Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

SOSIALISASI UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1992 TENTANG BENDA CAGAR BUDAYA DI SAMBISARI, KECAMATAN KALASAN, KABUPATEN SLEMAN, PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DALAM RANGKA BERPARTISIPASI MELESTARlKAN BENDA PENINGGALAN SEJARAH DAN PURBAKALA Prawoto, Prawoto; Dalimat, A; Murdiyastomo, Agus; Sri Pinasti, V. Indah
INOTEKS: Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan,Teknologi, dan Seni Vol 1, No 1 (1999)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4174.305 KB) | DOI: 10.21831/ino.v1i1.5109

Abstract

Setelah  4 tahun  diterbitkannya    Undang-Undang    No.5    Tahun  1992  masih  saja  terjadi  pelanggaran-pelanggaran      yang-'.  at menganeam   kelestarian   benda-benda    eagar  budaya  sebagai  asel  nasional.   Pengabdian   masyarakat   ini  dimaksudkan secagai  upaya  sosialisasi   undang-undang    tersebut   dan  dilaksanakan   pada  masyarakat   sekitar  Candi  Sambi sari  mengingat'::--disipengamanan   eandi  ini masih  rawanPelaksanaan   sosialisasi   berlangsung   dan tanggal  8 Agustus  sarnpai  dengan  14 Agustus  1996.  lalah  melalui  3 jalur-jalur=~ikbud,       1alur Perangkat   Desa  dan  lalur  Informasi   langsung  kepada  penduduk,   yang  masing-rnasing   dilakukan   dengan::-~yelenggaraan   seminar,  sarasehan,   pentas  seni dan pemasangan   papan  petunjuk  dan papan  larangan.Hasil sosialisasi  adalah  semakin  dipahaminya   materi  dan isi Undang-Undang   No.5  Tahun  1992 oleh masyarakat  Kalasan. -  khususnya  penduduk  di sekitar  Candi  Sambisari  Dengan  dernikian  penduduk  pun lebih memiliki  sikap dan perilaku  untukI,!,"?artisipasi  dalam  melestarikan   benda-benda   peninggalan   sejarah  dan purbakala.
Pekan Wayang Indonesia dan Pengaruh Orde Baru Dalam Kesenian Wayang Kulit (1969-1993) Hadi, Kuncoro; Murdiyastomo, H.Y. Agus; Dien, Zukhrufa Ken Satya
MOZAIK Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 15 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/mozaik.v15i1.75241

Abstract

Kajian budaya khususnya kesenian wayang di Jawa masa Orde Baru menarik untuk diteliti. Mengingat pada masa Orde Baru kesenian wayang dikembangkan tetapi juga dimanfaatkan untuk kepentingan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji  pengaruh kepentingan Orde Baru dalam kesenian wayang melalui berbagai kebijakan, termasuk diselenggarakannya Pekan Wayang Indonesia. Bagaimana keterlibatan Orde Baru dalam  struktur pelembagaan pewayangan. Bagaimana pengaruh kepentingan politik negara melalui penanaman gagasan pembangunan nasional serta Pancasila dalam pentas wayang selama masa Orde Baru. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode sejarah. Ada empat langkah metode sejarah. Pertama, pencarian sumber-sumber yang berkaitan dengan penelitian (heuristik). Kedua, kritik sumber yang meliputi kritik ekstern dan kritik intern (verifikasi). Ketiga, penafsiran fakta-fakta sejarah (interpretasi). Keempat, penulisan sejarah (historiografi). Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi perawatan seni tradisi, dan pengembangannya khususnya wayang, yang sekaligus dimanfaatkan untuk melanggengkan kekuasaan. Kata kunci: Pekan Wayang Indonesia, kesenian, wayang kulit, Orde Baru