Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISA PENGARUH WATER HAMMER TERHADAP FLEKSIBILITAS PIPA LINE DISCHARGE PUMP Pekik Mahardhika; Ekky Nur Budiyanto
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 10, No 2 (2019): JURNAL SIMETRIS VOLUME 10 NO 2 TAHUN 2019
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.496 KB) | DOI: 10.24176/simet.v10i2.3039

Abstract

Makalah ini mengkaji besarnya tegangan pipa akibat fenomena water hammer. Water hammer terjadi pada proses pendistribusian dari TPL menuju Terminal BBM di Surabaya (jalur pipa discharge pump). Check valve di pipa line discharge pump telah mengalami kerusakan akibat fenomena water hammer. Water hammer merupakan beban dinamis dari fluida karena kenaikan tekanan secara tiba-tiba. Water hammer menimbulkan getaran dan resonansi sehingga mempengaruhi fleksibilitas pipa. Tujuan analisa ini untuk mendapatkan besarnya fleksibilitas akibat water hammer menggunakan metode numerik berdasarkan kriteria ASME B31.4 dan API 610. Hasil analisa menunjukkan bahwa tegangan saat water hammer tidak memenuhi kriteria ASME B31.4 dan beban nozzle pompa juga tidak memenuhi kriteria API 610.
PENENTUAN ALLOWABLE SPAN ANTAR PENYANGGA PIPA SLF BERDASARKAN TEGANGAN, DEFLEKSI, FREKUENSI ALAMI Pekik Mahardhika
Jurnal IPTEK Vol 21, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2017.v21i2.149

Abstract

Industri minyak pelumas merupakan industri yang berkembang pesat. Proses pengolahan industri minyak pelumas ada 3 tahapan proses yaitu Pre-flash, Thermal de-asphalthing dan Hydrofinishing. Proses hydrofinishing dibagi menjadi 3 produk oli yaitu Spindel Lube Fraction, High Lube Fraction, Light Lube Fraction. Di industri minyak pelumas terdapat sistem perpipaan SLF (Spindel Lube Fraction). Spindel Lube Fraction dari pompa menuju kondensor. Pipa dan fluida memiliki berat sehingga memerlukan penyangga. Maksimum jarak  yang diijinkan antara penyangga pipa dibatasi 3 faktor utama yaitu tegangan tekuk, defleksi vertikal, dan frekuensi alami. Pipa yang terhubung dengan pompa (Pulsation line) harus memiliki frekuensi alami lebih dari 8 cps. Penelitian bertujuan untuk menentukan maksimum jarak yang diijinkan penyangga pipa dengan perhitungan berdasarkan batasan tegangan, defleksi, dan frekuensi alami. Maksimum jarak yang diijinkan antara penyangga pipa sebesar 9,18 ft (2800 mm) dan pipa memiliki frekuensi alami sebesar 14,41 cps. Jumlah penyangga yang dibutuhkan pada jalur pipa Spindel Lube Fraction yaitu 11 buah penyangga.
ANALISIS PERBANDINGAN PERENCANAAN METODE CPM PROYEK ICCP MENGGUNAKAN VARIASI PELETAKAN GROUNDBED PADA LINE PIPA GAS EKSISTING PERUSAHAAN PUPUK Vitalia Dian Novita; Bambang Antoko; Pekik Mahardhika
Jurnal Teknologi Terapan Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.699 KB) | DOI: 10.31884/jtt.v5i1.119

Abstract

Perusahaan pupuk di Indonesia didirikan untuk memenuhi kebutuhan pertanian dan pangan nasional. Untuk menunjang pelayanan distribusi maupun proses, sistem perpipaan di dalamnya didesain dengan memperhatikan performanya, termasuk pada proteksi katodiknya. Pada salah satu pabrik di perusahaan pupuk yang diteliti sedang memiliki permasalahan proteksi katodik sehingga membutuhkan pergantian sistem proteksi dari SACP yang sudah ada menjadi ICCP. Mengacu pada penelitian sebelumnya dan berdasarkan kondisi area yang sudah ada, variasi penempatan groundbed dapat dilakukan untuk dianalisa mana yang paling tepat digunakan untuk sistem perpipaan di perusahaan pupuk tersebut. Sebanyak 5 titik lokasi telah dipilih berdasarkan pertimbangan kondisi area sesuai dengan sketsa terlampir. Langkah pertama adalah melakukan perhitungan teknis pada masing-masing variasi, kemudian melakukan perencanaan proyek yang selanjutnya dianalisa keunggulan dari hasil perhitungannya. Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa sistem ICCP dengan menggunakan 2 groundbed tipe 3 adalah yang paling efektif digunakan untuk sistem perpipaan eksisting pada pabrik yang diteliti karena memiliki keunggulan terbanyak dibandingkan variasi yang lain.
EVALUASI INSTALASI PLUMBING AIR BERSIH RUMAH TIPE 42 MENGGUNAKAN PIPE FLOW EXPERT BERDASARKAN SNI 03-7065-2005 DAN BS 6700 Pekik Mahardhika
Jurnal Teknologi Terapan Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.053 KB) | DOI: 10.31884/jtt.v4i1.68

Abstract

Sistem plumbing adalah sistem perpipaan yang berhubungan dengan perancangan dan instalasi penyaluran air dalam suatu bangunan rumah, gedung, dan lain-lain. Saat ini kebutuhan instalasi plumbing berkembang pesat seiring permintaan pembangunan perumahan yang signifikan. Sistem plumbing air bersih bertujuan menyediakan penyaluran air bersih untuk kebutuhan pemakai rumah tipe 42 di Perumahan Kartika Chandra Sidoarjo. Permasalahan yang sering terjadi dalam sistem plumbing adalah tidak diketahuinya tekanan, laju aliran, kecepatan aliran, dan kerugian head-head pada pipa sehingga distribusi air disetiap cabang pipa belum tentu sesuai persyaratan SNI 03-7065-2005 dan BS 6700. Oleh karena itu perlu mengevaluasi instalasi sistem plumbing air bersih terhadap persyaratan SNI 03-7065-2005 dan BS 6700. Parameter utama meliputi kebutuhan air bersih, tekanan, laju aliran, kecepatan aliran, dan tipe aliran. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa laju aliran belum memenuhi persyaratan SNI 03-7065-2005 dan BS 6700, tekanan pada node 14 dan 30 yang memenuhi persyaratan SNI 03-7065-2005 dan BS 6700, hanya kecepatan aliran yang memenuhi persyaratan SNI 03-7065-2005, dan tipe aliran dalam pipa jenis turbulen.
DESAIN PELETAKAN PENYANGGA DAN EVALUASI TEGANGAN PADA SISTEM PERPIPAAN FLUIDA MASSECUITE DARI REHEATER MENUJU FEED MIXER Pekik Mahardhika
Jurnal Teknologi Terapan Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.395 KB) | DOI: 10.31884/jtt.v6i1.247

Abstract

The sugar industry is a very important industry in Indonesia to meet the needs of the domestic market. One of the products of the sugar company is white crystal sugar. In the process of producing white sugar there is a fluid called Massecuite. Massecuite is a mixture of fluid crystals of sugar and water. Massecuite can cause sedimentations and blockages in the pipeline from the heater to the feed mixer. The line pipe from the reheater to the feed mixer has been redesigned. But the line pipe has not been designed for laying penyangga and evaluate piping stress. So that the line pipe needs to be designed for laying penyangga and evaluate piping stress. Evaluation of piping stress accordance to ASME B31.3 Process Piping. This evaluation aims to ensure that the line pipe design comply with ASME B31.3 requirements. The evaluation results evidence that the stress in the line pipe from the reheater to the feed mixer still meets the ASME B31.3 criteria. The line pipe design from the reheater to the feed mixer can be declared safe.
PENERAPAN METODE TIME HISTORY UNTUK FENOMENA WATER HAMMER Pekik Mahardhika
Jurnal Teknologi Maritim Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Teknologi Maritim
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) - PPNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jtm.v1i2.432

Abstract

Makalah ini mengkaji besarnya fleksibilitas dan frekuensi alami pipa akibat beban dinamis dari fenomena water hammer menggunakan metode time history. Metode time history adalah metode analisis untuk menentukan beban dinamis yang memiliki waktu lama atau pendek seperti water hammer, gempa bumi, dan lain-lain. Beban dinamis adalah gaya yang bekerja (eksitasi) pada struktur sistem perpipaan yang bervariasi terhadap waktu. Tujuan dari metode time history ini untuk mendapatkan besarnya fleksibilitas dan frekuensi alami pipa akibat beban dinamis pada pipa blowdown agar menjamin keamanan rancangan dan operasional pipa Simulasi dilakukan dengan cut off frequency 54,31 Hz dan 31 mode dengan durasi 2,14 detik. Dari hasil analisa tegangan diperoleh total tegangan pipa masih masih memenuhi kriteria tegangan ijin ASME B31.3. Dari hasil analisa frekuensi alami diperoleh frekuensi alami mode terkecil yaitu 1,75 Hz dan tidak memenuhi kriteria DNV-RP-D101.
Application Of the Finite Element Method for Evaluating the Stress Due To Operating Load In High Energy Piping System Pekik Mahardhika; Adi Wirawan Husodo; Ekky Nur Budiyanto; Benedita Dian Alfanda; Rina Sandora
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Department of Marine Engineering, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v10i2.6379

Abstract

The stress value of the piping system will change during operating conditions. The stress value affects the integrity of the piping system. Excessive stress will cause deformation and damage to the piping system. The operating condition parameters of the piping system are temperature and pressure. The High-Energy Piping (HEP) system is subjected to high pressures and temperatures, which can cause significant stresses on the piping components. So stress analysis needs to be carried out to ensure that the piping system has strength and flexibility. The Cold Reheat Pipe (CRP) steam line is one of the High-Energy Piping Systems in this steam power plant. CRP consists of CRP BS 130 and CRP BS 131. This paper is about evaluating the stress due to operating loads in 2024 (temperature, pressure, and remaining thickness) for steam lines on the high-energy piping system using the finite element method and refers to ASME B31.1. The output stress values in the piping system in this paper consist of stress due to sustained load, stress due to thermal load, and hoop stress. The CRP BS 130 modeling results show the maximum stress due to sustained load (166.6 kg/cm2), the maximum stress due to the thermal load (112.8 kg/cm2), and the maximum hoop stress (855.6 kg/cm2). The CRP BS 131 modeling results show the maximum stress due to sustained load (974.2 kg/cm2), the maximum stress due to the thermal load (123.5 kg/cm2), and the maximum hoop stress (938.9 kg/cm2). The results of the stress evaluation due to the operating load were still below the allowable stress and are still permitted by the ASME B31.1 Code.