Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI MIS ATTAQWA 51 Mashuriyah Mashuriyah; Muhamad Taufik Bintang Kejora
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 5, No 2 (2022): PeTeKa: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v5i2.182-186

Abstract

Educational leadership holds is valuable in guiding and mobilising educational companies to achieve the expected goals (Saunders, 1965:39). Educational leadership is a process of influencing, coordinating, mobilising, and changing society’s behaviour to get a proper education. The research objective is to identify the strategies and obstacles that will be faced by the headmaster in increaasing the teacher’s performance of MIS ATTAQWA 51 Bekasi. The method used in this research is a descriptive and qualitative approach. The information collecyed by consultation and observation. The results of this reserach: 1)the school leader’s strategy in increasing the capacity of the teachers : giving assignnments according to graduates, giving a chance to attend a training. 2) the school leader’s strategy in increasing the discipline of the teachers: enforcing the rules that existed in school, introducing a punishment. 3) the school leader’s strategy in advancing the passion of the teachers: creating a balanced position, grouping the teachers equal to their qualifications, equipping the teacher’s equipmeent to help them complete their tasks and giving reward and punishment. 4) the obstacles in creasing the performance of the teachers are inadequate school facilities.
STRATEGI PENGEMBANGAN STRUKTUR ORGANISASI PADA MADRASAH TSANAWIYAH TRIBUANA SAKTI 01 Tiara Permata Putri; Muhamad Taufik Bintang Kejora
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 5, No 2 (2022): PeTeKa: Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v5i2.165-170

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengembangan struktur organisasi lembaga pendidikan Islam pada Madrasah Tsanawiyah Tribuana Sakti 01. Sehingga tujuan dari penelitian ini mengutamakan guna  menjawab pertanyaan tentang strategi seperti apa yang dilakukan Madrasah Tsanawiyah Tribuana Sakti 01 dalam mengembangkan struktur organisasi pada lembaga pendidikannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dimana dalam penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif yaitu mengetahui gambaran fakta penelitian secara terperinci. Proses pengumpulan data berasal dari berbagai macam sumber,  mulai dari pengamatan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa strategi pengembangan struktur organisasi lembaga pendidikan Islam pada Madrasah Tsanawiyah Tribuana Sakti 01 sudah berjalan sesuai dengan tujuan dan visi misi madrasah, sehingga penulis dapat menyimpulkan bahwa strategi pengembangan struktur organisasi pada Madrasah Tsanawiyah Tribuana Sakti 01 dapat dilaksanakan setiap tahunnya dengan mengacu pada rencana kerja tahunan Madrasah, dengan demikian madrasah dapat melakukan pengembangan struktur organisasi melalui pelatihan-pelatihan kepada para pendidik dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan kinerja dalam menjalankan roda organisasi pada  Madrasah Tsanawiyah Tribuana Sakti 01.
Penyuluhan Peran Keluarga Dalam Penguatan Karakter Religius Melalui Kegiatan Pengajian di Majelis Ta’lim Ar-Rahmah Pasawahan Kabupaten Purwakarta Sutarjo Sutarjo; Muhamad Taufik Bintang Kejora
Satwika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): SATWIKA: Volume 2, Number 1, June 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.79 KB) | DOI: 10.21009/satwika.020106

Abstract

Majlis Ta’lim mempunyai peran strategis dalam pembentukan karakter umat Islam khususnya bagi keluarga di Indonesia. Sebagai lembaga pendidikan non formal, peran penting ini perlu mendapatkan perhatian dan prioritas guna menginternalisasikan nilai-nilai penguatan pendidikan karakter (PPK) yang selama ini digaungkan oleh pemerintah. Pasalnya, program PPK tidak akan meraih pencapaian maksimal tanpa mendapatkan dukungan masyarakat sebagai bagian dari tripusat pendidikan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat adalah ceramah dan diskusi melalui aktivitas pengajian di majlis ta’lim. Hasil kegiatan menunjukan adanya peningkatan wawasan, antusias dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya membangun karakter. Masyarakat bersama pengurus majlis Ta’lim bersedia berperan aktif dalam membangun karakter religius, nasionalis, integritas, mandiri dan gotong royong melalui kegiatan sosial keagamaan. Dalam hal ini, majlis ta’lim berkomitmen untuk meningkatkan fungsi kontrol sosial bagi masyarakat sebagai bagian dari upaya membentuk budaya masyarakat berkarakter.
Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Humanistik Melalui Kearifan Lokal dan Nilai Pendidikan Islam Pada Anak Panti Asuhan Muhamad Taufik Bintang Kejora; Achmad Junaedi Sittika; Ahmad Syahid
DHARMA RAFLESIA Vol 19, No 1 (2021): JUNI (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v19i1.14020

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan menginternalisasikan nilai-nilai penguatan pendidikan karakter secara humanistik pada anak panti asuhan Al-Hidayah Purwakarta. Pembentukan karakter diimplementasikan melalui kearifan lokal sunda dan penanaman nilai-nilai pendidikan Islam.Proses pengabdian dilaksanakan secara inovatif melalui kegiatan sosialisasi, kegiatan keagamaan, penyuluhan, pembiasaan,pembelajaran, pemotivasian, games dan pembudayaan. Hasil kegiatan menunjukkan pembinaan karakter secara humanistik menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, rasa saling menyayangi dan saling peduli. Anak belajar dengan riang, aktif, kreatif dan efektif. Melalui penanaman nilai-nilai pendidikan Islam, membantu anak secara mandiri untuk mengembangkan karakter religius, integritas, dan kemandirian.  Melalui kearifan lokal Sunda, menguatkan karakter nasionalis, integritas, gotong royong dan kemandiriaan serta menjadi pribadi cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), singer (mawas diri), dan pinter (cerdas sebagaimana tata nilai masyarakat Sunda
Peran Ketua Yayasan dalam Pengelolaan Kinerja Tenaga Kependidikan di SMP Shidqia Islamic School Bekasi Amelia Amelia; Sya’roni Ma’shum; Muhamad Taufik Bintang Kejora
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.637 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5888

Abstract

pendidikan. Mereka adalah masyarakat yang mendedikasikan waktunya dan dipilih untuk membantu pelaksanaan pendidikan. Seorang administrator dasar diperlukan untuk mengawasi kinerja staf kependidikan. Secara khusus, yayasan berperan penting dalam mengembangkan pendidikan di madrasah yang mayoritas merupakan madrasah swasta. Yayasan ini dikelola oleh tim pelatih, administrator, dan pengawas. Seyogyanya, struktur manajemen memiliki kepala, yang dikenal sebagai ketua. Seorang ketua hadir di sebuah yayasan. Dalam mengontrol efektivitas tenaga pengajar di sekolah itu sendiri, kepala yayasan tidak diragukan lagi memiliki peran. kendalikan pendidikanManajemen kinerja merupakan suatu proses manajerial mengenai perencanaan, evaluasi dan penilaian kinerja perangkat organisasi untuk mewujudkan tujuan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran ketua yayasan terhadap pengelolaan tenaga kependidikan di SMP Shidqia Islamic School. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu melalui metode wawancara. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran ketua yayasan Shidqia Islamic School dalam penyelenggaraan nya cukup baik walau belum sangat maksimal. Selain pembinaan, ketua yayasan juga membantu dalam penyelesaian konflik yang terjadi baik antar individu, maupun yayasan.
Upaya Penanganan Tindakan Bullying melalui Penerapan Pendidikan Karakter pada Siswa Kelas VII di MTs Al-Ikhlas Proklamasi Karawang Nenden Octaviani; Astuti Darmiyanti; Muhamad Taufik Bintang Kejora
FONDATIA Vol 6 No 3 (2022): SEPTEMBER
Publisher : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.865 KB) | DOI: 10.36088/fondatia.v6i3.2024

Abstract

Currently, character education is in the spotlight because of the many moral declines. Character education has become a model of education offered to overcome the moral problems of children in Indonesia. This is related to the increase in juvenile delinquency which causes moral decline in children, one of which is bullying. In this regard, this study aims to help overcome the problem of bullying through the application of character education. The approach used in this study is a descriptive qualitative approach. The process of collecting data in this research is to use the method of interviews, observation and documentation. Then the data were analyzed using descriptive analysis techniques, namely starting from data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this study indicate that there are forms of bullying that occur at MTs Al-Ikhlas Proklamasi Karawang. The forms of bullying that occurred at MTs Al-Ikhlas Proklamasi Karawang were divided into two forms. Namely verbal forms of bullying, such as mocking, shouting, and making fun of calls. While bullying is a social form of exclusion. In the process of implementing character education values ​​at MTs Al-Ikhlas Proklamasi Karawang, it is carried out using three strategies, namely by integrating character values ​​in the teaching and learning process, by habituation and through the culture of the school environment. Efforts made by MTs Al-Ikhlas Proklamasi Karawang in handling this bullying act are in the form of advising and applying the values ​​of character education, but if the student still does not change, the school will call the parents of the students involved in the bullying. Based on the results of this study, the authors hope that the school will pay more attention to the behavior of its students and always instill the values ​​of character education in students
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PANDANGAN ISLAM Ridwan Maulana; Astuti Darmiyanti; Muhamad Taufik Bintang Kejora
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 5, No 3 (2022): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v5i3.491-499

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pendidikan karakter menurut kacamata Islam. Terdapat beragam keunikan yang menjadikan pendidikan karakter menurut perspektif islm berbeda dengan konsep barat. Hal-hal yang membedakan tersebut terlihat dari adanya penegasan untuk menjalankan pedoman-pedoman agama, aturan dan hukum yang menguatkan karakter, persepsi yang berbeda mengenai realitas, ketidaksetujuan akan teori moralitas otonom dari Imanuel Kant, serta memfokuskan tujuan utama seseorang adalah balasan di hari kiamat untuk mendorong seseorang bertindak sesuai moral. Pendidikan  karakter  dalam  hakikatnya  adalah perjalanan nilai-nilai hidup yang bertransformasi dan berkembang sempurna dalam diri  seseorang  yang kemudian melekat dn tercermin dalam  perbuatan  orang itu. Dasar pembentukan karakter itu adalah nilai baik atau buruk. Dalam pandangan Islam, pendidikan karakter sudah lama diterapkan semenjak Islam pertama kali dibawa di dunia bersamaan saat diangkatnya Nabi Muhammad SAW sebagai rasulullah untuk membenahi atau  dalam istilah qur’an menyempurnakan akhlak (karakter) manusia. Adapun karakter utama Nabi Muhammad SAW yang terkenal luas dan patut untuk dijadikan teladan antara lain Shiddiq, Amanah, Tabligh dan Fathanah.Kata Kunci: Pendidikan, Pendidikan Karakter, Islam
Strategi Pemimpin Dalam Membangun Kinerja Tim di Lembaga Pendidikan Islam Tingkat Dasar terkait Beragamnya Karakter Sdm dalam Meningkatkan Lulusan Bermutu Rabiah Al Adawiyah; Muhamad Taufik Bintang Kejora
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 6 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v4i6.3083

Abstract

Kesuksesan seorang pemimpin dalam membangun lembaga pendidikan islam dengan berbagai macam karakter  individu di dalam nya yang merupakan suatu tantangan yang harus dihadapi seorang pimpinan. Oleh karena itu seorang pemimpin atau dapat disebut sebagai seorang khalifah yang dapat diartikan “petunjuk” seseorang yang harus menunjukan jalan terbaik kepada tim yang dikelola nya agar dapat sama – sama membangun lembaga pendidikan yang baik, kompak dan dapat mencapai visi misi serta tujuan secara bersama. Dan oleh sebab itu seorang pemimpin harus mempunyai strategi dalam membangun tim yang baik hal ini dilakukan agar dapat mencetak lulusan yang bermutu.Banyak sekali lembaga pendidikan islam yang sukses walaupun di dalam nya terdapat karakter yang berbeda-beda karena lembaga tersebut memiliki pemimpin yang memiliki strategi dalam membangun tim yang mampu bekerja sama dan menjalankan tugasnya dengan efektif dan efisien. Karena dengan adanya kinerja yang baik antar sdm satu sama lain maka akan mampu mendorong lembaga tersebut untuk terus meningkatkan kualitas mutu lulusan pada setiap tahun nya.Kualitas suatu lembaga pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi pandangan masyarakat agar memiliki daya ketertarikan dalam menggunakan jasa pendidikan di setiap lembaga pendidikan
Pendidikan Karakter Berbasis Pesantren Melalui Pembelajaran Daring di Madrasah Aliyah Fathanul Burhan Karawang Muhamad Rifki Ramdani; Astuti Darmiyanti; Muhamad Taufik Bintang Kejora
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4090

Abstract

Penelitian ini bertolak dari masalah semakin maraknya penyimpangan perilaku dan menurunnya kualitas aplikasi nilai-nilai karakter bangsa di tengah-tengah masyarakat masyarakat, terutama pada kalangan pelajar. Muncul desakan pentingnya pendidikan yang dapat mengatasi problematika karakter yang menimpa para pelajar yang notabene menjalani proses pendidikan dan pembentukan karakter. Pondok pesantren pun menjadi lembaga pendidikan yang dipromosikan mampu menjawab tantangan tersebut. Pesantren yang semula diangap lembaga pendidikan termarginalkan, kini justru menjadi lembaga pendidikan yang mampu membawa angin segar dalam pembentukan sikap mental peserta didik agar memiliki akhlak yang baik dan menjadi generasi penerus bangsa yang gemilang dengan menanamkan nilai-nilai ilahiyah dan insaniyah. Namun, Masalah baru juga muncul ketika proses pembelajaran tatap muka dialihkan ke pembelajaran online. Ini tentunya berdampak besar terhadap terselenggaranya pendidikan karakter berbasis pesantren yang pada dasarnya membutuhkan kontak tatap muka antara guru dan siswa. Penelitian menerapkan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah pembelajaran akidah ahlak di kelas X Madrasah Aliyah Fathanul Burhan Karawang. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, dan selanjutnya penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data bahwa pendidikan karakter berbasis pesantren dalam pembelajaran akidah akhlak secara online mampu menumbuhkan beberapa nilai karakter, diantaranya nilai agama, kedisiplinan nilai, nilai kemandirian, nilai tanggung jawab, cinta lingkungan dan kepedulian sosial.
Project-Based Learning Through a Heutagogic Approach in Higher Education: Challenges, Technology and Implementation Sutarjo Sutarjo; Acep Bahrum Kamil Acep Bahrum Kamil; Sya'roni Ma'shum Ma'shum; Wafa Haifa Zahra; Muhamad Taufik Bintang Kejora; Ade Irvi Nurul Husna
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 1 (2025): MARCH 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i1.6026

Abstract

This study explores the implementation of Project-Based Learning (PBL) with a heutagogic approach in universities to enhance student autonomy and critical thinking. An explanatory sequential mixed-methods design was used, combining quantitative surveys with qualitative interviews, observations, and document analysis. The study involved 150 students from three universities in West Java. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics in IBM SPSS 24, while qualitative data were examined through thematic analysis and triangulation techniques. Findings indicate that PBL with a heutagogic approach follows seven systematic steps: problem identification, learning objective formulation, project strategy planning, information collection, project execution, presentation of results, and reflection. This method significantly enhances students’ critical thinking, creativity, and independent learning skills. However, challenges include limited technological resources, the need for more structured lecturer guidance, and student time management issues. Technological tools such as Google Classroom, Zoom, and presentation software support PBL effectiveness, though unequal access to technology remains a constraint. Addressing these challenges requires institutional investment in infrastructure, faculty training, and policy development to foster autonomous and collaborative learning environments. The findings provide insights for higher education institutions on optimizing heutagogic-based PBL to develop graduates equipped with the skills needed in the modern workforce.