Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

TINJAUAN HUBUNGAN PLASTIK HDPE DENGAN TONGKOL JAGUNG UNTUK PEMBUATAN BATAKO KOMPOSIT Vidi Akhmad Rifa’i; Hermansyah; Eti Kurniwati
Hexagon Jurnal Teknik dan Sains Vol 1 No 1 (2020): HEXAGON - Edisi 1
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.833 KB) | DOI: 10.36761/hexagon.v1i1.473

Abstract

Plastic is one of the most commonly used materials today. However, the continuous use of plastic has the potential to cause problems in the future. Because, plastic waste takes a very long time to be able to decompose on the ground. If it is dumped on the ground, it will damage groundwater and soil quality. Therefore, plastic waste must be managed properly, so as not to damage the environment. On the other hand, Sumbawa Island is one of the biggest corn-producing islands in Indonesia. It is unfortunate if the waste in the form of corncobs is not utilized properly. In addition to the problem of plastic and corncob waste, Indonesia also has problems with geographic areas. The problem of this research is how to utilize plastic waste and corncob waste into earthquake resistant building blocks. So, it is expected to be able to replace bricks, bricks, or furniture in order to minimize environmental damage. The data needed in this study were obtained from several scientific papers related to this research. From these data then analyzed to obtain the right formula for making composite bricks and testing. Tests conducted on this product are specific gravity, water absorption, and heat resistance. As a comparison, hebel is also included in each test.
Tinjauan Perbandingan Tebal Perkerasan Jalan Lentur Dengan Metode Bina Marga 1987 Dengan Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 Di Jalan Lintas Labuan Bajo-Lembor Hermansyah Jamaluddin; Angelina Leonora Vera; Dedy Dharmawansyah
JUTEKS : Jurnal Teknik Sipil Vol 5 No 1 (2020): JUTEKS (Jurnal Teknik Sipil)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32511/juteks.v5i1.641

Abstract

Jalan lintas Labuan Bajo-Lembor merupakan jalan Nasional yang menghubungkan Kabupaten Labuan Bajo dan Lembor. Jalan tersebut banyak dilalui oleh kendaraan berat diatas 10 ton mengakibatkan terjadi kerusakan pada bagian jalan. Perlu dilakukan perencanaan tebal perkerasan jalan dengan menyesuaikan geometri jalan dan intensitas curah hujan di daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan merencanakan tebal perkerasan jalan menggunakan metode Bina Marga 1987 dan Manual Desain Perkerasan Jalan 2017. Hasil perhitungan diperoleh tebal lapisan total dengan metode Bina Marga 1987 untuk umur rencana 5, 10 dan 20 tahun sebesar 48,5 cm, 53.5 cm dan 70.30 cm, sedangkan metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 untuk umur rencana 5, 10 dan 20 tahun sebesar 70 cm , 67 cm dan 74 cm. Perencanaan tebal perkerasan dengan metode Bina Marga 1987 jauh lebih tipis sehingga dapat dikatakan metode Bina Marga 1987 lebih baik dibandingkan metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2017
PENGARUH PENAMBAHAN SABUT KELAPA SEBAGAI MATERIAL SERAT TERHADAP KUAT TEKAN BETON Hermansyah Hermansyah; Muhammad Reza Sachroudi
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2023): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v6i1.10997

Abstract

Karakteristik dari beton adalah memiliki ketahanan terhadap kuat tekan, namun memiliki kelemahan terhadap kuat tarik dan kuat lentur. Sehingga perlu adanya inovasi yang dapat diterapkan pada campuran beton seperti dengan menambahkan bahan serat yang organik, salah satunya dengan menambahkan campuran sabut kelapa ke dalam campuran beton untuk berinovasi dan mengetahui kekuatan dari beton yang dikombinasi dengan sabut kelapa yang merupakan bahan-bahan organik. Selain itu penambahan sabut kelapa juga diharapkan mampu menunda terjadinya keruntuhan yang terjadi secara tiba-tiba. Pada penelitian ini, penulis menambahkan campuran sabut kelapa dengan variasi panjang 4 cm dengan persentase sabut kelapa sebanyak 0%, 0,3%, 0,6% dan 0,9% dari berat beton normal di setiap masing-masing variasi ke dalam adukan beton segar. Bahan campuran tersebut kemudian diaplikasikan sebagai bahan tambah untuk mengetahui kuat tekan yang dihasilkan oleh beton. Penambahan sabut kelapa dengan persentase rendah diharapkan dapat mengisi rongga-rongga kecil yang ada pada beton, sehingga dapat menghasilkan nilai kuat tekan yang lebih baik lagi. Perhitungan perencanaan campuran beton menggunakan SNI 2834-2000 dengan kuat tekan rencana 35 MPa. Pembuatan benda uji silinder sebanyak 12 buah dengan ukuran 15x30cm menggunakan variasi sabut kelapa sebesar 0%,0,3%,0,6% dan 0,9% dengan setiap variasi terdiri dari 3 benda uji. Hasil dari penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa, nilai slump pada bahan tambah campuran beton dengan variasi campuran 0%, 0,3%, 0,6% dan 0,9% menghasilkan nilai slump sebesar 10 cm, 8 cm, 5,5 cm dan 2,5 cm. Dalam hal ini didapatkan nilai slump maksimum terdapat pada variasi 0% dan nilai slump minimum terdapat pada variasi 0,9%. Penggunaan serat sabut kelapa sebagai bahan tambah dengan variasi 0% (beton normal), 0,3%, 0,6% dan 0,9% menghasilkan nilai kuat tekan sebesar 22,81 MPa, 17,35 MPa, 18,38 MPa dan 16,31 MPa. Dalam hal ini didapatkan nilai kuat tekan maksimum terdapat pada variasi 0%.
ANALISIS KERUSAKAN JALAN PADA PERKERASAN KAKU MENGGUNAKAN METODE PCI (PAVEMENT CONDITION INDEX) Rizaldi; Hermansyah; Adi Mawardin
Jurnal TAMBORA Vol. 7 No. 2 (2023): EDISI 19
Publisher : Wakil Rektor 3, Direktorat Riset, Publikasi dan Inovasi, Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/jt.v7i2.3007

Abstract

Jalan merupakan salah satu prasarana transportasi darat yang berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi, sosial budaya, pengembangan pariwisata, pertahanan dan keamananyang mendukung pembangunannasional. Perkembangan pertambahan volume kendaraan bermotor baik roda dua, roda empat maupun lebih semakin meningkat terutama di wilayah Mandalika/The Mandalika, Lombok, NTB, dimana disana adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang merupakan tempat wisatawan banyak berdatangan baik wisatawan lokal maupun internasional. Kerusakan jalan dapat terjadi lebih dinidarimasa pelayanan karena banyak faktor, antara lain faktor manusiadan alam. Untuk mengetahui dan mengelompokan jenis dan tingkat kerusakan perkerasan jalan, serta menetapkan nilai kondisi perkerasan jalan terserbut, dapat dilakukan dengan menggunakan metode PCI (Pavement Condition Index) yang dimanamencari nilai/rating kerusakan hingga dapat mengetahui upaya perbaikannya.Berdasarkan hasil penelitian, maka upaya perbaikan dari keseluruhan segmen adalah masih dalam program pemeliharaan rutin, dikarenakan nilai kondisi perkerasan PCI per segmen masih dalam klasifikasi sempurna (excellent). Nilai PCI (Pavement Condition Index) untuk ruas Q-R4 jalan MUTIP 1 (Mandalika Urban Tourism and Infrastructure Project Package 1) adalah 90,875. Dari nilai PCI yang didapat maka ruas jalan tersebut termasuk dalam klasifikasi sempurna (excellent). Dan berdasarkan nilai PCI tersebut maka ruas jalan ini secara keseluruhan tergolong dalam program pemeliharaan (Pavement Condition Index).
Tinjauan Campuran Beton Normal dengan Penggunaan Superplasticizer Sebagai Bahan Pengganti Air Sebesar 0%; 0,3%; 0;5% Dan 0,7% Berdasarkan Berat Semen Abdullah Faqihuddin; Hermansyah Hermansyah; Eti Kurniati
Journal of Civil Engineering and Planning (JCEP) Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Sarjana Teknik Sipil Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jcep.v2i1.4389

Abstract

The use of Superplasticizer as a substitute for water in the concrete mixture can increase fatigue with a level of workability that is easy to work, reduce the amount of water up to 20% and increase the compressive strength value higher than normal concrete. PPC cement contains a pozzolanic substance with a particle size smaller than cement which is able to fill the smallest cavities in the concrete mixture to obtain high tightness and density. The purpose of this study was to determine the ratio of the increase between compressive strength and workability in normal concrete mixtures with the use of superplasticizer as a substitute for water and PPC cement. Calculation procedure for normal concrete mix design based on SNI 03-2843-2000, variation of superplasticizer used to replace water is 0.3%; 0.5% & 0.7% based on the weight of cement, the value of the cement water factor (FAS) is 0.42 and the compressive strength value is 25 MPa. The compressive strength test was carried out at the age of 7 days and 28 days. The results of this study indicate that the use of variations superplasticizer as a substitute for water affects thevalue slump, volume weight and compressive strength value of concrete. Thevalue slump highestat a variation of 0.5% is 17 cm, included in thevalue slump plan. Heavy volume 0.7% maximum variation of 2402.4 kg / m3,entered the category of normal berbebot concrete. The highest compressive strength value at 7 days at a variation of 0.5% was 37.5 MPa with a percentage increase in compressive strength obtained at 17.77%, the compressive strength value reached the compressive strength of the plan. The highest compressive strength value at 28 days at a variation of 0.7% is 43.4 MPa with a percentage increase in compressive strength of 17.81%, the compressive strength value at 28 days is included in the high quality concrete category
Perbandingan Metode Bishop dan Janbu dalam Analisis Stabilitas Lereng pada Oprit Jembatan Labu Sawo Sumbawa Nasrul Amri; Dedy Dharmawansyah; Hermansyah Hermansyah
Journal of Civil Engineering and Planning (JCEP) Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Sarjana Teknik Sipil Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jcep.v2i1.4393

Abstract

Abstract The oprit pile of Labu Sawo Bridge has a height of about 9.70 m with a length of 125 m, planning the labu sawo bridge oprit there is a problem in the subgrade is a type of clay soil which is not good because it has low soil bearing capacity, high moisture content and cracks (DPT) due to landslides so that they have the potential to experience ground movement and shifting. Therefore, calculation of slope stability and soil bearing capacity needs to be done to determine how much the slope safety and bearing capacity of the embankment soil. In the calculation of the analysis, the method used to find the safety value (SF) of the embankment slope is the Bishop and Janbu method. From the results of the method used, the security number given is calculated and then the safety figure is calculated. Based on the calculation results, the oprite embankment slope is categorized as a stable slope with the safety value of the Bishop method of 1.262. while the slope stability analysis used the Janbu method of 1.455 from the Bishop and Janbu method, the oprite slope of the Labu Sawo Bridge was categorized as slope in stable condition. Keywords : Slope stability, Bishop, Jambu.
PENGARUH PENAMBAHAN VARIASI CACAHAN LIMBAH KARET BAN SEPEDA MOTOR TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL Hermansyah; Dedy Dharmawansyah; Afri Budianto
J-CENTAL Vol 1 No 1 (2023): Edisi 1
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang umum digunakan dalam dunia konstruksi. Hal ini dikarenakan beton memiliki kelebihan mudah dalam pengerjaan, kuat tekan tinggi, dan memliki nilai ekonomis dalam pembuatan dan perawatan. Seiring perkembangan teknologi betonpun harus berinovasi, salah satu inovasi pada beton yaitu dengan menambahkan material lain kedalam beton. Dalam penelitian ini menambahkan cacahan karet sebagai bahan tambah pada campuran beton dengan harapan dapat memperbaiki mutu beton sehingga memungkinkan untuk meningkatkan kuat tekan dan nilai modulus elastisitas beton. Jadi tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan cacahan karet terhadap kuat tekan beton. Pada penelitian ini menggunakan SNI 03-2843-2000. Bahan tambah cacahan karet yang digunakan yaitu karet limbah ban dalam kendaraan yang dicacah dengan cara manual, ukuran cacahan lolos saringan 4,75 mm dengan variasi 0%, 1%, 2%, dan 3% sebanyak 6 sampel pervariasi. Hasil pengujian menunjukan kuat tekan optimum didapat pada variasi 2% dengan nilai rata-rata sebesar 28,478 MPa, kuat tekan meningkat sebesar 21,54% dari nilai kuat tekan beton normal. Ini disebabkan oleh sebaran cacahan karet mengisi rongga pada beton dengan baik. Untuk nilai modulus tertinggi didapat pada variasi 2% dengan nilai modulus sebesar 25.081 MPa dan meningkat 11,42% terhadap beton normal dengan nilai modulus sebesar 22.217 MPa.