Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Penguatan Kajian Pantun Indonesia sebagai Sebuah Topik Penelitian Audi Yundayani; Agus Sulaeman; Frimadhona Syafri; Fiki Alghadari
Jurnal Abdimas Prakasa Dakara Vol. 3 No. 1 (2023): Inovasi dan Kolaborasi Meningkatkan Pendidikan dan Pariwisata
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/japd.v3i1.1685

Abstract

Kajian sastra lisan Indonesia, seperti pantun, memiliki daya tarik bagi mahasiswa asing pembelajar bahasa Indonesia. Pantun merupakan karya sastra yang terikat dengan aturan yang diucapkan oleh masyarakat tempo dulu secara lisan, berkembang menjadi bagian dari cara berkomunikasi, serta industri hiburan. Hal ini yang menjadi dasar munculnya kegiatan diskusi terkait perkembangan pantun Indonesia sebagai salah satu pilihan dalam fokus penelitian. Tujuan kegiatannya untuk menyajikan pilihan-pilihan topik penelitian terkait dengan pantun sebagai bagian dari sastra lisan kepada mahasiswa pascasarjana, program studi bahasa dan penerjemahan, konsentrasi sastra Indonesia di sebuah perguruan tinggi asing di Korea Selatan. Hasil dari kegiatan ini adalah pemahaman mahasiswa tentang potensi pantun Indonesia sebagai sebuah topik penelitian. Yang juga menarik adalah mereka menyadari bahwa pantun berevolusi dan tidak lagi dilihat hanya menjadi bagian dari sastra lisan saja tetapi beradaptasi mengikuti perkembangan zaman. Hal ini yang kemudian ditunjukkan dengan digunakannya pantun di berbagai acara menyesuaikan dengan tujuan, situasi, serta kondisi. Temuan ini juga yang akhirnya dibandingkan dengan perkembangan sastra lisan di Korea yang peserta tampilkan. Dengan sikap yang baik, peserta aktif terlibat dalam diskusi yang menarik. Kegiatan diskusi ini perlu dilanjutkan dalam beragam bentuk apakah kuliah tamu atau diskusi kelompok terarah sehingga meluaskan informasi perkembangan sastra Indonesia pada umumnya.
MOTIVASI PEMELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) MAHASISWA PEMINATAN BIPA PRODI PBSI FKIP UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG Agus Sulaeman
Prosiding Simposium Nasional Multidisiplin (SinaMu) Vol 1 (2019): Simposium Nasional Multidisiplin (SinaMu)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.123 KB) | DOI: 10.31000/sinamu.v1i0.2102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa hubungan motivasi belajar terhadap hasil pembelajaran dengan menggunakan uji korelasi, determinasi dan uji signifikansi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar mempunyai hubungan yang signifikan terhadap hasil pemelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing pada mahasiswa semester 7 PBSI FKIP UMT. Berdasarkan hasil perhitungan ada hubungan yang kuat dan positif antara motivasi belajar terhadap hasil pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing mahasiswa semester 7 yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi sebesar 0,50 (dengan koefisien determinasi sebesar 25% dan sisanya 75% dipengaruhi oleh beberapa faktor lainnya.) kemudian dari uji signifikasi t hitung didapatkan hasil sebesar 0,62, dimana hasil ini masih lebih besar dari ttabel sebesar 0,31 yang artinya terdapat pengaruh korelasi yang signifikan antara motivasi belajar (variabel X) dengan hasil pembelajaran (variabel Y).Kata Kunci : Pemelajaran  Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing.
STRUCTURE OF SUNDA IN TANGERANG REGENCY AND THE TERRITORY OF USE Agus Sulaeman
Indonesian Language Education and Literature Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v3i1.1555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bahasa-bahasa yang berada di wilayah Kabupaten Tangerang. Data berupa bahasa yang digunakan di Kabupaten Tangerang. Data berasal dari bahasa lisan. Penentuan daerah berdasarkan arah angin dan ditambah bagian tengah. Penentuan desa dilakukan secara acak berdasarkan penggunaan berbagai bahasa sehingga diperoleh sampel dari dialek Kabupaten Sunda Banten. Mengingat keterbatasan ruang dan waktu, desa yang menjadi objek pengamatan diambil dari dua kecamatan. Adapun informan penelitian ini (1) penutur asli bahasa yang diteliti; (2) tidak memiliki kelainan dalam pelafalan, dan (3) memiliki daya ingat yang baik. Data pada setiap desa diperoleh dari dua informan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara. Data direkam, disimak, dan dicatat. Hal ini untuk melengkapi data yang sudah terkumpul. Analisis data menggunakan metode padan dan agih dengan berbagai teknik yang disesuaikan karakter data yang diperoleh dan tujuan penelitian. Selanjutnya, kerja analisis adalah membandingkan antar-unsur linguistik Sunda Kabupaten Tangerang. Perbedaan itu, meliputi: fonetik, morfologi, sintaksis, kosakata, dan tingkat bicara. This study aims to explain the languages that are in the area of Tangerang Regency. Data in the form of language used in Tangerang District. Data comes from spoken language. Determination of the area based on wind direction and added to the center. Village determination was done randomly based on the use of various languages so that samples obtained from the dialect of the Regency of Sunda Banten. Given the limitations of space and time, the village that became the object of observation was taken from two districts. The informants of this study (1) native speakers of the language under study; (2) have no abnormalities in pronunciation, and (3) has a good memory. The data in each village was obtained from two informants. Data collection was done by interview method. Data is recorded, recorded, and recorded. This is to complete the data that has been collected. Data analysis using the method of padan and agih with various techniques that adjusted the character of the data obtained and research purposes. Furthermore, the analytical work is to compare the linguistic elements of the Sundanese of Tangerang Regency. These differences include phonetics, morphology, syntax, vocabulary, and speech levels.
A Study of Affixation in Korean Students' Descriptive Composition BIPA Advanced Level Agus Sulaeman; Kim Dong Hoon
JELL (Journal of English Language and Literature) STIBA-IEC Jakarta Vol 11 No 01 (2026): JELL STIBA IEC
Publisher : STIBA IEC JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37110/jell.v11i01.334

Abstract

This study aims to describe the use of affixation in narrative texts that highlight natural phenomena and the experiences of the speakers in them. Affixation is one of the morphological processes in Indonesian that plays an important role in word formation, word class changes, and the development of meaning in a discourse. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. The research data are in the form of linguistic units containing affixation processes found in the text, including prefixes, suffixes, infixes, and confixes. The data collection technique was carried out using the listening and note-taking method through careful reading of the analyzed text. The results of the study show that the analyzed text contains the use of prefixes, suffixes, and confixes, while infixes are not found. The dominant prefixes used include me-, di-, ber-, and ter- which function to form active verbs, passive verbs, and express states and events. Suffixes such as -an, -itas, and -nya play a role in forming concrete and abstract nouns, as well as providing emphasis on meaning in sentences. In addition, the confixes me-kan, me-i, and ke--an are used to form causative meanings, processes, and certain states or situations. The absence of infixes indicates that the text makes greater use of productive and commonly used affixation forms in modern Indonesian.
GAYA BAHASA KUMPULAN CERPEN KABUT ASAP KARYA DOSEN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG Agus Sulaeman; Enawar Enawar
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v12i1.8126

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gaya bahasa pada antologi cerpen yang dibuat oleh dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP Universitas Muhammadiyah Tangerang metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunkaan metode analisis isi (content analysis). Data penelitian ini berupa kutipsn gaya bahasa kumpulan cerpen Kabut Asap. Teknik analisis data menggunakan Teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 14 data berupa kalimat yang menyatakan penggunaan bahasa. Kalimat-kalimat tersebut mencakup beberapa jenis gaya bahasa. Gaya bahasa tersebut diantaranya yaitu, (a) personifikasi berjumlah 1 kalimat, (b) metafora berjumlah 3 kalimat, (c) interferensi berjumlah 3 kalimat, (d) hiperbola berjumlah 2 kalimat, (e) simile berjumlah 2 kalimat, (f) paralelisme berjumlah2 kalimat, dan (g) sarkasme berjumlah 1 kalimat. Gaya bahasa yang digunakan pengarang berfungsi memperkuat penyampaian struktur naratif cerita seperti penggambaran tokoh dan penokohan maupun latar dalam cerita penelitian ini berguna dan bermanfaat untuk menambah khasanah keilmuan sastra, penambahan Ppustaka dan kajian tentang sastra Indonesia.Kata kunci: gaya bahasa, kumpulan cerpen
PENGGUNAAN BAHASA PIJIN DAN KREOL DALAM ACARA TELEVISI Kim Dong Hoon; Agus Sulaeman
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i1.13568

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bahasa pijin pada acara televisi swasta di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah tuturan atau kalimat yang mengandung bahasa pijin dan kreol pada acara pesbuker dan comedy night di televisi. Berdasarkan hasil penelitian ini Pijinisasi dapat mengancam keberadaan bahasa Indonesia ragam umum, jika penyebaran bahasa pijin dan kreol sering digunakan pada acaraacara televisi khususnya bahasa yang dipakai para public figur pada acara pertelevisian di Indonesia jika dibiarkan dalam waktu yang terlalu lama. Suatu saat nanti sebagian besar masyarakat Indonesia dapat saja terbiasa berbicara dalam bahasa pijinisasi dan kreol karena pengaruh bahasa itu terlalu kuat memasuki pergaulan lisan. Di dalam budaya Indonesia, bahasa kasar atau ketidaksopanan menjadi tabu dipertontonkan di depan umum. Acara-acara televisi justru tidak memperdulikan etika berbahasa karena pegiat acara televisi kurang memiliki tanggung jawab sosial.Kata Kunci : Pidjin, Kreol, Acara Televisi
REPRESENTASI VISUAL DAN VERBAL IKLAN SAMPO HEAD & SHOULDERS DI YOUTUBE: KAJIAN SEMIOTIK CHARLES MORRIS Afifah Ashma Wati; Agus Sulaeman; Kim Dong Hoon
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i2.13824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis repesentasi pesan visual dan verbal pada Iklan Shampo Head And Shoulders Versi Move on bro Joe Taslim dan Fadil Jaidi Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif conten analsis penelitian ini berfokus pada analisis elemen visual dan audio yang mendukung penyampaian pesan iklan. Data sekunder penelitian ini dengan melihat iklan Head and Shoulders versi Move on Bro. Sumber data yaitu Iklan shampo Head & Shoulders Indonesia Versi Move on bro Joe Taslim dalam format soft file bentuk mp4 yang diunduh dari YouTube. Pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Teknik analisis data penelitian ini dengan menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini melalui pendekatan deskriptif visual iklan ini berhasil menekankan bahwa Shampo Head & Shoulders merupakan solusi andal untuk mengatasi masalah ketombe dan meningkatkan rasa percaya diri, visual ini menekankan bahwa rambut tidak sehat merupakan isu yang perlu segera diatasi. Audio pada setiap iklan shampo Head & Shoulders menggunakan musik latar dengan nada segar dan dinamis, menciptakan suasana awal yang menarik perhatian, dan memperkenalkan suasana produk yang bersih dan segar, menyelaraskan dengan visual logo Head & Shoulders. Penelitian ini menyoroti pentingnya harmoni antara elemen visual dan audio untuk menghasilkan pesan iklan yang efektif dan menarik perhatian audiens. Kata kunci: Visual, Verbal, Iklan, Semiotik
A Study of Word Reduplication in Descriptive Essay of Korean BIPA Students at the Advanced Level Agus Sulaeman; King Dong Hoon; Ahmad Sultan Wahyu Hidayat
JELL (Journal of English Language and Literature) STIBA-IEC Jakarta Vol 11 No 02 (2026): JELL STIBA IEC
Publisher : STIBA IEC JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37110/jell.v11i02.353

Abstract

This study aims to describe the use of reduplication, including its form, function, and meaning, in essays written by Korean students, focusing on how they apply the word repetition process to construct a complete and effective narrative. This article uses a qualitative descriptive approach with content analysis techniques on the dsts of student essays on the theme of natural and cultural phenomena. This study found that whole reduplication (entire) is the most dominant form used, especially to express plural or collective meanings. In addition, the use of affixed reduplication to express duration or intensity, as well as partial reduplication in certain words, was also found. These findings indicate that although Korean students have a strong basic understanding of Indonesian morphology, their usage tends to be limited to general forms. The results of this study are expected to contribute to the development of BIPA teaching materials, especially in enriching learners' understanding of the variations in grammatical meanings of reduplication so that the messages conveyed are more specific, accurate, and do not cause ambiguity in professional written communication.