Tita Nofianti
Prodi Farmasi, STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

In silico study of the active compounds in bitter melon (Momordica charantia L) as antidiabetic medication Ruswanto Ruswanto; Richa Mardianingrum; Tresna Lestari; Tita Nofianti; Lilis Tuslinah; Dudi Nurmalik
Pharmaciana Vol 8, No 2 (2018): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.456 KB) | DOI: 10.12928/pharmaciana.v8i2.8993

Abstract

Antidiabetic are many drugs available in the market, but most medications have side effects that are relatively high and cause toxicity, so it needs tobe develoved search of new drug compounds were more potent drugs with side effects as low. Various research have shown that bitter melon (Momordica charantia L) has an effect antidiabetic. But it is not known specifically as antidiabetic compounds that act on bitter melon (Momordica charantia L). This study was conducted to predict the active compounds of bitter melon (Momordica charantia L)potent as antidiabetic in silico, through the molecular docking, Drug scan, PreADMET and molecular dinamics simulation. The results of the 26 active compound bitter melon (Momordica charantia L) obtained one potential compounds that are active against nuclear reseptor RORα that is goyaglikosida-h and more potent than Rosiglitazon
UJI AKTIVITAS NEFROPROTEKTIF EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR Spargue Dawley YANG DIINDUKSI KARBON TETRAKLORIDA (CCl4). Tita Nofianti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 15, No 1 (2016): Pebruari 2016
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v15i1.152

Abstract

Pada pengujian neproprotektif dari ekstrak etanol daun sirih hijau yang diinduksi dengan CCL4 diperoleh data hasil penelitian yaitu dosis I (0,005 g/200 g bb tikus) sebesar 0,67 mg/dL (16,25%), dosis II (0,010 g/200 g bb tikus) sebesar 0,63 mg/dL (21,25%) dan dosis III (0,020 g/200 g bb tikus) sebesar 0,62 mg/dL (22,50%) dapat menurunkan kadar kreatinin. Sedangkan untuk parameter Blood Urea Nitrogen (BUN) tidak berbeda bermakna jika dibandingkan dengan kontrol negatif yaitu pada dosis I sebesar 15,87 mg/dL (17,77%) pada dosis II sebesar 18,38 mg/dL (4,77%) dan pada dosis III sebesar 18,52 mg/dL (4,04%)
AKTIVITAS LAKSATIF INFUSA DAUN CEREMAI (Phyllanthus acidus L) PADA MENCIT Tita Nofianti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v11i1.48

Abstract

Pengujian aktivitas laksatif dengan menggunakan metode transit intestinal dari infusa daun ceremai dilakukan untuk menggali potensi ceremai dalam penggunaannya sebagai laksatif  yang berasal dari bahan alam. Dalam penelitian ini dilakukan evaluasi rasio dari panjang usus yang dilalui oleh marker terhadap panjang usus keseluruhan. Infusa daun ceremai diberikan secara oral dengan dosis  0,0039 gram/ 20 gram bb mencit,  0,0078 gram/20 gram bb mencit, dan 0.0156 gram/20 gram bb mencit. Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan bahwa dosis 0,0039 gram/ 20 gram bb mencit, dan 0.0156 gram/20 gram bb mencit mempunyai aktivitas sebagai Laksatif apabila dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif.
UJI ANTIFERTILITAS EKSTRAK ETANOL DAUN SRIKAYA (Annona squamosa L.) TERHADAP MENCIT PUTIH BETINA BUNTING GALUR SWISS WEBSTER Nur Laili D H; Tita Nofianti; Fitria Intan Sari
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 15, No 1 (2016): Pebruari 2016
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v15i1.150

Abstract

Salah satu kerja obat antifertilitas adalah mencegah implantasi sehingga kehamilan tidak terjadi. Pengunaan obat tradisional berbasis bahan alam sebagai antifertilitas marak diteliti, salah satunya daun Srikaya. Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun srikaya (Annona squamosa L.) sebagai antifertilitas pada mencit putih betina bunting galur Swiss Webster. Mencit putih betina galur Swiss Webster bunting sebanyak 12 ekor dikelompokkan menjadi 4 kelompok yang terdiri dari 1 kelompok kontrol negatif (suspensi PGA 1%) dan 3 kelompok dosis uji (Ekstrak etanol daun Srikaya dalam PGA 1%) yaitu dosis 1 (0,001435 gram /20 g BB mencit), dosis 2 (0,00287 gram/20 g BB mencit), dosis 3 (2,87 gram/20 g BB mencit). Pemberian perlakuan secara peroral dan hanya selama 7 hari kehamilan. Pemberian makanan dan minuman secara ad-libitum. Pada hari ke 10 kehamilan dilakukan laparatomi. Parameter yang diamati yaitu jumlah embrio yang terimplantasi kemudian dianalisis menggunakan ANOVA. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak etanol daun srikaya belum dapat memberikan efek antifertilitas melalui pencegahan implantasi secara signifikan.