Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Tahanan Lateral Pondasi Tiang Berdasar Cone Penetration Test Sumiyati Gunawan; Niken Silmi Surjandari; Bambang Setiawan
Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 4 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.569 KB) | DOI: 10.24002/jts.v15i4.3798

Abstract

Kapasitas beban lateral pondasi tiang (Pu) merupakan hal utama untuk perencanaan konstuksi dengan beban lateral yang cukup dominan. Kapasitas Pu didasarkan pada kondisi keseimbangan resultan gaya pada tiang dan ketahanan tanah lateral serta distribusi tekanan tanah PL sepanjang kedalaman tiang berdasarkan metode konvensional, tetapi sulit diterapkan pada tanah nonhomogen, karena kondisi tanah nonlinier terhadap kedalaman. Insitu test yang paling sering digunakan karena mudah, cepat dan hemat biaya adalah cone penetration test (CPT), yang memberikan profil tanah secara kontinu, dan lebih mendefinisikan jenis lapisan, ketebalan, dan kepadatan dari masing masing lapisan. Meskipun jarang disebut dalam literatur tentang penggunaan data CPT untuk menganalisa perilaku defleksi pondasi tiang, beberapa peneliti menyatakan hubungan antara resistensi kerucut qc dan tahanan lateral tanah Pu di sepanjang kedalaman tiang. Salah satu metode yang menyajikan pengembangan metode kurva p-y untuk pondasi tiang dengan dasar resistensi penetrasi kerucut qc adalah Bouafia, A. (2014). Berdasarkan pengembangan oleh Bouafia, penulis menganalisa hubungan antara resistensi kerucut qc dan ketahanan lateral tiang Pu untuk menentukan beban lateral pondasi tiang pada tanah lunak di Wates, Kulon Progo DIY dan dibandingkan dengan teori Broms 1964; metode Kurva p-y, dan pengembangan rumus Bouafia, dengan kekakuan tiang, jenis tanah dan defleksi maksimum yang sama maka diperoleh sebagai berikut, teori Broms, LBroms=14,16m ; PuBroms=32,4ton ; MBroms=19,88tonm. Metode Kurva p-y, Lp-ycurve =14,4m ; Pup-ycurve s=28,0ton ; Mp-ycurve =7,50tonm dan Metode Bouafia, LBouafia =17,9m ; PuS2bouafia=34ton; PuS4bouafia=14,8ton; MS2bouafia =11,3tonm ; MS4bouafia =4,9tonm.
RESPON TIANG DALAM KELOMPOK TERHADAP GAYA LATERAL METODE STRAIN WEDGE Sumiyati Gunawan; Niken Silmi Surjandari; Bambang Setiawan
TEKNISIA Vol. XXV, No. 2, November 2020
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknisia.vol25.iss2.art5

Abstract

Calculation of lateral bearing capacity of the foundation becomes very important if lateral loads dominate, for example the foundation on bridges, tall buildings, and tower structures. Pile foundations that receive lateral loads, are generally calculated based on the ability of a single pile even though in its application, pile groups are always used. The carrying capacity of the pile group in lateral direction is not the same as the sum of the carrying capacity of a single pile in a pile group. This is due to the differences in the reduction factor supported by the force, direction of the force, number of piles in the group, position of piles in the group, diameter of the piles, the distance between the piles, stiffness of pile, type and stiffness of the soil. This research will analyze the bearing capacity of the pile group using the strain wedge method in the 1x3 and 3x1 configurations with a round steel pipe with a diameter of D = 0,4 m and a square steel pipe with a width of B = 0,429 m; length varies between L = 8,0 m to L = 20,0 m, 2 m intervals and the ratio of pile distance and diameter S/D = 3, on soft silt sand soils with an inner friction angle of 10o and a weight volume of 1200 kg/m3. The results obtained, in the configuration 1x3 the lateral resistance of the square pile is greater than the circle pile about 2,1 times at all pile positions in the group, with S/D = 3. So if L = 10 m, the interaction between the pile and soil insignificant so that the lateral bearing capacity of each pile is the same as a single pile, the multiplier factor for square and circular piles is almost the same. In the configuration 3x1 the lateral resistance of the square pile is greater than the circle pile about 1,4 times at all pile positions in the group. For piles with length L = 10 m, the multiplier factor of the square pile is greater than the circle pile by 1,07 times at all pile positions in the group, and for L = 10 m, the multiplier for the circle pile is greater than the square pile by 1,04 times in all pile positions in the group.
Profil Program Studi Teknik Sipil Tahun 2020 Muhamad Abduh; Harnedi Maizir; Anton Soekiman; Niken Silmi Surjandari; Alwafi Pujiraharjo; A.A. Gde Agung Yana; Muhammad Isran Ramli; Deyza Achrizt Arisintani; Aditya Pratama
Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2021.28.1.1

Abstract

Abstrak Pendidikan teknik sipil telah ada di Indonesia selama 100 tahun, dengan mengacu kepada pendirian Technische Hogeschool Bandoeng pada tahun 1920, dan telah berkembang menjadi 433 program studi teknik sipil, yang 40% diantaranya bergabung dalam organisasi BMPTTSSI, yang sudah berusia 42 tahun, sebagai wadah komunikasi dan kolaborasi untuk menjawab tantangan pendidikan teknik sipil di Indonesia. Kebutuhan akan adanya gambaran profil program studi teknik sipil yang ada di Indonesia dirasakan saat ini sebagai baseline dalam pengambilan kebijakan dengan banyaknya tantangan bagi pendidikan teknik sipil di Indonesia. Kajian untuk mendapatkan gambaran profil program studi teknik sipil dilakukan dengan menggunakan instrumen survey secara daring kepada anggota BMPTTSSI yang melingkupi tiga bagian: masukan, proses, dan luaran. Kajian menghasilkan profil program studi teknik sipil untuk semua jejang yang menggambarkan variasi yang besar dalam berbagai parameter. Upaya untuk mengelompokkannya berdasarkan kategori perguruan tinggi (PTN atau PTS), wilayah (dalam bentuk Komda), dan juga akreditasinya tidak dapat memberikan kecenderungan yang afirmatif. Selanjutnya analisis dilakukan, khusus untuk jenjang S1, terhadap hubungan antara masukan dan luaran, termasuk pengelompokkan berdasarkan kategori perguruan tinggi dan akreditasi telah dilakukan khususnya terkait dengan indikator luaran yang sering digunakan yaitu waktu penyelesaian studi, waktu tunggu pekerjaan pertama, dan IPK lulusan.   Kata-kata Kunci: Akreditasi, lulusan, mahasiswa, pendidikan, program studi, teknik sipil. Abstract Civil engineering education in Indonesia has been established for 100 years since the Technische Hogeschool Bandoeng was founded in 1920, and it is represented by 433 civil enginering programs. About 40% of them are members of 42-year-old organization, called BMPTTSSI, which was established as a platform for communication and collaboration between members to answer the challenges of Indonesian civil enginering education. The need to have a profile of civil engineering programs is relevant now to be used as a baseline for policy in civil engineering education in Indonesia. A study on the profile of civil enggineering programs was conducted using online survey to members of BMPTTSSI and covered indicators related to inputs, process, and outputs of the program. The results showed varitions on parameters used in the study for all offered degree programs. An effort to classify the findings based on type of higher education (private or public), geography, and accreditation has not affirmatively concluded. Further analysis, for undergraduate program only, to find the association between indicators of input and output of the program has been conducted, especially on length of study, waiting time for employment, and GPA of graduate. Keywords: Accreditation, civil engineeirng, education, graduate, program, student.
Pemberdayaan masyarakat desa dengan pembuatan keramba jaring apung (KJA) untuk budidaya ikan tawar di Embung Desa Banaran, Klaten Bambang Setiawan; Yusep Muslih Purwana; Noegroho Djarwanti; Niken Silmi Surjandari; Siti Nurlita Fitri
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 17 No. 2 (2021): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v17i2.3532

Abstract

[Bahasa]: Desa Banaran terletak di Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Desa ini mempunyai embung desa yang belum dimanfaatkan secara produktif oleh masyarakat setempat. Masyarakat telah mengelola embung tersebut untuk budidaya ikan, namun usaha tersebut belum membuahkan hasil optimal karena prosedur pembenihan dan proses panen yang belum tepat. Akibatnya, keberadaan embung desa tersebut belum memberikan kontribusi yang signifikan untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Oleh karenanya dibutuhkan suatu upaya pemberdayaan untuk meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat dengan memanfaat-kan embung desa secara tepat. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah pemberdayaan masyarakat dengan melakukan pemanfaatan embung Desa Banaran dengan pembuatan keramba jaring apung (KJA) sebagai bentuk kegiatan budidaya ikan tawar. Kegiatan ini dimulai dengan survei awal potensi dan pengukuran untuk membuat desain KJA. KJA didesain dengan menggunakan baja ringan dengan pemanfaatan drum besar untuk penyangga. Benih ikan yang dimasukan ke dalam keramba yaitu benih ikan nila. Selain itu, dilakukan juga sosialisasi kepada masyarakat atas kegiatan pemberdayaan budidaya ikan. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah transfer ilmu budidaya ikan tawar dengan KJA beserta bantuan alat keramba dan benih kepada warga Desa Banaran. Dari data awal penebaran benih ikan, kematian banyak terjadi di awal fase kemudian mengalami penurunan dan mulai stabil pada minggu ke 6. Hasil panen ikan tawar dari kegiatan ini juga dapat menjadi sumber pangan dan pendapatan masyarakat Desa Banaran. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat lainnya diwaktu yang akan datang. Kata Kunci: embung, ikan tawar, keramba jaring apung (KJA) [English]: Banaran is a village located in Delanggu, Klaten-Central Java. This area has an unproductive reservoir yet by the resident. The resident has been managing the reservoir to fish cultivation, but then the action is not enough successful because of the lack of the correct procedure. This has not made a significant impact on the community’s economy, thus efforts to empower the community are needed to improve the reservoir's economic quality. The purpose of this program is community empowerment to design and installs the new product; a floating net cage to fish farming of Banaran reservoir. The first stage of this study was survey and interview in the reservoir location. The next stage was designing the net floating cage in the detailed draft. KJA was designed using mild steel with the use of a large drum for support. Fish seeds that are put into cages are tilapia seeds. In addition, socialization was also carried out to the community on fish farming empowerment activities. The result of this community service is a transfer of knowledge of fish cultivation with KJA along with the assistance of cages and seeds to the residents of Banaran Village. The number of fish deaths decreased and began to stabilize at the 6th week. Fish harvests from this project can also be a source of food and income for the people of Banaran Village. Hopely, this activity can be a starting point for other community empowerment activities in the future. Keywords: reservoir, freshwater fish, floating net cage
PENDAMPINGAN DALAM ANALISIS PENANGANAN KELONGSORAN PADA TANAH EKSPANSIF MENGGUNAKAN SOFTWARE GEOSTUDIO Galuh Chrismaningwang; Niken Silmi Surjandari; Yusep Muslih Purwana; Bambang Setiawan; Raden Harya Dananjaya; Siti Nurlita Fitri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16611

Abstract

Abstrak: Lumbung Sukodono yang terletak di Desa Sukodono, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur mengalami kelongsoran sehingga tidak berfungsi secara maksimal. Sejak tahun 2021, pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, yang bertanggungjawab dalam pengelolaan sumber daya air di wilayah Sukodono, telah berupaya melakukan berbagai macam perbaikan untuk menanggulangi masalah kelongsoran di Lumbung Sukodono namun hingga saat ini, kelongsoran masih terus terjadi. Penggunaan GeoStudio sebagai perangkat lunak analisis geoteknik adalah langkah yang tepat untuk meningkatkan efektivitas dan kehandalan penanganan kelongsoran. Program pendampingan penggunaan software Geostudio oleh tim pengabdian masyarakat diharapkan bisa membantu mitra BBWS Bengawan Solo dalam mengidentifikasi dan menganalisis potensi kelongsoran akibat tanah ekspansif di Lumbung Sukodono dengan lebih akurat. Pendampingan dilakukan pada 3 orang staf teknik dan 3 orang staf lapangan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Dari hasil observasi, kegiatan ini secara efektif meningkatkan pemahaman mengenai perilaku tanah ekspansif dan cara pemodelannya menggunakan Geostudio terhadap seluruh peserta kegiatan pendampingan. Hal ini ditunjukkan dengan tingkat kesalahan pada saat pemodelan kurang dari 10%.Abstract: Slope instability induced Lumbung Sukodono, which is located in Sukodono Village, Panceng District, Gresik Regency, East Java Province, to operate not as efficiently. Since 2021, the Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, responsible for water resource management in the Sukodono area, has been making various efforts to address the slope instability issue at Lumbung Sukodono. However, the slope instability persists. The use of GeoStudio as a geotechnical analysis software is a suitable step to enhance the effectiveness and reliability of slope instability management. A community engagement program, involving 3 technical staff and 3 field staff, was conducted to assist BBWS Bengawan Solo in identifying and analyzing potential slope instability due to expansive soils at Lumbung Sukodono more accurately. Observations revealed that the program effectively improved participants' understanding of expansive soil behavior and its modeling using GeoStudio, with modeling errors being less than 10%.
Analisis Penurunan Dan Tekanan Air Pori Berlebih Pasca PVD Berdasarkan Data Settlement Plate Dan Piezometer Larissa Adwitya Laili; Galuh Chrismaningwang; Niken Silmi Surjandari; Pria Ardhana
Media Teknik Sipil Vol. 22 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v22i2.35653

Abstract

Prefabricated Vertical Drain (PVD) yaitu sistem drainase buatan yang dipasang ke dalam lapisan tanah lunak dan sebuah elemen yang digunakan untuk mempercepat proses konsolidasi tanah lunak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar perbedaan penurunan antara perhitungan empiris, pemodelan dengan Plaxis dan data aktual berdasarkan instrumen settlement plate, serta mengetahui besar perbedaan nilai tekanan air pori berlebih antara pemodelan dengan Plaxis dan data aktual berdasarkan olah data CPTu dan data piezometer. Analisis empiris konsolidasi pada tanah menggunakan metode konsolidasi satu dimensi Terzaghi, dan analisis numeris menggunakan software PLAXIS 2D V8.6. Penelitian ini menggunakan data tanah pada Proyek reklamasi salah satu pantai utara Jakarta. Hasil nilai penurunan dengan analisis menggunakan Plaxis maupun hasil empiris menunjukkan perbedaan yang relatif kecil dibandingkan dengan pengukuran lapangan. Perbedaan terbesar antara pengukuran lapangan dan analisis Plaxis adalah 1,67%, sedangkan perbedaan terbesar antara pengukuran lapangan dan hasil empiris adalah 0,26%.  Hasil analisis tekanan air pori berlebih pada 7m dan 12m dari data CPTu dibandingkan bacaan piezometer memiliki perbedaan terbesar 4,5%, tetapi hasil output dari Plaxis jika dibandingkan dengan bacaan piezometer menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan yaitu sebesar 57,98%.
Pembangunan Desa Wisata Di Desa Sarwogadung, Kebumen Niken Silmi Surjandari
Elevasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol. 1 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Arfah BHMS Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63980/elevasi.v1i1.24

Abstract

Kegiatan pembangunan desa wisata ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan desa agar desa mampu memiliki penghasilan secara mandiri. Kegiatan pembangunan dilaksanakan melalui perencanaan, praktek pembangunan, serta evaluasi kegiatan. Partisipasi dan antusiasme warga desa dalam melakukan kegiatan pembangunan desa wisata sangat baik, serta kelompok mitra berkontribusi aktif dalam pembangunan desa wisata secara langsung dengan cara membantu dalam memasang tonggak serta pembuatan rangkaian lampu untuk kampung lampion yang merupakan salah satu rencana dari Desa Wisata. Dampak dari kegiatan pembangunan desa wisata dapat mendatangkan penghasilan mandiri bagi desa. Pemilihan konsep desa wisata kampung lampion merupakan alternatif tidak adanya konsep wisata yang alami. Kegiatan pembangunan desa wisata di Desa Sarwogadung, Kebumen akan sangat bermanfaat dan diharapkan dapat dilaksanakan dengan berkelanjutan hingga perencanaan yang telah ada tuntas.
Pengaruh Kadar Serat Tanah Gambut terhadap Nilai Kuat Tekan Bebas (UCS) pada Stabilisasi menggunakan Semen dan Semen + Filler: Tinjauan Pustaka Sistematis Vitania Choirunnisa Rinarta; Maria Pinkan Tatajelita; Niken Silmi Surjandari
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2026: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah gambut memiliki daya dukung rendah, kompresibilitas tinggi, dan kandungan organik lebih dari 75% sehingga memerlukan perbaikan sebelum dapat digunakan untuk konstruksi. Stabilisasi kimia dengan semen dan material pengisi telah banyak diterapkan, namun pengaruh kadar serat gambut terhadap peningkatan nilai kuat tekan bebas belum banyak dikaji secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar serat tanah gambut dengan peningkatan nilai kuat tekan bebas pada stabilisasi menggunakan binder murni semen maupun binder semen dengan material pengisi, serta menjelaskan faktor penyebab perbedaan efektivitas tersebut. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka sistematis dengan pencarian artikel pada basis data Scopus, ResearchGate, Crossref, dan Google Scholar. Dari 65 artikel awal, diterapkan kriteria inklusi dan eksklusi serta penilaian kualitas sehingga diperoleh 18 penelitian yang memenuhi syarat untuk dianalisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar serat tanah gambut, semakin besar peningkatan nilai kuat tekan bebas yang dicapai. Pada stabilisasi dengan binder murni semen, peningkatan tertinggi terjadi pada gambut Fibrik sebesar 2524%, diikuti Hemik sebesar 1159%, dan terendah pada Saprik sebesar 590%. Pada stabilisasi dengan binder semen dan material pengisi, pola serupa juga terlihat dengan peningkatan tertinggi pada gambut Fibrik sebesar 2840%, diikuti Hemik sebesar 1213%, dan Saprik sebesar 519%. Faktor utama penyebab perbedaan ini adalah struktur serat gambut Fibrik yang utuh dan berongga berfungsi sebagai tulangan alami serta kadar asam humat dan fulvat yang tinggi pada gambut Saprik yang menghambat reaksi hidrasi semen dan pembentukan C-S-H.