Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Aromaterapi Lemon (Cytrus) Terhadap Penurunan Nyeri Menstruasi Pada Mahasiswi Di Universitas Respati Yogyakarta Susi Suwanti; Melania Wahyuningsih; Anita Liliana
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5 No 1 (2018): JANUARY 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v5i1.131

Abstract

Aromaterapi lemon (cytrus) merupakan salah satu terapi dengan menggunakann minyak esensial lemon (cytrus) yang menggandung Limeone yang dapat menghambat sistem kerja prostaglandin sehingga dapat mengurangi nyeri dan cemas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah ada pengaruh aroma terapi lemon (Cytrus) terhadap penurunan Nyeri menstruasi pada mahasiswi di Universitas Respati Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis Quasi Experiment dengandesain pre and post-test without control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi keperawatan angkatan 2014 yang mengalami nyeri menstruasi sejumlah 63 mahasiswi. Teknik sampling dengan Consecutive Sampling sebanyak 20 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret- April 2017. Analisa data penelitian menggunakan Wilcoxon. Tingkat nyeri menstruasi sebelum diberikan aromaterapi lemon (cytrus) adalah median 5 standar deviasi 1,146 dengan skala nyeri terendah 2 dan tertinggi 6. skala nyeri menstruasi sesudah diberikan aromaterapi lemon (cytrus) yaitu median 3 standar deviasi 1,040 dengan skala nyeri terendah 0 dan tertinggi 4. Hasil uji statistik menggunakan uji Wilcoxon nilai P-value sig.(2-tailed) sebesar 0,000 yang artinya kurang dari nilai α (0,05). Ada pengaruh aromaterapi lemon (cytrus) terhadap penurunan nyeri menstruasipada mahasiswi di Universitas Respati Yogyakarta.
Perilaku Kesehatan Cenderung Berisiko Seks Bebas pada Remaja di Padukuhan Pondok 1 Widodomartani, Ngemplak, Sleman Endang Nurul Syafitri; Fajarina Lathu Asmarani; Melania Wahyuningsih
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol. 6 No. 1 (2024): Membangun Ekosistem AI di Bidang Kesehatan, Ekonomi, dan Humaniora: Peluang dan
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan fase penting dalam kehidupan, di mana individu menghadapi banyak tantangan dan risiko perilaku, termasuk perilaku seksual pranikah. Di Indonesia, jumlah remaja yang besar menjadi perhatian, terutama dengan meningkatnya paparan terhadap pornografi dan tingginya angka hubungan seksual pranikah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif yang dilakukan pada Juli 2024 di Padukuhan Pondok I, Desa Widodomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Subjek penelitian adalah remaja di wilayah tersebut yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif untuk mengidentifikasi perilaku kesehatan yang berisiko terhadap seks bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja tidak melakukan aktivitas seksual, namun terdapat perilaku berisiko seperti berciuman dan berpelukan. Paparan informasi terkait seks bebas cukup tinggi, namun perilaku berisiko tetap ada, sehingga menunjukkan perlunya pendidikan kesehatan seksual yang lebih komprehensif. Edukasi ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman remaja terhadap risiko dan membantu mereka membuat keputusan yang sehat.
Gambaran Stres Pada Ibu Postpartum di Puskesmas Tegalrejo Melania Wahyuningsih; Fajarina Lathu Asmarani; Endang Nurul Syafitri
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol. 6 No. 1 (2024): Membangun Ekosistem AI di Bidang Kesehatan, Ekonomi, dan Humaniora: Peluang dan
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibu nifas dalam 24 jam pertama mengalami penurunan hormone estrogen dan progesterone hingga 90-95%, yang dapat menyebabkan gangguan pada fungsi meori, kognitif dan suasana hati, dan fungsi otak lainnya. Pada ibu nifas juga mengalami peningkatan hormone endorphin dan oksitoksin.Ketidak seimbangan hormone ini bisa menyebabkan mood swing dan stres pada ibu nifas. Penelitian ini untuk mengetahui gambaran stres pada ibu nifas. Jenis penelitian adalah diskriptif, denganpopulasi ibu nifas hari ke 3 – 10 yang berjumlah 62 orang. Sampel sebanyak 57 orang, dengan teknik kuota sampling. Pengambilan data dengan kuesioner DASS. Hasil penelitian mayoritas ibu nifas usiareproduksi sehat 20-35 tahun 78,95%, berpendidikan menengah 66,67 %, tidak bekerja 80,70 %, multipara 56,14 %. Mayoritas ibu nifas stres ringan 57,9 %. Kesimpulan Sebagian besar ibu nifasmengalami stres ringan.
Efektivitas Intervensi Keperawatan Komunitas untuk Mengatasi Manajemen Kesehatan Tidak Efektif Pada Anak usia Sekolah dengan Masalah Penggunaan Gadget di Dusun Pondok I Widodomartani, Ngemplak, Sleman Fajarina Lathu Asmarani; Endang Nurul Syafitri; Melania Wahyuningsih
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol. 6 No. 1 (2024): Membangun Ekosistem AI di Bidang Kesehatan, Ekonomi, dan Humaniora: Peluang dan
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan gadget pada anak usia sekolah terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologiyang pesat. Data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia menunjukkan lebih dari60% anak-anak di usia sekolah rutin menggunakan gadget, dengan durasi penggunaan yang seringkali melebihi batas rekomendasi dari World Health Organization. Dampak dari penggunaan gadgetyang berlebihan terhadap kesehatan anak-anak mencakup gangguan fisik, psikologis, dan sosial.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi keperawatan komunitas dalammengatasi manajemen kesehatan tidak efektif pada anak usia sekolah dengan masalah penggunaangadget di Dusun Pondok I, Widodomartani, Ngemplak, Sleman. Metode yang digunakan adalahaction research dengan 34 anak sebagai subjek penelitian. Intervensi melibatkan pendidikankesehatan, skrining kesehatan mata, dan rujukan. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahamanmengenai dampak penggunaan gadget, penurunan durasi penggunaan gadget yang berlebihan, danperubahan perilaku anak dalam mengelola gadget. Saran dan rekomendasi meliputi pendidikankesehatan yang konsisten, pendekatan terpadu dengan orang tua, dan kolaborasi antara tenagakesehatan, keluarga, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhkembang anak secara optimal.
Pengaruh Status Sosial Ekonomi Keluarga Terhadap Status Gizi Anak Dewi Setyaningsih; Eko Mindarsih; Henny Noor Wijayanti; Almira Gitta Novika; Melania Wahyuningsih; Santi Susanti
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol. 6 No. 1 (2024): Membangun Ekosistem AI di Bidang Kesehatan, Ekonomi, dan Humaniora: Peluang dan
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi sampai saat ini masih menjadi masalah global yang berkontribusi terhadap kematianpada anak. Masalah gizi anak dapat mengakibatkan tidak tercapainya potensi mental dan fisik secaramaksimal sehingga dapat menghambat potensi mereka dalam bidang akademik maupun pekerjaan dimasa depan. Status gizi pada balita dapat dipengaruhi oleh banyak faktor di antaranya status sosialdan ekonomi keluarga. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh status sosial ekonomi keluarga(pekerjaan orang tua dan penghasilan keluarga) terhadap status gizi anak. Penelitian menggunakandesain cross sectional dengan pendekatan retrospektif dan penelitian dilakukan pada BulanSeptember-Oktober 2024. Lokasi penelitian di wilayah Puskesmas Ngemplak I, Sleman. Sampelberjumlah 50 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Karakteristik orangtua berdasarkan jenis pekerjaan ayah mayoritas bekerja di sektor non-formal (swasta dan lainnya)(60%), status pekerjaan ibu, paling banyak adalah ibu rumah tangga (56%), dan penghasilan keluargamayoritas berpenghasilan ≤ 2,5 juta (60%), status gizi anak mayoritas memiliki status gizi normal(86%). Pada uji bivariat, status pekerjaan ibu berpengaruh terhadap status gizi anak (p-value 0,023)sedangkan jenis pekerjaan ayah (p-value 0,416) dan penghasilan keluarga (p-value 0,416) tidakberpengaruh terhadap status gizi anak. Kesimpulan penelitian menunjukkan status pekerjaan ibuberpengaruh terhadap status gizi anak, tetapi jenis pekerjaan ayah dan penghasilan keluarga belumberpengaruh terhadap status gizi anak.