Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Urgensi Pendidikan Anti Korupsi Pada Generasi Muda Sebagai Agent Of Change Dalam Menumbuhkan Budaya Anti Korupsi Di Indonesia I Komang Adi Saputra
Ganesha Civic Education Journal Vol. 4 No. 1 (2022): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v4i1.1792

Abstract

Corruption is a big problem that must be faced by Indonesia in moving towards a country that is clean from corruption. Corruption has become a common thing in a country when viewed from corruption cases or crimes that occur in Indonesia which often occur and can be said to be broken and lost and then grow and develop and change without end. The role of the community, especially the younger generation in a country or government, where the key is the attitude and mentality of the community, in this case the younger generation as pioneers to fight corruption practices in the course of a government in a country, is the determinant of steps in managing government that is free from corruption. corruption. Then by cultivating and forming an anti-corruption character and mentality among the younger generation who will be able to emphasize anti-corruption values ​​which can become a prevention of criminal acts of corruption in Indonesia. Furthermore, the younger generation has the potential and role as an agent of change in the progress of a nation. Through anti-corruption education, it can later foster an anti-corruption culture and be able to increase legal awareness of the younger generation. It is also very important to instill legal values ​​in the younger generation.
Kedudukan Anak Perempuan Sebagai Ahli Waris Dalam Perspektif Hukum Adat Di Bali I Komang Adi Saputra; Anak Agung Ayu Intan Puspadewi; Ni Ketut Elly Sutrisni; Dewa Krisna Prasada
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2787

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai kedudukan dan posisi anak perempuan sebagai ahli waris didalam hukum adat Bali. Dimana pewarisan yang masih berlandaskan pada prinsip (purusa) yakni menempatkan anak laki-laki sebagai penerus utama garis keturunan dan pemegang hak untuk mewarisi segala bentuk harta peninggalan. Sementara itu, bagi anak gadis secara tradisional memiliki peran terbatas karena dianggap keluar dari keluarga asal setelah menikah. Namun, seiring perkembangan sosial dan meningkatnya kesadaran terhadap kesetaraan gender, hukum adat Bali menunjukkan kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. Dalam kondisi tertentu, anak perempuan dapat ditetapkan sebagai sentana rajeg, yaitu pewaris yang berhak melanjutkan garis keturunan serta kewajiban adat keluarga. Melalui metode yuridis normatif, penelitian ini menemukan bahwa hukum adat Bali bersifat dinamis dan mampu menyeimbangkan antara pelestarian tradisi dengan nilai-nilai keadilan modern.