG BANGUN ALAT PENGERING AKAR KAYU BAJAKAH DENGAN MEMANFAATKAN TENAGA SURYA (SOLAR DRYER) DAN KOMPOR BIOMASSA Muhammad Ivanto; Wiranto Wiranto; Eka Eka; Muhammad Syahrullah; Herman Herman; Nugroho Karya Yudha
Agroindustrial Technology Journal Vol 5, No 2 (2021): Agroindustrial Technology Journal
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/atj.v5i2.6776

Abstract

Alat pengering akar bajakah merupakan alat pengeringan dengan memanfaatkan energi matahari menggunakan kolektor sebagai penyerap panas yang menjadikan energi matahari sebagai sumber panasnya. Pengeringan adalah proses pengurangan kadar air yang relatif kecil secara terus menerus pada suatu bahan. Sistem pengering tenaga surya (solar dryer) terdiri dari tiga bagian utama yaitu kolektor surya, ruang pengering , dan kompor biomassa. Alat pengring akar bajakah ini sangat berpotensi dalam proses pengeringan akar bajakah karena dapat menghasilkan akar bajakah yang berkualitas dan mempermudah dalam proses pengeringan akar bajakah itu sendiri. tujuan penelitian ini adalah Memperoleh rancangan alat pengering akar kayu bajakah yang optimal sehingga dapat  mempercepat proses pengeringan. Motode pelaksanaam yang digunakan terdiri dari pengkajian masalah, disain dan perancangan alat, pembuatan alat , analisis pengambilan data ,evaluasi dan pembuatan laporan. Adapun hasil pengukuran kadar air menggunakan alat ukur kelembapan menunjukkan penurunan kadar air yaitu, dari percobaan pengeringan akar bajakah di nyatakan kering selama 9 jam dengan penurunan kadar air sebesar 52.7 % dengan menggunakan kolektor , penurunan kadar air sebesar 35.6 % selama 5 jam dengan menggunakan kompor biomassa dan penurunan kadar air sebesar 49 % selama 15 jam dengan di jemur secara langsung.
RANCANG BANGUN ALAT PENGERING BUAH PINANG MENGGUNAKAN METODE PEMBAKARAN BIOMASSA Muhammad Ivanto
Agroindustrial Technology Journal Vol 6, No 2 (2022): Agroindustrial Technology Journal
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/atj.v6i2.8530

Abstract

Alat pengering buah pinang menggunakan metode pembakaran biomassa merupakan salah satu metode pengeringan yang ditawarkan dalam proses pengeringan buah pinang selain menggunakan tenaga matahari.Selama ini tenaga matahari dianggap masih kurang efektif dalam proses pengeringan dikarenakan lamanya waktu pengeringan yang bisa memakan waktu sampai 14 hari dan juga sangat bergantung pada kondisi cuaca yang sering kali berubah-ubah. Proses pengeringan pinang sangat bergantung pada kondisi suhu lingkungan dimana suhu ideal dalam proses pengeringan buah pinang berkisar antara 350C-450C dalam kondisi panas matahari ,sedangkan menggunakan alat pengering pinang suhu optimal yang dicapai berkisar antara 65oC-70oC. Buah pinang yang digunakan adalah buah pinang yang telah matang dengan indikator persentase kadar air di atas 65% sedangkan untuk persentase buah pinang kering ialah dibawah 11% kadar air yang terkandung dalam buah pinang tersebut. Metode pembakaran biomassa pada penelitian ini ialah menggunakan kayu api, sekam dan tandan kosong. Prinsip kerja alat ini dengan memanfaatkan pembakaran dari pipa yang berada di ruang pembakaran dimana pipa akan dipanaskan sehingga tempratur pada pipa akan naik, kemudian udara akan masuk melalui dorongan blower yang terdapat pada sisi luar pipa tersebut, udara akan memasuki pipa kemudian temperatur udara akan naik mengikuti temperatur lingkungan lalu udara akan masuk ke sistem pengering atau oven sehingga proses pengeringan berjalan. Tujuan dari penelitian ini adalah mempercepat proses pengeringan buah pinang dimana metode pengeringan menggunakan matahari membutuhkan waktu sekitar 14 hari, sedangkan lama pengeringan menggunakan alat pengering pinang ialah berkisar 5-10 hari sehingga dapat menghemat waktu pengeringan. Adapun hasil yang didapatkan dari proses pengeringan ini dimana dalam metode pembakaran biomassa dibagi menjadi 3 bahan bakar yaitu kayu api, sekam dan tandan kosong, didapatkan hasil bahwa lama pengeringan masing masing biomassa tersebut ialah 6 hari, 8 hari & 9 hari. Sedangkan untuk suhu pengeringan berturut turut ialah 65°C-70°C, 55°C-60°C & 45°C-50°C  dan rata-rata hasil persentase pengeringan pinang ialah 10%, 10,3%, dan 10,7%. Lama pengeringan serta suhu maksimal yang dicapai sangat dipengaruhi oleh kualitas bahan bakar, semakin besar residu bahan bakar maka semakin rendah suhu maksimal dari pembakaran.