Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

RISK ASSESSMENT ON INSTALL AND DISMANTLE SCAFFOLDING USING TASK RISK ASSESSMENT METHOD Azura, Talitha Cornelia; Ashari, Moch. Luqman; Sandora, Rina
Tibuana Vol 2 No 02 (2019): Tibuana
Publisher : UNIPA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/tibuana.2.02.1940.9-13

Abstract

Accidents can occur anytime and anywhere such as accidents that occur at work at height. This study aims to identify and analyze potential hazards in the install and dismantle scaffolding work using TRA (Task Risk Assessment) method. The results of the risk assessment using TRA on this work obtained four job description with 2 jobs at low risk, namely initial risk of 4 and after controlling for residual risk of 2. For install and dismantle scaffolding show that medium risk was obtained with an initial risk of 12 and after controlling, the residual risk becomes 9.
Hazard Identification and Risk Assessment with Recommended Alternative Solutions Using the Benefit Cost Analysis Method Sandora, Rina; Putra, Fani Sandy; Anindita, Galih
Tibuana Vol 4 No 02 (2021): Tibuana
Publisher : UNIPA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/tibuana.4.02.4013.120-124

Abstract

Determination of hazard identification and risk assessment on the company can not be separated from the calculation of the cost budget. The aim is to provide recommendations and calculate the profit rate using the Benefit Cost Analysis (BCA) method so that the company will more easily determine the most appropriate and needed alternative in the company. From the incremental analysis calculation, an alternative solution and value obtained from BCA are gas detector H2S B / C ratio 1.14, crane certification B / C ratio 3.66, welding helmet B / C ratio value 5.53, wire rope B / C ratio value of 5.19, O2 detector value of B / C ratio 6.11, small handtruck value of B / C ratio 18.1, fire dry chemical powder B / C ratio value of 22.27, N2 gas detector value of ratio B / C 1.53.
Learning Achievement Analysis of Male and Female Students at the PPNS and Polmed to Meet the Global Challenges Sandora, Rina; Syahdewa, Budi Indra
Tibuana Vol 3 No 01 (2020): Tibuana Vol.3 No.1 Tahun 2020
Publisher : UNIPA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/tibuana.3.01.2198.30-36

Abstract

Industry revolution 4.0 era provides opportunities as well as threats for the students and alumni graduated from vocational education. Man roles are gradually taken by automatic machines. Consequently, unemployment is increasing. This certainly will contribute to the either local or national problems. Therefore, vocational education students have to intensify their learning achievements. This study discusses the learning achievements of the male and female students at the Shipbuiding Institute of Polytechnic Surabaya (PPNS) and Medan State Polytechnic (Polmed). The analysis of learning achievements in this study used the documentation data of the GPA in scale 4, taking the whole population either male (M) or female (F) in the academic year 2015/2016, 2016/2017, and 2017/2018. In the last three years, total PPNS’s graduates are 1959 (1418 male, 541 female) and Polmed’s are 5938 (2821 male, 3117 female). Based on the descriptive quantitative analysis, the average of learning achievements at PPNS shows that accumulated GPA of the female students’ is 3.39 > male students’ 3.28. While at Polmed, it is GPA of female students’ is 3.27 > male students’ 3.14. Total of students is still gender imbalance referring to the graduates data in year 2018 for PPNS’ Welding Study Program in which having only two female students with average GPA 3.41 and 53 students with average GPA 3.15, meanwhile at Polmed, the total students with largest gap in gender occured at the Mechanical Engineering Study Program with total of male students 240 (average GPA 3.10) and female students only 11 (average GPA 3.20). This result indicates that in these two vocational educational institutions, e.i. PPNS and Polmed, the learning achievement of female students is betterand more competitivable than the other
Analisis Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Loyalitas Karyawan dan Keterkaitannya dengan Kesehatan Renanda Nia Rachmadita; Dewi Kurniasih; Rina Sandora
Jurnal Teknik dan Manajemen Industri Vol 6, No 2: Desember 2011
Publisher : Teknik dan Manajemen Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan yang memiliki karyawan yang loyal akan menunjukkan performansi yang lebih baik dan seringkali akan mengakibatkan konsumen yang lebih loyal. Budaya juga memiliki fungsi penting bagi perusahaan. Budaya memberikan orientasi kepada manusia berkenaan dengan bagaimana melakukan tindakan pada situasi tertentu. Seringkali kurangnya perhatian pihak manajemen menyebabkan menurunnya loyalitas karyawan, dan hal ini berantai dimana budaya organisasi mempengaruhi pekerja khususnya dari sisi kesehatan psikologi pekerja, salah satunya dapat diamati dari tensi tekanan darah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor budaya organisasi pada PT. X dan menguji pengaruh faktor-faktor budaya organisasi tersebut terhadap loyalitas karyawan di PT. X. Selain itu juga menghubungkan antara budaya organisasi dengan hasil pemeriksaan tekanan darah dari pekerja, serta hubungan antara tingkat loyalitas karyawan dengan hasil pemeriksaan kesehatan. Dengan menggunakan analisis faktor diperoleh faktor-faktor pembentuk budaya organisasi di PT. X dan analisis multiple regression untuk menguji pengaruh budaya organisasi terhadap loyalitas karyawan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor budaya organisasi pada PT. X adalah orientasi pada konsumen, kepemimpinan, harmoni, job challenge, pengakuan kepada karyawan, orientasi pada pekerjaan, orientasi pada orang, kreativitas, tanggungjawab terhadap masyarakat, pengembangan karyawan, social cohesion dan team building. Dari hasil uji dapat diketahui bahwa p=0,109 (p0,05) maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kenaikan tekanan darah dengan budaya organisasi. Sedangkan berdasarkan uji regresi logistik mempengaruhi kenaikan tekanan darah p=0,039 (p0,05) hal ini menunjukkan faktor loyalitas memiliki pengaruh pada peningkatan tekanan darah.
PROJECT SCHEDULING ANALYSIS USING PRECEDENCE DIAGRAM METHOD (PDM) Andani Devi Novitasari; Rina Sandora; Rahandini Lukita Lestari
Journal of Engineering and Management in Industrial System Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Badan Penerbit Jurnal, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.543 KB) | DOI: 10.21776/ub.jemis.2018.006.01.5

Abstract

Many obstacles that affect the completion of the project late, like: weather, late general plan approval, late material arrival, less skills and others. The Precedence Diagram Method is the method used to create network planning especially project scheduling. This research will examine how to plan the proper project scheduling of Pressure Vessel project of PT Wika Technip which is done by PT. Barata Indonesia by using PDM.The results obtained from the cost calculation at 252 days of project life have total project cost of Rp.6.131.093.885,00 and at project age 243 days total project cost is Rp.6.236.994.056,00. In this case it is known that there is an increase in total cost of Rp.105.900.171,00 and the time difference of 9 days when the acceleration is done on the project duration from 252 days to 243 days.
Kerja Bakti dan Pemasangan Alat Filtrasi Sebagai Sarana Mitigasi Dampak Sumber Air yang Tercemar di Dusun Sungaigeneng, Lamongan Ramadani, Tarikh Azis; Tamimah, Ni’ matut; Julianto, Eko; Prasojo, Budi; Sandora, Rina; Wismawati, Endah
Jurnal Cakrawala Maritim Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Cakrawala Maritim
Publisher : P3M Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35991/jcm.v7i2.26

Abstract

Air bersih merupakan sumber daya yang sangat penting bagi eksistensi manusia dan merupakan aspek fundamental dari kehidupan yang berkelanjutan. Namun, berbagai faktor seperti perubahan iklim, urbanisasi, dan degradasi lingkungan menjadi tantangan yang signifikan bagi masyarakat untuk mendapatkan air bersih yang cukup. Sebagai salah satu provinsi di Indonesia, Jawa Timur masih menghadapi tantangan yang signifikan dalam memastikan akses air bersih bagi penduduknya, sebuah masalah yang masih terus berlanjut meskipun pembangunan di wilayah ini telah berjalan dengan baik. Salah satu daerah yang diidentifikasi mengalami tantangan tersebut adalah Dusun Sungaigeneng di Lamongan, Jawa Timur. Hal ini mendorong tim pengabdian untuk merancang solusi di lokasi tersebut. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan riset aksi partisipatif. Penyediaan layanan masyarakat dan pemasangan alat filtrasi digunakan sebagai cara untuk mengatasi masalah sumber air yang mengandung kadar kapur dan padatan yang tinggi. Alat filtrasi telah dipasang di Masjid Sungaigeneng dan merupakan strategi mitigasi yang potensial untuk mengurangi kandungan zat kapur dan padatan, sehingga menciptakan sumber air bersih dan mendukung kehidupan yang berkelanjutan.
PENENTUAN FAKTOR KEAMANAN MATERIAL GANJAL KAPAL UNTUK DOK GALANGAN KAPAL Mochamad Yusuf Santoso; Kartika Indira Putri; Rina Sandora
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 20 No. 2 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v20i2.3248

Abstract

Docks at the shipyard company have the potential danger due to failure in the ship shocks. It causes damage to the ship and accidents on ship repair and maintenance work because the entire weight of the ship fully rests on the docking blocks. One of the reasons for the failure of the docking blocks is the error in the selection of materials used, so it is not strong to support the ship hull on it. Therefore, this research was conducted to provide recommendations for docking block wood type for docks at shipyards. Recommendations are made by comparing the wood used today with the wood that has a higher strength level according to PKKI 1961 and making comparisons with SNI 7973-2013 regarding design specifications for wood construction to determine the mechanical properties of each wood. Mechanical property values are used as material properties for loading simulation using Ansys software. There are three observed parameters: von mises stress value, total deformation and safety factor. Based on the results, the strongest and the safest woods for docking blocks are Ironwood, Bangkirai wood, Meranti wood and tamarind wood, respectively.
Analisis Harga Pokok Produksi Kapal 30 GT Pole and Line Menggunakan Metode Job Order Costing (Studi Kasus Pada Perusahaan Produksi dan Perawatan Kapal) Kartika Agustin Nirmalasari; Rina Sandora; R.A. Norromadani Y
Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application Vol 1 No 1 (2017): Conference on Design and Manufacture and Its Aplication
Publisher : Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perhitungan biaya yang digunakan disalah satu Perusahaan Produksi dan Perawatan Kapalyang diteliti peneliti masih terdapat kelemahan yaitu perusahaan masih menggunakan perhitunganharga pokok produksi dengan metode tradisional dan perkiraan. Permasalahan yang ada di dalamperusahaan yaitu perusahaan belum melakukan perhitungan penyusutan peralatan dan mesin,kurang spesifik dalam menggolongkan biaya sesuai dengan jenis-jenis biaya, perusahaan hanyamencatat jumlah uang yang diterima dan dikeluarkan tersebut masih belum baku serta variabel danpenyusunannya masih belum detail terperinci tidak begitu akurat. Pencatatan yang manual dinilaikurang efektif dalam memenuhi kebutuhan informasi perusahaan. Perusahaan Produksi danPerawatan Kapal yang diteliti peneliti memulai kegiatan produksi Kapal berdasarkan pesanan yangditerima maka jenis metode perusahaan yang tepat digunakan adalah Job Order (pesanan).Perhitungan harga pokok di perusahaan berdasarkan pesanan maka dapat di tetapkan dengan JobOrder Costing dengan pendekatan secara full costing. Komponen biaya meliputi dua jenis biayayaitu biaya langsung dan tidak langsung.Perhitungan harga pokok produksi Kapal 30 GT pole andline menggunakan metode Job Order Costing sebesar Rp. 1.207.706.757,39. Perhitunganmenggunakan metode perusahaan sebesar Rp. 1.194.636.300,00 terdapat selisih sebesar Rp.13.070.457,99 lebih besar perhitungan Job Order Costing . Selisih ini disebabkan beberapakomponen biaya produksi pada perhitungan perusahaan tidak dihitung dan dikalkulasi.
Analisis Penjadwalan Proyek Struktur Rom Bin Menggunakan Metode Project Evaluation and Review Technique (PERT) di PT. Lintech Duta Pratama Laras Gayuh Kartika Wulan; Rina Sandora; Yesica Novrita Devi
Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application Vol 1 No 1 (2017): Conference on Design and Manufacture and Its Aplication
Publisher : Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek struktur Rom Bin merupakan struktur yang dipesan oleh perusahaan pertambangan diBanyuwangi dengan tonnage 76,47 ton. Rom Bin merupakan suatu struktur yang dibangun denganspesifikasi material khusus karena di pesan dengan fungsi yang fokus pada kekuatan dan lamawaktu pemakaian. Dengan spesifikasi tersebut tentunya mengakibatkan perbedaan perlakuan danlama waktu proses pengerjaan. Sehingga diperlukan suatu sistem penjadwalan yang tepat agarproyek dapat berjalan dengan tepat waktu dan biaya.Proses penjadwalan pada proyek akanmenjadi lebih akurat apabila menggunakan metode PERT. Ketidakpastian waktu pengerjaan proyekdicerminkan dengan tiga estimasi yaitu durasi optimis (to) , most likely (tm) dan durasi pesimis (tp).Dan dalam penggunaanya digunakan nilai rata-rata (te) dari ketiga cerminan waktu tersebut untukmenentukan umur proyek serta pembuatan kurva probabilitas. Dari nilai rata-rata durasi tersebutpula akan dilakukan analisa menggunakan crashing terhadap waktu optimum pengerjaan proyekdengan menggunakan konfigurasi penambahan jam kerja (man hours). Hasil analisis waktupengerjaan proyek menggunakan metode PERT adalah 174 hari dengan biaya Rp. 370.355.800,-.Untuk mendapatkan suatu proyek memiliki nilai yang tepat waktu dan biaya maka dilakukanperhitungan optimum menggunakan metode crashing dengan konfigurasi penambahan jam lemburyang menghasilkan waktu optimum proyek selama 154 hari dengan total biaya Rp. 359.208.356,-.
Perencanaan Interval Perawatan Mesin Blow Moulding Type HBD 1 dengan Metode Reliability Centered Maintenance (RCM) di Perusahaan Manufaktur Plastik Anggrik Dwi Merari; Rina Sandora; Tri Andi Setiawan
Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application Vol 1 No 1 (2017): Conference on Design and Manufacture and Its Aplication
Publisher : Proceedings Conference On Design Manufacture Engineering And Its Application

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peruhaan manufactur plastic yang menjadi objek penelitian merupakan perusahaan bonafit yang bergerak di bidang industri plastik dan industri lainnya yang menggunakan bahan pokok plastik danfiber glass.Jenisprodukyangdihasilkanberupabotolplastik,botolairgalon,sikatgigi,mould laminating tube dan plastik tub. Dalam penelitian kali ini, penelitian mengkhususkan pada Blow Moulding Departement.. Metode RCM memiliki banyak keuntungan antaranya dapat menjadikan program perawatan yang paling efisien dan memiliki biaya perawatan yang rendah, serta meminimasi peluang kegagalan secara mendadak dan meningktakan umur serta keandalan peralatan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kegagalan, menentukan perawatan yang sesuai serta menentukan interval perawatan yang optimal. Data yang digunakan yaitu data kegagalan januari2016 – September 2016,selama periode ini terdeteksi 103 bentuk kegagalan. 7 dari 9 komponen mesin yang kritis karena memiliki nilai RPN yang tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 5 komponen yaitu Unit Control dengan Preventive maintenance 43 jam, Gripper dengan Preventive maintenance 168 jam, Block Valve Blowing dengan Preventive maintenance 168 jam. Deflashing dengan Preventive maintenance 43 jam dan Extruder dengan Preventive maintenance 168 jam, yang meningkat keandalanya setelah dilakukan Preventive Maintenance dan 2 komponen lainnya, Hydrolic dan Brush protection, tidak memerlukan preventive maintenance karena hanya akan menimbulkan biaya tanpa meningkatkan keandalanya.