Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan Intensitas Penggunaan Sosial Media Instagram dengan Citra Tubuh Pada Remaja Akhir Efendi, Larissa Tifara; Sokang, Yasinta Astin
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20229

Abstract

Dalam era digital, media sosial berperan penting dalam membentuk persepsi individu terhadap citra tubuh, di mana remaja sering kali mencari standar kecantikan ideal yang dipromosikan oleh berbagai pengguna media sosial, termasuk selebriti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas penggunaan media sosial instagram dan citra tubuh pada remaja akhir di Jakarta Barat. Melalui pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian korelasional, penelitian ini melibatkan 85 responden remaja akhir (17-21 tahun) yang diambil di Jakarta Barat. Data dikumpulkan menggunakan alat ukur intensitas penggunaan instagram dan MBSRQ-AS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara intensitas penggunaan Instagram dan citra tubuh bervariasi, dengan r berkisar antara -0.263 hingga 0.260 dan p antara 0.015 hingga 0.091. Hubungan negatif ditemukan pada dimensi appearance evaluation, body areas satisfaction, dan self-classified weight, sementara appearance orientation memiliki hubungan positif. overweight preoccupation tidak signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan instagram dapat mempengaruhi citra tubuh, terutama dalam evaluasi diri dan kepuasan terhadap penampilan.
Analisis Persepsi Orang Muda Jakarta mengenai Cancel Culture Brian, Christopher; Santoso, Gabriella; Sokang, Yasinta Astin
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 8 No 4 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v8i4.4861

Abstract

Cancel culture has become an increasingly prominent phenomenon in the dynamics of social media. Although widely discussed, quantitative studies on how Indonesian youth perceive this issue remain limited. This study aims to describe how young people in Jakarta interpret cancel culture by examining the factors of gender, age, and duration of social media use. The research employed a descriptive quantitative approach through an online survey. The instrument was a questionnaire adapted from Autencio et al. (2020), covering three dimensions: the nature of cancel culture, personal experience, and its social impact. Data were collected from 85 respondents aged 17–39 years (α = 0.786). The results indicate significant variations in perception. Female respondents were more familiar with cancel culture and tended to be more cautious in expressing themselves, whereas male respondents were more consistent in supporting public figures despite controversies. Participants aged 22–39 years demonstrated reflective and critical understanding, while those aged 17–21 years were more reactive but less in-depth in evaluating social issues. The duration of social media use also influenced perceptions: low-intensity users showed critical attitudes, moderate users expressed balanced views, and high-intensity users were more familiar but prone to self-censorship. In conclusion, cancel culture is understood in diverse ways by young people in Jakarta, shaped by identity, digital experiences, and levels of critical literacy. Academically, this study contributes to enriching quantitative research on cancel culture in Indonesia. Practically, the findings highlight the importance of digital literacy programs to foster a healthy and inclusive digital environment.
Citra Tubuh dan Kepercayaan Diri Dikalangan Mahasiswa Widjaja, Angelique; Sokang, Yasinta Astin
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.21233

Abstract

Citra tubuh memiliki peran penting dalam membentuk kepercayaan diri pada mahasiswa, terutama saat memasuki lingkungan perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara citra tubuh dengan kepercayaan diri mahasiswa Universitas X. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif korelasional yang melibatkan 106 mahasiswa yang terdiri dari 39 laki-laki dan 67 perempuan berusia 18-21 tahun melalui teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan The Multidimensional Body Self Relations Questionnaire Appearance Scale (MBSRQ-AS) dan Self Confidence Scale (SCS). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif perdimensi yang signifikan antara citra tubuh dan kepercayaan diri, mengindikasi bahwa mahasiswa X cenderung merasa lebih percaya diri ketika memiliki penilaian positif terhadap citra tubuhnya. Penilaian ini berimplikasi pada mahasiswa untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan citra tubuh positif yang dapat mendorong timbulnya kepercayaan diri.
PENERAPAN MODUL LITERASI DASAR KESEHATAN MENTAL REMAJA Novianty, Anita; Sokang, Yasinta Astin; Paramita, Widia; Angela, Vivian; Bertrand, Jonathan; Rachel, Kathleen
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v6i2.2567

Abstract

ABSTRAKPrevalensi kasus gangguan mental pada remaja terus meningkat tiap tahunnya, akan tetapi tidak diikuti dengan peningkatan akses ke penanganan profesional. Remaja justru seringkali mencari bantuan ke pertolongan informal seperti keluarga / teman sebaya, bahkan beberapa dari mereka menyembunyikannya karena takut dengan stigma publik. Hal ini menandai rendahnya literasi kesehatan mental pada remaja dan perlu ada intervensi untuk meningkatkannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengimplementasikan dan menguji efektivitas modul literasi dasar kesehatan mental remaja pada siswa/i di sekolah. Kerangka kerja yang digunakan adalah penelitian tindakan berbasis partisipasi masyarakat dalam mengembangkan tiap modul. Partisipan studi ini terdiri dari siswa/i SMP dan SMA di sekolah swasta yang sukarela untuk berpartisipasi. Teknik sampling yang digunakan dalam studi ini adalah convenience sampling. Desain dari penelitian ini menggunakan one group pretest–posttest without controlled group design. Partisipan penelitian ini adalah siswa/i SMP dan SMA yang sukarela terlibat aktif. Analisis data dilakukan dengan paired sample t-test. Hasil menunjukkan ada perbedaan signifikan hasil sebelum dan sesudah intervensi pada modul fisik, emosi dengan jumlah partisipan kecil, kognitif, dan literasi kesehatan mental. Sementara itu, tidak ditemukan perbedaan signifikan hasil sebelum dan sesudah intervensi pada modul sosial. Dengan demikian, dapat disimpulkan modul literasi dasar kesehatan mental dapat diterapkan pada siswa/i SMP dan SMA di setting sekolah. Secara teoritis, studi ini menerapkan konsep literasi kesehatan mental positif untuk meningkatkan pengetahuan remaja dalam mempromosikan kesehatan mental. Studi ini juga merekomendasikan pentingnya pertimbangan jumlah audiens, durasi waktu, cara penyampaian, serta model intervensi yang tepat sasaran untuk mengubah pengetahuan dan sikap.ABSTRACTThe prevalence of mental disorders among adolescents is increasing annually, yet access to professional treatment is not keeping pace. Instead, adolescents frequently turn to informal sources of support, such as family and peers, and some even conceal their struggles due to the fear of public stigma. This underscores the inadequate level of mental health literacy among adolescents and the necessity for interventions to enhance it. This study aimed to implement and evaluate the effectiveness of a basic adolescent mental health literacy module toward high school students at school. Community participatory action research was used as the framework in developing the module. The participants consisted of junior and senior high school students in private schools who voluntarily participated in this study. Convenience sampling was employed in this study. The study design was a one-group pretest-posttest with no controlled group design. Data instruments were developed by researchers for each module. Data analysis was conducted using paired sample t-tests. The results indicate significant differences between pre- and post-test mean scores in physical, emotional (with small sample size), cognitive, and mental health literacy modules. However, there was no significant difference in the social module. It can be concluded these basic mental health literacy modules can be implemented among junior and senior high school students in school setting. Theoretically, this study applied positive mental health literacy concept to improve adolescent’s knowledge regarding promoting mental health. This study also recommended to consider the capacity of participants, duration, the content delivery, as well as the best intervention model to change the knowledge and attitude.
Menantang Paradigma : Citra Tubuh dan Obesitas pada Remaja Akhir di Indonesia Sokang, Yasinta Astin; Sidharta, Novetania
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v9i2.358

Abstract

The adolescent perspective on body image is influenced by individual experiences and mass media portrayals. Considering society's perception that being thin and having fair skin defines beauty, this research aimed to explore the body image of late adolescents in Indonesia. The researchers hypothesized that adolescents with obesity would have a negative body image, while non-obese adolescents would have a positive body image. The Body Appreciation Scale-2 (BAS-2) was used for measurement. A total of 421 late adolescent respondents (aged 18-21) from various islands in Indonesia participated in the study. The research findings rejected the initial hypothesis. Based on categorization according to Body Mass Index (BMI), respondents categorized as underweight, normal weight, overweight, and obesity type I exhibited high body image categories. Meanwhile, respondents classified as obesity type II had a moderate body image category. These results are discussed in detail in the discussion section.
Intensi Mencari Bantuan Kesehatan Mental Mahasiswa Fakultas Psikologi Dominan Pada Pasangan Sari, Andira Ratna; Sokang, Yasinta Astin
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.12465

Abstract

Merawat kesehatan mental perlu dilakukan dengan cara mencari bantuan layanan kesehatan mental, untuk menyeimbangkan kesejahteraan dalam kehidupan individu. Tingkat masalah kesehatan mental saat ini banyak dialami oleh mahasiswa terutama mahasiswa Fakultas Psikologi. Oleh sebab itu, tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran intensi mencari bantuan kesehatan mental pada mahasiswa Fakultas psikologi di UKRIDA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan convenience sampling menggunakan kuesioner survei secara online. Analisis data menggunakan deskriptif analisis yang akan dilakukan pemeringkatan dari 10 aitem alat ukur GHSQ. Pada penelitian ini tidak dilakukan uji validitas dan reliabilitas karena sudah mengadopsi alat ukur yang diadaptasi dalam bentuk Bahasa Indonesia oleh indriyawati dan hasil telah dinyatakan valid dan reliabel. Berdasarkan 98 responden yang telah dianalisis menunjukkan peringkat tertinggi berada pada aitem Pasangan intim (misalnya: pacar (laki-Laki/ perempuan), suami istri) sebesar (x = 5.37). Dapat disimpulkan bahwa mahasiswa Fakultas Psikologi UKRIDA lebih memilih bantuan informal dalam mencari bantuan kesehatan mental.