Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Infrastructure and Civil Engineering

Evaluasi Dan Proyeksi Kebutuhan Pengembangan Terminal Penumpang Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2022-2037 Gufron Agung Wijaya; Ari Sandyavitri; Sri Djuniati
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 2 No. 01 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (959.675 KB) | DOI: 10.35583/jice.v2i01.10

Abstract

Sultan Mahmud badaruddin II International Airport is located in Palembang City, South Sumatra Province. The development of air freight movements at the airport indicates that passenger terminal facilities that have an existing area of 34,000 m2 with a capacity of 3.4 million per year can no longer accommodate the existing passenger volume. This can be seen from the increase in the total number of passengers each year which exceeds capacity to reach 5.1 million passengers in 2018. The study aims to evaluate and analyze projected passenger terminal needs plans for 2022-2037. The development plan is carried out by forming a double linear regression equation between passenger volumes used asdepent variableswhile population numbers (Pdd) and Percapita PDRB on the Basis of Constant Price in 2010 (Pkt) of South Sumatra Province asindependent variables ) with the help of SPSS program version 25.00 and Microsoft Excel. Thus, the number of residents (Pdd) has a greater effect on the growth of domestic passengers. Based on KM Number 10 of 2010 on the Master Plan of Sultan Mahmud Badaruddin II Airport, there needs to be a development of this airport in the future. Based on the results of the development plan of this terminal passenger area in the 2037 plan year of 55. 324m2 with a capacity of 8,871,648 passengers per year and can accommodate 3,177 passengers during peak hours.
Analisis Kelayakan Finansial Driver Maxim Bike Pekanbaru Arty Putri Herianto; Hendra Taufik; Sri Djuniati
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 2 No. 01 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1220.204 KB) | DOI: 10.35583/jice.v2i01.17

Abstract

Layanan ojek online Maxim merupakan perusahaan internasional bergerak dibidang taxy online, dimana menyediakan platform yang mempertemukan pengemudi dan pelanggan secara mudah. Maxim beroperasi di Indonesia pada tahun 2018, yang tersebar di 20 kota besar di Indonesia, salah satunya kota Pekanbaru. Perkembangan Maxim sebagai jasa layanan ojek online di Pekanbaru begitu pesat, dan menampung banyak tenaga kerja sebagai pengemudi, sehingga hal ini perlu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial dari pengemudi ojek online Maxim di Pekanbaru, yang dapat dijadikan pertimbangan oleh masyarakat yang ingin bergabung sebagai pengemudi Maxim. Metode analisis yang digunakan yaitu BEP untuk mengetahui titik pulang pokok, PBP menentukan lamanya waktu pengembalian dana investasi usaha, dan IRR, NPV, BCR digunakan untuk mengetahui kelayakan usaha tersebut. Hasil yang diperoleh dari uji kelayakan tersebut untuk skenario 1 (pekerjaan utama) adalah IRR 31,6%, 31,6%, 32%, 31,5%, 30,5%, 33%, 31,4%. NPV bernilai pasif yaitu: 106.903.061,56; 112.895.000; 127.523.586,82; 4.613.363,55; 133.254.478,06; 108.709.900,70 dan 65.731.692,71. Nilai BCR 2,175; 2,236; 2,042; 2,062; 1,877; 2,784, 2,048 nilai BCR yang diperoleh lebih besar dari 1. Untuk Skenario 2 (pekerjaan sampingan) hasil yang diperoleh adalah adalah IRR 28,3%, 25,2%, 26,2%, 28,9%, 23%, 22,9%, 30,7%. NPV bernilai yaitu: 23.238.608,35; 18.844.374,24; 20.758,72; 30.400.469,46; -38.351.416,72; -39.886.193,93; dan 34.982.447,78. Nilai BCR 1,130; 1,085, 1,305; 1,638; 1,228; 1,163; 1,806; nilai BCR yang diperoleh lebih besar dari 1. Berdasarkan analisis finansial dari 5 metode tersebut, untuk skenario 1 dan skenario 2 usaha pengemudi Maxim dinyatakan layak untuk dijalankan.