Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Posttraumatic Growth (PTG) pada Perawat Penyintas COVID-19 Dwiyantoro Dwiyantoro; Mustikasari Mustikasari; Ria Utami Panjaitan
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.342 KB) | DOI: 10.31539/jks.v6i1.4180

Abstract

This study explores Posttraumatic Growth (PTG) in Covid-19 Survivors Nurses at RS X Bandar Lampung. The research method used is qualitative by using phenomenological studies. The results showed that there were six themes in this study. Conclusions, 1) the attitude of nurses who survived Covid-19 towards events that made their heart calmer, 2) the wishes of nurses who survived Covid-19, 3) changes in lifestyle in maintaining health, 4) the impact of Covid-19 on the spiritual aspect, 5) the impact of Covid-19 in carrying out nursing care, 6) the impact of Covid-19 on social aspects. Keywords: Covid-19 Survivors, Nurses, Posttraumatic Growth
RELATIONSHIP BETWEEN ACADEMIC STRESS LEVEL AND SLEEP QUALITY OF CLASS XII STUDENTS IN PREPARATION FOR STATE UNIVERSITY ENTRANCE SELECTION EXAMS Mujahidin, Ahmad Basofi; Putri, Yossie Susanti Eka; Chandra, Yudi Ariesta; Panjaitan, Ria Utami
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 10 No. 2 (2025): Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-Ma'arif Baturaja
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v10i2.520

Abstract

Stres akademik dan kualitas tidur adalah dua faktor yang krusial yang dapat mempengaruhi performa siswa, terutama bagi mereka yang sedang mempersiapkan ujian seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Penelitian ini bertujuan untuk memastikan adanya hubungan tingkat stres akademik dengan kualitas tidur siswa kelas XII dalam persiapan ujian seleksi masuk PTN. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, yang dilakukan terhadap 252 siswa di SMAN1 Kota Tangerang. Instrumen pada penelitian ini menggunakan Percieved Stress Scale-10 (PSS-10) untuk mengetahui tingkat stres akademik dan Pitssburgh Sleep Quality Indeks (PSQI) untuk mengetahui kualitas tidur. berdasarkan tingkat stres akademik, ditemukan 75% responden mengalami tingkat stres akademik sedang, sedangkan sebanyak 73% responden mengalami kualitas tidur yang buruk. Uji chi-square menunjukkan nilai p = 0,01 (p <a; a= 0,05), menandakan terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres akademik dengan kualitas tidur siswa kelas XII dalam persiapan ujian seleksi masuk PTN. Sekolah perlu memberikan perhatian terhadap kesehatan mental dengan program manajemen stres, pentingnya manajemen waktu dalam belajar dan kebiasaan tidur yang sehat (sleep hygiene). Peneliti selanjutnya dapat menambahkan responden yang berbeda yaitu SMA Negeri maupun SMA Swasta agar terlihat gambaran kejadian secara keseluruhan dalam suatu populasi
Analysis of factors self-harm behaviour among adolescents undergoing drug rehabilitation in Indonesia Wardani, Ice Yulia; Nasution, Riska Amalya; Panjaitan, Ria Utami; Suratmini, Dwi; Rusiana, Elfira
Jurnal Ners Vol. 19 No. 2 (2024): MAY 2024
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jn.v19i2.52823

Abstract

Introduction:  The study aimed to analyse the factors associated with self-harm behaviour in adolescents in drug rehabilitation. Methods: This study used a descriptive-correlative design with a cross-sectional approach. The sample in this study was 241 adolescents who were in drug rehabilitation using the purposive sampling technique. This research was conducted in the Lido Centre for the Rehabilitation of the National Narcotics Agency, the Lampung Centre for Rehabilitation of the National Narcotics Agency, the Cipinang Besar Utara Narcotics Penitentiary, the Special Prison for Children of Jakarta, Lampung Narcotics Penitentiary, and the Al Islamy Foundation. This study used five questionnaires, namely the Internalized Stigma of Mental Illness, Self-Identity Questionnaire, UCLA Loneliness Scale Version 3, and the Deliberate Self-Harm Inventory. This study was analysed using a logistic regression test. Results: The results of the logistic regression analysis showed that, from several factors related to self-harm, namely loneliness, self-identity, and stigma, two factors that are most related to self-harm behaviour are self-identity and stigma, with a p-value of 0.000 (p<0.05). Conclusions: Self-harm behaviour can occur due to factors such as self-identity and stigma. This research can be a basis for providing nursing interventions to adolescents undergoing drug rehabilitation. Appropriate nursing interventions can help adolescents undergoing drug rehabilitation control the self-harm behaviour they want to engage in. Researchers recommend the importance of interventions aimed at strengthening self-identity and reducing stigma in efforts to prevent and treat self-harm behaviour. Additionally, future research is recommended to consider other variables that may also contribute to this behaviour.
Peningkatan Kesiapsiagaan Psychological First Aid pada Wilayah Rawan Kebakaran Tambora Mustikasari; Dian Fitria; Suryane Sulistiana Susanti; Ria Utami Panjaitan; Ice Yulia Wardani; Yudi Ariesta Chandra; Giur Hargiana; Firhan Nurfalah; Akbar Nur; Azwar; Ghaida Awad Elradi Mohamed
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2: Juli 2026
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v6i2.965

Abstract

Bencana kebakaran merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di wilayah padat penduduk seperti Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, dan dapat menimbulkan dampak fisik maupun psikologis pada masyarakat terdampak. Psychological First Aid (PFA) menjadi salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam memberikan dukungan psikososial awal pada situasi bencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui pembentukan dan pelatihan tim Psychological First Aid (PFA) di wilayah rawan kebakaran Tambora. Metode yang digunakan adalah pre-experimental dengan pendekatan one group pretest and post-test design pada 40 peserta (tim PFA). Kegiatan dilakukan melalui edukasi, pelatihan, simulasi, dan praktik lapangan kepada 80 keluarga di wilayah Kelurahan Tambora. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner kesiapsiagaan tim PFA dan lembar observasi performance. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor kesiapsiagaan peserta dari 61,35 ± 9,12 pada pretest menjadi 65,40 ± 5,82 pada post-test dengan peningkatan sebesar 4,05 poin atau 6,6% (p < 0,001). Selain itu, sebagian besar masyarakat memiliki tingkat kesiapsiagaan dalam kategori baik setelah diberikan edukasi dan praktik lapangan. Pelatihan PFA berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan psikososial masyarakat pada wilayah rawan kebakaran. Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu strategi penguatan kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana berbasis komunitas.