Sarjito Jokosisworo
Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 86 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 62 Documents
Search
Journal : Department of Naval Architecture

Analisis Perbandingan Kekuatan Tarik, Impak, dan Mikrografi Hasil Pengelasan dengan Proses Friction Stir Welding pada Alumunium 6061 Menggunakan Modifikasi Tool Shoulder Gema Mar'ie Habibie; Sarjito Jokosisworo; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium 6061 merupakan jenis logam paduan yang banyak digunakan sebagai bahan konstruksi dalam berbagai bidang industri, termasuk dalam industri perkapalan sebagai rangka konstruksi. Friction Stir Welding (FSW) merupakan teknik pengelasan padat (solid-state welding) dimana proses penyambungan terjadi pada kondisi lumer bukan cair. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil kekuatan tarik, impak, dan mikrografi dengan menggunakan modifikasi tool shoulder agar didapatkan pengelasan yang optimal diantara bentuk probe siku (90°) dan bentuk probe tirus (120°). Material aluminium yang digunakan adalah Al 6061. Proses Friction Stir Welding dilakukan dengan putaran tool 2620 RPM dengan feed rate 30 mm/menit dan kemiringan tool 2°. Pengujian yang dilakukan yaitu uji tarik dengan standar ASTM E 8M -00b dan uji impak metode charpy dengan standar ASTM E23. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa proses FSW dengan menggunakan bentuk tool yang berbeda menyebabkan perbedaan dalam sifat mekanis termasuk kekuatan tarik, impak dan perbedaan dalam struktur mikro. Penggunaan bentuk tool paling optimal yaitu tool dengan bentuk tirus (120°) menghasilkan kekuatan tarik sebesar 56,51 N/mm² serta regangan rata-rata sebesar 6,31%, dan tool dengan betuk tirus (120°) menghasilkan nilai kuat impak terbaik sebesar 0,21 J/mm². Perubahan dari struktur mikro dari sambungan las FSW dengan bentuk tool tirus (120°) memiliki tingkat kerapatan partikel yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan las FSW dengan tool siku, karena struktur mikro yang dihasilkan pada las FSW dengan tool tirus (120°) terlihat lebih menyatu yang terlihat pada daerah HAZ (Heat Afected Zone).
ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI CAR DECK AKIBAT PENAMBAHAN DECK PADA RUANG MUAT KAPAL MOTOR ZAISAN STAR 411 DWT DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Aziz Mukhsin; Imam Pujo Mulyatno; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 2 (2016): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.58 KB)

Abstract

Vehicle vessel adalah kapal yang dioperasikan untuk menghubungkan 2(dua) Pelabuhan yang dipisahkan  oleh selat. Vehicle vessel memiliki cardeck yang merupakan suatu dek atau geladak pada kapal yang berguna untuk menampung muatan berupa kendaraan. Kapal Motor Zaisan Star merupakan tipe kapal car carries yang memiliki ruang muat berupa cardeck bertingkat. Permintaan konsumen yang tinggi akan alat transportasi menuntut produsen untuk menyediakan kendaraan bermotor. Hal ini yang memberikan peluang terhadap PT. Zaisan Citra Mandiri melakukan perubahan kapal general cargo menjadi vehicle carrier yang mengangkut kendaraan bermotor.  Maka dalam kasus ini diperlukan adanya studi analisa kekuatan konstruksi car deck pada kapal KM. Zaisan Star 411 DWT untuk mengetahui karakteristik kekuatan kontruksi car deck KM. Zaisan Star 411 DWT dalam kondisi aman/kondisi tegangan yang diijinkan. Pada daerah yang mengalami perubahan beban  modifikasi tersebut dilakukan analisa tegangan lokal dengan bantuan program numerik finite element method (FEM). Analisa bertujuan untuk melihat kekuatan struktur suatu model, dimana daerah yang mengalami tegangan kritis/tegangan maksimal, yaitu dengan melihat hubungan antar komponen dan struktur pendukungnya serta bentuk deformasinya. Berdasarkan 3 variasi kondisi pembebanan terhadap beban muatan dan kondisi terhadap gelombang air laut yaitu, kondisi air tenang, kondisi sagging, dan kondisi hogging, didapatkan hasil analisa dan perhitungan yang dilakukan yaitu nilai tegangan tertinggi car deck dengan kondisi pembebanan I adalah 42 N/mm2, kondisi pembebanan II adalah 16,6 N/mm2, dan kondisi pembebanan III adalah 26 N/mm2. Sedangkan kondisi hogging adalah 32,5 N/mm2, kondisi sagging adalah 42,1 N/mm2, dan kondisi air tenang adalah 37 N/mm2, dari hasil nilai tegangan yang didapatkan, disimpulkan bahwa semua nilai tegangan yang terjadi pada car deck masih memenuhi safety factor, baik safety factor menurut kriteria bahan 235 N/mm2 maupun safety factor standart BKI 190 N/mm2. 
PERANCANGAN APLIKASI SERVICE QUALITY (SERVQUAL) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN GALANGAN PADA PEKERJAAN REPARASI KAPAL (STUDI KASUS PT. JANATA MARINA INDAH SEMARANG) Fachrurrozi Setiawan; Deddy Chrismianto; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 1 (2015): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (957.534 KB)

Abstract

 Reparasi kapal merupakan kegiatan rutin pemilik kapal untuk memperolah kelaikan, keamanan, maupun kenyamanan saat kapal beroperasi. Hal ini, Peranangalangansangatbesardan kualitas pelayanan faktor terpenting kepuasan pelanggan. PT. JMI-Semarang sebagai penyedia jasa reparasi kapal berupaya meningkatkan kualitas pelayanan untuk kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, penilaian dilakukan untuk mengetahui keinginan pelanggan. Saat ini, penilaian masih menggunakan metode manual sehingga banyak kelemahan seperti, penumpukan berkas manual, data manual tidak terisi penuh, dan perhitungan hasil lama akibat human eror. Menghindari hal tersebut, peneliti merancang sistem informasi penilaian kepuasan berbasis Web Service Apache, dengan model analisa kepuasan pelanggan Metode Service Quality (Servqual) gap 5 antara persepsi–ekspektasi. Proses pembuatan, pengembangan aplikasi menggunakan metode air terjun meliputi analisa kubutuhan, analisa sistem, desain sistem didefinisikan Context Diagram, Data Flow Diagram (DFD), Entity Relationship Diagram (ERD), Use Case Diagram. Implementasi, diterapkan pada lingkungan webmenggunakan pemrograman PHP, basisdata MySQL, dilanjutkan pengujian sistem metode black-box.Sistem mampu menampilkan result perhitungan servqualdengan cepat digambarkan melalui detail graph, tabel total, tabel average, dan saran alternatif automatic serta data penilaian tersimpan rapi dalam database, pengguna dapat mengakses kapanpun, dimanapun secara online,  hasil uji coba sistem, menunjukkan bahwa aplikasi yang dibangun telah memenuhi semua kebutuhan sistem pengguna.
Analisis Perbandingan Kekuatan Tarik, Impak, Tekuk dan Mikrografi Aluminium 5083 Pasca Pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) dengan Media Pendingin Air Laut dan Oli Rizky Cahya Kusuma; Sarjito Jokosisworo; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.145 KB)

Abstract

Proses pengelasan dilakukan pada material aluminium 5083 yang banyak digunakan dalam industri perkapalan khususnya sebagai material konstruksi kapal aluminium. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil kekuatan tarik, impak, tekuk dan mikrografi dari variasi perlakuan pendinginan agar di dapatkan perlakuan yang optimal diantara pendinginan dengan media air laut, oli dan tanpa pendinginan.  Pengelasan aluminium 5083 dilakukan dengan pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) dan jenis sambungannya single v-butt joint dengan sudut 60°. Variable perlakuan pendinginan yang di lakukan yaitu pendinginan dengan media air laut, oli dan tanpa pendinginan. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor pendinginan dengan media air laut dan oli dalam proses pengelasan berpengaruh dalam menentukan kualitas hasil pengelasan ditinjau dari kekuatannya, terlihat dari grafik variasi pendinginan dengan media air laut dan oli tersebut tidak selalu memiliki nilai naik dari hasil las yang tidak dilakukan proses pendinginan. Pada pengelasan dengan perlakuan pendinginan alami didapatkan keadaan yang optimal atau paling baik memberikan kekuatan tarik dan nilai regangan tertinggi diantara media pendingin air laut dan oli, yaitu sebesar 196.48 N/mm2 dan regangan sebesar 6.91 %.  Lalu untuk kekuatan impak didapatkan kekuatan impak terbesar pada perlakuan pendinginan dengan media air laut yaitu dengan nilai kekuatan impaknya 0.42 J/mm2. Kemudian untuk kekuatan tekuk didapatkan kekuatan tekuk terbesar pada perlakuan pendinginan dengan media oli yaitu dengan nilai kekuatan tekuk 69.77 N/mm2. Dari hasil pengujian di dapatkan nilai terendah yaitu untuk kekuatan impak dan tekuk pada material las yang diberi perlakuan pendinginan alami dan untuk kekuatan tarik serta regangannya pada material las yang dilakukan proses pendinginan.
PENGARUH BESAR ARUS LISTRIK DAN KECEPATAN LAS TERHADAP KEKUATAN TARIK ALUMINIUM 5083 PENGELASAN TIG (TUNGSTEN INERT GAS) Valentino Pasalbessy; Sarjito Jokosisworo; Samuel Samuel
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 4 (2015): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.727 KB)

Abstract

Proses pengelasan dilakukan pada material aluminium 5083 yang banyak digunakan dalam industri perkapalan khususnya sebagai material konstruksi kapal aluminium. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil kekuatan tarik dari variasi pengelasan yaitu besaran arus listrik dan kecepatan las, sehingga dapat diketahui besar arus dan kecepatan las yang optimal. Pengelasan aluminium 5083 dilakukan dengan proses pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) dan jenis sambungan pengelasan double v-butt joint dengan sudut 60°. Variable arus yang digunakan adalah 150 Amp, 180 Amp, 200 Amp, dan 230 Amp dengan kecepatan pengelasan 10,85 cm/menit dan 12,36 cm/menit. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa faktor arus listrik dan kecepatan las dalam proses pengelasan sangat berpengaruh dalam menentukan kualitas hasil pengelasan ditinjau dari kekuatannya, terlihat dari grafik variasi arus dan kecepatan las tersebut memiliki kesamaan dalam naik atau turunnya nilai kekuatan, yaitu mengalami proses kenaikan dari arus 150 Amp, 180 Amp dan tertinggi 200 Amp, sedangkan mengalami proses penurunan pada arus 230 Amp. Pada arus 200 Amp dengan kecepatan las 12,36 cm/menit menghasilkan keadaan yang optimal atau paling baik memberikan kekuatan tarik dan nilai regangan terbesar diantara arus dan kecepatan lainnya, yaitu sebesar 122,35 N/mm2 dan regangan sebesar 0,72%. Selain melakukan eksperimen, juga dilakukan analisa menggunakan software Ansys LS-Dyna dengan hasil kekuatan tarik spesimen 103000000 Pa atau 103 N/mm2 untuk beban tarik maksimum 12133 N yang terjadi pada sambungan las. Pada beban tarik maksimum 15293 N hasil kekuatan tarik spesimen 128000000 Pa atau 128 N/mm2.
Perbandingan Kekuatan Impak, Tarik, dan Mikrografi Sambungan Las MIG dan TIG pada Aluminium 6061 dengan Variasi Media Pendingin Udara dan Air Tawar Rendy Kastanto; Untung Budiarto; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium 60601 adalah paduan logam  yang biasa digunakan  sebagai kerangka konstruksi dalam bidang indutri bangunan maupun industri perkapalan. Jenis pengelasan yang digunakan MIG dan TIG karena dapat menghasilkan pengelasan yang baik.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai perbandingan kekuatan impak, tarik dan struktur mikro yang berubah pada aluminium 6061 menggunakan pengelasan MIG dan TIG dengan variasi media pendingin udara dan air tawar. Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimen, diawali dari menyiapkan aluminium 6061, pemotongan aluminium, pengelasan dengan MIG dan TIG lalu pendinginan dengan media pendingin udara dan air tawar secara spontan. Selanjutnya pembuatan spesimen kemudian pengujian impak, tarik, dan mikrografi setiap spesimen. Dari hasil penelitian diketahui bahwa faktor pendinginan dapat mempengaruhi kualitas pengelasan yang ditinjau dari grafik kekuatannya. Untuk kekuatan impak paling besar didapat dari pengelasan TIG dengan media pendingin air tawar sebesar 0,043 J/mm2.  Kemudian untuk kekutan tarik dan regangan tarik paling tinggi didapat dari pengelasan MIG dengan media pendingin air tawar sebesar 203,08 Mpa dan 4,96 %. Sedangkan untuk modulus elastisitas paling tinggi didapat dari pengelasan MIG dengan media pendingin udara sebesar 43,9 Gpa. Nilai kekuatan impak paling rendah didapat dari pengelasan MIG dengan media pendingin udara sebesar 0,024 J/mm2. Untuk kekuatan tarik dan regangan tarik paling rendah didapat dari pengelasan TIG dengan media pendingin udara sebesar 152,36 Mpa dan 3,76 %. Sementara itu nilai modulus elastisitas paling rendah didapat dari pengelasan TIG dengan media pendingin air tawar sebesar 40,8 Gpa. Perubahan struktur mikro pada pengelasan MIG dan TIG  dengan pendingin air tawar lebih baik dibanding dengan pendingin udara, karena strukturnya lebih menyatu jika dilihat pada daerah HAZ (Heat Afected Zone). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa aluminium 6061 dengan media pendingin air tawar lebih baik dibanding dengan pendingin udara dalam pengelasan MIG ataupun TIG.
Analisa Kekuatan Lentur dan Kekuatan Tarik Pada Balok Laminasi Bambu Petung dan Kayu Kelapa (Glugu) Untuk Komponen Kapal Rizka Cholif Arrahman; Parlindungan Manik; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (930.14 KB)

Abstract

Seiring dengan bertambahnya kebutuhan kayu sebagai bahan baku pembuat kapal, menyebabkan persediaan kayu menjadi semakin berkurang. Teknik laminasi menjadi solusi untuk mengembangkan sebuah produk kayu yang memiliki struktur dan sifat mekanik lebih kuat dan awet. Prosedur pembuatan dan pengujian spesimen kayu laminasi bambu petung dan glugu mengacu pada SNI-03-3959-1995 dan SNI-03-3399-1994. Pembuatan balok laminasi melewati beberapa tahap, pertama: persiapan serta pemotongan bambu petung dan glugu menjadi bilah-bilah lamina, kedua: pengeringan bilah lamina, ketiga: perekatan bilah lamina menjadi balok laminasi atau glulam (glue - laminated timber) dan terakhir finishing. Balok laminasi yang telah siap, kemudian diuji sesuai dengan standar SNI. Pada penelitian yang telah dilakukan terhadap spesimen kayu laminasi bambu petung dan kayu kelapa (glugu) berupa pengujian lentur dan tarik di laboratorium, didapatkan data bahwa laminasi kayu dengan komposisi 50% bambu petung dan 50% kayu kelapa (glugu) memiliki kekuatan paling tinggi, yakni kuat lentur sebesar 95,98 MPa dengan nilai lendutan (∆l) 10 mm dan MOE sebesar 11568,68 MPa serta kuat tarik sebesar 157,21 MPa dengan nilai regangan 0,0222 dan modulus young (E) sebesar 7090,38 MPa. Balok laminasi tersebut memiliki berat jenis sebesar 0,6458 dengan kadar air 13,08%. Nilai tersebut memenuhi persyaratan kayu lapis sebagai bahan material kapal kayu menurut BKI dan termasuk dalam kelas kuat II sehingga dapat digunakan sebagai material konstruksi galar balok, papan geladak kapal dan balok geladak kapal pada kapal kayu.
ANALISA TEKNIS BAMBU LAMINASI SEBAGAI MATERIAL KONSTRUKSI PADA LUNAS KAPAL PERIKANAN Khusnul Khotimah; Parlindungan Manik; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 1 (2014): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (870.814 KB)

Abstract

Kapal kayu merupakan sarana transportasi tradisional yang hingga saat ini masih banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk sarana transportasi, niaga maupun sarana rekreasi. Dalam produksinya kapal kayu banyak menggunakan kayu berjenis kayu jati. Namun seiring berjalannya waktu kayu jati mulai mengalami kelangkaan selain itu harga kayu jati relatif mahal. Maka dilakukan penelitian bambu laminasi sebagai alternatif material lunas kapal perikanan terutama kayu jati.Dalam penelitian ini membuat lunas balok laminasi dengan perbandingan 2 jenis susunan bilah bambu petung , yaitu susunan bilah vertikal dan susunan bilah horisontal yang kemudian di uji tekan tegak lurus dengan standart SNI 03-3958-1995, uji kuat tarik serat memanjang dengan menggunakan standart ISO 22157, uji berat jenis dan kadar air menggunakan standart ISO 22157-1. Dari hasil uji tekan tegak lurus serat memanjang dilakukan analisa kukuh kuatan mutlak kemudian digolongkan dalam BKI Kapal Kayu 1996, kemudian dibandingkan dengan standart yang diijinkan kayu jati pada BKI Kapal Kayu 1996 bagian lunas kapal.Berdasarkan hasil pengujian bambu laminasi susunan horisontal memiliki kadar air rata-rata 13%, dengan berat jenis 0,78, dan uji tekan tegak lurus serat dengan susunan horisontal memperoleh hasil tegangan rata-rata 16,528 Mpa atau 165,28 kg/cm2 dan memiliki lendutan rata-rata 5,662. Pada pengujian bambu laminasi susunan vertikal memiliki kadar air 13%, dengan berat jenis 0,76, dan uji tekan tegak lurus serat susunan vertikal memperoleh hasil tegangan rata-rata 18,056 Mpa atau 180,56kg/cm2 dan memiliki lendutan rata-rata 4,7248. Kuat tarik sejajar serat dengan ruas memiliki rata-rata 246,37 Mpa, dan kuat tarik sejajar serat tanpa ruas memiliki rata-rata 102,062 Mpa.
PENGARUH KUAT ARUS LISTRIK, TEMPERATUR DAN VARIASI SUDUT KAMPUH TERHADAP KEKUATAN IMPACT ALUMUNIUM 5083 PENGELASAN GTAW DENGAN GAS PELINDUNG HELIUM Akhmad Rosihan Adam; Sarjito Jokosisworo; Samuel Samuel
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.865 KB)

Abstract

Proses pengelasan dilakukan pada material aluminium 5083 yang banyak digunakan dalam industri perkapalan khususnya sebagai material konstruksi kapal aluminium. , karena mempunyai sifat mekanik (mechanical properties) dan ketahanan korosi yang baik. Pengelasan dengan las gas tungsten adalah proses pengelasan di mana busur terjadi karena adanya kontak antara elektroda tidak terumpan dengan benda kerja. Untuk melindungi elektroda dan benda kerja yang cair selama pengelasan dari pengaruh udara luar, gas lindung digunakan di dalam pengelasan ini. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil kekuatan impact dari variasi pengelasan yaitu besaran arus listrik, variasi sudut kampuh, dan temperatur sehingga dapat diketahui besar arus dengan variasi sudut kampuh las dan temperatur yang paling optimal. Pengelasan aluminium 5083 dilakukan dengan proses pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) dengan gas pelindung helium dan jenis sambungan pengelasan double v-butt joint dengan sudut 60° dan 80o. Dari hasil pengujian, kekuatan impact yang tertinggi terdapat pada suhu 20o C dan kuat arus 130 Amp, di sudut kampuh 60o yaitu sebesar 0,120 J/mm, sedangkan pada sudut kampuh 80o sebesar 0,156 J/mm2.Maka, pengelasan GTAW pada bahan aluminium 5083 keadaan optimal atau yang paling baik memberikan kekuatan impact tertinggi yang dihasilkan pada suhu 20oC dengan kuat arus 130 amp sebesar 0,156 J/mm2.Selain pengujian lapangan, juga dilakukan analisa pada suhu 20o menggunakan metode elemen hingga dengan hasil kekuatan impact maksimal 0,159 J/mm2 dengan selisih persentase sebesar 2,37% di Arus 130 Amp pada sudut kampuh 80o. Sedangkan pada sudut kampuh 60o kekuatan impact maksimal sebesar 0,133 J/mm2 dengan selisih persentase sebesar 1,52%.
Analisa Teknis Kekuatan Mekanis Material Komposit Berpenguat Serat Tanaman Mendong (Fimbrystylis Globulosa) Ditinjau dari Kekuatan Bending dan Impak Dhony Catur Pamungkas; Sarjito Jokosisworo; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 2 (2017): APRIL
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1238.915 KB)

Abstract

Tanaman Mendong (Fimbrystylis Globulosa) merupakan tanaman yang tumbuh di lahan basah dan di daerah berlumpur. Hasil utama tanaman mendong adalah berupa batang serta tangkai bunga yang dikenal dengan istilah “mendong”. Mendong merupakan jenis tanaman rumput yang memiliki serat yang cukup kuat. Pemanfaatan serat mendong sebagai material penguat komposit akan mampu meningkatkan nilai tambah dari tanaman mendong. Dari pertimbangan tersebut maka penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan analisa teknis berupa kekuatan tarik dan kekuatan Impak dari komposit berpenguat serat tanaman mendong dengan variasi NaOH dan Tanpa NaOH dengan pola sudut 45° dan 90°.Hasil pengujian komposit berpenguat serat tanaman mendong didapatkan nilai uji bending tertinggi dimiliki oleh komposit dengan arah sudut 45°(Perlakuan NaOH) dengan nilai rata – rata 750 Newton,  rata-rata kekuatan tekuk sebesar 55,32 N/mm² dan rata-rata nilai modulus elastisitas sebesar 2983,40 N/mm2, nilai uji impak  tertinggi pada sudut 45°(Tanpa NaOH)  mempunyai  energi impak rata-rata sebesar 1,38 joule dengan nilai keuletan rata-rata  0,0158 joule/mm2. Hasil pengujian menunjukan bahwa kuat tekan,  modulus elastisitas dari kekuatan uji bending tertinggi dari komposit berpenguat serat tanaman mendong belum memenuhi ketentuan peraturan dari BKI yang mempunyai nilai modulus elastisitas 6860 N/mm²  dan kekuatan bending 150 N/mm².
Co-Authors A.F. Zakki Abizar, Muhammad Affan Ade Purnawan Aditya Rio Prabowo Adnan Septi Hadi Romadlon Ahmad Fauzan Zakki Ahmad Naufal Akbar Triansyah Akhmad Rosihan Adam Ali Mustofa Aminuyati Amru, Syafiq Nada Anas Sebtu Prawira Andhyka Cakrabuana Adhitama Ari Wibawa Budi Santosa Arif Putra Rizky Arif Rahman Aziz Mukhsin Berlian Arswendo Adietya Bernadi Ramazini Bismika Burhan Biwa Abi Laksana Brata Wahyu Setya Budi Deddy Chrismianto Dennis Oscha Cholik Dhony Catur Pamungkas Dwi Joko Purnomo Edwin Wijaya Egi Juniawan Eko Sasmito Hadi Eli Akim Sipayung Enggal Noor Laksono Fachrurrozi Setiawan Farel Mauluvi Akmal Antaqiya Gema Mar'ie Habibie Good Rindo Gusti Mirza Hafizh Bahtiar Hanung Bayu Setiawan Hartono Yudo Hartono Yudo Huda, Muhammad Hafid Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Indra Artanto Jajang Sebastian Jonathan, Mario K Kiryanto K. Kiryanto Khusnul Khotimah Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Lukman Gewa Nurhakim Luthfi Isna Saputra M. Idam Titahgusti Maftuh Murtiyoso Mathews Yose Pratama Mawahib, M Zaenal Maxwell Pradolin Muchammad, Rizky Muhammad Dikwan Muhammad Jordi Noormansyah, Faridz Aditya Nurhafid, Aji Parlindungan Manik Parlindungan Manik Pratiwi, Ovin Ranica Putra, Ridwan Redi Reka Purnawati Rendy Kastanto Ridwan Redi Putra Rio Leksa Muchtiwibowo Rismawan Rismawan Rizka Azhari Yulistiawan Faruq Rizka Cholif Arrahman Rizky Cahya Kusuma Rizky Perdana Putra Sadewo, Guntur Samuel Samuel Sukanto Jatmiko Syahrul Mubarak Tambunan, Govinda Daniel Parasian Teguh Sulistyo Hadi, Teguh Sulistyo Untung Budiarto Valentino Pasalbessy Vicky Bhaskara Sardi Wendi Riyandi Widyanto Widyanto Wilma Amiruddin