Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : eCo-Buss

Peningkatan Customer Loyalty Skincare Somethinc di Kota Semarang melalui Green Product dan Perceived Value dengan Customer Satisfaction sebagai Variabel Intervening Febi Alfaticha Sari; Asyhari Asyhari
eCo-Buss Vol. 8 No. 1 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i1.2449

Abstract

Green Product adalah produk berkelanjutan yang menggunakan bahan ramah lingkungan dan proses produksi dengan dampak minimal. Penelitian ini menganalisis pengaruh Green Product terhadap Customer Satisfaction dan Customer Loyality, serta peran Perceived Value dalam hubungan tersebut. Populasi penelitian adalah konsumen skincare Somethinc di Kota Semarang dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda untuk melihat hubungan antar variabel dependent dan independent dalam penelitian ini. Uji Sobel dilakukan guna menguji pengaruh variabel intervening terhadap hubungan variabel dependent dan independent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Green Product dan Perceived Value berpengaruh positif dan signifikan terhadap Customer Satisfaction (R² = 0,443). Selain itu, Green Product, Perceived Value, dan Customer Satisfaction berpengaruh positif serta signifikan terhadap Customer Loyality (R² = 0,651). Temuan ini memberikan wawasan bagi pelaku bisnis bahwa peningkatan kualitas produk ramah lingkungan dan nilai yang dirasakan pelanggan dapat meningkatkan kepuasan serta loyalitas. Penelitian ini juga berkontribusi pada kajian akademik mengenai keterkaitan variabel-variabel tersebut dan menambah bukti empiris dalam studi pemasaran berkelanjutan.
Pengaruh Diskon Harga, Kecepatan Pelayanan, Kehalalan Produk Terhadap Keputusan Pembelian Ulang Dengan Kepuasan Pelanggan Sebagai Variabel Intervening Andri Kurniawan; Widiyanto Widiyanto; Asyhari Asyhari
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.2924

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana penurunan harga, efisiensi layanan, dan status halal produk memengaruhi keputusan pelanggan untuk membeli kembali, dengan kepuasan pelanggan sebagai faktor perantara. Penelitian ini berfokus pada mahasiswa dan lulusan Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) yang telah membeli Mie Pedas Gacoan dua kali atau lebih. Menggunakan metodologi kuantitatif, data primer dikumpulkan melalui survei yang diisi oleh 100 peserta, sementara data tambahan diperoleh dari sumber akademik yang relevan. Analisis melibatkan regresi linier berganda dan uji Sobel untuk menilai efek mediasi kepuasan pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga yang lebih rendah, layanan yang lebih cepat, dan sertifikasi halal secara signifikan meningkatkan kepuasan pelanggan. Selain itu, ketiga faktor ini secara langsung dan positif mempengaruhi kemungkinan pembelian ulang. Pentingnya, kepuasan pelanggan berperan sebagai mediator kunci, memperkuat dampak diskon harga, kecepatan layanan, dan sertifikasi halal terhadap niat pembelian ulang. Hasil ini menyarankan bahwa bisnis makanan harus memprioritaskan tidak hanya promosi dan kualitas layanan, tetapi juga memastikan sertifikasi halal untuk membangun loyalitas pelanggan dan mendorong penjualan yang berkelanjutan.
Work-Life Balance and Self-Efficacy on Employee Performance via Job Satisfaction at Ministry of Religious Affairs Jepara Office Naiul Muna Amaliya; Asyhari Asyhari
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.3017

Abstract

The decline in employee performance achievement at the Ministry of Religious Affairs Office of Jepara Regency in recent years indicates issues related to work-life balance and self-efficacy, which may affect job satisfaction and performance. This research seeks to examine how the balance between work and personal life, along with self-confidence, influences job performance, considering job satisfaction as a mediating factor. A quantitative method with an explanatory framework was used for the study. The population consisted of 138 employees, and a sample of 103 respondents was selected using purposive sampling. Information was gathered through a Likert-scale survey and examined using multiple linear regression and Sobel tests with the help of SPSS. The results show that work-life balance has a positive and significant effect on job satisfaction (β=0.329; p<0.05) and employee performance (β=0.241; p<0.05). Self-efficacy also has a positive and significant effect on job satisfaction (β=0.417; p<0.05) and employee performance (β=0.275; p<0.05). Furthermore, job satisfaction significantly influences employee performance (β=0.356; p<0.05) and mediates the relationship between work-life balance, self-efficacy, and performance. These results emphasize the significance of handling work-life balance and enhancing self-confidence to boost job satisfaction and employee effectiveness. The practical implication is that human resource management in government institutions needs to develop policies that support work-life balance and employee capacity-building programs to achieve sustainable performance improvement.  
Pengaruh Perceived Security dan Perceived Ease of Use Pada Repurchase Intention Melalui Customer Satisfaction Pada Aplikasi Dana di Kota Semarang Putri Ochtaviana Mulandari; Asyhari Asyhari
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.3253

Abstract

Studi ini mengkaji hubungan antara persepsi keamanan dan kemudahan penggunaan aplikasi DANA dalam mendorong keputusan pengguna melakukan transaksi ulang, dengan mempertimbangkan kepuasan sebagai mediator. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari seratus responden aktif. Uji validitas, reliabilitas, regresi berganda, dan uji Sobel dipakai sebagai pendekatan analitis. Hasil regresi memperlihatkan bahwa persepsi keamanan dan kemudahan dalam navigasi aplikasi memiliki kontribusi pada tingkat kepuasan. Selanjutnya, ketiga aspek yaitu keamanan, kemudahan, dan kepuasan memberikan kontribusi dalam membentuk kecenderungan pengguna untuk tetap memakai aplikasi dalam transaksi selanjutnya. Nilai Adjusted R Square sebesar 57,1 persen pada model awal meningkat menjadi 70,5 persen setelah memasukkan kepuasan sebagai variabel perantara. Uji Sobel memberikan nilai Z sebesar 3,951 dengan tingkat signifikansi tinggi, yang mengindikasikan adanya jalur mediasi yang kuat. Implikasi praktis mencakup penyempurnaan fitur autentikasi, desain antarmuka yang efisien, serta penguatan interaksi berbasis pengalaman pengguna. Untuk memperluas cakupan, studi lanjutan dapat mengintegrasikan aspek lain seperti persepsi nilai, kepercayaan, atau fitur personalisasi layanan guna memahami kecenderungan repurchase secara lebih mendalam dalam ekosistem dompet digital.