Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah Di Kecamatan Telanaipura Kota Jambi Melalui Bisnsi Model Canvas Agesha Marsyaf; Adi Putra; Deca Veronica; Hario Tamtomo
Jurnal Abdimas UM Jambi Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas UM Jambi
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53978/jaum.v1i2.413

Abstract

Dalam kegiatan pengabdian masyarakat (PKM) ini, kami memberikan pelatihan kepada Pelaku usaha (UMKM) binaan Mitra Asih di Kecamatan Telanaipura Kota Jambi ,hasil Hasilnya peserta berhasil menyelesaikan semua latihan dan tugas yang diberikan ,dan peserta juga dapat mengikuti praktikum dari tahap awal hingga tahap akhir dengan sangat baik. UMKM kemudian dapat mempraktekkan pelatihan bisnis plan menggunakan bisnis model canvas, ini membantu usaha-usaha home industry, terutama yang baru memulai suatu bisnis, merencanakan sebuah rencana usaha di tahap awal yang dikenal sebagai bisnis plan, dikarenakan sebelumnya masyarakat di daerah ini menghadapi kesulitan di dalam merencanakan tahap-tahap berwirausaha, yang menyebabkan mereka tidak memiliki model untuk mengelola bisnis mereka , tidak tepat tujuan, dan masih minim ilmu tentang perencanaan bisnis
Analisis Kelayakan Industri Kecil Menengah Melalui Pendekatan Swot: Studi Pada Usaha Dodol Kentang Lubuk Nagodang Adi Putra; Agrien S Putra; Agesha Marsyaf; Arniwita Arniwita
Jurnal Development Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Development
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53978/jd.v12i1.380

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan dampak signifikan pada pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, termasuk IKM Dodol Kentang yang mengalami penurunan pendapatan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha Dodol Kentang dengan pendekatan kombinasi menggunakan data sekunder dan primer dan Analisis data menggunakan metode Deskriptif Kuantitatif dan SWOT. Hasil penenelitian dimana dari 37 IKM Dodol Kentang mayoritas pelaku usaha berusia 36-45 tahun, menjadikan Dodol Kentang sebagai pekerjaan utama dengan jumlah tenaga kerja terbanyak tiga orang, dan memiliki pendidikan terakhir sarjana (S1, sebanyak 35 IKM mengalami penurunan pendapatan selama pandemi, pasca pandemi, 22 IKM mengalami peningkatan pendapata, penggunaan media sosial mencakup WhatsApp (94,59%), Facebook (91,89%), Instagram (51,35%), Twitter (2,70%), dan Telegram (13,51%), dengan WhatsApp (70,72%) dan Facebook (81,08%) sebagai platform utama untuk pengembangan usaha. Analisis SWOT menunjukkan kekuatan IKM Dodol Kentang meliputi legalitas usaha, karyawan terlatih, bahan baku berkualitas, pembinaan dari pemerintah daerah, permintaan yang meningkat, harga terjangkau, dan status sebagai produk unggulan daerah. Kelemahannya termasuk ketergantungan pada bahan baku dari luar daerah, promosi yang lemah, ketahanan produk yang singkat, manajemen yang kurang baik, dan teknologi produksi serta pengemasan yang rendah. Peluangnya mencakup peningkatan permintaan pasar, harga produk yang terjangkau, dukungan pemerintah, pemasaran yang luas.