Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

AKIBAT HUKUM PERJANJIAN MELALUI ELEKTRONIK DITINJAU DARI PASAL 1866 KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA Nur Sa’adah Nur Sa’adah; Sri Endah Indriawati
Jurnal Surya Kencana Satu : Dinamika Masalah Hukum dan Keadilan Vol 11, No 2 (2020): SURYA KENCANA SATU
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jdmhkdmhk.v11i2.8070

Abstract

Belum adanya undang-undang yang mengatur khusus data pribadi pengguna perjanjian melalui elektroni, menimbulkan sering terjadi permasalahan hukum baik menyangkut masalah keaslian, keotentikan sampai pembuktian. Penulisan ini memfokuskan pada permasalahan hukum yaitu  bagaimana permasalahan terhadap keaslian, keotentikan dan integritas dari perjanjian secara elektronik dan bagaimana keabsahan dari suatu perjanjian yang dilakukan secara elektronik. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah normatif kualitatif dengan menggunakan data sekunder dan diperkuat dengan data primer atau data lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Terhadap keaslian, keotentikan dan integritas dari perjanjian secara elektronik, dapat dilakukan dengan alat digital forensi. penggunaan informasi melalui media elektronik yang menyangkut data pribadi seseorang harus dilakukan atas persetujuan orang yang bersangkutan. Perjanjian yang dibuat melalui elektronik/digital mempunyai kekuatan pembuktian yang sama dengan perjanjian yang dilakukan melalui manual. Hakim bisa menggunakan sistem pembuktian dengan perkembangan kearah alat bukti terbuka. Alat bukti yang diperoleh dari mana saja asal bisa diterima kebenaran sepanjang tidak bertentangan dengan ketertiban umum, mengingat dalam bertransaksi di era digital saat ini kita akan sering menggunakan media online.
Pensertipikatan Tanah Pesisir Pantai di Kabupaten Tangerang Eliana Eliana; Sri Endah Indriawati; Reni Suryani
Rechtsregel : Jurnal Ilmu Hukum Vol 5, No 2 (2022): Rechtsregel : Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Program Studi Hukum Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/rjih.v5i2.27418

Abstract

The legality of Arable Land Minimizes Disputes Eliana Eliana; Aria Dimas Harapan; Reny Suryani; Sri Endah Indriawati
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 1 No. 11 (2023): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v1i11.107

Abstract

Realizing the legality of ownership of arable land can be obtained by the community by carrying out land registration referring to the Regulation of the Minister of Agrarian Affairs dated February 9, 1999 Number 3 of 1999 concerning Delegation of Authority for Granting and Cancellation of Decisions on State Land Rights continued with the PMNA/Head. BPN Number 4 of 1998 jo. KMNA/Ka.BPN Number 6 of 1998 concerning Guidelines for Determining income in the Granting of State Land Rights. Settlement of disputes over the ownership of arable land in Bogor Regency can be carried out through litigation or outside of litigation and in the case of arable land disputes in Bogor it can be resolved through peace through mediation. It is suggested that the government should schedule counseling on the legality of land ownership to the public so that ordinary people understand the legality process so that the community's economic level is stable and even becomes strong.
A Dynamics and Inconsistency of Justice Collaborators in Corruption Cases in Indonesia Sri Endah Indriawati
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 24 No. 1 (2025): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v24i2.6155

Abstract

This study aims to analyze the dynamics and inconsistency of the treatment of Justice Collaborators (JCs) in corruption cases in Indonesia. Justice Collaborators play a crucial role in uncovering corruption cases; however, the regulations governing their protection and rewards remain unclear, creating legal uncertainty. Against this background, the study focuses on the legal issues related to the protection and rewards for JCs, as well as the challenges encountered in their application, particularly in organized corruption cases. This research employs a normative legal approach, examining existing laws, regulations, and relevant literature to analyze the inconsistencies and disparities in the treatment of JCs. The findings indicate that the lack of clarity regarding the definition of "main perpetrators" and the absence of harmonization between legal frameworks hinder the effective protection of JCs. Furthermore, the inconsistency in judicial decisions leads to uncertainty about the rights and rewards for those cooperating with law enforcement. The study suggests the need for clearer regulations and greater harmonization among law enforcement agencies to ensure optimal protection for JCs in uncovering corruption cases.