I.W. Restu
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENYULUHAN PENANGANAN PENYAKIT IKAN DENGAN MEMANFAATKAN HERBAL PADA PEMBUDIDAYA IKAN DI DANAU BATUR, BALI E.W. Suryaningtyas; I.W. Restu; I.Y.P. Perwira; I.W.G.A. Karang; I.G.B.S. Dharma; E. Faiqoh
Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 4 (2018): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.476 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2018.v17.i04.p13

Abstract

Budidaya ikan di karamba jaring apung (KJA) di Danau Batur telah lama dilakukan oleh penduduk asli di sekitar Danau Batur. Komoditi ikan yang dibudidayakan adalah ikan nila. Kendala utama pembudidaya adalah parasit dan penyakit yang menyerang ikan nila. Selama ini untuk mengobati penyakit ikan nila menggunakan bahan kimia yang bisa mengakibatkan pencemaran lingkungan dan manusia yang mengkonsumsi ikan. Alternatif yang tepat adalah penggunaan herbal untuk pencegahan dan pengobatan parasit dan penyakit ikan nila di Danau Batur. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan pada pembudidaya ikan di Danau Batur tentang manfaat tanaman herbal dalam penanganan parasit dan penyakit ikan. Jenis herbal yang bisa digunakan untuk pencegahan dan pengobatan penyakit ikan nila adalah bawang putih, kunyit, sirih dan daun pepaya. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan sosialisasi dengan penyebaran leaflet pada pembudidaya ikan. Hasil kegiatan menunjukkan 90% peserta memahami materi yang diberikan, hal ini tampak pada respon pertanyaan dan keinginan untuk mempraktekkan pengetahuan tersebut. Kegiatan pengabdian ini dapat disimpulkan pembudidaya sangat tertarik pada pemanfaatan herbal dalam penanganan penyakit ikan nila.
UPAYA PENANGKAPAN UNTUK MENGURANGI POPULASI IKAN ZEBRA (BRACHYDANIO RERIO) DI DANAU BERATAN KABUPATEN TABANAN PROVINSI BALI I.W. Restu; I.W. Arthana; N.M. Ernawati; N.P.P. Wijayanti; M.A. Pratiwi; E.W. Suryaningtyas
Buletin Udayana Mengabdi Vol 17 No 4 (2018): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.706 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2018.v17.i04.p09

Abstract

Provinsi Bali memiliki empat buah danau alam yang terletak di tiga kabupaten yaitu, Danau Beratan, di Kabupaten Tabanan, Danau Buyan dan Tamblingan di Kabupaten Buleleng dan Danau Batur di Kabupaten Bangli. Danau Beratan memiliki potensi sumberdaya perikanan dengan kekayaan jenis seperti : Ikan Mujair, Nila , Nilem, Karper, Nyalian, Lele, Gabus, Betok, Sepat, dan Ikan Zebra. Budidaya perikanan di sisi utara danau sudah dikembangkan dengan sistem keramba jaring apung (KJA). keberadaan ikan zebra yang dominan di suatu perairan menyebabkan pertumbuhannya menjadi lebih cepat daripada jenis ikan lainnya dan cenderung menjadi spesies pengganggu. Kondisi ini menyebabkan ketidakseimbangan sistem perikanan di Danau Beratan bahkan menimbulkan keresahan masyarakat nelayan yang menggantungkan hidupnya di perairan tersebut. Metode yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan ini adalah metode penangkapan langsung (direct capture) bersama masyarakat nelayan dan pelaku lainnnya dengan mengunakan alat jaring kitcrik /pencar (hand net), alat jebak/bubu (trapper), serok atau ancho dan alat tangkap listrik (electrofishing). Metode yang lainnya adalah Focus Group Discussion (FGD) untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada Kelompok Nelayan Mina Puspa Merta, serta melakukan diskusi dan urun pendapat (umpan balik) tentang penanggulangan dan penangkapan ikan zebra yang merupakan masalah pokok di ekosistem perairan Danau Beratan. Populasi ikan zebra yang terus meningkat harus segera ditindaklanjuti dengan cara menangkapnya secara berkala, agar ikan-ikan asli atau ikan lokal yang bernilai ekonomis tinggi tidak hilang dari ekosistemnya.
PELATIHAN PENGOLAHAN PRODUK BUAH MANGROVE UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN NUSA LEMBONGAN SEBAGAI DESTINASI WISATA I.W. Arthana; I.W. Restu; A.P. W. K. Dewi; M.A. Pratiwi; R. Ekawaty; Widiastuti Widiastuti; K.W. Negara
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.6 KB)

Abstract

Kawasan Nusa Lembongan merupakan kawasan wisata budaya dan bahari yang memiliki perkembangan pariwisata cukup pesat. Wilayah pesisir Nusa Penida terutama di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan terdapat 230,07 hektar hutan mangrove. Ditemukan 13 jenis mangrove dan 7 jenis tumbuhan assosiasi. Secara ekonomi, ekosistem mangrove berfungsi sebagai fishing ground (daerah penangkapan ikan) yang produktif. Selain itu, mangrove juga menghasilkan berbagai produk yaitu kayu, bahan pewarna, makanan, madu, obat-obatan, kosmetika dan lain-lain. Perumusan masalah berdasarkan analisis situasi yang telah dipaparkan adalah masyarakat Nusa Lembongan belum banyak yang mengetahui tentang cara mengolah buah mangrove menjadi beberapa jenis produk yang bernilai ekonomis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu: pendekatan masalah, pelatihan pengolahan buah mangrove dan monitoring setelah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memahami materi yang diberikan. Keberhasilan ditunjukkan dengan adanya respon positif dari peserta saat kegiatan pelatihan dan juga melakukan pengembangan terhadap teknik pembuatan cemilan stik buah mangrove setelah kegiatan pelatihan berlangsung. Melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan peserta dapat memanfaatkan buah mangrove sebagai salah satu daya tarik dalam pengembangan pariwisata di Nusa Lembongan.