Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : BERKALA SAINSTEK

Hidrolis Kulit Buah Kopi Oleh Kapang Pestalotiopsis sp. VM 9 Serta Pemanfaatan Hidrolisatnya Sebagai Medium Produksi Protein Sel Tunggal Saccharomyces cerevisiae Khofiya, Zunairoh Nidaan; Winarsa, Rudju; Muzakhar, Kahar
BERKALA SAINSTEK Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bst.v7i1.9915

Abstract

Hidrolisis limbah kulit buah kopi oleh enzim ekstraseluler Pestalotiopsis sp. VM 9 telah dilakukan. Hasil hidrolisis menunjukkan bahwa dalam hidrolisat mengandung gula reduksi 392,35μg/ml setelah masa inkubasi hari ke-6. Analisis lanjutan menunjukkan bahwa hidrolisat dapat digunakan sebagai medium pertumbuhan Protein Sel Tunggal (PST) S. cerevisiae dengan tingkat pertumbuhan hingga mencapai kepadatan sel 8,5x10 6 sel/ml selama 72 jam kultivasi. Selama pertumbuhannya S. cerevisiae terbukti mengkonsumsi sumber karbon dari gula reduksi sebanyak 211,91 μg/ml. Kata Kunci: Kulit buah kopi, hidrolisis, produksi PST, Pestalotiopsis sp.
STRUKTUR KOMUNITAS FITOPLANKTON PADA ZONA LITORAL RANU PAKIS Rasit, Abdur; Imron Rosyidi, Moh.; Winarsa, Rudju
BERKALA SAINSTEK Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur komunitas fitoplankton merupakan bentuk dari masing-masing penyusun komunitas, antara lain komposisi, kelimpahan dan keanekaragaman jenis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi, kelimpahan dan keanekaragaman jenis fitoplankton pada zona litoral Ranu Pakis. Hasil pengamatan menggunakan mikroskop menunjukkan fitoplankton yang terdapat pada zona litoral Ranu Pakis terdiri atas 4 kelas. Kelas tersebut yaitu yaitu Bacillariophyceae (7 jenis), Chlorophyceae (8 jenis), Cyanophyceae (5 jenis) dan Dinophyceae (1 jenis). Kelas Cynophyceae merupakan kelas yang paling melimpah dengan jumlah jenis sebanyak 231555 ind/L. Jenis yang mendominasi adalah Chroococcus sp. yang merupakan jenis dari kelas Cynophyceae dengan nilai indeks dominansi sebesar 0,6. Melimpah dan mendominasinya kelas Cyanophyceae disebabkan karena dari hasil pengukuran kondisi fisika dan kimia yang mendukung pertumbuhan Cyanophyceae. Dominansi Chroococcus sp. berdampak pada nilai keanekaragaman jenis fitoplankton di Ranu Pakis yaitu sebesar 1,01.
Aktivitas Antioksidan Kedelai Edamame Hasil Fermentasi Kultur Campuran oleh Rhizopus oligosporus dan Bacillus subtilis Ningsih, Tutus Ervian; Siswanto, S.; Winarsa, Rudju
BERKALA SAINSTEK Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bst.v6i1.7556

Abstract

Kedelai edamame mengandung senyawa isoflavon yang berfungsi sebagai antioksidan. Senyawa tersebut berupa senyawa yang berikatan dengan gula melalui ikatan glikosida. Biokonversi senyawa isoflavon glikosida menjadi isoflavon aglikon yang sangat berpotensi tinggi sebagai antioksidan terjadi selama proses fermentasi oleh aktivitas enzim β-glukosidase. Dilaporkan enzim β-glukosidase dihasilkan oleh Rhizopus spp. Selain itu, selama proses fermentasi Bacillus subtilis menghasilkan enzim nattokinase yang juga dapat meningkatkan aktivitas antioksidan. Pada penelitian ini proses fermentasi dilakukan menggunakan inokulum Rhizopus oligosporus, B. subtilis serta campuran keduanya dengan lama fermentasi 24 jam, 48 jam dan 72 jam. Kemudian aktivitas antioksidan diuji menggunakan larutan DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Proses fermentasi pada pembuatan tempe edamame dengan inokulum R. oliosporus dan B. subtilis dapat meningkatkan aktivitas antioksidan eksogenous. Aktivitas antioksidan eksogenous tertinggi oleh R. oligosporus sebesar 97% pada fermentasi 72 jam. Kata Kunci: Kedelai edamame, Isoflavon aglikon, DPPH
Growth of Lactobacillus casei FNCC0900 in Media Based Umbi Porang Plant (Amorphophallus muelleri BI.) Azhari, Fitri; Winarsa, Rudju; Siswanto, Siswanto; Muzakhar, Kahar; Utarti, Esti; Sutoyo, Sutoyo; Arimurti, Sattya
BERKALA SAINSTEK Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bst.v9i2.19034

Abstract

Porang tuber (Amorphophallus muellerii BI.) Is a type of tuber that has a high enough glucomannan content of 67%. Glucomannan is very difficult to digest by humans directly so it takes the role of probiotics. L. casei bacteria FNCC0900 as a probiotic agent capable of utilizing glucomannan as a carbon source for growth. The purpose of this study was to determine the growth pattern and changes in environmental factors, namely the pH value of the probiotic bacteria L. casei FNCC0900 growth medium. The parameters in this study consisted of the highest cell density, generation time and pH value changes in Glucose Yeast Peptone Liquid Media, Porang Boiled Water Media and Porang Flour Liquid Media using the drop plate method which had 4 repeated calculations. Porang Boiled Water Liquid Media has a faster log phase period with a higher cell density than Porang Flour Liquid Media, but the shortest generation time is found in Porang Flour Liquid Media with the highest number of generations. L. casei FNCC0900 bacteria are more able to reduce the pH of Glucose Yeast Peptone Liquid Media compared to porang tuber-based media, so in this case L. casei FNCC0900 can be stated to be able to grow on porang tuber-based media with growth patterns, generation time, cell density and pH value. which varies.
Hidrolis Kulit Buah Kopi Oleh Kapang Pestalotiopsis sp. VM 9 Serta Pemanfaatan Hidrolisatnya Sebagai Medium Produksi Protein Sel Tunggal Saccharomyces cerevisiae Khofiya, Zunairoh Nidaan; Winarsa, Rudju; Muzakhar, Kahar
BERKALA SAINSTEK Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bst.v7i1.9682

Abstract

Hidrolisis limbah kulit buah kopi oleh enzim ekstraseluler Pestalotiopsis sp. VM 9 telah dilakukan. Hasil hidrolisis menunjukkan bahwa dalam hidrolisat mengandung gula reduksi 392,35μg/ml setelah masa inkubasi hari ke-6. Analisis lanjutan menunjukkan bahwa hidrolisat dapat digunakan sebagai medium pertumbuhan Protein Sel Tunggal (PST) S. cerevisiae dengan tingkat pertumbuhan hingga mencapai kepadatan sel 8,5x10 6 sel/ml selama 72 jam kultivasi. Selama pertumbuhannya S. cerevisiae terbukti mengkonsumsi sumber karbon dari gula reduksi sebanyak 211,91 μg/ml.