Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pekan Wayang Indonesia dan Pengaruh Orde Baru Dalam Kesenian Wayang Kulit (1969-1993) Hadi, Kuncoro; Murdiyastomo, H.Y. Agus; Dien, Zukhrufa Ken Satya
MOZAIK Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 15 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/mozaik.v15i1.75241

Abstract

Kajian budaya khususnya kesenian wayang di Jawa masa Orde Baru menarik untuk diteliti. Mengingat pada masa Orde Baru kesenian wayang dikembangkan tetapi juga dimanfaatkan untuk kepentingan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji  pengaruh kepentingan Orde Baru dalam kesenian wayang melalui berbagai kebijakan, termasuk diselenggarakannya Pekan Wayang Indonesia. Bagaimana keterlibatan Orde Baru dalam  struktur pelembagaan pewayangan. Bagaimana pengaruh kepentingan politik negara melalui penanaman gagasan pembangunan nasional serta Pancasila dalam pentas wayang selama masa Orde Baru. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode sejarah. Ada empat langkah metode sejarah. Pertama, pencarian sumber-sumber yang berkaitan dengan penelitian (heuristik). Kedua, kritik sumber yang meliputi kritik ekstern dan kritik intern (verifikasi). Ketiga, penafsiran fakta-fakta sejarah (interpretasi). Keempat, penulisan sejarah (historiografi). Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi perawatan seni tradisi, dan pengembangannya khususnya wayang, yang sekaligus dimanfaatkan untuk melanggengkan kekuasaan. Kata kunci: Pekan Wayang Indonesia, kesenian, wayang kulit, Orde Baru
History of Hoogere Kweekschool Purworejo-Bandung (1914-1931) Dimas Nurillah Setianingrum; H.Y. Agus Murdiyastomo
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v12i1.126

Abstract

Indonesia has a number of colonial educational buildings scattered in various regions. On the island of Java, there are many teaching schools that produce intellectual, artistic and political figures. Teacher schools have become one of the granaries for producing great Indonesian figures. This study aims to determine the actions of Hoogere Kweekschool as a teacher school in creating great figures in each of their careers. This study uses historical research methods in the form of heuristics, source criticism, interpretation and historiography based on qualitative data analysis. The results of the study stated that Hoogere Kweekschool (H.K.S) was first established in 1914 in Purworejo. The students come from the best graduates of all Kweekschools in the Dutch East Indies. H.K.S graduates are usually directly placed in either H.I.S or Schakelschool. In 1921 the H.K.S student association was formed called "De Broederschap". This association fights for further education for its graduates so that they can become gymnastics teachers in high schools or become heads of H.I.S. This association also opened up opportunities for Hoofdakte courses (principal teacher certificates) to be opened in Bandung and Jakarta.