Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Efek Sitotoksik Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia catappa L.) Pada Sel Kanker Payudara T47D Barinta Widaryanti; Nur Khikmah; Nunung Sulistyani
Jurnal Biologi Papua Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.05 KB) | DOI: 10.31957/jbp.54

Abstract

Cancer is the second cause of death in the world after heart disease. Cancer therapy using natural product was considered has no side effect. Secondary metabolites from ketapang (Terminalia cattapa L) leaves has a prospect for cancer therapy. The objective of this research was to determine the cytotoxical effect of ketapang leaves on T47D breast cancer cells. Ketapang leaves were macerated using chloroform, ethyl acetate and methanol. Cytotoxicity effect were determined using MTT Cell Viability Assay. The result showed that chloroform, ethyl acetate and methanol extract were not able to reduce cell viability of T47D cells. Key words: cancer, ketapang, T. cattapa, cytotoxic, T47D cells.
Seleksi Bakteri dengan Aktivitas Fibrinolitik yang Diisolasi dari Tanah Rumah Potong Ayam Khikmah, Nur; Astrika, Nuri Rizky; Widaryanti, Barinta
SCISCITATIO Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 Number 1, January 2024
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/sciscitatio.2024.51.159

Abstract

Bakteri fibrinolitik mampu melisiskan fibrin, suatu bekuan darah yang terbentuk dari fibrinogen melalui proses penghancuran protein oleh trombin. Akumulasi fibrin yang berlebihan tanpa keseimbangan hemostatis menyebabkan trombosis, dapat mengakibatkan kelainan serebrovaskular dan kardiovaskular. Enzim fibrinolitik dari bakteri mempunyai potensi sebagai agen obat trombosis. Tujuan penelitian ini mendapatkan bakteri yang unggul dalam menghasilkan enzim fibrinolitik. Isolat bakteri diseleksi berdasarkan Indeks Aktivitas Enzim (IAE) proteolitik pada skim milk agar dan IAE fibrinolitik pada fibrin plate agar. IAE diperoleh dengan membagi diameter zona jernih di sekeliling koloni bakteri dengan diameter koloni bakteri. Dua puluh delapan isolat bakteri mempunyai aktivitas proteolitik , empat belas isolat diantaranya mempunyai aktivitas fibrinolitik. Lima isolat bakteri mempunyai IAE fibrinolitik 4,0. Isolat tersebut teridentifikasi sebagai anggota Bacillus
EFEKTIFITAS SARI DAUN JAMBU BIJI (PSIDIUM GUAJAVA L.) SEBAGAI ANTIBAKTERI PADA ESCHERICHIA COLI Khikmah, Nur; Nurhidayati, Fischa Apryliani
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 9 No 2 (2024): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v9i2.5433

Abstract

Daun jambu biji merupakan  bagian tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat antidiare.  Kandungan senyawa aktif saponin, tanin, dan flavonoid  dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab diare Escherichia coli. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menngetahui efektivitas sari daun jambu biji (Psidium guajava L.) sebagai antibakteri pada E. coli. Jenis penelitian adalah eksperimental. Uji senyawa saponin, tanin, dan flavonoid pada sari daun jambu biji dilakukkan secara kualitatif. Uji antibakteri sari daun jambu biji pada       E. coli menggunakan metode difusi sumuran. Aktivitas antibakteri ditunjukkan dengan adanya zona jernih yang terbentuk di sekeliling sumuran. Diameter zona jernih digunakan untuk menentukan efektivitas sari daun jambu biji pada E. coli.   Sari daun jambu biji mengandung senyawa saponin, tanin, dan flavonoid. Sari daun jambu biji mampu menghambat pertumbuhan E. coli pada  konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%  dengan diameter zona hambat 15 mm, 18 mm, 27 mm, dan 37 mm. Dibandingkan dengan ciprofloxacin (5 µg),  kategori efektivitas sari daun biji jambu pada E. coli yaitu cukup efektif pada konsentrasi sari daun jambu biji 100%.
Aktivitas Antibakteri Hand Sanitizer Komersial Pada Staphylococcus aureus Nur Khikmah; Niken Apriliani
SEHATI: Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/sehati.v6i1.140

Abstract

Hand hygiene is an effective way to prevent the transmission of infectious diseases caused by Staphylococcus aureus. The use of hand sanitizer is a practical alternative in maintaining hand hygiene, especially when water and soap are unavailable. Commercial hand sanitizers are widely available on the market with different compositions and concentrations of active ingredients, allowing for variations in their ability to inhibit bacterial growth. The aim of this research was to determinate the antibacterial activity of commercial hand sanitizer against S. aureus.  The antibacterial activity was determinated using well diffusion method.  The results showed that 2 brands of hand sanitizers produced a radical zone, 1 brand produced an irradical zone, and 2 brands did not produce an inhibition zone on S. aureus. The conclusions of the research was that commercial hand sanitizer containing active ingredients combined with ethanol (an alcohol derivative) and triclosan were more able to inhibit S. aureus compared that hand sanitizer containing only alcohol or alcohol derivatives. The inhibition against       S. aureus was categorized as very strong.
Bakteriuria Pada Penderita Diabetes Melitus Di Praktik Mandiri Sahabat Luka Yogyakarta Neni Wijayanti; Nur Khikmah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 7 (2026): Volume 13 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i7.26678

Abstract

Penderita diabetes melitus memiliki risiko lebih tinggi mengalami Infeksi Saluran Kemih (ISK) akibat hiperglikemia yang memicu pertumbuhan bakteri pada urin. Infeksi dapat menyebabkan bakterimia yang berisiko meningkatkan kematian tinggi.  Namun data mengenai profil bakteriuria pada pasien yang menjalani perawatan luka diabetes di layanan primer masih terbatas.  Penelitian bertujuan untuk menghitung jumlah bakteri dan mengidentifikasi bakteri pada urin penderita diabetes melitus di Praktik Mandiri Sahabat Luka Yogyakarta.  Jenis penelitian adalah deskriptif menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Perhitungan jumlah bakteri menggunakan kultur urin dengan teknik calibrated loop pada Plate Count Agar (PCA) dan dihitung sebagai Total Plate Count (TPC).  Identifikasi berdasarkan karakter makroskopis koloni, mikroskopis sel, dan uji biokimia.  Hasil penelitian mendapatkan jumlah bakteri pada urin penderita diabetes melitus adalah 0 CFU/mL (U2), 103-104 CFU/mL (U1, U3, U4, dan U6), dan ≥105 CFU/mL (U5). Terdapat satu urin  U5 (16,7%) positif bakteriuria.  Teridentifikasi Pseudomonas aeruginosa pada urin penderita diabetes melitus di Praktik Mandiri Sahabat Luka Yogyakarta.  Skrining kultur urin perlu dilakukan pada penderita diabetes melitus dengan kadar glukosa tidak terkontrol untuk mendeteksi dini risiko ISK.