Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penguatan Kajian Pantun Indonesia sebagai Sebuah Topik Penelitian Audi Yundayani; Agus Sulaeman; Frimadhona Syafri; Fiki Alghadari
Jurnal Abdimas Prakasa Dakara Vol. 3 No. 1 (2023): Inovasi dan Kolaborasi Meningkatkan Pendidikan dan Pariwisata
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/japd.v3i1.1685

Abstract

Kajian sastra lisan Indonesia, seperti pantun, memiliki daya tarik bagi mahasiswa asing pembelajar bahasa Indonesia. Pantun merupakan karya sastra yang terikat dengan aturan yang diucapkan oleh masyarakat tempo dulu secara lisan, berkembang menjadi bagian dari cara berkomunikasi, serta industri hiburan. Hal ini yang menjadi dasar munculnya kegiatan diskusi terkait perkembangan pantun Indonesia sebagai salah satu pilihan dalam fokus penelitian. Tujuan kegiatannya untuk menyajikan pilihan-pilihan topik penelitian terkait dengan pantun sebagai bagian dari sastra lisan kepada mahasiswa pascasarjana, program studi bahasa dan penerjemahan, konsentrasi sastra Indonesia di sebuah perguruan tinggi asing di Korea Selatan. Hasil dari kegiatan ini adalah pemahaman mahasiswa tentang potensi pantun Indonesia sebagai sebuah topik penelitian. Yang juga menarik adalah mereka menyadari bahwa pantun berevolusi dan tidak lagi dilihat hanya menjadi bagian dari sastra lisan saja tetapi beradaptasi mengikuti perkembangan zaman. Hal ini yang kemudian ditunjukkan dengan digunakannya pantun di berbagai acara menyesuaikan dengan tujuan, situasi, serta kondisi. Temuan ini juga yang akhirnya dibandingkan dengan perkembangan sastra lisan di Korea yang peserta tampilkan. Dengan sikap yang baik, peserta aktif terlibat dalam diskusi yang menarik. Kegiatan diskusi ini perlu dilanjutkan dalam beragam bentuk apakah kuliah tamu atau diskusi kelompok terarah sehingga meluaskan informasi perkembangan sastra Indonesia pada umumnya.
MOTIVASI PEMELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) MAHASISWA PEMINATAN BIPA PRODI PBSI FKIP UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG Agus Sulaeman
Prosiding Simposium Nasional Multidisiplin (SinaMu) Vol 1 (2019): Simposium Nasional Multidisiplin (SinaMu)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.123 KB) | DOI: 10.31000/sinamu.v1i0.2102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa hubungan motivasi belajar terhadap hasil pembelajaran dengan menggunakan uji korelasi, determinasi dan uji signifikansi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar mempunyai hubungan yang signifikan terhadap hasil pemelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing pada mahasiswa semester 7 PBSI FKIP UMT. Berdasarkan hasil perhitungan ada hubungan yang kuat dan positif antara motivasi belajar terhadap hasil pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing mahasiswa semester 7 yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi sebesar 0,50 (dengan koefisien determinasi sebesar 25% dan sisanya 75% dipengaruhi oleh beberapa faktor lainnya.) kemudian dari uji signifikasi t hitung didapatkan hasil sebesar 0,62, dimana hasil ini masih lebih besar dari ttabel sebesar 0,31 yang artinya terdapat pengaruh korelasi yang signifikan antara motivasi belajar (variabel X) dengan hasil pembelajaran (variabel Y).Kata Kunci : Pemelajaran  Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing.
STRUCTURE OF SUNDA IN TANGERANG REGENCY AND THE TERRITORY OF USE Agus Sulaeman
Indonesian Language Education and Literature Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v3i1.1555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bahasa-bahasa yang berada di wilayah Kabupaten Tangerang. Data berupa bahasa yang digunakan di Kabupaten Tangerang. Data berasal dari bahasa lisan. Penentuan daerah berdasarkan arah angin dan ditambah bagian tengah. Penentuan desa dilakukan secara acak berdasarkan penggunaan berbagai bahasa sehingga diperoleh sampel dari dialek Kabupaten Sunda Banten. Mengingat keterbatasan ruang dan waktu, desa yang menjadi objek pengamatan diambil dari dua kecamatan. Adapun informan penelitian ini (1) penutur asli bahasa yang diteliti; (2) tidak memiliki kelainan dalam pelafalan, dan (3) memiliki daya ingat yang baik. Data pada setiap desa diperoleh dari dua informan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara. Data direkam, disimak, dan dicatat. Hal ini untuk melengkapi data yang sudah terkumpul. Analisis data menggunakan metode padan dan agih dengan berbagai teknik yang disesuaikan karakter data yang diperoleh dan tujuan penelitian. Selanjutnya, kerja analisis adalah membandingkan antar-unsur linguistik Sunda Kabupaten Tangerang. Perbedaan itu, meliputi: fonetik, morfologi, sintaksis, kosakata, dan tingkat bicara. This study aims to explain the languages that are in the area of Tangerang Regency. Data in the form of language used in Tangerang District. Data comes from spoken language. Determination of the area based on wind direction and added to the center. Village determination was done randomly based on the use of various languages so that samples obtained from the dialect of the Regency of Sunda Banten. Given the limitations of space and time, the village that became the object of observation was taken from two districts. The informants of this study (1) native speakers of the language under study; (2) have no abnormalities in pronunciation, and (3) has a good memory. The data in each village was obtained from two informants. Data collection was done by interview method. Data is recorded, recorded, and recorded. This is to complete the data that has been collected. Data analysis using the method of padan and agih with various techniques that adjusted the character of the data obtained and research purposes. Furthermore, the analytical work is to compare the linguistic elements of the Sundanese of Tangerang Regency. These differences include phonetics, morphology, syntax, vocabulary, and speech levels.