Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Terapi Murottal Al-Qur'an terhadap Tekanan Darah Pasien Pre Operasi Katarak dengan Hipertensi di Ruang Tulip Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi Jember (The Effect of The Murottal Al-Qur’an Therapy on Blood Pressure of Pre Operative Cataract Patients with Hypertension in Tulip Inpatient Ward of dr. Soebandi Hospital, Jember ) Siswoyo Siswoyo; Sulis Setyowati; Muhamad Zulfatul A'la
Pustaka Kesehatan Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : UPT Percetakan dan Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cataract is a sight obstruction which causes many cases of blindness in Indonesia. One of the treatment managements of cataract is performed trough sugery. Surgery process may cause anxiety to a patient with sign hypertension. The research aimed to analiyzing the effect of the murottal Al-Qur'an therapy on blood pressure of pre operative cataract patients with hypertension. Independent variable was the murottal Al-Qur'an therapy and dependent variable was blood pressure of pre operative cataract patients with hypertension. The research method was quasi experimental with randomized control group pretest and posttest design. The sampling technique used quota sampling to 30 respondent fulfilled then it used simple random sampling divided into two groups, treatment and control group with 15 respondents for each. Data were analyzed by using Wilcoxon test and Mann Whitney test with 95% of CI. The research results showed that p value of Wilcoxon test in treatment group was 0,000 (systole) and 0,002 (diastole), while control group resulth p value of Wilcoxon test was 0,007 (systole) and 0,317 (diastole). The research results showed that p value of Mann Whitney test in systolic blood pressure category and diastolic blood pressure category was 0,000 for each. Summed up any impact the murottal Al Qur’an to pressure of patient pre cataract surgery by hipertension. Nurses and health workers others could use this POS to reduce patient`s blood pressure with hipertension. Keywords: Murottal Al-Qur'an therapy, Blood pressure, Pre operative, Cataract, Hypertension
Problematika Penerapan Diversi Dalam Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Anak Dalam Mewujudkan Keadilan Restoratif Sulis Setyowati
UNES Law Review Vol. 6 No. 4 (2024): UNES LAW REVIEW (Juni 2024)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i4.2126

Abstract

Sistim Peradilan Pidana Anak di Indonesia lebih sesuai menggunakan mekanisme diversi untuk mencapai tujuan hukum, melalui pendekatan sebagai landasan aplikatifnya. Namun, pendekatan ini tidak menjamin anak bebas dari pidana penjara. Jika diversi tidak berhasil, maka perkara akan naik ke pengadilan. Diharapkan, baik kesepakatan diversi yang tidak berhasil, gagal sejak awal ataupun tidak dilaksanakan, semangat dan roh tetap harus tercermin dalam putusan hakim anak agar memenuhi asas dan tujuan Undang-Undang Nomor Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistim Peradilan Pidana Anak. Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah problematika penerapan diversi dalam Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Anak? 2) Bagaimanakah upaya aparat penegak hukum agar penerapan diversi dalam Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Anak dapat mewujudkan keadilan restoratif? Jenis penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Hasil dari kajian penelitian ini adalah: pertama, penyelesaian perkara dengan jalan restorative justice juga mengubah cara pandang aparat penegak hukum dari mempertahankan dan berdiri pada pedoman penegakan hukum dengan harus mempertimbangkan humanisme sesuai dengan hati nurani. Kedua, Jika kesepakatan diversi tidak dilaksanakan sepenuhnya oleh para pihak berdasarkan laporan dari Pembimbing Kemasyarakatan Balai Pemasyarakatan, maka hakim melanjutkan pemeriksaan perkara sesuai dengan sesuai dengan Hukum Acara Peradilan Pidana Anak. Hakim dalam menjatuhkan putusannya wajib mempertimbangkan pelaksanaan sebagian kesepakatan diversi.
Penguatan Primary Care di Era Jaminan Kesehatan Nasional Silvia Nurvita; Aerrosa Murenda Mayadilanuari; Dody Indra Sumantiawan; Viny Natalia Dewi; Aldi Rizki Yudistira; Annisa Dias Oktanida; Maria Gisela Dora Kelen; Vina Budi Lestari; Sulis Setyowati; Yoel Pramuditya; Diah Rahma Pertiwi; Lie Eraldo Manason; Penta Putri Nunik Yuniarti
Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal ilmu Kesehatan Umum
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/vitamin.v3i1.934

Abstract

Background: The JKN program is here to provide benefits to Indonesian citizens in the form of comprehensive individual health services. The number of JKN participant referrals from FKTP to FKRTL has increased. Therefore, it is necessary to conduct research on strengthening basic health services to minimize the increase in health service costs borne by BPJS. Method: This study is a descriptive type of research because it is to describe how to optimize primary care. Data collection uses literature studies. Results: Based on a review of the four studies above from various countries, strengthening primary care is important to do by means such as integrating client-centered health services at the health center level, increasing community involvement when sick for treatment, optimizing the role of the government, implementing the Family Health Team approach, and routinely conducting socialization of JKN benefits in primary care. Conclusion: JKN provides benefits to improve public health so that strengthening primary health services is needed to help reduce inefficiencies in health service costs while increasing access to comprehensive and patient-centered health services.
Hubungan Penerapan Dokumentasi Keperawatan Elektronik terhadap Peningkatan Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Sulis Setyowati; Weslei Daeli; Bambang Suryadi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen dokumentasi asuhan keperawatan menjadi salah satu aspek kritis dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Sebagai respons terhadap dinamika tersebut, penggunaan sistem manajemen dokumentasi asuhan keperawatan elektronik telah menjadi suatu keharusan untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kualitas pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan penerapan dokumentasi keperawatan elektronik terhadap peningkatan pendokumentasian asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSUD cengkareng tahun 2024. Penelitian ini merupakan jenis kuantitatif yang bersifat analitik. Desain penelitian yang digunakan merupakan studi cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah perawat di ruang rawat inap rsud cengkareng 290 perawat. Sampel dalam penelitian ini berdasarkan perhitungan rumus slovin. Jadi sampel dalam penelitian ini sebanyak 74 responden. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan lembar ceklis dan kuesioner. Analisa mengunakan univariat dan bivariat menggunakan univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Dari hasil uji chi square didapatkan nilai p value = 0,000 berarti p value < α (0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan penerapan dokumentasi keperawatan elektronik terhadap peningkatan pendokumentasian asuhan keperawatan di ruang rawat inap rsud cengkareng tahun 2024.
Problematika Penerapan Diversi Dalam Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Anak Dalam Mewujudkan Keadilan Restoratif Sulis Setyowati
UNES Law Review Vol. 6 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i4.2126

Abstract

Sistim Peradilan Pidana Anak di Indonesia lebih sesuai menggunakan mekanisme diversi untuk mencapai tujuan hukum, melalui pendekatan sebagai landasan aplikatifnya. Namun, pendekatan ini tidak menjamin anak bebas dari pidana penjara. Jika diversi tidak berhasil, maka perkara akan naik ke pengadilan. Diharapkan, baik kesepakatan diversi yang tidak berhasil, gagal sejak awal ataupun tidak dilaksanakan, semangat dan roh tetap harus tercermin dalam putusan hakim anak agar memenuhi asas dan tujuan Undang-Undang Nomor Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistim Peradilan Pidana Anak. Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah problematika penerapan diversi dalam Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Anak? 2) Bagaimanakah upaya aparat penegak hukum agar penerapan diversi dalam Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Anak dapat mewujudkan keadilan restoratif? Jenis penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Hasil dari kajian penelitian ini adalah: pertama, penyelesaian perkara dengan jalan restorative justice juga mengubah cara pandang aparat penegak hukum dari mempertahankan dan berdiri pada pedoman penegakan hukum dengan harus mempertimbangkan humanisme sesuai dengan hati nurani. Kedua, Jika kesepakatan diversi tidak dilaksanakan sepenuhnya oleh para pihak berdasarkan laporan dari Pembimbing Kemasyarakatan Balai Pemasyarakatan, maka hakim melanjutkan pemeriksaan perkara sesuai dengan sesuai dengan Hukum Acara Peradilan Pidana Anak. Hakim dalam menjatuhkan putusannya wajib mempertimbangkan pelaksanaan sebagian kesepakatan diversi.