Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Proses Pelaksanaan Pembelajaran Dengan Sistem E-Learning di Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala Mega Hardyanti; Ruslan ruslan; Maimun maimun
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/a

Abstract

Penelitian ini membahas tentang: Proses Pelaksanaan Pembelajaran Dengan Sistem E-Learning Studi Kasus Di FKIP Unsyiah. Penelitian ini dilatarbelakangi, dimana pembelajaran dengan sistem e-learning ini telah digunakan oleh dosen atau pendidik dalam proses belajar mengajar, kebutuhan bagi siaktivitas akademika yaitu salah atunya sistem e-learning, baik pendidik, peserta didik ataupun lembaga institusi pendidikan juga memanfaatkan teknologi dalam proses belajar mengajar karena sistem e-learning ini sangat memudahkan dalam proses belajar mengajar karena tidak dibatasi oleh waktu dan tempat. Penelitian ini bertujuan yaitu: (1) untuk mengetahui Bagaimana pelaksanaan pembelajaran  dengan sistem e-learning (2) untuk mengetahui kendala dalam pelaksanaan pembelajaran e-learning di FKIP Unsyiah (3) untuk mengetahui langkah-langkah yang ditempuh dalam mengoptimalkan proses pelaksanaan pembelajaran melalui sistem e-learning. Pendekatan kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini dengan jenis penelitian deskriptif. cara pengumpulan data berupa wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian kualitatif yang terdiri dari penyajian data reduksi data, serta menarik kesimpulan. Dan jumlah subjeknya sebanyak empat belas informan terdiri dari enam informan dosen, enam informan mahasiswa, satu informan LP3M dan satu informan UPT. TIK Unsyiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Proses Pembelajaran denagn sistem e-learning yang digunakan dosen FKIP Unsyiah adalah model blended learning yaitu pencampuran pembelajaran antara e-learnng, distance learmimg dan tradisional learning atau secara langsung (face to face) (2) Kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran dengan sistem e-learning yaitu jaringan, biaya, penguasaan komputer, waktu, dan fasilitas hardware dan software  dan (3) Dalam langkah yang ditempuh mengoptimalkan pelaksanaan proses pembelajaran melalui sistem e-learning di FKIP Unsyiah yaitu tahap tahap awal e-learning dengan cara merancang penerapan sistem e-learning oleh LP3M, tahap kedua penyiapan SDMnya yaitu dosen dan tenaga pendidikan yang mendukung sistem e-learning (UPT TIK). langkah ketiga LP3M dan UPT TIK mengadakan pelatihan atau membuat pertemuan dengan dosen-dosen dalam bentuk workshop yang biasanya disebut dengan hibah e-learning
INTELEGENSI DAN BAKAT PADA PRESTASI SISWA Salwa Afniola; Ruslan Ruslan; Wiwit Artika
Al-Din: Jurnal Dakwah dan Sosial Keagamaan Vol 6, No 1 (2020): AL-DIN Jurnal Dakwah dan Sosial Keagamaan
Publisher : fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35673/ajdsk.v6i1.844

Abstract

AbstrakKajian ini bertujuan untuk mengurai tentang intelegensi dan bakat pada prestasi siswa di pembelajaran di sekolah. Metode yang dilakukan pada kajian ini melalui studi pustaka dan juga literature research dengan hal-hal yang berkaitan dengan persoalan tersebut. Pembahasan pada kajian ini berdasarkan pada pendapat para ahli dan juga hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan persoalan intelegensi dan bakat pada prestasi siswa. Belajar merupakan sesuatu yang mutlak harus dilakukan dalam pendidikan. Pendidikan merupakan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan sumber daya manusia siswa dengan cara membimbing dan juga memberi fasilitas untuk proses belajar tersebut. Selama proses belajar terdapat hasil belajar yang didapatkan siswa dari proses belajar yang dilakukan dan dinilai oleh guru. Dari hasil belajar di sekolah didapatkan pencapaian prestasi siswa yang disebut juga dengan prestasi akademik. Ada banyak faktor yang mempengaruhi prestasi akademik dari seorang siswa, diantaranya terdapat faktor internal yaitu tingkat intelegensi dan juga bakat yang dimiliki oleh setiap siswa tersebut. Kata kunci: Intelegensi, Bakat, Prestasi.
USAHA GURU DALAM MENANAMKAN EMPATHY PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI UNGGUL SIMPANG TIGA ACEH BESAR Awaluddin Awaluddin; Ruslan Ruslan; Jasimah Jasimah
Prosiding Seminar Nasional USM Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional USM
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.343 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana usaha, hambatan dan solusi yang dilakukanguru dalam menanamkan empathy pada siswa Sekolah Dasar Negeri Unggul Simpang Tiga AcehBesar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitiandeskriptif. Proses pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara semiterstruktur. Subjekyang akan diwawancarai yaitu guru kelas sebanyak 11 orang dan guru/pelatih kegiatanekstrakurikuler sebanyak 3 orang. Selanjutnya seluruh data yang diperoleh diolah dengan tahapananalisis data yaitu mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa usaha yang dilakukan guru dalam menanamkan empathy pada siswa SekolahDasar Negeri Unggul Simpang Tiga adalah dengan; (1) menjadi contoh teladan bagi siswa, (2)selalu memberi nasehat, pengertian dan pengarahan kepada siswa, (3) bercerita tentang empati,(4) memperhatikan penggunaan kata saat menegur anak, (5) pembiasaan, (6) selalu mengajarkankerja sama, (7) pengalaman langsung, (8) mengaitkannya dengan agama, (9) mengajarkan siswauntuk memahami dan peka terhadap perasaan temannya, dan (10) menempatkan diri anak sebagaiorang yang tertimpa musibah. Adapun faktor yang menghambat penanaman empati ini yaitu;ketidakpedulian anak atau bisa disebut dengan anak yang masih memiliki sikap egosentris, anakanakyang suka mengganggu teman dan merusak barang teman, anak broken home atau yangberpisah dari ayahnya, dan anak-anak yang susah diminta untuk membantu temannya.Guruberusaha untuk mengatasi hambatantersebut dengan selalu memberikan arahan kepada anak yangtidak mau membantu sesama, bekerja sama dan selalu menganggu temannya dan guru jugaberusaha untuk mengkomunikasikan permasalahan anak kepada orang tua murid sertamemberikan sanksi-sanksi yang sudah disepakati pada anak yang melanggar peraturan. Adapunkesimpulannya yaitu empathy yang dimiliki siswa SDN Unggul Simpang Tiga sudah sangat baikkarena adanya usaha yang dilakukan guru kelas maupun guru/pelatih kegiatan ekstrakurikulerdalam menanamkan empathy ini. Semoga sekolah dan guru tetap dan lebih meningkatkan lagipenanaman moral pada anak.
Pengaruh Media Edmodo Dalam Pembelajaran PPKN Terhadap Karakter Mandiri Siswa Pada SMA N 1 Mutiara Cut Anisaturrahmi; Ruslan Ruslan; Hasbi Ali
Journal on Education Vol 6 No 1 (2023): Journal On Education: Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i1.4555

Abstract

The reality that occurs at this time, there are still many students who are not independent in learning. The low level of student activeness is caused by students' use of discussion-informative learning methods applied to activities. The study aims to see the difference between Civics learning using conventional media and Civics learning using edmodo media in improving students' independent character. This research is a quantitative experimental research with a quasi-experimental design with a nonequivalent control group design. The experimental population is the entire X MIPA class of SMA N 1 Mutiara by taking a sample of 2 classes (control class and experimental class) on condition that the class is held by the same subject teacher. Tests include pre tests and post tests, as well as making observations and distributing questionnaires. To see a significant difference between the control class and the experimental class, the Wilcoxon Match Pair test was conducted at a significance level of 0.005, after the research prerequisites were met. Based on the research, it is known that there is a significant difference between Civics learning using conventional media and Civics learning using edmodo media in increasing student independence at SMA N 1 Mutiara, where the class learning using edmodo media is higher than the class learning using conventional media.
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah pada Mata Pelajaran PPKN sebagai Upaya Membentuk Sikap Demokratis Siswa SMA di Kota Lhokseumawe Munawarah Munawarah; Ruslan Ruslan; Maimun Maimun
Journal on Education Vol 6 No 1 (2023): Journal On Education: Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i1.4566

Abstract

The learning process requires a model that can help deliver learning, one of which is the problem based learning model. Problem-based learning is an innovative learning model that can provide active learning conditions for students. This research aims to determine the application of the problem-based learning model in Civics subjects as an effort to form democratic attitudes for high school students in the city of Lhokseumawe. To determine efforts to foster democratic attitudes in students through a problem-based learning approach. To describe the obstacles in forming democratic attitudes for high school students through a problem-based learning approach. The method used is a qualitative research method. Data collection techniques use interview and documentation methods. The informants in this research were 9 PPKn teachers in the city of Lhokseumawe. The results of the research show that problem-based learning influences the formation of students' democratic attitudes. Problem-based learning focuses more on developing understanding of democratic concepts, as well as strengthening democratic values. The democratic attitude of students that emerges in the problem based learning model is an open attitude towards other people's opinions, producing decisions and freedom of opinion. The two factors created are (1) internal factors that hinder teachers in the learning process, which lies in the teacher's low understanding of problem-based learning (2) The external factor that hinders teachers in the learning process lies in the lack of learning books.