Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : e-CliniC

Kebiasaan makan pada anak gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (GPPH) di Manado Meilani, Christine; Munayang, Herdy; Kaunang, Theresia M.D.
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i2.13922

Abstract

Abstract: Attention deficit-hyperactivity disorder (ADHD) is characterized by poor attention which is not accordance to the development, or characteristics of hyperactivity and impulsivityor both that are not appropriate to age. ADHD is a behavioural disorder that is most common in children. ADHD can significantly change the most fundamental and important human behaviour, eating. This study was aimed to obtain the eating behaviour of children with ADHD in Manado. This was a quantitative study with a cross sectional design. There were 333 parents of children withh ADHD as respondents. The results showed that 237 children rarely eat foods containing preservatives and artificial food colorings; 231 children rarely eat foods with artificial sweetener; 310 children often eat high carbohydrate food; 201 children rarely eat foods containing casein; 252 children rarely eat foods containing amino acids; and 187 children rarely eat foods containing salicylic acid. Conclusion: Children with ADHD in Manado often eat high carbohydrate foods, but rarely consume foods or drinks containing preservatives, artificial colorings, artificial sweetener, casein, amino acids, and salicylic acid.Keywords: eating behaviour, children, attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD). Abstrak: Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (GPPH) ditandai oleh rentang perhatian yang buruk dan tidak sesuai dengan perkembangan atau ciri hiperaktivitas dan impulsivitas atau keduanya yang tidak sesuai usia. GPPH merupakan gangguan tingkah laku yang paling banyak terjadi pada anak. GPPH dapat secara signifikan mengubah perilaku yang paling mendasar dan penting dari keprihatinan manusia, yakni makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan makan dari anak dengan GPPH di Manado. Jenis penelitian ialah kuantitatif dengan desain potong lintang. Terdapat 333 responden yaitu orang tua yang mempunyai anak dengan GPPH. Hasil penelitian mendapatkan 237 anak jarang mengonsumsi makanan berpengawet dan berpewarna buatan; 231 anak jarang mengonsumsi makanan berpemanis buatan; 310 anak sering mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat; 201 anak jarang mengonsumsi makanan yang mengandung kasein; 252 anak jarang mengonsumsi makanan yang mengandung asam amino; serta 187 anak jarang mengonsumsi makanan yang mengandung asam salisilat. Simpulan: Anak dengan GPPH di Manado sering mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat namun jarang mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung pengawet, pewarna, pemanis buatan, kasein, asam amino, dan asam salisilat. Kata kunci: kebiasaan makan, anak, GPPH
Hubungan Indeks Kepribadian Dasar Minnesota Multiphasic Personality Inventory-2 (MMPI-2) Adaptasi Indonesia dengan Supplementary Scale College Maladjustment pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Semester 1 Tahun Ajaran 2018/2019 Universitas Sam Ratulangi Manado Pontoh, Vini S. A.; Kaunang, Theresia M. D.; Munayang, Herdy
e-CliniC Vol 7, No 1 (2019): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v7i1.23536

Abstract

Abstract: Students are faced to many demands as well as new reponsibilities, due to changes of several individual functional aspects such as physical, physiology, as well as social aspects. It is expected that a student can apply his/her knowledge to the community life. The common problem faced by the students is inability to adapt to a new environment. Personality is an individual characteristic that is relatively constant, which affects the individual adjustment to the environment. By performing the Indonesian adaptation of MMPI-2 test, we can observe the psychological and personality development that will affect these students in facing future challenges. This study was aimed to determine the correlation between basic personality index (OCEAN) and Supplementary Scale (College Maladjustment) in the first year students of Medical Faculty of Sam Ratulangi University for academic year of 2018/2019. This was an analytical observational study withh a cross sectional design. Data were analyzed by using the Spearman Rank correlation method. The results showed a significant strong correlation (P=0.000; R=-0.663, negative direction). Conclusion: There was a significant relationship between OCEAN index and College Maladjustment in the first year students of Medical Faculty of Sam Ratulangi University for academic year of 2018/2019.Keywords: MMPI-2, basic personality index, OCEAN index, college maladjustment Abstrak: Mahasiswa dihadapkan dengan berbagai tuntutan dan tugas baru disertai perubahan pada beberapa aspek fungsional individu seperti fisik, psikologis dan juga sosial. Seorang mahasiswa diharapkan dapat menerapkan ilmu yang dimiliki ke dalam kehidupan masyarakat. Permasalahan yang sering dialaminya yaitu sulit beradaptasi pada lingkungan baru. Kepribadian merupakan ciri seorang individu melakukan interaksi dan berreaksi dengan individu lainnya. Kepribadian memiliki karakteristik di dalam diri individu yang relatif menetap, bertahan, yang memengaruhi penyesuaian diri individu terhadap lingkungan. Dengan melakukan tes MMPI-2 adaptasi Indonesia, dapat dilihat perkembangan psikologis serta kepribadian yang akan memengaruhi mahasiswa tersebut dalam menghadapi tantangan yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks kepribadian dasar OCEAN dengan Supplementary Scale College Maladjustment pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Program Studi Pendidikan Dokter Semester 1 Tahun Ajaran 2018/2019 Universitas Sam Ratulangi Manado. Jenis penelitian ialah observasional analitik dengan desain potong lintang. Data penelitian dianalisis menggunakan metode korelasi Spearman Rank. Hubungan Indeks OCEAN dengan skor College Maladjusment mendapatkan p=0,000 dengan kekuatan kuat (R=-0,663, arah negatif). Simpulan: Terdapat hubungan yang bermakna dengan kekuatan kuat tetapi berbanding terbalik antara indeks OCEAN dengan College Maladjustment pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Program Studi Pendidikan Dokter semester 1 tahun ajaran 2018/2019 Universitas Sam Ratulangi Manado.Kata kunci: MMPI-2, indeks kepribadian dasar, indeks OCEAN, college maladjustment
Deteksi dini dan interaksi anak gangguan pemusatan perhatian hiperaktivitas dengan orang tua dan saudara kandung pada 20 sekolah dasar Kota Manado Sulemba, Dwi S.; Kaunang, Theresia M. D.; Dundu, Anita E.
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i2.12661

Abstract

Abstract: Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) is a behavioral and neurocognitive disorder characterized by inappropriate of development and ages, hyperactivity, inability to focus attention, and impulsive behavior. According to American Psychiatric Association’s (APA) & Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-IV), children with ADHD often experience difficulty in interaction with parents and siblings due to their significant emotional problem. This study aimed to obtain the number of children with ADHD at 20 elementary schools in Manado and their interactions with their parents and siblings. This was a descriptive study with a cross sectional design. The quantitative method using data of questionnaire from teachers and parents was followed by qualitative method using interviews with 2 parents and 2 siblings. Total respondents of 20 elementary schools in Manado were 5725 meanwhile children with ADHD were 611. In one school it was detected that of 180 children there were 63 ADHD children. Of the 611 respondents,16 children (19%) were 6 years old, 91 children (14.9%) were 7 years old, 99 children (16.2%) were 8 years old, 82 children (13.4%) were 9 years old, 107 children (17.5%) were 10 years old, 92 children (15.1%) were 11 years old, and 24 children (3.9%) were 12 years old. There were 385 males (63%) and 226 females (37%). Good interaction can improve children with ADHD.Keywords: early detection, interaction, ADHD, parents, siblings.Abstrak: Gangguan pemusatan perhatian hiperaktivitas (GPPH) merupakan suatu perilaku dan neurokognitif ditandai dengan tingkat perkembangan yang tidak sesuai dengan seusianya, hiperaktif, ketidakmampuan dalam memusatkan perhatian dan impulsif. Menurut American Psychiatric Association’s (APA) & Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-IV), anak GPPH sering mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan orang tua dan saudara kandung akibat adanya masalah emosional yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah anak GPPH pada 20 sekolah dasar di Manado serta cara interaksi anak GPPH dengan orang tua dan saudara kandung. Jenis penelitian ini deskriptif dengan pengambilan data secara potong lintang menggunakan kuesioner kepada guru dan orang tua, dilanjutkan dengan penelitian kualitatif melalui wawancara terhadap 2 orang tua dan 2 orang saudara kandung. Total responden dalam pengisian kuesioner mengenai anak GPPH sebanyak 5725 anak di 20 sekolah dasar di Manado dengan jumlah anak GPPH sebanyak 611 anak. Terdapat salah satu sekolah yang terdeteksi paling banyak anak GPPH sebanyak 63 anak dari 180 jumlah anak di sekolah tersebut. Dari 611 orang responden, 16 orang diantaranya berusia 6 tahun (19%), 91 orang (14,9%) berusia 7 tahun, 99 orang (16,2%) berusia 8 tahun, 82 orang (13,4%) berusia 9 tahun, 107 orang (17,5%) berusia 10 tahun, 92 orang (15,1%) berusia 11 tahun, dan ada 24 orang (3,9%) yang berusia 12 tahun, serta 385 orang diantaranya berjenis kelamin laki-laki (63%), dan 226 orang (37%) yang berjenis kelamin perempuan.Anak laki-laki lebih banyak mengalami GPPH dibandingkan perempuan. Interaksi yang baik dapat memengaruhi perkembangan anak GPPH.Kata kunci: deteksi dini, interaksi, GPPH, orang tua, saudara kandung.
Gambaran kekerasan pada anak sekolah dasar di Kecamatan Malalayang Kota Manado Radja, Rebeka D.; Kaunang, Theresia M.D.; Dundu, Anita E.; Munayang, Herdy
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i2.14598

Abstract

Abstract: Child abuse case is increasing in society. Child abuse and neglect is defined as act or failure to fulfill its obligation as a parent or care giver, that has potential to result in serious physical or emotional injury. This study was aimed to obatin the profile of child abuse in primary school children at Malalayang Districtin Manado. This was a descriptive study with a cross-sectional design. Samples were all primary school children in forth to sixth grade aged 9-12 years at Malalayang District Manado who met the inclusion and exclusion criteria. The resulst showed that child abuse was found in 99.7% respondents, mostly female (53.8%), with middle income (40%), and physical abuse as the most common type (97.8%). Conclusion: In six primary schools at Malalayang Manado, there were 99.7% children had been abused, mostly female, with middle income. The most common type of abuse was physical abuse.Keywords: child, abuse, profile Abstrak: Kasus kekerasan pada anak semakin meningkat di lingkungan masyarakat. Kekerasan pada anak dan penelantaran diartikan sebagai semua tindakan atau gagalnya memenuhi tindakan kewajiban sebagai orang tua atau pengasuh, yang berpotensial meninggalkan luka fisik maupun emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi kekerasan pada anak sekolah dasar di Kecamatan Malalayang Kota Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif menggunakan desain potong lintang. Sampel penelitian ialah seluruh siswa sekolah dasar kelas 4-6 berusia 9-12 tahun di enam sekolah dasar Kecamatan Malalayang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian mendapatkan kekerasan pada anak dialami oleh 99,7% responden, lebih banyak pada perempuan (53,8%), dengan tingkat ekonomi menengah (40%), dan kekerasan fisik sebagai kekerasan yang paling banyak dialami responden (97.8%). Simpulan: Pada enam sekolah dasar Kecamatan Malalayang didapatkan 99,7% anak mengalami kekerasan, terbanyak berjenis kelamin perempuan, tingkat ekonomi menengah, dan jenis kekerasan fisik. Kata kunci: anak, kekerasan, profil
HUBUNGAN ANTARA LAMA MENJALANI HEMODIALISIS DENGAN DEPRESI PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT GINJAL KRONIK DI RSUP. PROF. Dr. R. D. KANDOU MANADO Sompie, Elizabeth M.; Kaunang, Theresia M. D.; Munayang, Herdy
e-CliniC Vol 3, No 1 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.3.1.2015.6834

Abstract

Abstract: Hemodialysis is a treatment that must be lived for a lifetime in patients with chronic kidney disease. Hemodialysis patient may suffer depression from physical limitations. This study aimed to find the relation between duration of hemodialysis and depression. This research used observational-analytic method with cross sectional approach. This research involved all patients who carry out hemodialysis at Dahlia and Melati hemodialysis units at RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado who meet the inclusion criteria which are 34 people. The result of this study showed that the duration of hemodialysis (p = 0,17, p > 0,05) did not correlate significantly with depression. Conclusion: The duration of hemodialysis does not correlate significantly with depression.Keywords: the duration of hemodialysis, depressionAbstrak: Hemodialisis merupakan terapi yang harus dijalani seumur hidup pada pasien penyakit ginjal kronik. Keterbatasan secara fisik yang timbul pada pasien hemodialisis dapat menyebabkan munculnya keadaan depresi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari hubungan antara lama menjalani hemodialisis dengan depresi. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional-analitik dengan pendekatan potong lintang. Penelitian ini melibatkan semua pasien hemodialisis di unit hemodialisis Dahlia dan Melati RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 34 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan lama menjalani hemodialisis (p = 0,17, p > 0,05) tidak berhubungan secara signifikan dengan depresi. Simpulan: Lama menjalani hemodialisis tidak berhubungan secara signifikan dengan depresi.Kata kunci: lama menjalani hemodialisis, depresi
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PADA ANAK YANG MENGALAMI KEKERASAN DI SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO Lindo, Delarisa R.; Munayang, Herdy; Kaunang, Theresia M.D.
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.2.2016.14566

Abstract

Abstract: Anxiety and other psychiatric disorders such as depression, become as the most suffered mental illness. Each year, an average of 38 million people suffer from anxiety and depression. Anxiety can occur in children when they are facing stressful situations threatening their lives, inter alia violence against children. Children often feel anxious, especially when they lost of love, attention, and support from their parents. This study was aimed to obtain a description of the level of anxiety in children who had experienced violence in elementary school at Malalayang district in Manado. This was a descriptive quantitative study with a cross-sectional design using purposive sampling method. Respondents were fourth grade and sixth grade elementary school children aged 9-12 years. The instrument used was a questionnaire of Revised Children's Manifest Anxiety Scale (RCMAS). The results showed that of 315 children who had experienced violence, there were 246 children (78.09%) had normal anxiety, 41 children (13.02%) had mild anxiety, 21 children (6.67%) had moderate anxiety, and 7 children (2.22%) had severe anxiety. Conclusion: Most of the respondents who experienced anxiety as a result of violence were in the normal anxiety level.Keywords: anxiety, child abuse, children of elementary school age, RCMAS Abstrak: Kecemasan dengan gangguan psikis lainnya yaitu depresi, menjadi penyakit kejiwaan yang paling banyak diderita. Setiap tahunnya rata-rata sebanyak 38 juta orang mengalami kecemasan dan depresi. Kecemasan dapat dialami oleh anak-anak ketika menghadapi situasi stres yang mengancam hidupnya, salah satunya ialah kekerasan pada anak. Anak-anak sering merasa cemas terutama bila kehilangan kasih sayang, perhatian dan dukungan dari orang tuanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tingkat kecemasan pada anak yang mengalami kekerasan di Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Malalayang Kota Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif-kuantitatif dengan desain potong lintang dan menggunakan purposive sampling. Responden penelitian yaitu anak SD kelas IV-VI usia 9-12 tahun. Instrumen yang digunakan ialah kuesioner Revised Children?s Manifest Anxiety Scale (RCMAS). Hasil penelitian memperlihatkan dari 315 anak yang mengalami kekerasan, terdapat 246 anak (78,09%) mengalami kecemasan normal, 41 anak (13,02%) mengalami kecemasan ringan, 21 anak (6,67%) mengalami kecemasan sedang, dan 7 anak (2,22%) mengalami kecemasan berat. Simpulan: Sebagian besar responden yang mengalami kecemasan akibat kekerasan berada dalam kondisi kecemasan normal. Kata kunci: kecemasan, kekerasan pada anak, anak usia sekolah dasar, RCMAS
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PADA IBU YANG ANAKNYA MENDERITA LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT DI RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Rani, Maria V. I.; Dundu, Anita E.; Kaunang, Theresia M. D.
e-CliniC Vol 3, No 1 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.3.1.2015.7401

Abstract

Abstract: Acute lymphoblastic leukemia (ALL) is a malignat disease that at most was suffered by children. Mothers of children with ALL suffer from prolonged anxiety due to the prolonged treatment of ALL (approximately two years) with a relatively expensive cost. Anxiety is a uncomfortable feeling that appears if someone is dealing with difficult problems. Symptoms of anxiety include heart palpitation, trembling, difficulty in concentrating, excessive sweating, and rapid breathing. This was a descriptive quantitative study with a cross sectional approach. In this study, we used HARS instrument and data were processed by using SPSS 20. The results showed that 30% respondents had mild anxiety, 26.7% had medium anxiety, 26.7% had severe anxiety, and 16.7% did not have anxiety. Conclusion: In this study, most of the respondents had mild anxiety, followed by mild and severe anxiety. However, some respondents did not suffer from anxiety.Keywords: anxiety, mothers of children with acute lymphoblastic leukemia, HARSAbstrak: Leukemia limfoblastik akut (LLA) merupakan penyakit keganasan yang paling banyak diderita oleh anak. Penyakit leukemia limfoblastik akut yang diderita oleh anak memberikan dampak kecemasan yang berkepanjangan pada Ibu. Hal ini disebabkan oleh protokol pengobatan yang lama yaitu kurang lebih 2 tahun, dengan biaya yang tergolong mahal. Kecemasan adalah perasaan tidak nyaman yang muncul jika seseorang berhadapan dengan masalah yang berat. Gejala kecemasan diantaranya jantung berdebar, gemetar, sulit berkonsentrasi, keringat berlebihan, dan pernapasan cepat. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Penelitian ini menggunakan instrumen HARS dan data yang diperoleh diolah menggunakan SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 30% responden mengalami kecemasan ringan, 26,7% dengan kecemasan sedang, 26,7% dengan kecemasan berat, sedangkan 16,7% responden tidak mengalami kecemasan. Simpulan: Pada penelitian ini didapatkan responden terbanyak mengalami kecemasan ringan, diikuti oleh kecemasan sedang dan berat. Sebagian kecil responden tidak mengalami kecemasan.Kata kunci: kecemasan, ibu yang anaknya menderita LLA, HARS
POLA ASUH PADA ANAK GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN DAN HIPERAKTIVITAS DI KOTA MANADO Kaunang, Novita E.; Munayang, Herdy; Kaunang, Theresia M.D.
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.2.2016.12796

Abstract

Abstract: Children with attention deficit and hyperactivity disorder (ADHD) are children who have excessive activities and can not concentrate well. Worldwide study showed a quite high prevalence of ADHD as many as 5.29%. Parenting style is very influential on a child's mental and development, therefore, parents who are the child?s family have to be patient and serious in taking care of their child. This study aimed to obtain the parenting style of children with ADHD in Manado. This was a descriptive study with a cross-sectional design. Assessment of parenting style types was obtained by using parenting style questionnaire. The results showed that there were 210 parents as respondents. Data were analyzed with a univariate analysis. Democratic parenting style was mostly applied by the parents as many as 95,24%, followed by permissive style 3.34% and authoritarian style 1.42%. Keywords: ADHD, children, parenting style Abstrak: Anak dengan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (GPPH) adalah anak yang beraktivitas berlebihan dan tidak dapat berkonsentrasi dengan baik. Prevalensi GPPH di seluruh dunia cukup tinggi yaitu sebesar 5,29%. Pola asuh orang tua sangat berpengaruh pada mental dan perkembangan anak sehingga orang tua yang merupakan keluarga perlu dengan sabar dan tekun mengasuh anaknya. Penelitian ini bertyujuan untuk mendapatkan gambaran pola asuh orang tua dengan anak GPPH di kota Manado. Jenis penelitian ini deskriptif dengan desain potong lintang. Penilaian jenis pola asuh orang tua menggunakan angket pola asuh. Hasil penelitian mendapatkan responden sebanyak 210 orang tua dengan anak GPPH. Pola asuh demokratis paling banyak diterapkan oleh orang tua sebesar 95,24%, diikutipola asuh permisif 3,34% sedangkan pola asuh yang paling jarang diterapkan ialah otoriter sebanyak 1,42%. Kata kunci: GPPH, anak, pola asuh
Hubungan antara lama menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisis di Unit Hemodialisis RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Rahman, Moch. T. S. A.; Kaunang, Theresia M. D.; Elim, Christofel
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.1.2016.10829

Abstract

Abstract: Chronic kidney disease (CKD) results in a decrease in kidney function that is irreversible and requires treatment in the form of a kidney transplant or hemodialysis. The main goal of hemodialysis is to prevent and control uremia, fluid overload, and electrolyte imbalance. Problems that commonly associate hemodialysis patients are physical and psycological stress that affect the quality of life. This study aimed to obtain the relationship between the duration of hemodialyis and the quality of life. This was an observational analytical study with a cross sectional design. The study included all hemodialysis patients in Dahlia and Melati Hemodialysis Unit Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. There were 34 patients that met the inclusion criteria. The results showed that the correlation between the duration of hemodialyis and the quality of life had a p value of 0.579. Conclusion: The duration of hemodialysis did not correlate significantly with the quality of life of hemodialysis patients.Keywords: The duration of hemodialysis, quality of life.Abstrak: Gagal ginjal kronik (PJK) mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang ireversibel, yang memerlukan terapi berupa transplantasi ginjal atau hemodialisis. Tujuan utama hemodialisis yaitu mengendalikan uremia, kelebihan cairan dan ketidakseimbangan elektrolit. Permasalahan yang muncul pada pasien hemodialisis ialah masalah fisik, psikologi, perubahan sosial, dan gaya hidup; hal tersebut memengaruhi kualitas hidup pasien. Peneltian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara lama menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup. Metode penelitian yang digunakan ialah observasional analitik dengan pendekatan potong lintang Penelitian ini melibatkan semua pasien hemodialisis di Unit Hemodialisis Dahlia dan Melati RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado yang memenuhi kriteria inklusi yaitu sebanyak 34 orang. Hasil penelitian menunjukkan korelasi antara lama menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup dengan nilai P=0,579. Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara lama menjalani hemodialisis dengan kualitas hidup pada pasien hemodialisis.Kata kunci: lama menjalani hemodialisis, kualitas hidup.
Komorbiditas pada anak gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (GPPH) pada 20 Sekolah Dasar di Kota Manado Ratnasari, Niluh Dewi; Kaunang, Theresia M. D.; Dundu, Anita E.
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i1.11009

Abstract

Abstract: Attention deficit and hyperactivity disorder (ADHD) is one of the main problems in psychiatry which is often found in children under age of 7 years. ADHD is associated with comorbidities which are: oppositional defiant disorder, conduction disorder, anxiety disorder, depression, and learning disability. This study was aimed to determine the comorbidities in ADHD children. This was a descriptive-quantitative study with a cross sectional design conducted 20 elementary schools in Manado from November 2015 to January 2016. Respondents were students of class 1 to class 6 elementary school aged 6-12 years obtained by using purposive sampling method. Instrument of this study was based on the Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders-5 (DSM-5). The results showed that of the total 5,725 students, there were 611 students that had been screened for ADHD and 143 students (23%) had comorbid of ADHD. Based on gender, there were 82 males (57.3%) and 61 females (42.7%); the highest percentage were age 11 years old (27.3%). The comorbidities were as follows: oppositional defiant disorder (65.7%), conduct disorder (17.5%), autism spectrum disorder (28.7%), anxiety disorder (22.4%), developmental coordination disorder (23.1%), depression disorder (23.1%), physical abuse (11.2%), and emotional abuse (53.8%). Conclusion: The most common comorbidity in children with ADHD at 20 elementary schools in Manado was oppositional defiant disorder.Keywords: comorbidity, ADHD, children, manado Abstrak: Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (GPPH) merupakan salah satu masalah psikiatri utama yang sering ditemukan pada anak di bawah usia 7 tahun. GPPH memiliki keterkaitan dengan komorbiditas. Komorbiditas pada GPPH yang paling sering ialah gangguan menentang oposisional, gangguan konduksi, gangguan kecemasan, depresi, dan ketidakmampuan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komorbiditas pada anak GPPH. Jenis penelitian ialah deskriptif-kuantitatif dengan desain potong lintang yang dilakukan pada 20 sekolah dasar di Kota Manado dari bulan November 2015 sampai Januari 2016. Responden diperoleh dengan metode purposive sampling yaitu siswa-siswi kelas 1 sampai kelas 6 sekolah dasar usia 6-12 tahun. Instrumen penelitian komorbiditas yang digunakan berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders-5 (DSM-5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keseluruhan 5.725 siswa, yang telah terskrinning GPPH berjumlah 611 siswa, dan 143 siswa (23%) mengalami komorbiditas pada GPPH. Berdasarkan jenis kelamin laki-laki 82 responden (57,3%) dan perempuan 61 responden (42,7%) terbanyak pada usia 11 tahun (27,3%). Hasil komorbiditas ialah sebagai berikut: gangguan perilaku menentang oposisional (65,7%), gangguan konduksi (17,5%), gangguan spektrum autisme (28,7%), gangguan kecemasan (22,4%), gangguan perkembangan koordinasi (23,1%), gangguan depresi (23,1%), gangguan kekerasan fisik (11,2%), dan gangguan kekerasan emosional (53,8%). Simpulan: Komorbiditas terbanyak pada anak dengan GPPH yang ditemukan pada 20 sekolah dasar di Kota Manado ialah gangguan menentang oposisional.Kata kunci: komorbiditas, GPPH, anak, Manado