Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

The research result Gambaran Status Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Putri di SMPN 1 Mantingan: Indonesia Ucik Celsia Ningrum; Dewi Kartika Sari
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 8 No. 2 (2023): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v8i2.359

Abstract

Pendahuluan: Masa remaja merupakan masa peralihan antara masa anak-anak menuju masa dewasa yang diawali dengan terjadi kematangan seksual. Remaja di Indonesia saat ini sedang mengalami peningkatan kerentanan terhadap berbagai ancaman risiko kesehatan terutama yang berkaitan dengan kesehatan seksual dan reproduksi. Jumlah remaja pada tahun 2022 menurut data BPS (Badan Pusat Statistik) dari umur 15-19 tahun adalah 22.176.543 jiwa atau 8,05% dari total jumlah penduduk Indonesia. WHO menekankan pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi kepada kelompok remaja awal usia 10-14 tahun. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dengan sampel 60 responden. Menggunakan kuesioner petunjuk teknik penjaringan kesehatan dan pemeriksaan berkala anak usia sekolah dan remaja. Hasil: Gambaran status kesehatan reproduksi mayoritas memiliki kategori kesehatan reproduksi yang kurang baik, dengan banyak remaja putri mengalami masalah keputihan dan gatal di area genitalia. Kondisi ini memerlukan perhatian dan upaya sosialisasi yang lebih intensif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesehatan reproduksi remaja di sekolah tersebut. Simpulan: Gambaran status kesehatan reproduksi pada remaja putri di SMPN 1 Mantingan didominasi oleh kategori kurang, dengan 37 responden atau sebesar 61,7% mengalami kondisi kurang pada kesehatan reproduksi.
Hubungan Usia Ibu Postpartum dengan Kejadian Depresi Postpartum di Posyandu Desa Wadunggetas: Hubungan usia ibu post partum dengan kejadian depresi post partum di posyandu desa wadunggetas Sinta Septiana Devi; Dewi Kartika Sari
Jurnal Keperawatan Duta Medika Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Keperawatan Duta Medika
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/dutamedika.v3i2.2605

Abstract

ABSTRACT Introduction: Postpartum depression is a mood disorder that occurs after childbirth. This disorder reflects the psychological dysregulation that is a hallmark of major depressive symptoms. Based on the WHO report it is estimated that Postpartum women who experience mild postpartum depression range from 10 per 1000 live births and moderate or severe postpartum depression range from 30 to 200 per 1000 live births.Objectives: This study aims to analyze the relationship between postpartum maternal age and the incidence of postpartum depression at the posyandu in Wadunggetas villageMethods: The research subjects were 22 postpartum mothers at posyandu in Wadunggetas village. This study used the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) questionnaire. Data were analyzed with statistical product and service solutions (SPSS).Results: the results showed that the Rank-Spearman test proved that there was a relationship between postpartum maternal age and the inicidence of postpartum depression at the posyandu wadunggetas village with p value=0,006 the incidence of postpartum depression at posyandu using the EPDS questionnaire was 9 postpartum mothers (40.9%) who just had a baby or experienced the baby blues, 6 postpartum mothers (27.3%) showed symptoms of depression. The risk factors obtained in this study were postpartum maternal age 35 years.Conclusions: the incidence of postpartum depression at the posyandu in Wadunggetas village based on the EPDS score is 40.9%.Keyword: Age, Postpartum, Depression Pendahuluan: Postpartum depresi merupakan gangguan mood yang terjadi setelah melahirkan. gangguan ini merefleksikan disregulasi psikologikal yang merupakan tanda dari gejala-gejala depresi mayor. Berdasarkan laporan WHO diperkirakan wanita melahikan yang mengalami Postpartum Depresi ringan berkisar 10 per 1000 kelahiran hidup dan Postpartum Depresi sedang atau berat berkisar 30 sampai 200 per 1000 kelahiran hidup.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia ibu postpartum dengan kejadian depresi postpartum di posyandu desa Wadunggetas.Metode: Subjek penelitian adalah 22 ibu postpartum di posyandu desa Wadunggetas. Penelitian ini menggunakan kuesioner Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Data dianalisa dengan statistical product and service solutions (SPSS).Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa uji Rank-Spearman membuktikan adanya hubungan antara usia ibu postpartum dengan kejadian depresi postpartum di posyandu desa wadunggetas dengan p value =0,006. kejadian depresi postpartum di posyandu menggunakan kuesioner EPDS sebanyak 9 ibu postpartum (40,9%) baru pengalaman memiliki bayi atau mengalami baby blues,6 ibu postpartum (27,3%) menunjukkan gejala depresi.faktor resiko yang didapat dalam penelitian ini adalah usia ibu postpartum 35 tahun.Kesimpulan: kejadian depresi postpartum di posyandu desa Wadunggetas berdasarkan skor EPDS adalah 40,9%.Kata Kunci: Usia, Depresi, Postpartum Jurnal Keperawatan Duta Medika diterbitkan oleh Universitas Duta Bangsa Surakarta.Website: ojs.udb.ac.id
BUBUR TEMPE MEMBANTU PENANGANAN DIARE PADA BALITA Dewi Kartika Sari; Anjar Nurrohmah
GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2019): MEI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gemassika.v3i1.309

Abstract

Latar Belakang: Penyakit diare dapat terjadi karena konsumsi makanan maupun minuman yang terkontaminasi oleh bakteri, virus, atau parasit. Mayoritas penderita diare adalah anak berusia dibawah lima tahun (balita) dengan prevalensi sebesar 12,2%.  Penyakit diare dapat berakibat fatal apabila penderita diare mengalami dehidrasi berat. Pemberian bubur tempe kepada penderita diare ini dapat mempersingkat durasi diare akut serta mempercepat pertambahan berat badan setelah menderita diare akut. Hasil wawancara pada ibu-ibu yang mempunyai anak Balita di wilayah Gendengan, Wirun, Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo didapatkan mayoritas belum mengetahui tentang penanganan diare pada balita dengan bubur tempe.  Tujuan: Memberikan pengertian kepada masyarakat bahwa bubur tempe dapat mengobati diare pada balita. Metode: yang diterapkan dalam pengabdian masyarakat adalah sosialisasi dan pendidikan kesehatan mengenai penyakit diare dan penatalaksanaannya dengan pemberian bubur tempe. Kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan pada hari Selasa tanggal 27 Februari 2018 di rumah warga di Desa Gendengan Wirun Kecamatan Mojolaban Sukoharjo. Kegiatan pengabdian masyarakat diikuti oleh 35 orang. Hasil: Observasi dari kegiatan penyuluhan kesehatan ini, bahwa mayoritas peserta aktif dalam mengajukan pertanyaan maupun menjawab pertanyaan yang diberikan oleh tim pengabdian masyarakat serta dapat mendemonstrasikan kembali cara pembuatan bubur tempe. Pemberian pendidikan kesehatan tentang penanganan diare dengan pemberian bubur tempe telah membuktikan bahwa pengetahuan dan ketrampilan masyarakat meningkat setelah diberikan penyuluhan
AKTIVASI PERAN BINA KELUARGA REMAJA DALAM PENGURANGAN RESIKO BENCANA BANJIR MENUJU KEMANDIRIAN BENCANA DIKAMPUNG KB PUCANGSAWIT,SURAKARTA Dewi Kartika Sari; Rina Sri Widayati2; Yulaikha Istiqomah; Saftirta Gatra Dewantara; Sandy Anwar Mursito; Jani Kusanti
GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2020): NOPEMBER
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gemassika.v4i2.671

Abstract

Flood is a natural event caused by the overflowing of water out of the river channel because the volume of water exceeds the capacity of the available river channels. An area of overflow from a river is referred to as a flood-plain area. Kampung KB which is located in Pucang sawit Village, Jebres, Surakarta, is located along the side of the Bengawan Solo river, making this location prone to the impact of the overflowing of the Bengawan Solo river in this extreme weather. Therefore, disaster mitigation activities in the form of flood disaster management are needed for the people of that area. The prevalence of heavy rain in Indonesia is increasing, resulting in an increased risk of flooding. The result of this problem is the lack of public knowledge regarding how to deal with flood disasters that may arise. The solution is with disaster training in the form of activating the role of youth family development in the KB village. The target output expected from this health education is the increasing number of people who know the procedures for handling floods in disaster locations, as well as youth being able to play an active role in disaster activities. Information on the Activation of Action and the Role of Youth in Flood Disaster Management in Kampung KB Pucangsawit, Surakarta was held on the 21st October 2020, followed by five students, two accompanying lecturers and audiences. During the counseling, a demonstration of first aid was carried out in the case of floods and questions and answers to clarify the understanding of the residents. After counseling about first aid to flood victims, we also did scene designs or actions in the field and practiced what had been taught directly on the banks of the Bengawan Solo river.
Gambaran Kebiasaan Merokok dan Pola Makan Penderita Gastritis di Wilayah Kerja Puskesmas Manahan Kota Surakarta Yeni Ernawati; Dewi Kartika Sari; Kanthi Suratih
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 2 No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/asjn.v2i2.832

Abstract

Latar Belakang: Penyakit gastritis pada umumnya terjadi pada orang yang mempunyai pola makan tidak baik dan merangsang produksi asam lambung. Gastritis merupakan salah satu penyakit dalam 10 penyakit terbanyak pada pasien rawat inap di Indonesia dengan jumlah 30.154 kasus (4,9). Faktor etiologi gastritis mencapai 60% yaitu asupan alkohol berlebih (20%), merokok (5%), makan berbumbu (15%), obat-obatan (18%), dan terapi radiasi (2%). Tujuan: mengetahui gambaran kebiasaan merokok dan pola makan penderita gastritis di Wilayah Kerja Puskesmas Manahan Kota Surakarta. Metode: Jenis penelitian ini kuantitatif deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan metode Stratified Random Sampling dengan sample 74 responden dengan instrument penelitian menggunakan check list. Analisa data menggunakan Uji Univariat. Hasil: Penderita gastritis adalah mayoritas frekuensi makan baik, porsi makan kurang, jenis makan mengiritasi, dan mayoritas tidak merokok. Kesimpulan: Pola makan pada penderita gastritis kurang baik dan tidak merokok
Hubungan Kepatuhan Protokol Kesehatan dengan Pengendalian Penyebaran COVID-19 di Desa Masaran, Kabupaten Sragen Adhe Septia Liestarina; Dewi Kartika Sari
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 3 No 1 (2022): JULI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/asjn.v3i1.934

Abstract

Latar Belakang: Jumlah kasus infeksi COVID-19 dari waktu ke waktu semakin meningkat sejak akhir tahun 2019. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengendalikan penyebaran COVID-19, salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan 5M. Akan tetapi jumlah kasus masih cukup tinggi per 1 Februari 2022, tercatat di Desa Masaran, Kabupaten Sragen mencapai 1295 kasus. Kepatuhan terhadap penerapan protokol kesehatan merupakan salah satu upaya dalam mengendalikan penyebaran COVID-19. Tujuan: Menganalisis hubungan antara kepatuhan protokol kesehatan dengan pengendalian penyebaran COVID-19 Desa Masaran, Kabupaten Sragen. Metode: Penelitian ini menggunakan kuesioner dengan metode kuantitatif yang bersifat analitik. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel 97 responden. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini berupa analisis bivariate menggunakan uji Spearman Rho. Hasil: Hasil uji Spearman Rho didapatkan nilai p value sebesar 0,000 < α (0,05) dan nilai koefisien kolerasi 0,643 sehingga ada hubungan kepatuhan protokol kesehatan dengan pengendalian penyebaran COVID-19 Desa Masaran, Kabupaten Sragen. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kepatuhan terhadap protokol kesehatan dengan pengendalian COVID-19. Penyebaran COVID-19 dapat dikendalikan dengan patuh akan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas.
Gambaran Aktivitas Fisik Penderita Diabetes Melitus Di Puskesmas Gambirsari Kota Surakarta Dea Kusuma Rahmawati; Dewi Kartika Sari
Journal of Golden Generation Multidisciplinary Vol. 1 No. 5 (2025): Oktober : Journal of Golden Generation Multidisciplinary
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggm.v1i5.542

Abstract

Jumlah penderita Diabetes Melitus (DM) sebanyak 158,3 juta jiwa di dunia, Indonesia menduduki peringkat ke-5 dari 10 negara penyandang DM terbanyak di Asia Tenggara yaitu sebanyak 20,4 juta jiwa dan diperkirakan akan terus mengalami peningkatan hingga 28,6 juta jiwa pada tahun 2050. Dampak terjadinya diabetes melitus salah satunya melalui kurangnya aktivitas fisik. Aktivitas fisik berperan penting dalam membantu mengontrol kadar glukosa darah serta mencegah terjadinya komplikasi. Mengetahui gambaran aktivitas fisik penderita diabetes melitus di Puskesmas Gambirsari Kota Surakarta. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 1.491 diambil menggunakan teknik kuota sampling, penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 65 responden yang didapatkan menggunakan kuesioner IPAQ dan dianalisis secara univariat. Mayoritas responden berusia 60-69 (41,5%) yang didominasi oleh perempuan sebanyak (64,4%) sedangkan laki-laki (35,4%), mayoritas Pendidikan penderita DM adalah SMA (44,6%) yang memiliki tingkat aktivitas fisik sedang (60%). Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik penderita diabetes melitus di Puskesmas Gambirsari Kota Surakarta memiliki aktivitas fisik sedang, sehingga diperlukan peningkatan edukasi dan pendampingan dari tenaga kesehatan.
Konservasi Kelor (Moringa Oleifera) Mendukung Program Pencegahan Anemia Menuju Generasi Emas Bebas Stunting Rina Sri Widayati; Sri Kustiyati; Dewi Kartika Sari; Renata Fina Antika Cahyani
WASATHON Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 01 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/wasathon.v3i01.1484

Abstract

Adolescence is the initial period of preparation for pregnancy, so it is necessary to strive for the best nutrition during adolescence. As we know, nutritional status during adolescence plays a very important role in a woman's preparation for pregnancy because of the high incidence of anemia in adolescents, so efforts for early detection and prevention of anemia in adolescents need to be vigilant. Health education about anemia and adolescent nutrition really needs to be given as initial preparation for teenagers to become mothers-to-be so that in the future the babies born will not experience growth and development problems, especially stunting. Nutritional problems that often occur in young women are lack of nutritional intake which will cause malnutrition, chronic lack of energy, lack of protein energy and anemia can occur. Objective: Increase knowledge and behavior of Aisyiyah cadres towards preventing anemia. Method: This empowerment activity was carried out in the village of Belimbing, Polokarto, Sukoharjo using the method of counseling and empowering cadres to utilize empty land to plant Moringa leaves (Moringa Oleifera). Results: If you look at the results of the pre-test and post-test calculations carried out during the activity, namely the results before the extension and empowerment activities were carried out, it is known that the knowledge obtained in the good category was 25% and after the extension and empowerment activities were carried out it increased to 55%. This empowerment activity succeeded in increasing the knowledge and skills of cadres in Belimbing Village as well as ways to prevent anemia through processed Moringa (Moringa Oleifera) leaf products.
PENGARUH BUERGER ALLEN EXERCISE TERHADAP NILAI ANKLE BRACHIAL INDEX PADA LANSIA PENDERITA DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS KARANGGEDE BOYOLALI: THE EFFECT OF BUERGER-ALLEN EXERCISES ON ANKLE-BRACHIAL INDEX VALUES IN ELDERLY PATIENTS WITH DIABETES MELLITUS AT THE KARANGGEDE COMMUNITY HEALTH CENTER, BOYOLALI Yenny Dwi Herawati; Dewi Kartika Sari
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 15 No. 2 (2026): JULI 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56840/jkgsh.v15i2.190

Abstract

Latar belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan hiperglikemia dan gangguan metabolisme yang dapat menimbulkan komplikasi vaskular, termasuk penurunan perfusi perifer. Salah satu metode pemeriksaan yang digunakan untuk mendeteksi gangguan vaskular adalah Ankle Brachial Index (ABI). Nilai ABI yang rendah menunjukkan adanya risiko iskemia dan ulkus kaki diabetik. Intervensi non-farmakologis seperti Buerger Allen Exercise (BAE) diketahui mampu memperbaiki aliran darah perifer melalui mekanisme muscle pump dan perubahan gravitasi. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh BAE terhadap nilai ABI pada lansia penderita DM di Puskesmas Karanggede Boyolali. Desain penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan pendekatan pre–post test. Sampel berjumlah 54 responden lansia penderita DM tipe II yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Nilai ABI diukur sebelum dan sesudah intervensi BAE, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian: menunjukkan rata-rata nilai ABI sebelum intervensi 0,976 (SD 0,3560) dan sesudah intervensi meningkat menjadi 1,046 (SD 0,1891). Uji Wilcoxon menghasilkan nilai Z= -2,041 dengan p= 0,041 (<0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara nilai ABI sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan: hasil analisis menunjukkan nilai p<0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian, BAE berpengaruh signifikan terhadap peningkatan nilai ABI pada lansia penderita Diabetes Melitus tipe II. ABSTRACT Background: Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease characterized by hyperglycemia and metabolic disturbances that can lead to vascular complications, including reduced peripheral perfusion. The Ankle-Brachial Index (ABI) is a diagnostic method used to detect vascular impairment. A low ABI value indicates a risk of ischemia and diabetic foot ulcers. Non-pharmacological interventions, such as Buerger-Allen Exercise (BAE), are known to improve peripheral blood flow through muscle pump mechanisms and gravitational changes. Objective: This study aimed to determine the effect of BAE on ABI values ​​in elderly patients with DM at the Karanggede Community Health Center (Puskesmas) in Boyolali. Research Design: A quasi-experimental design with a pre-test and post-test approach was employed. The sample consisted of 54 elderly respondents with Type II DM, selected using purposive sampling. ABI values ​​were measured before and after the BAE intervention and analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test. Results: The mean ABI value was 0.976 (SD 0.3560) prior to the intervention and increased to 1.046 (SD 0.1891) following the intervention. The Wilcoxon test yielded a Z-value of -2.041 with a p-value of 0.041 (<0.05), indicating a significant difference between pre- and post-intervention ABI values. Conclusion: The analysis showed a p-value <0.05; thus, the alternative hypothesis (Ha) was accepted, and the null hypothesis (Ho) was rejected. Consequently, BAE has a significant effect on increasing ABI values ​​in elderly patients with Type II Diabetes Mellitus.
Gambaran Pengetahuan, Sikap, Dan Perilaku Pencegahan Penyakit Dbd (Demam Berdarah Dengue) Pada Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas Sibela Kota Surakarta Shakila Isnaini Rahma Al Yahya; Dewi Kartika Sari
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 5 (2026): Oktober: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i5.12388

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Peningkatan kasus DBD di Kota Surakarta dari 99 kasus pada tahun 2022 menjadi 220 kasus pada tahun 2024 menunjukkan perlunya upaya pencegahan yang lebih optimal. Wilayah kerja Puskesmas Sibela di Kecamatan Jebres menjadi salah satu daerah dengan kasus DBD tinggi, yaitu sebanyak 53 kasus, yang diduga berkaitan dengan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat dalam pencegahan DBD. Tujuan Mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan penyakit DBD pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sibela Kota Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian sebanyak 82 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan DBD. Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kurang baik (59,8%), sikap dalam kategori cukup baik (40,2%), dan perilaku pencegahan DBD dalam kategori kurang baik (63,4%). Pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam pencegahan DBD masih tergolong rendah, meskipun sikap masyarakat menunjukkan kategori cukup baik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi kesehatan serta penguatan upaya promotif dan preventif oleh tenaga kesehatan untuk meningkatkan kesadaran dan praktik pencegahan DBD di masyarakat.