Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Knowledge and Attitudes of Pregnant Women toward Covid-19 Vaccination Anggit Nuraulia Ningrum; Ellyda Rizki Wijhati
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 6, No 1 (2023): JKPBK Juni 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v6i1.9380

Abstract

AbstrakWHO menilai ibu hamil masuk dalam kelompok yang rentan terpapar SARS-CoV dan golongan yang perlu mendapatkan perlindungan dari infeksi Covid-19. Berdasarkan Peraturan Presiden RI No 99 Tahun 2020 dan Surat Edaran HK.02.01/I/2007/2021 oleh Kementerian Kesehatan RI, pengadaan dan pelayanan vaksinasi terutama pada ibu hamil dan kelompok rentan telah diperbolehkan dengan melewati proses penyaringan untuk mencegah angka kesakitan dan kematian meningkat. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan dianalisis dengan uji Chi-square. Instrumen berupa kuesioner digunakan pada 50 ibu hamil dengan usia kehamilan lebih dari 14 minggu yang dipilih dengan teknik pengambilan sampel total. Hasil menunjukkan 68% memiliki pengetahuan yang baik, 66% memiliki sikap yang positif, dan responden yang telah mengikuti vaksinasi sebanyak 66%. Hasil p-value variabel pengetahuan (0,000) dan sikap (0,000) terhadap keikutsertaan vaksinasi lebih kecil dari nilai α (0,05). Dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan baik dan sikap positif terhadap vaksinasi Covid-19 dengan tingkat pendidikan sebagai faktor dominan. Ditemukan juga bahwa pengetahuan dan sikap berhubungan terhadap keikutsertaan ibu hamil dalam vaksinasi Covid-19 di PMB Naimah Hakipsah.Kata kunci: Covid-19, Hamil, Pengetahuan, Sikap, Vaksinasi  AbstractWHO assesses that pregnant women belong to a group that is vulnerable to being exposed to SARS-CoV and need to get protection from Covid-19 infection. Based on The Indonesia Presidential Regulation number 99 of 2020 and The Circular Letter of Indonesia Health Ministry HK.02.01/I/2007/2021, the procurement and vaccination services, especially for pregnant women and vulnerable groups, have been allowed through a screening process to prevent morbidity and mortality increase. It was descriptive quantitative type research with cross sectional approach and analyzed by Chi-square test. The questionnaire had used on 50 pregnant women with a pregnancy age over 14 weeks who were selected using the total sampling technique. The results showed that 68% had good knowledge, 66% had a positive attitude, and 66% of respondents had participated in Vaccination. The p-value results of knowledge (0.000) and attitudes(0.000) toward vaccination participation are below the α-value (0,05). In conclusion, most respondents have good knowledge and positive attitudes toward the Covid-19 Vaccination despite education level as the dominant factor. It also found that the knowledge and attitudes were related to the participation in Covid-19 Vaccination among pregnant women at Naimah Hakipsah Midwifery Clinic.Keywords:  Covid-19, Pregnant, Knowledge, Attitude, Vaccination
PELAKSANAAN RESPONSIVE FEEDING PADA BALITA Dewi Rokhanawati; Rosmita Nuzuliana; Ellyda Rizki Wijhati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v12i2.2063

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan Gizi pada balita merupakan permasalahan global yang disebabkan karena banyak faktor, salah satunya pola pemberian makan. Pemahaman orang tua terutama ibu tentang praktik pemberian makan sangat berpengaruh pada proses makan anak. Praktik pemberian makan orang tua dapat dikaitkan dengan anak-anak yang mengembangkan kebiasaan makan yang tidak sehat (misalnya, mengonsumsi dalam jumlah berlebihan, makan tanpa rasa lapar, dan makan emosional). Tujuan penelitian ini untuk menggali pelaksanaan responsive feeding pada anak balita. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. wawancara semi structured face to face yang dilakukan pada 10 ibu yang mempunyai anak balita dan tinggal di wilayah puskemas Sewon II. Analisis data dengan thematic analysis menggunakan framework yang diadopsi dari Colaizzi (1978). Hasil: Terdapat 6 tema di temukan terkait pelaksanaan responsive feeding pada ibu yang mempunyai anak balita yaitu ibu belum mengetahui sinyal lapar anak; tidak memiliki jadwal makan yang tetap; anak belum fokus terhadap makanan; variasi makana; gerakan tutup mulut; tidak responsive. Kesimpulan: Berbagai tantangan yang dihadapi ibu yang mempunyai anak balita dalam pelaksanaan responsive feeding. Ibu dengan pengasuhan yang tidak responsive perlu mendapatkan perhatian dan dukungan khusus dari penyedia layanan kesehatan. Perlu adanya strategi pengembangan promosi kesehatan dalam upaya meningkatkan pengasuhan anak yang responsive.
Analisis status gizi pada balita stunting Ellyda Rizki Wijhati; Rosmita Nuzuliana; Maulita Listian Eka Pratiwi
Jurnal Kebidanan Vol 10, No 1 (2021): February 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jk.10.1.2021.1-12

Abstract

Permasalahan gizi adalah permasalahan global yang memiliki dampak yang sistemik pada Negara berkembang termasuk Indonesia. Permasalahan yang terjadi pada anak dengan kekurangan gizi tidak hanya dengan postur tubuh, namun berdampak pada kesehatan baik saat ini maupun pada kehiduan selanjutnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan waktu cros sectional. Sampel yang digunakan adalah sebanyak 55 balita stunting, dengan total sampling. Hasil penelitian didapatkan balita stunting yang memiliki status gizi baik berdasarkan BB/TB adalah 85.5%, dengan faktor yang paling berhubungan dengan tingkat pendidikan ayah dan ibu
Lama Penggunaan KB Suntik 3 Bulan Signifikan Meningkatkan Resiko Gangguan Menstruasi di TPMB Widya Putri Yuanisa Desi Ramadhani; Ellyda Rizki Wijhati
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v5i2.5987

Abstract

Menstrual irregularities may arise after long-term use of injectable contraception. Menstrual disorders are characterized by abnormal bleeding during the menstrual cycle, as shown by the duration of the monthly cycle, the length of the menstrual period, and the volume of menstrual blood. Changes in the menstrual cycle affect physical, psychological, social, and spiritual dimensions, reduce the quality of life, and may lead to long-term problems if inadequately managed. Prolonged use of tri-monthly injectable contraceptives is recognized to cause changes in the levels of estrogen and progesterone hormones within the body. This impairs endometrial function and results in histological changes that cause menstrual problems. This study aims to determine the relationship between the length of usage of three-monthly injectable contraceptives and abnormal menstruation at TPMB (Independent Midwifery Practice) Widya Puri. This research employed an analytical study utilizing a cross-sectional methodology. The study sample comprised of 100 mothers attending a follow-up appointment for a three-monthly injectable contraception. The methodology employed was purposive sampling. Data collecting methods employed questionnaires and observation sheets, which were analyzed using univariate analysis and chi-square tests. The data showed that 84 mothers, representing 84.0%, had a duration of use more than one year. The majority of responders encountered menstruation problems. Amenorrhea occurred in 55 individuals (55.0%), while menstrual problems were the least prevalent. Hypomenorrhea occurs in 6 individuals, representing 6% of the population. The statistical analysis employing the Chi Square test obtained a p-value of 0.000 (<0.05). This is a significant relationship between the duration of 3-month injectable contraceptive use and menstrual problems. In this case, it may be stated that the research hypothesis Ha is accepted whereas Ho is rejected, therefore confirming the validity of the research hypothesis. Furthermore, it may be inferred that a relationship exists between the duration of 3-month injectable contraceptive usage and menstruation disorders in TPMB Widya Puri.
Strategi Peningkatan Kesiapan Menghadapi Persalinan Melalui Literasi Kesehatan Dan Kelas Ibu Hamil Fauzia Alvian Nurkasanah; Nuli Nuryanti Zulala; Ellyda Rizki Wijhati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.123

Abstract

Kurangnya pengetahuan dan persiapan dalam menghadapi persalinan menjadi salah satu pemicu timbulnya rasa cemas dalam menghadapi persalinan. Kecemasan dalam persalinan akan melemahkan kontraksi, power, menghambat persalinan dan meningkatkan risiko preeklampsia dan perdarahan serta menyumbang Angka Kematian Ibu (AKI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi peningkatan kesiapan ibu dalam menghadapi persalinan. Penelitian ini menggunakan desain Cross-Sectional. Sampel berjumlah 76 ibu hamil dengan kriteria inklusi berusia 20-35 tahun, berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Jetis I, ibu hamil normal tanpa komplikasi, dan bersedia menjadi responden. Sampel diambil dengan teknik Purpossive Sampling. Penelitian dilakukan sejak Juli 2024 sampai dengan Februari 2025. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan Uji Chi-Square. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil p value <0.05 pada variabel pendidikan, gravida, literasi kesehatan, dan Kelas Ibu Hamil (KIH) sehingga menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan. Ibu hamil yang mendapatkan informasi kesehatan lebih dari satu media lebih siap menghadapi persalinan. Ibu hamil yang tidak siap menghadapi persalinan dalam penilitian ini sebanyak 43.3% dan tidak ikut dalam KIH. Semakin tinggi pendidikan, gravida, dan literasi kesehatan serta partisipasi dalam KIH maka ibu hamil akan memiliki bekal yang lebih banyak untuk menghadapi persalinan. Dari faktor-faktor yang telah diteliti, literasi kesehatan dan KIH dapat dikendalikan sehingga upaya peningkatan kesiapan menghadapi persalinan dapat terlaksana dengan strategi yang tepat.
Determinan KEK Pada Ibu Hamil: Studi Karakteristik Demografi, Pengetahuan Dan Asupan Makan Shofiyatul Azizah; Ellyda Rizki Wijhati; Ismarwati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.146

Abstract

Kurang Energi Kronik (KEK) merupakan salah satu masalah gizi penting bagi ibu hamil, ibu hamil KEK memiliki risiko komplikasi pada kehamilan dan persalinan seperti persalinan lama, persalinan premature, perdarahan postpartum, anemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan determinan karakteristik demografi, pengetahuan dan asupan makan dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Desain penelitian deskriptif korelasi dengan menggunakan pendekatan cross-sectional study dan uji statistik chi-square. Pengambilan data dilakukan di Puskesmas Sleman Yogyakarta pada bulan Februari sampai Maret 2025. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 106 responden diambil menggunakan sistem random sampling dengan cara memilih responden nomor registrasi ganjil dengan kriteria inklusi ibu hamil yang bersedia menjadi responden dan menandatangani informed consent, ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Sleman dan ibu hamil yang membawa buku KIA yang diisi lengkap. Kriteria eksklusi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang tidak menjawab semua format kuesioner dengan lengkap dan ibu hamil membawa buku KIA yang tidak diisi dengan lengkap. Pengambilan data menggunakan instrumen kuesioner, from Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) dan buku KIA dengan metode wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan (p-value = 0,000), jarak kehamilan (p-value = 0,033), pengetahuan (p-value = 0,011) dan asupan makan energi (p-value = 0,000) memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian Kurang Energi Kronik (KEK). Sedangkan usia ibu hamil (p-value = 0,562), pendidikan (p-value = 0,134) dan paritas (p-value = 0,388) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian Kurang Energi Kronik (KEK). Diharapkan ibu hamil bisa menambah asupan makanannya untuk mencukupi kebutuhan gizi selama kehamilan.
Anemia Pada Ibu Hamil : Tinjauan Holistik Keterkaitan Antara Status Gizi, Karakteristik Ibu, Pola Hidup, dan Kondisi Sosioekonomi Nur Annisa Ahla; Ellyda Rizki Wijhati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.157

Abstract

Anemia pada ibu hamil adalah masalah kesehatan global serius yang berdampak signifikan pada kesehatan ibu dan janin. Prevalensinya tinggi, mencapai 40% secara global (WHO) dan 48,9% di Indonesia. Wilayah DIY, Kabupaten Sleman menunjukkan peningkatan kasus anemia. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan anemia dengan status gizi, karakteristik ibu, pola hidup, dan sosioekonomi di Puskesmas Sleman. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, data dikumpulkan dari 106 ibu hamil di Puskesmas Sleman melalui dokumentasi buku KIA dan kuesioner. Sampel dipilih dengan teknik simple random sampling menggunakan metode registrasi ganjil dari total 986 populasi. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner PSQI, kuesioner pengetahuan tentang anemia, dan kuesioner food frekuensi. Analisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian di Puskesmas Sleman Yogyakarta, ditemukan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kejadian anemia pada ibu hamil dengan beberapa variabel, yaitu status gizi (p = 0,000), pola makan (p = 0,000), usia ibu (p = 0,000), paritas (p = 0,046), tingkat pendidikan (p = 0,000), pengetahuan ibu (p = 0,000), pola tidur (p = 0,002), dan status ekonomi (p = 0,000). Sebaliknya, tidak terdapat hubungan signifikan antara kejadian anemia dengan jarak kehamilan (p = 0,607) dan riwayat penyakit infeksi (p = 0,076). Kesimpulan anemia pada ibu hamil sangat dipengaruhi oleh status gizi, pola makan, usia, paritas, tingkat pendidikan, pengetahuan, pola tidur, dan status ekonomi. Jarak kehamilan dan riwayat infeksi tidak berhubungan signifikan dengan kejadian anemia. Saran untuk meningkatkan edukasi tentang kualitas tidur, pengetahuan tentang anemia, serta pentingnya edukasi pra nikah dan melanjutkan program PMT untuk mencegah anemia pada ibu hamil.
Gambaran Kepuasan Ibu Bersalin Di RS Sakinah Idaman Sleman Dhiya Luthfiani Azizah; Kharisah Diniyah; Ellyda Rizki Wijhati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.304

Abstract

Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan kesehatan, khususnya pada layanan kebidanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan ibu bersalin terhadap pelayanan kebidanan di RS Sakinah Idaman Sleman. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di RS Sakinah Idaman Sleman, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang mencakup dimensi mutu pelayanan kesehatan, meliputi keandalan, ketanggapan, jaminan, empati, dan bukti fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden merasa puas terhadap pelayanan kebidanan yang diberikan, terutama pada aspek empati dan ketanggapan tenaga kesehatan. Namun, masih terdapat beberapa responden yang menyatakan kurang puas pada aspek sarana dan prasarana. Kesimpulan penelitian ini adalah pelayanan kebidanan di RS Sakinah Idaman Sleman secara umum sudah mampu memberikan kepuasan kepada ibu bersalin, meskipun masih diperlukan peningkatan pada fasilitas pendukung.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Puskesmas Seyegan Fitriyanti Jaya; Ellyda Rizki Wijhati; Dhesi Ari Astuti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.328

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan masalah kesehatan yang masih tinggi di Indonesia dan berdampak pada tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Berbagai faktor dapat mempengaruhi kejadian stunting, di antaranya pemberian ASI eksklusif, riwayat BBLR, penyakit infeksi, status gizi ibu, pendidikan, dan kelahiran prematur. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di Puskesmas Seyegan. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis observasional analitik menggunakan desain case control, dengan perbandingan kelompok kasus dan kontrol 1:1. Sampel dalam penelitian ini adalah 264 balita usia 24–59 bulan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sumber data adalah laporan gizi Puskesmas Seyegan tahun 2024. Instrumen dalam penelitian ini adalah master tabel. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif, riwayat BBLR, status gizi ibu dan bayi prematur dengan kejadian stunting (p < 0,05). Nilai Odds Ratio (OR) tertinggi adalah pemberian ASI eksklusif yakni sebesar (OR: 52,572 ) artinya anak yang tidak mendapatkan ASI eksklusif memiliki risiko 52 kali lebih besar mengalami stunting dibandingkan dengan anak yang mendapat ASI eksklusif. Simpulan: Terdapat hubungan signifikan antara pemberian ASI eksklusif, riwayat BBLR, status gizi, dan bayi prematur dengan kejadian stunting. Saran: Petugas kesehatan diharapkan fokus pada edukasi pentingnya ASI eksklusif sejak persiapan kelahiran, status gizi ibu, pencegahan BBLR, dan riwayat premature.
Pendampingan Keluarga Dalam Upaya Peningkatan Gizi Pada Balita Malnutrisi Rosmita Nuzuliana; Ellyda Rizki Wijhati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 2 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v2i1.2341

Abstract

Malnutrisi adalah suatu kondisi kurangnya asupan atau penyerapan makanan yang menyebabkan perubahan komposisi tubuh (pengurangan massa bebas lemak) dan perubahan massa sel tubuh, sehingga mengakibatkan penurunan fungsi fisik dan mental serta gangguan hasil klinis dari suatu penyakit. Indonesia menempati peringkat keenam jumlah balita malnutrisi secara global. Upaya yang dilakukan puskesmas belum sampai kearah pendampingan keluarga karena terkendala sumberdaya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dukungan komprehensif pada keluarga yang memiliki balita malnutrisi. Sasaran  dari kegiatan ini adalah ibu yang memiliki balita malnutrisi. Metode pemecahan masalah dilakukan dengan pendampingan keluarga dengan rincian koordinasi awal, pembentukan  WAG, edukasi dan penilaian rumah, pemantauan rutin dan evaluasi.  Hasil didapatkan ibu balita kurang percaya diri dalam mendampingi anak sehingga diberikan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, pijat bayi dan pendampingan intensive melalui WAG. Hasil yang didapatkan terdapat peningkatan pengtahuan ibu  terkait nutrisi yang sehat untuk anak namun belum semua ibu menerapkan karena terkendala masalah ekonomi dan  dukungan keluarga. Luaran yang sudah dihasilkan adalah, video kegiatan, artikel media elektronik.