Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

KUAT TEKAN TANAH LEMPUNG PLASTISITAS TINGGI YANG DISTABILISASI PADA INDEKS LIKUIDITAS 0.5 DAN 0.75 MENGGUNAKAN SEMEN Yusep Muslih Purwana; Raden Harya Dananjaya
Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.379 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i2.1530

Abstract

Tanah lempung plastisitas tinggi diklasifikasikan sebagai tanah lunak dengan daya dukung dan kekuatan yang rendah. Stabilisasi tanah dibutuhkan untuk meningkatkan sifat tekniknya. Pencampuran tanah menggunakan semen telah dilakukan untuk menstabilisasi tanah ini. Pengaruh semen dan faktor air semen terhadap kuat tekan tanah dengan masa perawatan yang berbeda telah diinvestigasi. Uji kuat tekan bebas tanah (UCS) dilakukan pada tanah yang distabilisasi dengan kandungan semen 5%, 10%, dan 15% dari berat basah tanah dengan faktor air semen 20%, 25%, 30%, dan 35% dari berat semen. Masa perawatan sampel adalah 0, 3, 7, dan 14 hari. Tanah distabilisasi pada indeks likuidtias 0.50 dan 0.75. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin tinggi proporsi semen yang digunakan, maka semakin besar peningkatan kuat tekan tanah, namun sebaliknya semakin tinggi faktor air semen yang digunakan, maka kuat tekan tanah semakin berkurang. Selain itu, tanan yang distabilisasi pada indeks likuiditas yang lebih rendah memberikan kuat tekan yang lebih tinggi. Kuat tekan tanah tertinggi dicapai pada campuran semen 15% dengan faktor air semen 20% yang distabilisasi pada indeks likuiditas 0.50, dimana kuat tekan tanah meningkat hingga 29.5 kali dari kuat tekan semula.
PENDAMPINGAN DALAM ANALISIS PENANGANAN KELONGSORAN PADA TANAH EKSPANSIF MENGGUNAKAN SOFTWARE GEOSTUDIO Galuh Chrismaningwang; Niken Silmi Surjandari; Yusep Muslih Purwana; Bambang Setiawan; Raden Harya Dananjaya; Siti Nurlita Fitri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16611

Abstract

Abstrak: Lumbung Sukodono yang terletak di Desa Sukodono, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur mengalami kelongsoran sehingga tidak berfungsi secara maksimal. Sejak tahun 2021, pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, yang bertanggungjawab dalam pengelolaan sumber daya air di wilayah Sukodono, telah berupaya melakukan berbagai macam perbaikan untuk menanggulangi masalah kelongsoran di Lumbung Sukodono namun hingga saat ini, kelongsoran masih terus terjadi. Penggunaan GeoStudio sebagai perangkat lunak analisis geoteknik adalah langkah yang tepat untuk meningkatkan efektivitas dan kehandalan penanganan kelongsoran. Program pendampingan penggunaan software Geostudio oleh tim pengabdian masyarakat diharapkan bisa membantu mitra BBWS Bengawan Solo dalam mengidentifikasi dan menganalisis potensi kelongsoran akibat tanah ekspansif di Lumbung Sukodono dengan lebih akurat. Pendampingan dilakukan pada 3 orang staf teknik dan 3 orang staf lapangan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Dari hasil observasi, kegiatan ini secara efektif meningkatkan pemahaman mengenai perilaku tanah ekspansif dan cara pemodelannya menggunakan Geostudio terhadap seluruh peserta kegiatan pendampingan. Hal ini ditunjukkan dengan tingkat kesalahan pada saat pemodelan kurang dari 10%.Abstract: Slope instability induced Lumbung Sukodono, which is located in Sukodono Village, Panceng District, Gresik Regency, East Java Province, to operate not as efficiently. Since 2021, the Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, responsible for water resource management in the Sukodono area, has been making various efforts to address the slope instability issue at Lumbung Sukodono. However, the slope instability persists. The use of GeoStudio as a geotechnical analysis software is a suitable step to enhance the effectiveness and reliability of slope instability management. A community engagement program, involving 3 technical staff and 3 field staff, was conducted to assist BBWS Bengawan Solo in identifying and analyzing potential slope instability due to expansive soils at Lumbung Sukodono more accurately. Observations revealed that the program effectively improved participants' understanding of expansive soil behavior and its modeling using GeoStudio, with modeling errors being less than 10%.
Application of Lai and Juang Methods for Liquefaction Probability Analysis in Petobo, Palu Nia Dwi Ariyanti; Galuh Chrismaningwang; Yusep Muslih Purwanai; Raden Harya Dananjaya
Media Teknik Sipil Vol. 22 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v22i2.35768

Abstract

Liquefaction is a phenomenon where the soil loses its strength and rigidity, rendering it unable to support structures, often triggered by seismic activity. In Petobo, Palu City, a 7,4 magnitude earthquake caused significant subsidence and casualties, underscoring the area's susceptibility to liquefaction. This study investigates the liquefaction potential in Petobo using N-SPT data and evaluates the probability of liquefaction based on Factor of Safety (FS) values. The analysis employs probabilistic methods by Lai et al. (2006) and Juang et al. (2008), using an empirical approach based on FS. Results from six test points (LP-1 to LP-6) reveal that liquefaction potential exists at LP-2, LP-4, and LP-5, with varying risks influenced by the earthquake's magnitude. LP-5 demonstrates a high liquefaction potential, with a Liquefaction Potential Index (LPI) between 4 and 15 across different seismic magnitudes. Additionally, LP-5 shows a high probability of liquefaction, with the Lai method indicating "Almost Certainly Liquefied" at 0,99, while the Juang method suggests "Not Likely to Liquefy" at 0,32. The findings highlight that higher earthquake magnitudes significantly increase LPI values and liquefaction probabilities, emphasizing the importance of seismic considerations in the region.
PRELIMINARY STUDY ON PLASTICINE AS A SUBSTITUTE COHESIVE MATERIAL FOR GEOTECHNICAL PHYSICAL SOIL MODELING Yusep Muslih Purwana; Bambang Setiawan; Raden Harya Danajaya; Brilliant Bagaskara
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 4, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.315 KB) | DOI: 10.20961/jrrs.v4i2.49197

Abstract

Plasticine is an artificial material made from solids such as gypsum, lime, mixed with petroleum jelly or micro wax and acid fat. The properties of plasticine are likely similar to natural clay and is influenced by oil content. The information about mechanical properties of plasticine is still very rare, and as such the study on it is riquired and must be conducted intensively. The preliminary laboratory study has been conducted to understand the behaviour of plasticines. Microwax and petroleum jelly based plasticines were utilised with the variation of oil content, whereas kaolin clay with the variation of water content is utilised as a reference material. The study is focusing on the stress-strain behaviour for both microwax and petroleum jelly based plasticines compared to the stress-strain behaviour of kaolin clay. This paper reports the result of preliminary investigation regarding the use of plasticine as an alternative artificial material for substitution of clay in soil modeling. Some engineering properties from unconfined compression strength (UCS) test and hand penetrometer are shown. The result indicates that the stress-strain behaviour of plasticine resembles the stress-strain behaviour of kaolin clay. The plasticine is suitable as a substitute cohesive material and it has a potential to be utilised for geotechnical material modelling in the future.
ANALISIS MODEL 2 DIMENSI SUMUR RESAPAN SKALA KECIL LABORATORIUM DENGAN SOFTWARE GEOSTUDIO Bambang Setiawan; Galuh Crismaningwang; Yusep Muslih Purwana; Siti Nurlita Fitri; Raden Harya Danjanjaya Hesti Indra
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2023): September 2023
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jrrs.v7i1.67770

Abstract

Sumur resapan dapat memberikan solusi akan kekurangan ketersediaan air tanah, hal ini terjadi karena air yang sengaja dimasukkan ke dalam tanah memberikan imbuhan suplai air, sehingga ketersediaan air tanah dapat menjadi lebih besar, dan dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk kebutuhan hidup sehari hari. Proses ini adalah dengan membuat wadah yang porus, baik secara vertikal maupun horisontal, sebagai intake atau jalan air masuk, yang kemudian diteruskan secara meresap melalui media yang dibuat yaitu berupa batu kerikil, pasir dan ijuk, dalam wadah sumur buis beton yang berlubang, secara alami proses meresap ke sisi bawah dan samping sumur resapan akan terjadi sesuai dengan kemampuan tanahnya yang dapat diukur melalui permeabilitasnya. Tanah porus dengan permeabilitas besar akan lebih mudah meresap dan mengalirkan air tersebut ke dalam tanah. Penelitian ini mengkaji dan menganalisis model sumur resapan 2 D (dimensi) skala kecil laboratorium dengan model software dan analisis empirisnya. Pengamatan dilakukan pada model uji fisik skala kecil laboratorium, yang mana perilaku dan proses resapan air akan terlihat secara jelas dan sebaran arah air meresap juga akan nampak, proses selanjutnya adalah menganalisis perilaku tersebut dengan software GeoStudio dan analisis model empiris yang berlaku. Hasil dari analisis ini akan dapat memprediksi dan mendisain tipe dan dimensi ukuran sumur resapan, yaitu nilai analisis rembesan air secara manual adalah berdekatan yaitu sebesar 0,132 cm/detik dan 0,1688 cm/detik untuk hasil dengan aplikasi/software, sehingga penggunaan software tersebut dapat digunakan sebagai prediksi rembesan air dalam tanah.
PEMBEBANAN MODEL PELAT SKALA KECIL PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT) DI ATAS TANAH PASIR Bambang Setiawan; Yusep Muslih Purwana; Raden Harya Dananjaya H.I
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2023): Maret 2023
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.036 KB) | DOI: 10.20961/jrrs.v6i2.72473

Abstract

Road infrastructure issues need great attention, considering that this was a link and a cross-economy between one region and another. Damage to the pavement (pavement) would have fatal consequences for the development of an area and an increase in financial needs. Therefore, it was necessary to strengthen a solid road body so that it was able to strengthen the road and be comfortable for traffic loads to pass. Damage to the road body was a major concern in road maintenance efforts. This was due to several very complex problems in terms of the materials used, work implementation, traffic loads passing through the road body, and existing natural conditions. This research studies and analyses the behavior of dynamic-loaded rigid pavements. This load was a traffic load model, and the behavior was reviewed in a small-scale laboratory model. The expected result was to know the model’s behavior with and without rigid pavement reinforcement on both sandy and soft soils, namely in the form of analysis and the ability of the reinforcement to accept traffic loads. This research showed that the plate test model shows that multiple plate thickness supports plate stiffness. The cakar reinforcement plate affected the stiffness of the plate. The deflection value due to loading on the 3-layer plates (6.3 mm thick) was comparable to the 1-layer plate (2.1 mm) with cakar. FEM analysis can be performed to predict deflection due to loading in the center of the plate, and this value was very close to the results of the laboratory small-scale loading test. The CBR value used to calculate the deflection was closest to the real condition, namely the value before loading 0.2 kN and after loading 0.8 kN.
PENGARUH VARIABEL BEBAS DALAM ANALISIS KAPASITAS DUKUNG DAN PENURUNAN FONDASI TIANG MENGGUNAKAN CORRELATION BASED FEATURE SELECTION (CFS) Raden Harya Dananjaya; Sutrisno Sutrisno; Taufiqah Apriliani
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 3 (2023): September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v11i3.65116

Abstract

Fondasi berfungsi sebagai penyalur beban konstruksi ke tanah dan menstabilkan struktur pada bangunan. Estimasi kapasitas dukung dan penurunan fondasi menjadi salah satu bagian penting dalam perancangan bangunan. Dikarenakan perilaku tanah yang kompleks, beberapa asumsi digunakan dalam perancangan fondasi. Sistem kecerdasan buatan (AI) sering digunakan untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini membahas tingkat signifikasi variabel bebas terhadap hasil prediksi artificial neural network (ANN) dan support vector machine (SVM) menggunakan metode correlation-based feature selection (CFS). Tingkat akurasi diukur menggunakan koefisien determinasi (R2) dan root mean square error (RMSE).  Data set yang digunakan berasal dari pengujian cone penetration test (CPT), karakteristik tiang, dan pengujian beban tiang statis. Data kemudian dibagi menjadi data training dan testing. Setelah pembuatan model dengan data training, model divalidasi menggunakan data testing. Tingkat akurasi diukur menggunakan koefisien determinasi (R2) dan root mean square error (RMSE). Hasil CFS menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh pada kapasitas dukung adalah hambatan konus (qc) dengan nilai korelasi (|r|) sebesar 0,7672, sedangkan faktor yang paling berpengaruh terhadap penurunan fondasi tiang adalah diameter fondasi (D) dengan nilai korelasi  (|r|) sebesar 0,4287.