Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

COMMUNITY-BASED HEALTH PROMOTION: A LITERATURE REVIEW Sokang, Yasinta Astin
Noetic Psychology VOL. 17 NO. 1 JULI - DESEMBER 2015
Publisher : Noetic Psychology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pendekatan intervensi berbasis komunitas telah terbukti efektif, baik dari segi finansial maupun waktu, untuk digunakan sebagai intervensi psikologis/ kesehatan. Namun, di samping berbagai kelebihannya, beberapa kritik juga melekat pada pendekatan ini. Makalah ini bertujuan merangkum penggunaan pendekatan intervensi berbasis komunitas dalam berbagai penelitian untuk mengungkapkan keberhasilan dan kegagalan pendekatan ini. Selain itu, tinjauan ini juga disiapkan untuk membantu peneliti Indonesia yang memiliki akses terbatas ke jurnal internasional untuk lebih memahami intervensi berbasis komunitas. Bagian diskusi membahas isu penting yang harus dipertimbangkan jika peneliti ingin menerapkan pendekatan ini.Kata kunci: intervensi, komunitas, tinjauan literatur
Intervensi Harapan terhadap Burnout pada Perangkat Desa Penyintas Lahar Dingin Merapi Sokang, Yasinta Astin
Noetic Psychology VOL. 17 NO. 1 JANUARI - JUNI 2013
Publisher : Noetic Psychology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Letusan gunung merapi di Yogyakarta membawa berbagai kerugian, demikian juga banjir lahar dingin yang terjadi setelahnya. Perangkat desa adalah kelompok yang mengalami kecemasan berkepanjangan dengan beban kerja meningkat setelah bencana tersebut sehingga mengalami burnout. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas Intervensi Harapan untuk menurunkan burnout pada perangkat desa penyintas lahar dingin Merapi. Desain untreated control group design with dependent pretest and posttest dilakukan pada tujuh orang perangkat desa di Kelurahan Sirahan, Magelang. Pengukuran burnout dilakukan dengan menggunakan skala modifikasi Maslach Burnout Inventory (r = 0.918). Analisis kuantitatif menggunakan uji Mann-Whitney, sedangkan analisis kualitatif dilakukan dengan analisis narasi berdasarkan data selama proses intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Intervensi Harapan tidak efektif untuk menurunkan burnout pada perangkat desa penyintas lahar dingin Merapi (Z =-0.065; p>0.05). Meski penemuan ini mengindikasikan ketidakefektifan Intervensi Harapan untuk menurunkan burnout pada perangkat desa penyintas lahar dingin Merapi, namun penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk mengkonfirmasi hal tersebut. Kata kunci: burnout, Intervensi Harapan, penyintas 
Mahasiswa dan Internet: Dua Sisi Mata Uang? Problematic Internet Use pada Mahasiswa Reynaldo, Reynaldo; Sokang, Yasinta Astin
Jurnal Psikologi Vol 43, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.867 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.17276

Abstract

Problematic Internet Use (PIU) is one of the negative effects of the internet use, but we can rarely find publications on PIU of Indonesian’s college students, especially college students in Jakarta. The purpose of this research was to describe PIU among college students in Jakarta. The Generalized Problematic Internet Use Scale 2 was used to collect data of a total of 474 college students from three universities in Jakarta. The results showed that: a) For preference for online social interaction symptoms, participants preferred to do online social interaction rather than face to face interaction, especially when face to face interactions were not possible. b) For mood regulation symptoms, participants used internet to regulate their negative feelings. c) For cognitive preoccupation symptoms, participants tended to have obsessive thought patterns for their activity on internet. d) For compulsive internet use symptoms, participants found it difficult to restrict their internet use. e) For negative outcome symptoms, online activities of participants did not have negative influence on their daily routines. Furthermore, the results showed no significant differences of the PIU symptoms across gender and internet use duration. Taken together, the results indicated moderate level of problematic internet use in our sample
Mahasiswa dan Internet: Dua Sisi Mata Uang? Problematic Internet Use pada Mahasiswa Reynaldo Reynaldo; Yasinta Astin Sokang
Jurnal Psikologi Vol 43, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.867 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.17276

Abstract

Problematic Internet Use (PIU) is one of the negative effects of the internet use, but we can rarely find publications on PIU of Indonesian’s college students, especially college students in Jakarta. The purpose of this research was to describe PIU among college students in Jakarta. The Generalized Problematic Internet Use Scale 2 was used to collect data of a total of 474 college students from three universities in Jakarta. The results showed that: a) For preference for online social interaction symptoms, participants preferred to do online social interaction rather than face to face interaction, especially when face to face interactions were not possible. b) For mood regulation symptoms, participants used internet to regulate their negative feelings. c) For cognitive preoccupation symptoms, participants tended to have obsessive thought patterns for their activity on internet. d) For compulsive internet use symptoms, participants found it difficult to restrict their internet use. e) For negative outcome symptoms, online activities of participants did not have negative influence on their daily routines. Furthermore, the results showed no significant differences of the PIU symptoms across gender and internet use duration. Taken together, the results indicated moderate level of problematic internet use in our sample
Studi Kuantitatif: Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa Indonesia yang Berkuliah Di Luar Negeri dengan Beasiswa Christine, Gabrielle; Sokang, Yasinta Astin
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 2 (2024): J-P3K AGUSTUS
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i2.329

Abstract

Mahasiswa internasional di luar negeri menghadapi tantangan seperti hidup mandiri di tengah lingkungan yang mendorongnya beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda dari negara asalnya sambil mempertahankan IPK untuk mempertahankan beasiswanya. Maka, kesejahteraan psikologis menjadi penting bagi mahasiswa Indonesia yang berkuliah di luar negeri untuk menunjang kesuksesan akademik dan kualitas kehidupan akademik yang baik. Penelitian kuantitatif deskriptif ini bertujuan melihat gambaran kesejahteraan psikologis pada mahasiswa undergraduate Indonesia yang berkuliah di luar negeri dengan beasiswa dan menggunakan teknik convenience sampling untuk menjangkau calon responden di luar Indonesia. Responden berjumlah 70 mahasiswa undergraduate Indonesia penerima beasiswa yang berkuliah di luar negeri atau baru menyelesaikan studi. Penelitian ini menggunakan skala kesejahteraan psikologi oleh Ryff (1989) versi bahasa Indonesia dan teknik analisis data statistik deskriptif untuk menentukan kategori kesejahteraan psikologis. Hasil penelitian menunjukkan kesejahteraan psikologis mahasiswa undergraduate Indonesia penerima beasiswa di luar negeri berada pada kategori sedang (x̄ = 117) yang berarti walau sebagian mahasiswa merasa cukup mampu menguasai lingkungan baru dan hidup mandiri, terdapat juga mahasiswa lain yang merasa kurang sejahtera dalam hal relasi sosialnya dan cenderung bergantung pada dukungan sosial. Dapat disimpulkan bahwa banyak mahasiswa undergraduate Indonesia merasa cukup sejahtera selama berkuliah di luar negeri dengan beasiswa terlepas dari tantangan atau permasalahan yang dihadapinya.
Orang Tua Tempat Mencari Bantuan Kesehatan Mental pada Mahasiswa Kota Tangerang Lawrentia, Tasya; Sokang, Yasinta Astin
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 2 (2024): J-P3K AGUSTUS
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i2.321

Abstract

Mahasiswa merupakan salah satu kelompok yang rentan mengalami gangguan kesehatan mental, hal itu disebabkan oleh banyaknya pemicu stres yang mereka alami. Masalah kesehatan mental yang tidak berhasil ditanggulangi dapat berisiko menjadi lebih serius. Keengganan mencari bantuan karena adanya stigma serta kurangnya fasilitas layanan konseling dapat menjadi salah satu faktor yang serius sampai dapat mengakibatkan terjadinya bunuh diri. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui intensi mencari bantuan kesehatan mental pada mahasiswa. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 308 mahasiswa di Kota Tangerang. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Data diambil menggunakan kuesioner yang dibagikan melalui google form yang kemudian dianalisis secara statistik. Adapun hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiswa di Kota Tangerang memiliki peringkat intensi yang tinggi terhadap sumber bantuan informal seperti orang tua, teman dan pasangan sebagai sumber bantuan ketika mengalami gangguan kesehatan mental. Mahasiswa cenderung memilih sumber bantuan tersebut karena merupakan orang-orang yang paling dekat dan dipercaya oleh individu sehingga memberikan perasaan aman untuk menceritakan permasalahan yang mereka alami.
Overview of the Mental Health Conditions of Active Students at University X in Jakarta Marceline, Linda; Sokang, Yasinta Astin
Psyche 165 Journal Vol. 18 (2025) No. 2
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v18i2.557

Abstract

Students are a vulnerable group experiencing mental health problems due to challenges and pressures during the learning process in higher education. Various studies indicate the presence of mental health disorders experienced by students. However, there are not many studies that specifically discuss the mental health conditions of students in Jakarta covering various study programs and year classes. Thus, this study aims to determine the description of the mental health conditions of active students at University X Jakarta. This study is a quantitative study with a descriptive method. Data collection for this study used a survey, with a questionnaire instrument. The data collection instrument for this study used the Self-Reporting Questionnaire 29 (SRQ 29). The sampling of this study used a purposive sampling method, with sample criteria being active students at University X. The results of this study found that active students at University X experienced psychological symptoms that lead to four types of disorders, namely post-traumatic stress disorder (PTSD) by 55.3%, emotional mental disorders (GME) by 43%, psychotic disorders by 16%, and addiction disorders by 4.6%. Overall, as many as 260 students (79.7%) were indicated as having mental health disorders. This study also found that students can exhibit more than one disorder at a time. High rates of mental health disorders were found in the Psychology study program, graduating in 2021 and 2024. This research has implications for implementing regular mental health screenings so universities can continuously monitor students' mental health and initiate early intervention.
Citra Tubuh dan Presentasi Diri Online di Instagram: Dinamika Identitas Pada Dewasa Awal Manullang, Patricia Desire Sabatina Lorenza; Sokang, Yasinta Astin
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.19852

Abstract

The phenomenon of social media influencers on Instagram displaying ideal bodies has given rise to the concept of "body goals" and certain beauty standards, which encourage early adults to modify their appearance to gain social recognition through online self-presentation. The objective of this study is to ascertain the correlation between body image and online self-presentation on Instagram among early adults in Jakarta. The present study employed a quantitative correlational approach, with 112 participants aged 18-25 years selected through purposive sampling. The instruments employed in this study were the Multidimensional Body Self Relations Questionnaire Appearance Scale (MBSRQ-AS) and the Self Presentation on Facebook Questionnaire (SPFBQ). The collected data were then subjected to rigorous analysis, which included assessments of normality, linearity, and Spearman correlation tests. The results of the study indicate five positive and three negative relationships between body image dimensions and aspects of online self-presentation. A substantial relationship is identified between affection toward body image and real self, suggesting that individuals who experience more negative feelings toward their bodies exhibit a reduced propensity to present themselves authentically on Instagram.
Remaja dan Media Sosial: Apakah Instagram Menciptakan Citra Tubuh yang Tidak Realistis? Felensia, Felensia; Sokang, Yasinta Astin
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20000

Abstract

                                                                              AbstrakInstagram adalah salah satu platform media sosial yang paling populer, yang terus berkembang seiring dengan tren kontemporer. Sebagai platform yang berfokus pada visual, Instagram sering menampilkan gambar ideal tentang kecantikan dan bentuk tubuh, yang dapat mempengaruhi persepsi remaja terhadap tubuh mereka sendiri. Representasi ideal ini sering kali menjadi tolok ukur bagi remaja yang berusaha untuk tampil sempurna di mata masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei, yang melibatkan 419 responden remaja berusia 15 hingga 19 tahun yang aktif menggunakan Instagram. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sociocultural Attitudes Towards Appearance Questionnaire-3 (SATAQ-3) dan Multidimensional Body Self-Relations Questionnaire Appearance Scale (MBRSQ-AS). Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikan antara dimensi internalisasi ideal tubuh kurus pada variabel internalisasi dan dimensi afektif pada variabel citra tubuh. Hal ini menunjukkan bahwa semakin negatif perasaan remaja terhadap tubuh mereka, semakin kecil kemungkinan mereka untuk menampilkan diri secara autentik di Instagram. Kata kunci: Citra Tubuh, Internalisasi Instagram, Remaja.
Gambaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pasca Pandemi Pada Mahasiswa Universitas X Patricia, Marietta; Sokang, Yasinta Astin
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20112

Abstract

Pandemi Covid-19 di Indonesia pada tahun 2020 telah merubah banyak rutinitas dan kehidupan kita sehari-hari, sehingga hal tersebut memunculkan perilaku baru individu pada pasca pandemi yang disebut dengan “new normal”. Sebagai bagian dari new normal, mahasiswa telah kembali ke kelas dengan mengikuti protokol pencegahan Covid-19, salah satunya adalah dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pasca pandemi pada mahasiswa Universitas X. Metode dalam penelitian ini menggunakan survei daring yang telah disebarkan kepada 200 mahasiswa aktif Universitas X angkatan 2020-2024 dengan teknik Quota Sampling dan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan analisis deskriptif. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner dari Alamar (2022). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pasca pandemi, mahasiswa Universitas X memiliki pengetahuan yang sangat baik (96,5%), sikap yang sangat baik (97%), dan penerapan yang sangat baik (70%) terhadap PHBS.