Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

The Meaning of the Philosophy of Bhuppha’, Bhabhu’, Ghuru, Ratoh in the Context of Decision Making Regarding Child Marriage in Bangkalan Fitriyah Amin Daman; Ali Imron
Metafora: Education, Social Sciences and Humanities Journal Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Child marriage is still prevalent in Indonesia. According to the NTCR data of Galis District 2019, Kelbung Village, Galis District, Bangkalan Regency still holds the highest percentage for child marriage in Galis District of 65.8 %, The Madurese people still firmly hold their philosophyregarding decision makers and figures to be respected in everyday life, namely bhuppha’, bhabhu’, ghuru, ratoh, which depict the hierarchy of figures whom shall be respected and whose decision shall be obeyed. Based on the philosophy, Madurese girls have the obligation to not to oppose any decisions that have been made by their parents, especially their fathers. This study aims to describe the meaning of the philosophy of bhuppha’, bhabhu’, ghuru, ratoh in the process of decision-making regarding child marriage in Kelbung Village, Galis District, Bangkalan Regency. This study used qualitative approached which took place inKelbung Village, Galis District, Bangkalan Regency, Madura. The study used purposive method to obtain informants. The study used a participatory observation techniqueand in-depth interviews to obtain the data. The author analyzed the data using Milles and Huberman interactive technique (reduction, presentation, and conclusion drawing). The philosophy of bhuppha’, bhabhu’, ghuru, ratoh in the context of decision making regarding child marriage inKelbung Village, Galis District, Bangkalan Regency have a meaning that the decision makers regarding child marriage in Kelbung Village are based on these philosophical values.Decision making regarding child marriage in Kelbung Village adheres to the hierarchy within the philosophy of bhuppha’, bhabhu’, ghuru, ratoh where the bhuppha’ figure or the father becomes the first figure who make decisions and his decisions must be obeyed by the daughter to be married. The approach based on the philosophy of bhuppha’, bhabhu’, ghuru, ratoh can be implemented to reduce the number of child marriage by approaching the bhuppha’ figure or the father to provide knowledge and understanding about child marriage.
Penurunan Prevalensi Stunting Di Desa Sudimoroharjo Kabu-paten Nganjuk Sebagai Luaran Program Pendampingan Intensif Lintas Sektor Kepada Ibu Dengan Baduta Stunting Cleonara Yanuar Dini; Farida Farah Zakiya; Dwi Apriliani; Aisyaturida Amelia; Larastiti Windatari; Cindy Gita Chayani; M. Thoriq Aqilalhasib; Decca Pinky Nugroho; Shannon Ellya Marolop; David Aditya; Maulana Suryananda R; Dwi Anindya A; Azalia Putri Salsabila; Reza Dwi Ramadhan; Alfiyah Nahdah Kamilah; Arma Andi Kusuma; Choirul Anna Nur Afifah; Amalia Ruhana; Satwika Arya Pratama; Galuh Impala Bidari; Ali Imron
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 1SP (2022): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: Internation
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i1SP.221-229

Abstract

Berdasarkan hasil SSGI (2021), prevalensi stunting di Kabupaten Nganjuk yaitu 25,3%. Salah satu desa yang ditetapkan sebagai lokus stunting adalah Sudimoroharjo dengan prevalensi sebesar 13,5%. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi dan focus group discussion secara langsung kepada ibu bayi dan balita stunting. Sebanyak 52 kader, 3 bidan dan 15 mahasiswa dari universitas negeri surabaya (unesa) berpartisipasi dalam program dan dibagi ke dalam 8 kelompok di setiap rukun tetangga (RT) selama 3 bulan. Sebelum dilakukan pendampingan, ibu bayi dan balita kurang berusaha untuk memberikan makan kepada anak baik dari segi frekuensi maupun komposisi. Program pendampingan yang dilakukan terdiri dari: penyuluhan mengenai isi piringku dengan prinsip beragam, bergizi, seimbang dan aman di setiap posyandu setiap hari, pendampingan stunting dari rumah ke rumah, melakukan layanan konsultasi gizi setiap hari di puskesmas pembantu (pustu). Selain itu juga diberikan makanan tambahan berupa susu 1x/minggu dan biskuit bagi bayi dan balita dengan gizi buruk dan stunting sekali dalam satu bulan. Monitoring dilakukan dengan meminta ibu dan anak untuk datang setiap satu atau dua minggu sekali ke pustu setelah PMT habis untuk melakukan pengecekan status gizi anak. Selanjutnya kader, bidan dan mahasiswa mengunjungi rumah ibu dengan anak stunting dalam 1 kali sebulan untuk menanyakan apakah pmt yang diberikan dikonsumsi habis atau tidak. Setelah diberikan pendampingan secara langsung ibu dapat memahami bagaimana menerapkan B2SA baik dari segi jumlah, jenis lauk serta frekuensi makan anak. Ibu juga memberikan pmt kepada anak sampai habis, sehingga prevalensi stunting turun menjadi 9,21%.
Ethnicity-Based Multicultural Education Model Muhammad Diwanul Mujahidin; Andika Supriadi; Ali Imron
Metafora: Education, Social Sciences and Humanities Journal Vol. 7 No. 1 (2023): Sosial Academic
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Multicultural education is one of the foundations of education that must be instilled to provide insight and knowledge about diversity in community life, besides that multicultural education also contains a way to live in harmony with differences in ethnicity, ras, religion, culture, diverse social values in a society, especially in a family. The purpose of this research is to find out the values of multicultural education conducted at the family level between Javanese and English ethnic groups at Sugihwaras Village, this study uses qualitative methods and literature studies with the result of key research of interethnic multicultural education of the family are 1) communication between family members, 2) mutual respect between people, both in terms of religious, cultural, racial differences, the ethnicity, and social values of each other, 3) Mingle with society or always socialize.
Pengaruh Penggunaan E-LKPD Berbasis Kearifan Lokal Tradisi Nyadran Untuk Meningkatkan Kemampuan Melestarikan Budaya Lokal Annisa Febrianti Putri; Ketut Prasetyo; Sukma Perdana Prasetya; Ali Imron
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sd.v10i1.32284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan E-LKPD berbasis kearifan lokal terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran menumbuhkan IPS dan mengembangkan semangatnya serta perbedaan menganalisis hasil belajar antara penggunaan E-LKPD dan LKPD non elektronik dalam pembelajaran IPS. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain penelitian menggunakan rancangan Pretest-postest nonequivalent control group design (menggunakan dua kelas) .  Subyek penelitian ini peserta didik kelas VIII dari SMP Negeri 2 Sidoarjo. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga teknik, yaitu Observasi, Tes, dan Dokumentasi. Analisis data menggunakan uji validitas, uji N-gain, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji independent t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan E-LKPD cukup efektif dari hasil penelitian yang telah diterapkan pada peserta didik di kelas VIII SMP Negeri 2 Sidoarjo dalam meningkatkan kemampuan menghasilkan budaya lokal. Sedangkan di kelas pembanding menunjukkan hasil dari data penelitian yang kurang efektif dari hasil penelitian dalam penggunaan non E-LKPD. Berdasarkan data hasil penelitian nilai post-test kedua kelas menunjukkan adanya perbedaan dengan menggunakan E-LKPD dalam meningkatkan kemampuan mengatasi budaya lokal. Maka,
PENINGKATAN NILAI JUAL GULA SEMUT MELALUI DESIGN KEMASAN DAN DIGITAL MARKETING Dody Tri Kurniawan; Ratih Yuniastri; Ika Fatmawati Pramasari; Tukiran Tukiran; Ali Imron; Amalia Ruhana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.27921

Abstract

Abstrak: Desa Candi, daerah di Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep, memiliki potensi pengembangan gula merah (luas lahan mencapai 317,917 Ha). Salah satu strategi untuk meningkatkan nilai tambah dari gula merah yaitu diversifikasi olahan gula merah menjadi gula semut. Satu-satunya pengrajin gula merah yang memproduksi gula semut yaitu Kelompok Tani Wanita (KWT) Al Cholifah, Adanya permintaan pasar yang tinggi dan kontinyu terhadap gula semut ini, nyatanya belum dapat dipenuhi dikarenakan bahan baku gula semut harus menggunakan gula merah atau nira siwalan yang berkualitas bagus yang hanya ada di musim kemarau. Pemasaran yang masih bersifat lokal di kabupaten Sumenep, sehingga untuk menjangkau pasar yang lebih luas dibutuhkan produksi gula yang kontinyu. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai jual gula merah menggunakan metode dan pendekatan pelatihan dan pendampingan strategi pasar dan inovasi kemasan produk sebagai bentuk solusinya. Kegiatan pelatihan dan pendampingan telah terlaksana dengan baik, mendapat dukungan penuh dari 20 orang anggota mitra dan tim pendamping. Evaluasi keberhasilan dilakukan menggunakan pretest-postest, kuisioner, dan wawancara langsung. Hasil kegiatan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam menerapkan teknologi selama proses penyimpanan dan inovasi kemasan gula semut sebesar 81% dan peningkatan produksi sebesar 60% serta inovasi kemasan produk gula semut dalam bentuk sachet.Abstract: Candi village, an area in Dungkek District, Sumenep Regency, has potential for developing brown sugar (land area reaches 317,917 Ha). One strategy to increase the added value of brown sugar is the diversification of brown sugar processing into palm sugar, the only brown sugar craftman who produces palm sugar is the Al Cholifah Women’s Farmers Group (KWT), established in 2009 and starting production of palm sugar since 2015. The hgh abd continuous market demand for this palm sugar, in fact, cannot be met because the raw material for palm sugar must use good quality brown sugar or palm sugar sap whivh is only available in dry season. Marketing is still lical in Sumenep Regency, so to reach a wider marker, continuous sugar production is needed. This activity aims to increase the selling value of brown sugar using a training approach and mentoring of market strategies and product packaging innovation as a form of solution. Training and mentoring activities have been carried out well, receiving full support from 20 partner members and the mentoring team. Evaluation of success was Carried out using pretest-posttest, questionanaires, and direct interviews. The results of the activity can increase the knownledge and skills of partners in applying technology during the storage process and innovation of plam sugar packaging by 81% and increase production by 60% as well as innovation in palm sugar product packaging in the form of scathes.
DESAKRALISASI DAN KOMODIFIKASI RUANG: DIALEKTIKA NILAI BUDAYA DAN NILAI EKONOMI PADA PEMANFAATAN MATA AIR PADUSAN, PACET, MOJOKERTO SEBAGAI DESTINASI WISATA Kezia Margareta Fidiantoro; Jeremia Advent Liono; Ricardo Tri Kusuma Wardhana; Citra Ardianto Duta Utama; Khaulil Maula Maghfiroh; Delia Rosya Safitri; Ali Imron
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10564

Abstract

This study is motivated by the phenomenon of the desacralization and commodification of space occurring at the Padusan Spring in Pacet, Mojokerto, which originally held sacred, spiritual, and cultural value but has undergone a transformation into a tourism-based economic space. The focus of this study is to analyze changes in the meaning and function of sacred space and to understand the dialectic between cultural and economic values in its utilization as a tourist destination. This study employs a qualitative approach using a critical ethnography design and Henri Lefebvre’s theory of the production of space. Data collection techniques include participant observation, in-depth interviews, documentary analysis, and netnography, with data analysis conducted interactively and through a dialectical approach (thesis, antithesis, synthesis). The research findings indicate a shift in the meaning of space from the sacred to the commodified, a transformation of the community’s economic structure from an agrarian to a service sector, and the emergence of inequalities in access and spatial contestation between local actors and large investors. Additionally, there has been a shift toward transactional social relations; however, the community continues to uphold traditions as a form of cultural resistance. This study concludes that the utilization of the Padusan space is a dialectical process between cultural and economic interests; therefore, a participatory and equitable community-based management model is needed to maintain a balance between the preservation of cultural values and economic sustainability. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena desakralisasi dan komodifikasi ruang yang terjadi pada Mata Air Padusan di Pacet, Mojokerto, yang semula memiliki nilai sakral, spiritual, dan kultural, namun mengalami transformasi menjadi ruang ekonomi berbasis pariwisata. Fokus penelitian ini adalah menganalisis perubahan makna dan fungsi ruang sakral serta memahami dialektika antara nilai budaya dan nilai ekonomi dalam pemanfaatannya sebagai destinasi wisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi kritis dan kerangka teori produksi ruang Henri Lefebvre. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan netnografi, dengan analisis data secara interaktif serta pendekatan dialektika (tesis, antitesis, sintesis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pergeseran makna ruang dari sakral ke komoditas, transformasi struktur ekonomi masyarakat dari agraris ke sektor jasa, serta munculnya ketimpangan akses dan kontestasi ruang antara aktor lokal dan pemodal besar. Selain itu, terjadi perubahan pola relasi sosial yang cenderung transaksional, namun di sisi lain masyarakat tetap mempertahankan tradisi sebagai bentuk resistensi kultural. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan ruang Padusan merupakan proses dialektis antara kepentingan budaya dan ekonomi, sehingga diperlukan model pengelolaan berbasis masyarakat yang partisipatif dan berkeadilan guna menjaga keseimbangan antara pelestarian nilai budaya dan keberlanjutan ekonomi.  
Penguatan Pemahaman Siswa terhadap Tiga Dosa Besar Dunia Pendidikan dengan Pendekatan Emotional Demonstration di Community Learning Centre HANIM Katon Galih Setyawan; Kusnul Khotimah; Ali Imron; Agung Stiawan; Niswatin Niswatin
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i1.398

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa dan guru di Community Learning Centre (CLC) Hanim, Kota Kinabalu, Malaysia, mengenai tiga dosa besar dalam dunia pendidikan, yaitu perundungan (bullying), intoleransi, dan kekerasan seksual. Sasaran kegiatan adalah siswa jenjang SMP dan guru yang bertugas di CLC tersebut. Metode pelaksanaan PKM dilakukan secara partisipatif dan edukatif melalui pendekatan emotional-demonstratif (emodemo), yang dikemas dalam rangkaian kegiatan berupa pretest, pemberian materi tematik, praktik emodemo, dan posttest. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan konsep tiga dosa besar pendidikan, pelatihan mengidentifikasi kasus yang relevan, dan ajakan untuk menghapus praktik-praktik kekerasan dalam konteks pendidikan, termasuk isu pekerja anak. Hasil pretest menunjukkan tingkat pemahaman awal siswa masih relatif rendah dengan rata-rata skor 32,6. Setelah mengikuti kegiatan, hasil posttest menunjukkan peningkatan signifikan dengan rata-rata skor 73,6. Peningkatan ini menunjukkan bahwa pendekatan yang digunakan berhasil dalam menyampaikan materi dan membangun kesadaran siswa. Kegiatan PKM ini menyimpulkan bahwa penyampaian nilai-nilai pendidikan antikekerasan melalui metode emodemo mampu membentuk pemahaman dan sikap positif siswa terhadap isu-isu krusial dalam dunia pendidikan. Selain itu, keterlibatan guru dalam kegiatan ini berpotensi mendorong keberlanjutan program melalui integrasi materi ke dalam proses pembelajaran reguler. PKM ini memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan budaya sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Flipbook Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Materi Perdagangan Internasional Di SMP Negeri 23 Surabaya Fathimatus Putri Ardiana; Nasution; Ali Imron; Asnimawati
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara mendalam pengaruh penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan penggunaan media flipbook terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada mata pelajaran IPS dengan topik Perdagangan Internasional di SMP Negeri 23 Surabaya. Dasar pelaksanaan penelitian ini didasari oleh temuan empiris mengenai masih rendahnya kemampuan berpikir kreatif siswa yang disebabkan oleh dominasi penggunaan metode TCL (Teacher Centered Lerning). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan model rancangan quasi-experimen dan desain non equivalent control group. Subjek penelitian terdiri atas dua kelas dengan total 60 siswa, yaitu kelas VIII-I sebagai kelas eksperimen yang memperoleh perlakuan dan kelas VIII-H sebagai kelompok kontrol. Instrumen penelitian meliputi observasi, dokumentasi, tes kemampuan berpikir kreatif dan angket untuk mengukur respons siswa. Analisis data menggunakan uji normalitas, homogenitas, independent sample t-test, serta perhitungan N-Gain untuk menilai peningkatan kemampuan berpikir kreatif. Hasil uji independent sample t-test dengan nilai Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Selain itu, hasil pretest dan posttest juga meningkat dengan skor N-Gain sebesar 0,6017 kategori sedang. Dengan demikian, penerapan model PBL berbantuan flipbook berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa pada mata pelajaran IPS pada materi Perdagangan Internasional di SMP Negeri 23 Surabaya.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MENGGUNAKAN SMART APPS CREATOR (SAC) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PADA PEMBELAJARAN IPS adib suhail anwari; Muhammad Ilyas Marzuqi; Ali Imron; Hendri Prastiyono
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis Smart Apps Creator (SAC) pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas VIII di SMPN 35 Surabaya sekaligus mengkaji kelayakan dan efektivitasnya dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Media yang dihasilkan berupa aplikasi pembelajaran interaktif pada materi Kemajemukan Masyarakat Indonesia yang dilengkapi dengan berbagai elemen pendukung, seperti gambar, video, animasi, evaluasi interaktif, serta sistem navigasi, dan dapat diakses melalui perangkat Android maupun HTML5. Kelayakan media dinilai melalui validasi ahli media, penilaian guru IPS, serta uji coba lapangan, dengan hasil yang menunjukkan bahwa media SAC termasuk dalam kategori sangat layak. Tanggapan siswa selama uji coba juga menunjukkan bahwa media ini menarik, mudah digunakan, dan memiliki penyajian materi yang jelas. Pengukuran peningkatan motivasi belajar dilakukan melalui angket sebelum dan sesudah penggunaan media, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya peningkatan motivasi belajar yang signifikan setelah penggunaan media. Rata-rata motivasi belajar siswa meningkat dari 51,42% menjadi 76,45%, dengan kenaikan sebesar 25,02%. Selain itu, hasil analisis N-gain menunjukkan nilai rata-rata sebesar 0,51 pada kategori sedang, dengan rentang 0,18–0,83, serta persentase N-gain rata-rata sebesar 51,17% yang mengindikasikan peningkatan kemampuan siswa secara umum pada kategori sedang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis Smart Apps Creator sangat layak digunakan, efektif, dan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.
Makna Beban Ganda Bagi Perempuan Pada Keluarga Perkawinan Anak Dan Relevansinya Terhadap Pembelajaran IPS Rogina Aroem Nurjanah; Ali Imron; Sarmini; Katon Galih Setyawan
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkawinan anak merupakan fenomena sosial yang masih banyak dijumpai di masyarakat Indonesia. Praktik ini membawa berbagai konsekuensi sosial, salah satunya adalah munculnya beban ganda yang dialami oleh perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna beban ganda bagi perempuan pada keluarga hasil perkawinan anak serta relevansinya terhadap pembelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan berfokus pada analisis konseptual dan temuan empiris terkait pengalaman perempuan pelaku perkawinan anak. Penelitian ini berlokasi di Desa Lembeyan Wetan. Subjek terdiri dari lima perempuan pelaku perkawinan anak yang diwawancarai secara mendalam. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori konstruksi sosial, teori interaksi simbolik, serta diperkuat oleh teori feminisme dan konstruktivisme. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beban ganda dimaknai sebagai bentuk tanggungjawab dan pengorbanan perempuan dalam menjalankan peran domestik dan peran produktif sekaligus, yang sering kali terjadi pada kehidupan sosial di masyarakat. Beban ganda tersebut tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga pada psikologis dan kesempatan pengembangan diri perempuan. Fenomena ini memiliki relevansi yang kuat dengan pembelajaran IPS, terutama dalam materi isu sosial, relasi gender, dan ketimpangan sosial. Integrasi fenomena beban ganda perempuan dalam pembelajaran IPS dapat menjadi sumber belajar kontekstual untuk menumbuhkan kesadaran kritis peserta didik terhadap realitas sosial dan pentingnya keadilan gender.
Co-Authors Abim Prima Prayoga adib suhail anwari Agung Stiawan Ahmad Agustian Harja Winata Ailsa Fitri Shafwa Aisyaturida Amelia Alfiyah Nahdah Kamilah Amalia Ruhana Amalia Ruhana, Amalia Andika Supriadi Annisa Febrianti Putri Arma Andi Kusuma Asha Asha Asnimawati, Asnimawati Azalia Putri Salsabila CHOIRUL ANNA NUR AFIFAH Cindy Gita Chayani Citra Ardianto Duta Utama David Aditya Decca Pinky Nugroho Delia Rosya Safitri Dini, Cleonara Yanuar Dody Tri Kurniawan Dody Tri Kurniawan Dwi Anindya A Dwi Apriliani Dwi Lorry Juniarisca Eri Setyo Darmawan Fakhris Aulady Farida Farah Zakiya Fathimatus Putri Ardiana Fatma Alfiyana Febryansah Gilang Aris Pradana Fitriyah Amin Daman Galuh Impala Bidari Harrel Ciddan Ika Fatmawati Pramasari Jeremia Advent Liono Katon Katon Ketut Prasetyo Kezia Margareta Fidiantoro Khaulil Maula Maghfiroh Kusnul Khotimah Larastiti Windatari Lathifatus Suniyyah Lutfiya, Indah M. Thoriq Aqilalhasib Mardiyono Mardiyono Maulana Suryananda R Moch. Zakki Mubarok Mochamad Hafid Abdiliah Muhammad Diwanul Mujahidin Muhammad Ilyas Marzuqi Muhammad Niky Nur Komaruddin Mursyidul Ibad Nasution, Nasution Navita Fayola Frihanggrahita Niswatin Niswatin Niswatin Novita Ayu Kurnia Illahi Nurul Hasanah Nurul Hidayat Prastiyono, Hendri Ratih Yuniastri Ratih Yuniastri Reza Dwi Ramadhan Ricardo Tri Kusuma Wardhana Riyadi Riyadi Rogina Aroem Nurjanah Rosa Yanuar Widiyanto Sarmini Sarmini Satwika Arya Pratama Setyawan, Katon Galih Shannon Ellya Marolop Shefira Ninda Kurnia Silvi Nur Afifah Sugiantoro Sugiantoro Sugiantoro Sukma Perdana Prasetya Tukiran Tukiran Tukiran