Susi Dwi Widyawati
Jurusan Peternakan, Fakutas Pertanian, Universitas Sebelas Maret, Surakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penggunaan minyak ikan lemuru (Sardinella longiceps) atau minyak kelapa sawit diproteksi dalam ransum domba lokal jantan terhadap daya guna pakan serat Abqoriyah Abqoriyah; Susi Dwi Widyawati; Lutojo Lutojo
ZOO INDONESIA Vol 22, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v22i2.321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan minyak ikan lemuru (MIL) dan minyak kelapa sawit (MKS) diproteksi dalam ransum terhadap daya guna pakan se-rat. Perlakuan yang diberikan meliputi: P0= Rumput Raja 40% + Konsentrat 60% (Konsentrat Basal 100%), P1 = Hijauan 40% + Konsentrat 60% (Konsentrat Basal 95% + MIL diproteksi 5%), dan P2 = Hijauan 40% + Konsentrat 60% (Konsentrat Basal 95% + MKS diproteksi 5%). Peubah yang diamati adalah konsumsi bahan kering, bahan organik, Acid Detergent Fiber (ADF), Neutral Detergent Fiber (NDF), dan kecernaan bahan kering, bahan organik, ADF dan NDF. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan mulai tanggal 10 Agustus sampai dengan 9 November 2010, di Kandang Percobaan Jurusan Peternakan Fakultas Per-tanian Universitas Sebelas Maret. Materi penelitian menggunakan 12 ekor domba lokal jantan dengan bobot badan 17,321 ± 2,053 kg. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola searah dengan tiga perlakuan, empat ulangan dan setiap ulangan terdiri dari satu ekor domba lokal jantan. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan MIL dan MKS yang diproteksi adalah ber-beda tidak nyata terhadap konsumsi bahan kering, konsumsi bahan organik, konsumsi ADF, konsumsi NDF, kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, kecernaan ADF, kecernaan NDF pada masing-masing perlakuan. Penggunaan MIL dan MKS diproteksi tidak mengganggu proses pencernaan domba lokal jantan, sehingga diperoleh hasil yang setara antara kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, kecernaan ADF, dan kecernaan NDF
Penggunaan minyak ikan lemuru (Sardinella longiceps) atau minyak kelapa sawit diproteksi dalam ransum domba lokal jantan terhadap daya guna pakan serat Abqoriyah Abqoriyah; Susi Dwi Widyawati; Lutojo Lutojo
ZOO INDONESIA Vol 22, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v22i2.321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan minyak ikan lemuru (MIL) dan minyak kelapa sawit (MKS) diproteksi dalam ransum terhadap daya guna pakan se-rat. Perlakuan yang diberikan meliputi: P0= Rumput Raja 40% + Konsentrat 60% (Konsentrat Basal 100%), P1 = Hijauan 40% + Konsentrat 60% (Konsentrat Basal 95% + MIL diproteksi 5%), dan P2 = Hijauan 40% + Konsentrat 60% (Konsentrat Basal 95% + MKS diproteksi 5%). Peubah yang diamati adalah konsumsi bahan kering, bahan organik, Acid Detergent Fiber (ADF), Neutral Detergent Fiber (NDF), dan kecernaan bahan kering, bahan organik, ADF dan NDF. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan mulai tanggal 10 Agustus sampai dengan 9 November 2010, di Kandang Percobaan Jurusan Peternakan Fakultas Per-tanian Universitas Sebelas Maret. Materi penelitian menggunakan 12 ekor domba lokal jantan dengan bobot badan 17,321 ± 2,053 kg. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola searah dengan tiga perlakuan, empat ulangan dan setiap ulangan terdiri dari satu ekor domba lokal jantan. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan MIL dan MKS yang diproteksi adalah ber-beda tidak nyata terhadap konsumsi bahan kering, konsumsi bahan organik, konsumsi ADF, konsumsi NDF, kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, kecernaan ADF, kecernaan NDF pada masing-masing perlakuan. Penggunaan MIL dan MKS diproteksi tidak mengganggu proses pencernaan domba lokal jantan, sehingga diperoleh hasil yang setara antara kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, kecernaan ADF, dan kecernaan NDF
The Effect of Closed House Density Near the Outlet on the Production of Carcass, Non-carcass, and Abdominal Fat of Finisher Broilers Nilawati Widjaya; Wasito Wasito; Sari Suryanah; Tedi Akhdiat; Hilman Permana; Ucop Haroen; Susi Dwi Widyawati
ANIMAL PRODUCTION Vol. 25 No.2 (2023)
Publisher : Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University in associate with the Animal Scientist Society of Indonesia (ISPI) and the Indonesian Association of Nutrition and Feed Science (AINI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jap.2023.25.2.224

Abstract

The purpose of this study was to investigate the closed-house cage density near the outlet that affected the production of carcass, non-carcass, and abdominal fat of finisher phase broilers and to ascertain the number of closed-house cage density that could produce the ideal amount of carcass, non-carcass, and low abdominal fat. The experiment employed a completely randomized design with four treatments: T0 (10 birds per square meter), T1 (12 birds per square meter), T2 (14 birds per square meter), and T3 (16 birds per square meter). It was replicated five times using different numbers of broilers in each replication depending on the cage density. The observed variables were live weight, carcass weight, percentage of carcass, percentage of non-carcass, and percentage of abdominal fat. Data were subjected to analysis of variance and further tested with Duncan's multiple-range test. The study was carried out for 35 days at Farm H. Noto Miharjo in Adiwarno Village, Buayan District, Kebumen Regency, Central Java. The research results showed that the live weight, carcass weight, and carcass percentage were significantly impacted by closed-house cage density at the area near the outlet, although non-carcass percentage and abdominal fat were not significantly impacted. A closed house cage density of 12 birds per square meter at the area near the outlet can provide an optimal production of carcass, non-carcass, and abdominal fat.
Profil Kimia Darah Domba Ekor Gemuk Setelah Pemberian Linseed Dengan Berbagai Karakteristik Fisik Dalam Complete Feed Susi Dwi Widyawati; Aqni Hanifa; Rendi Fathoni Hadi; Sudiyono; Eka Handayanta; Dian Meididewi Nuraini
Journal of Livestock and Animal Health Vol. 6 No. 1 (2023): February
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jlah.v6i1.6

Abstract

Linseed merupakan bahan pakan potensial dengan kandungan protein dan lemak yang tinggi. Untuk mempertahankan kandungan lemak dan protein tersebut, linseed diproduksi dalam berbagai karakteristik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan kimia darah pada domba ekor gemuk (DEG) yang diberi linseed dengan berbagai karakteristik dalam complete feed (PK). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola terarah. Sebanyak 15 ekor DEG dengan berat dan umur seragam dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan ransum berbeda. Kelompok perlakuan terdiri dari P1: 100% PK; P2: 90% PK + 10% linseed; P3: 90% PK + 10% tepung linseed tanpa proteksi; P4: 90% PK+10% tepung linseed terproteksi tannin; dan P5: PK 97% + 3% minyak linseed (terproteksi saponifikasi). Perlakuan diberikan selama 105 hari dan darah setiap ekor domba dikoleksi pada hari ke 105 untuk dianalisis kandungan kimianya. Hasil pemeriksaan darah menunjukan bahwa kadar kolesterol (HDL dan LDL) darah tidak berbeda nyata pada setiap kelompok. Kadar trigliserida setiap kelompok berbeda, dengan kadar tertinggi pada kelompok P2. Kadar trigliserida dan glukosa yang rendah ditemukan pada domba dengan ransum yang mengandung linseed yang terproteksi. Dapat disimpulkan bahwa pemberian linseed dengan berbagai karakteristik pada ransum domba tidak memberikan dampak negatif pada komponen kimia darah domba.