Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengumuman Dividen Reguler terhadap Future Unexpected Earnings: Suatu Penelitian Empiris di Bursa Efek Jakarta Dedi Herdiansyah; Januardi M. Diah; Arianto Arianto; Tashadi Tarmizi
Jurnal Siasat Bisnis Vol. 1 No. 7 (2002)
Publisher : Management Development Centre (MDC) Department of Management, Faculty of Business and Economics Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil-hasil penelitian terdahulu tentang apakah dividen mengandung informasi yang berguna bagi pasar masih saling bertentangan. Hasil penelitian Natts (1973, 1976), Ang (1975) dan Gonedes (1978) tidak menemukan bukti bahwa pengumuman dividen mengandung informasi. Sedangkan hasil penelitian terbaru yang dilakukan Laub (1976), Charest (1978), Aharony dan Swary (1980), Woolridge (1982), Asquith dan Mullins (1988), Venkantesh dan Chiang (1986). Healy dan Seifert (1992), dan Mande (1994) mendukung bahwa pengumuman dividen mengandung informasiPenelitian ini merupakan replikasi dari dari model penelitian yang dilakukan oleh Aharony dan Dotan (1994). Penelitian ini mencoba untuk mempertegas konfirmasi dari observasi-observasi yang mengungkapkan bahwa peningkatan (penurunan) harga saham. Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dengan periode pengumuman dividen tahun 1992 – 1995. Pemilihan periode tersebut dilakukan sebelum Indonesia mengalami krisis untuk menghindari bias karena selama krisis banyak saham yang menjadi kurang atraktif Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengumuman perubahan dividen tidak berpengaruh secra signifikan terhadap peningkatan (penurunan) keuntungan perusahaan. Hasil penelitian juga memberikan indikasi bahwa pengumuman dividen tidak memiliki kandungan informasi ke pasar. Peningkatan (penurunan) dividen lebih disebabkan keuntungan perusahaan pada periode yang sama dengan dilakukannya pengumuman dividen. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan (penurunan) dividen tidak menggambarkan peluang profitable perusahaan di waktu yang akan datang.      Kata kunci: unexpected dividen change, future unexpected earnings, and information content of dividend.  
MINIMNYA ASPEK PELAYANAN DASAR DI KAWASAN PERBATASAN DI KABUPATEN KAPUAS HULU-MALAYSIA S. Purba, Charlyna; Urai Muhani; Januardi M. Diah
JURNAL PERSPEKTIF ADMINISTRASI DAN BISNIS Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : JURUSAN ADMINISTRASI BISNIS POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38062/jpab.v5i2.963

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana realitas minimnya pelayanan dasar di kawasan perbatasan Kabupaten Kapuas Hulu-Malaysia. Menggunakan metode penelitian kualitatif ditemukan bahwa hingga tulisan ini dibuat, dapat ditemukan bahwa minimnya aspek pelayanan dasar di kawasan perbatasan Kabupaten Kapuas Hulu dianalisis dari empat aspek yang menunjukkan Pertama, keterjangkauan jarak menunjukkan bahwa jarak sarana pendidikan dan pelayanan kesehatan di Kabupaten Kapuas Hulu masih terlalu jauh yang berdampak terhadap kurangnya minat sekolah anak-anak di kawasan perbatasan. di tambah dengan sulitnya menjangkau fasilitas kesehatan. Kedua, ketersediaan biaya yang dianggarkan untuk pembangunan fisik berupa gedung sekolah, penyediaan fasilitas belajar, pemenuhan buku pelajaran, meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru, sampai dengan menyediakan tempat tinggal (mess/rumah dinas) untuk tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Ketiga, keberpihakan/keberterimaan masyarakat kawasan perbatasan Kabupaten Kapuas Hulu memiliki kecenderungan terhadap Malaysia dibuktikan dengan tingginya penggunaan mata uang Ringgit sebagai alat tukar belanja di kawasan perbatasan Kabupaten Kapuas Hulu, serta mudahnya menemukan barang Malaysia di kawasan perbatasan. Keempat, kualitas pelayanan dasar di Kabupaten Kapuas Hulu menjadikan masyarakat di kawasan perbatasan lebih dominan memanfaatkan fasiilitas pelayanan dasar di Malaysia yang jauh lebih baik, bahkan juga dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Provinsi Kalimantan Barat termasuk yang di perkotaan.
PENINGKATAN KUALITAS LITERASI GENERASI MUDA MELALUI PELATIHAN EXTENSIVE READING BAGI PARA VOLUNTER NGO MENGAJAR DI PONTIANAK Anistya Fitri Larasati; Melti Oktavianda; Meizi Fahrizal; Dedi Herdiansyah; Januardi M. Diah; Charlyna S. Purba; Urai Muhani; Henrian Stiawan
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): Nopember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v5i6.11562

Abstract

This Community Service Program (PKM) aims to enhance the foreign language literacy capacity of NPO Aku Belajar volunteers in Pontianak through training based on Extensive Reading (ER), addressing the low literacy and foreign language skills in Indonesia, particularly among volunteers assisting children from underprivileged families. The methods applied include participatory workshops, hands-on practice, continuous mentoring, and evaluation through pre-tests, post-tests, observations, and ER reading product assessments. The results show significant improvements in ER concept understanding (10% → 100%), training material relevance (20% → 90%), ability to identify new methods (25% → 95%), participants’ reading interest (60% → 80%), and high participant satisfaction (average 4.4/5). ER training effectively enhances volunteers’ foreign language literacy while facilitating the production of educational reading materials for marginalized children, creating a domino effect in improving community education quality. The program demonstrates the flexibility and adaptability of ER in nonformal education, strengthens partnerships between academic institutions and community organizations, and contributes to the achievement of SDG 4 (quality and inclusive education) and SDG 10 (reduced inequalities). These findings confirm that interest-based and practical interventions can serve as a best practice strategy to improve literacy, volunteer capacity, and cross-community educational empowerment.