Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGARUH KOMPETENSI PEDAGOGIK, PROFESIONAL, SOSIAL, DAN KEPRIBADIAN TERHADAP PROFESIONALISME GURU SMA KABUPATEN KLATEN TAHUN AJARAN 2017/2018 Dwi Nurjanati; Trisno Martono; Hery Sawiji
JURNAL ILMU MANAJEMEN Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jim.v15i1.25070

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui pengaruh langsung kompetensi pedagodik terhadap profesionalisme guru SMA di Kabupaten Klaten; 2) Untuk mengetahui pengaruh langsung kompetensi profesional terhadap profesionalisme guru SMA di Kabupaten Klaten; 3) Untuk mengetahui pengaruh langsung kompetensi sosial terhadap profesionalisme guru SMA di Kabupaten Klaten, 4) Untuk mengetahui pengaruh langsung kompetensi kepribadian terhadap profesionalisme guru SMA di Kabupaten Klaten; 5) Untuk mengetahui pengaruh langsung sertifikasi guru terhadap profesionalisme guru SMA di Kabupaten Klaten, 6) Untuk mengetahui pengaruh tidak langsung kompetensi pedagodik terhadap profesionalisme guru SMA di Kabupaten Klaten; 7) Untuk mengetahui pengaruh tidak langsung kompetensi profesional terhadap profesionalisme guru SMA di Kabupaten Klaten; 8) Untuk mengetahui pengaruh tidak langsung kompetensi sosial terhadap profesionalisme guru SMA di Kabupaten Klaten; 9) Untuk mengetahui pengaruh tidak langsung kompetensi kepribadian terhadap profesionalisme guru SMA di Kabupaten Klaten.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif survey dengan menggunakan populasi 637 orang dan sampel sebanyak 246 orang. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik probability sampling dengan pendekatan random sampling melalui cara simple random sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan analisis jalur (Path Analysis).Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kompetensi pedagogik berpengaruh langsung positif terhadap profesionalisme guru sebesar 0,170 atau 17%; 2) Kompetensi profesional berpengaruh langsung positif terhadap profesionalisme guru sebesar 0,124 atau 12,4%; 3) Kompetensi sosial berpengaruh langsung positif terhadap profesionalisme guru sebesar 0,204 atau 20,4%; 4) Kompetensi kepribadian berpengaruh langsung positif terhadap profesionalisme guru sebesar 0,221 atau 22,1%; 5) Sertifikasi guru berpengaruh langsung positif terhadap profesionalisme guru sebesar 0,537atau 53,7%; 6) kompetensi pedagogik berpengaruh secara tidak langsung terhadap profesionalisme guru melalui sertifikasi guru sebesar 0,343 atau 34,3%; 7) kompetensi profesional berpengaruh secara tidak langsung terhadap profesionalisme guru melalui sertifikasi guru sebesar 0,230 atau 23%; 8) Kompetensi sosial tidak berpengaruh secara tidak langsung terhadap profesionalisme guru melalui sertifikasi guru; 9) Kompetensi kepribadian tidak berpengaruh secara tidak langsung terhadap profesionalisme guru melalui sertifikasi guru
PENGARUH KOMPETENSI GURU, MOTIVASI BELAJAR SISWA, DAN FASILITAS BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN EKONOMI PADA SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 LASEM JAWA TENGAH TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Ridaul Inayah; Trisno Martono; Hery Sawiji
Jurnal Pendidikan Insan Mandiri Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/iman.v2i1.19638

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) mengetahui pengaruh langsung positif kompetensi guru terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Lasem, 2) mengetahui pengaruh langsung positif motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Lasem, 3) mengetahui pengaruh langsung positif fasilitas belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Lasem, 4) mengetahui pengaruh tidak langsung positif kompetensi guru terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi melalui motivasi belajar pada siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Lasem, dan 5) mengetahui pengaruh tidak langsung positif fasilitas belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi melalui motivasi belajar pada siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Lasem.Sampel dari penelitian ini adalah sebagian dari siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Lasem tahun pelajaran 2011/2012 yaitu berjumlah 96. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui kuesioner dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis jalur (path analysis).Hasil penelitian diperoleh bahwa kompetensi guru berpengaruh secara langsung positif terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi sebesar 40,9%, akan tetapi tidak memiliki pengaruh secara signifikan melalui variabel motivasi belajar siswa. Motivasi belajar siswa berpengaruh secara langsung positif terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi sebesar 39,3%, dan fasilitas belajar berpengaruh secara langsung positif terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi sebesar 28,1%, serta berpengaruh secara tidak langsung positif terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi melalui motivasi belajar siswa sebesar 0,149.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERMODIFIKASI MAKE A MATCH TERHADAP UPAYA PENCAPAIAN KETUNTASAN BELAJAR EKONOMI PADA SISWA KELAS X SMA NUSANTARA INDAH, SINTANG, KALIMANTAN BARAT Yulia Suriyanti; Trisno Martono; Asri Laksmi Riani
Jurnal Pendidikan Insan Mandiri Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/iman.v3i1.19686

Abstract

The learning process which is monotonous and which is not varied results in the students’ low mastery of the learning material. The learning process which does not pay attention to some supporting factors such as the students’ initial condition, learning motivation, learning interest, and learning activities will also have implications on their learning achievement which is low as indicated by their low scores. As a result, their learning completeness cannot maximally be accomplished. The objectives of this research are to apply the use of the cooperative learning of STAD type with Make A Match modification supported by the students’ initial ability, learning motivation, learning interest, and learning activities on the accomplishment of their Economics learning completeness.This research used the classroom action research. It was conducted in two cycles at Nusantara Indah Senior Secondary School of Sintang, West Kalimantan. The subjects of the research were the students in Grade XE of the school. The data of the research were gathered through observation, test, questionnaire, and in-depth interview, and documentation. They were then descriptively   analyzed by comparing the results of each cycle.The results of the research are as follows. Prior to the treatment, the percentage of the students who accomplish the Economics learning completeness is 13.15% with the score of their initial learning interest of 77.24 (low category), that of the learning motivation of 63.23 (low category), and that of the learning activities of 61.15 (low category). Following the treatment, the percentage of the students who accomplish the Economics learning completeness becomes 51.42% in Cycle I with the score of their initial learning interest of 93.31 (high category), that of the learning motivation of 70.51 (high category), and that of the learning activities of 67.85 (low category) and 91.42% in Cycle II with the score of their initial learning interest of 114.77 (high category), that of the learning motivation of 90.17 (high category), and that of the learning activities of 89.74 (high category). Based on the results of the research, a conclusion is drawn that there is an improvement in the students’ final average score.
PENGARUH KOMPETENSI PEDAGOGIK, PROFESIONAL, SOSIAL, DAN KEPRIBADIAN TERHADAP PROFESIONALISME GURU SMA KABUPATEN KLATEN TAHUN AJARAN 2017/2018 Dwi Nurjanati; Trisno Martono; Hery Sawiji
JURNAL ILMU MANAJEMEN Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.545 KB) | DOI: 10.21831/jim.v15i1.25070

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui pengaruh langsung kompetensi pedagodik terhadap profesionalisme guru SMA di Kabupaten Klaten; 2) Untuk mengetahui pengaruh langsung kompetensi profesional terhadap profesionalisme guru SMA di Kabupaten Klaten; 3) Untuk mengetahui pengaruh langsung kompetensi sosial terhadap profesionalisme guru SMA di Kabupaten Klaten, 4) Untuk mengetahui pengaruh langsung kompetensi kepribadian terhadap profesionalisme guru SMA di Kabupaten Klaten; 5) Untuk mengetahui pengaruh langsung sertifikasi guru terhadap profesionalisme guru SMA di Kabupaten Klaten, 6) Untuk mengetahui pengaruh tidak langsung kompetensi pedagodik terhadap profesionalisme guru SMA di Kabupaten Klaten; 7) Untuk mengetahui pengaruh tidak langsung kompetensi profesional terhadap profesionalisme guru SMA di Kabupaten Klaten; 8) Untuk mengetahui pengaruh tidak langsung kompetensi sosial terhadap profesionalisme guru SMA di Kabupaten Klaten; 9) Untuk mengetahui pengaruh tidak langsung kompetensi kepribadian terhadap profesionalisme guru SMA di Kabupaten Klaten.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif survey dengan menggunakan populasi 637 orang dan sampel sebanyak 246 orang. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik probability sampling dengan pendekatan random sampling melalui cara simple random sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan analisis jalur (Path Analysis).Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kompetensi pedagogik berpengaruh langsung positif terhadap profesionalisme guru sebesar 0,170 atau 17%; 2) Kompetensi profesional berpengaruh langsung positif terhadap profesionalisme guru sebesar 0,124 atau 12,4%; 3) Kompetensi sosial berpengaruh langsung positif terhadap profesionalisme guru sebesar 0,204 atau 20,4%; 4) Kompetensi kepribadian berpengaruh langsung positif terhadap profesionalisme guru sebesar 0,221 atau 22,1%; 5) Sertifikasi guru berpengaruh langsung positif terhadap profesionalisme guru sebesar 0,537atau 53,7%; 6) kompetensi pedagogik berpengaruh secara tidak langsung terhadap profesionalisme guru melalui sertifikasi guru sebesar 0,343 atau 34,3%; 7) kompetensi profesional berpengaruh secara tidak langsung terhadap profesionalisme guru melalui sertifikasi guru sebesar 0,230 atau 23%; 8) Kompetensi sosial tidak berpengaruh secara tidak langsung terhadap profesionalisme guru melalui sertifikasi guru; 9) Kompetensi kepribadian tidak berpengaruh secara tidak langsung terhadap profesionalisme guru melalui sertifikasi guru
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA PEMBELAJARAN EKONOMI FARIDA FADLILAH; TRISNO MARTONO; HERY SAWIJI
Surya Edunomics Vol 2, No 1 (2018): SURYA EDUNOMICS
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.142 KB) | DOI: 10.37729/suryaedunomics.v2i1.5522

Abstract

Abstrak : Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, salah satunya adalah dengan melalui proses pembelajaran di sekolah. Pendidikan karakter pada intinya bertujuan membentuk bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong-royong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan taqwa kepada Tuhan yang Maha Esa berdasarkan Pancasila. Pada Era globalisasi seperti sekarang ini, kehidupan bangsa banyak dipengaruhi oleh budaya asing baik melalui media cetak maupun media elektronik. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan tidak terkecuali pada dunia pendidikan. Proses pembelajaran termasuk pada pembelajaran ekonomi sangat perlu diikuti oleh pendidikan karakter agar peserta didik mampu mengaplikasikan semua ilmu pengetahuan yang diperoleh sesuai dengan falsafah dan pola hidup yang merujuk pada semua aturan dan kebiasaan bangsa Indonesia. Proses pembelajaran ekonomi hendaknya lebih memperhatikan teori-teori yang sesuai dengan kehidupan bangsa Indonesia dan tujuan pendidikan nasional. Pendidikan karakter merupakan salah satu aspek yang harus dioptimalkan dalam sistem pendidikan di Indonesia.   Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Ekonomi, Pembelajaran Ekonomi
Implementasi Kurikulum Merdeka pada Pembelajaran Perencanaan Bisnis Event Organizer di SMK Negeri 1 Sukoharjo Vivi Zahrotun Khasanah; Trisno Martono
Kognisi: Jurnal Ilmu Keguruan Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/kognisi.v2i2.256

Abstract

Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran berbasis proyek sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila melalui konsep merdeka belajar. Hal tersebut menjadi tantangan bagi guru dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik melalui proyek yang memberikan pengalaman belajar bermakna. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka pada Pembelajaran Perencanaan Bisnis Event Organizer di SMK Negeri 1 Sukoharjo dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, metode deskriptif, jenis studi kasus. Pengumpulan data melalui studi dokumen, wawancara, dan observasi. Teknik analisis data penelitian menggunakan teknik analisis interaktif Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dapat merencanakan pembelajaran dengan baik sesuai tahapan perencanaan pembelajaran mulai dari analisis capaian, asesmen diagnostik, penyusunan modul ajar, penyesuaian capaian, pelaksanaan asesmen, dan evaluasi, namun guru perlu melaksanakan asesmen diagnostik sebagai tahap yang berdiri sendiri, bukan termasuk dalam modul ajar, serta melengkapi komponen yang belum ada dalam modul ajar, sementara pelaksanaan pembelajaran telah sesuai dengan modul ajar yang dibuat oleh guru dengan menggunakan model pembelajaran berbasis proyek, metode diskusi, presentasi, dan praktik dengan berbantu media PPT, gambar, dan video pembelajaran yang meningkatkan keaktifan belajar dan kreativitas peserta didik. Guru dan sekolah harus bekerja sama dalam mengembangkan bahan ajar untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran Perencanaan Bisnis Event Organizer, sehingga peserta didik memiliki pedoman belajar yang jelas.
Model Cooperative Learning dan PBL pada Mata Pelajaran Ekonomi dalam Menunjang Keberhasilan Profil Pelajar Pancasila Hanif Prasetyo Wibowo; Trisno Martono
Kognisi: Jurnal Ilmu Keguruan Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/kognisi.v2i2.257

Abstract

Penelitian ini menjelaskan mengenai pembelajaran ekonomi dengan model Cooperative learning dan Problem Based Learning (PBL) dalam menunjang keberhasilan Profil Pelajar Pancasila di SMA N 1 Surakarta. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi proses perencanaan, dan pelaskaan pada mata pelajaran ekonomi, serta mengidentifikasi ketercapaian Profil Pelajar Pancasila dengan model PBL dan Cooperative Learning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif. Menggunakan teknik observasi, wawancara, dan analisis dokumen untuk pengumpulan data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perencanaan pembelajaran pada mata pelajaran ekonomi di SMA N 1 Surakarta sudah baik dan sesuai dengan tuntutan Kemdikbud. Modul ajar yang telah dibuat guru telah sesuai dengan standar komponen minimum modul ajar dari Kemdikbud. Proses pelaksanaan pembelajaran pada mata pelajaran ekonomi di SMA N 1 Surakarta sudah berjalan dengan sangat baik, dan sesuai dengan prinsip kunci penguatan Profil Pelajar Pancasila yaitu pembelajaran yang bersifat berpusat pada peserta didik dan kontekstual. Model pembelajaran yang digunakan guru fase E adalah PBL, dan fase F adalah Cooperative learning. Guru fase E adalah menggunakan metode ceramah dan role playing, dan fase F adalah ceramah, kontekstual, dan diskusi kelompok (cooperative learning). Ketercapaian Profil Pelajar Pancasila di SMA Negeri 1 Surakarta melalui model pembelajaran Cooperative Learning dan PBL adalah bernalar kritis, gotong royong dan berkebhinekaan global, mandiri, kreatif. Profil Pelajar Pancasila di SMA Negeri 1 Surakarta diantaranya diwujudkan melalui pelaksanaan pembelajaran, projek P5, dan kegiatan tersendiri dari satuan pendidikan.
PENGARUH PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DAN ALTRUISME TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA SOSIAL MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI UNIVERSITAS SEBELAS MARET Berliana Arvi Septiarista; Trisno Martono; Leny Noviani
Promosi: Jurnal Program Studi Pendidikan Ekonomi Vol 14 No 2 (2026): Promosi
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jp.v14i2.15028

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) apakah terdapat pengaruh antara pendidikan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha sosial; 2) apakah terdapat pengaruh antara altruisme terhadap terhadap minat berwirausaha sosial; 3) apakah terdapat pengaruh  antara pendidikan kewirausahaan dan altruisme terhadap minat berwirausaha sosial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif secara kuantitatif dan teknik pengambilan data menggunakan kuesioner. Pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling, yaitu proportionate random sampling dengan sampel sebanyak 153 mahasiswa. Uji validitas instrumen menggunakan Pearson’s Product Moment Dan Uji Reliabilitas Instrument Menggunakan Cronbach’s alpha. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif, analisis regresi linear berganda, uji t, dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pendidikan kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha sosial dibuktikan dengan nilai 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 5,795 > nilai 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 1,655; 2) altruisme berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha sosial dibuktikan dengan nilai 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 4,216 > nilai 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 1,655; 3) pendidikan kewirausahaan dan altruisme berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha sosial dibuktikan dengan nilai 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 59,886 > nilai 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 3,06. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi pendidikan kewirausahaan dan altruisme yang dimiliki oleh mahasiswa, maka akan semakin tinggi pula minatnya untuk berwirausaha sosial.