Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGOPTIMALAN METODE EMPATI SEBAGAI DOSEN PENASEHAT AKADEMIK DALAM MEMBANTU MENGENTASKAN MASALAH AKADEMIK MAHASISWA Nefri Anra Saputra
BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v28i3.10079

Abstract

Penelitian ini berawal dari ketertarikan meneliti tentang banyaknya dosen PA yang belum bisa melaksanakan tugasnya secara maksimal. Salah satu penyebabnya adalah dosen PA yang tidak memiliki strategi yang tepat dalam mebantu membimbing mahasiswa, terutama persoalan masalah akademik yang dialami oleh mahasiswa. Akibat adanya perbedaan persepsi antara dosen PA tentang masalah yang dihadapi mahasiswa, maka mahasiswa akan merasa dosen PA nya kurang berfungsi dalam membantu dia mencapai tujuan nya dalam perkuliahan. Dosen PA yang mengerti dengan kondisi tersebut akan mencoba berbagai cara dalam membantu mahasiswanya mengentaskan masalah mereka, dari berbagai macam pendekatan yang bisa dilakukan oleh dosen PA, maka pendekatan empati dianggap lebih menarik untuk diterapkan karena akan menghasilkan kedekatan emosional antara dosen PA dengan mahasiswa asuhnya. Sehingga cara ini dinilai lebih efektif dalam mengentaskan masalah akdemik mahasiswa.
Kinerja Dosen Penasehat Akademik dan Hubungannya dengan Masalah Akademik Mahasiswa dalam Perkuliahan Guru Nefri Anra Saputra; A Muri Yusuf; Syahniar Syahniar
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 1, No 3 (2013): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.191 KB) | DOI: 10.29210/110900

Abstract

Penelitian ini berawal dari rendahnya kinerja dosen penasehat akademik  yang diketahui berdasarkan wawancara yang dilakukan  dengan mahasiswa jurusan TV dan FILM ISI Padangpanjang. Kinerja dosen penasehat akademik adalah sesuatu yang telah dicapai oleh dosen penasehat akademik yang diukur melalui persepsi mahasiswa dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya berdasarkan kompetensi yang dimilikinya.  Jenis penelitian adalah korelasional deskriptif. Dalam penelitian ini terdapat  populasi sebesar  135,  teknik pengambilan sampel  teknik Simple Random Sampling dan diperoleh jumlah sampel 100. Pengumpulan data dengan skala likert, dan analisis data dengan analisis deskriptif korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja dosen PA berkategori rendah  dan masalah akademik mahasiswa berada pada kategori sedang, , sehingga dapat disimpulkan bahwa hubungan antara kinerja dosen PA dengan masalah akademik mahasiswa. Tingkat korelasi antara kinerja dosen PA dengan masalah akademik mahasiswa sangat rendah atau tidak terlalu signifikan bahkan bisa dikatakan hampir tidakberkorelasi sama sekali.
Buku Ilustrasi Sebagai Media Informasi Tentang Gangguan Bipolar Pada Remaja Risqa Hasanah; Yuliarni; Nefri Anra Saputra
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 6 (2025): Menulis - Juni
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i6.471

Abstract

Kesehatan mental sangatlah penting, salah satunya adalah Gangguan Bipolar Disorder yang merupakan gangguan Mood yang serius yang sering kali disalah artikan sebagai mood swing dilakukan dengan Self-diagnosis yang mana dalam ini remaja sering kali melakukannya dan rentan nya di usia remaja terkena gangguan Bipolar, dalam gangguan bipolar terdapat fase mania yang merupakan fase produktif ekstrem tanpa merasa lelah, dan fase Deprsi seperi fase depresi klinis lainnya, Pada keilmuan Desain Komunikasi Visual, peracangan media Informasi dapat diwujudkan dengan bentuk buku ilustrasi dengan cerita pendek mengisahkan kehidapan sulit Kalila yang di bantu dengan Baskara, dengan bagian terakhir yang dapat melakukan Journling mencatat buku harian, hal ini dapat mempermudah para ahli untuk melihat gelombang emosi seseorang. Proses untuk perancangan ini yang dilakukan antara lain observasi, dan pengumpulan data dengan wawancara. Analisis menggunakan metode AIDCA, sehingga tercipta desain media informasi buku ilustrasi dengan bauran media perancangannya media informasi Gangguan Bipolar pada Remaja dalam bentuk Buku ilustrasi interaktif, dengan kartu pertanyaan, bauran media digunakan untuk Dua Sisi berupa poster, X banner, media sosial, dan merchandise.
Kampanye Sosial Melawan Stigma Negatif Terhadap Gaya Hidup Metroseksual Armando; Nefri Anra Saputra; Aryoni Ananta
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 7 (2025): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i7.543

Abstract

Penelitian ini merupakan studi perancangan kampanye sosial yang bertujuan untuk melawan stigma negatif terhadap gaya hidup metroseksual serta mengedukasi pentingnya merawat diri secara seimbang tanpa terjebak dalam konstruksi maskulinitas tradisional. Kampanye ini dirancang dengan pendekatan komunikasi visual menggunakan prinsip 5W+1H untuk merumuskan strategi dan pesan yang tepat, disesuaikan dengan karakteristik pria usia 18–35 tahun, serta disebarluaskan melalui media sosial Instagram sebagai platform utama. Hasil perancangan menunjukkan bahwa kampanye ini berhasil meningkatkan kesadaran dan membuka pandangan audiens pria terhadap konsep metroseksual dan stigma yang menyertainya. Hal ini terlihat dari tanggapan positif responden terhadap konten kampanye yang dianggap menarik dan mampu memengaruhi cara pandang mereka. Penggunaan media sosial terbukti efektif dalam menjangkau target audiens secara luas. Kampanye ini memiliki potensi untuk dikembangkan melalui berbagai media dan strategi visual guna memperluas jangkauan edukasi.
Perancangan Media Informasi Meningkatkan Kesadaran Tenang Body Dysmorphic Disorder Pada Dwasa Awal Azizah Nurul Izzah; Nefri Anra Saputra
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 8 (2025): Menulis - Agustus
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i8.566

Abstract

Body Dysmorphic Disorder (BDD) adalah gangguan mental yang ditandai dengan pikiran obsesif terhadap kekurangan fisik yang tidak nyata atau sangat kecil. Penderitanya sering merasa cemas dan tidak percaya diri, meskipun orang lain tidak melihat kekurangan tersebut. Di era media sosial, tekanan standar kecantikan meningkat, terutama pada dewasa awal (usia 18–30 tahun) yang rentan mengalami krisis citra tubuh. Perancangan ini bertujuan menciptakan media informasi audio visual untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang BDD. Metode yang digunakan mencakup observasi, wawancara dengan psikolog dan penyintas BDD, serta kuesioner. Konten dirancang dengan pendekatan visual dan verbal yang komunikatif dan emosional, menggunakan warna dan tipografi yang merefleksikan kondisi psikologis penderita. Diharapkan media ini menjadi sarana edukatif yang efektif dalam membangun empati dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap BDD.
Perancangan Media Informasi Untuk Mengenali Anxiety disorders Pada Usia 12-18 Tahun Ronald Desfidi Syaputra; Nefri Anra Saputra
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.932

Abstract

Gangguan kecemasan (anxiety disorder) merupakan salah satu permasalahan kesehatan mental yang banyak dialami oleh remaja usia 12–18 tahun. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), sekitar satu dari delapan orang di dunia mengalami gangguan mental, termasuk kecemasan, dan remaja menjadi kelompok yang sangat rentan akibat tekanan akademik, perubahan hormonal, perundungan, serta interaksi sosial. Di Indonesia, survei I-NAMHS menunjukkan bahwa 3,7% remaja mengalami gangguan kecemasan, sementara data Jurnal Ilmu Kesehatan (2024) mencatat 15% remaja usia 12–17 tahun mengalami gangguan mental. Selain itu, penelitian Priasmoro et al. (2024) menunjukkan bahwa 63% remaja usia ≤16 tahun mengalami kecemasan sosial. Data tersebut menunjukkan bahwa gangguan kecemasan pada remaja merupakan isu yang serius dan membutuhkan perhatian khusus. Hasil observasi, kuesioner, dan wawancara yang dilakukan di lingkungan sekolah di Padangpanjang menunjukkan bahwa banyak remaja belum menyadari gejala kecemasan yang mereka alami. Gejala tersebut sering dianggap sebagai bagian dari perubahan emosi normal pada masa remaja, sehingga tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Rendahnya kesadaran ini juga dipengaruhi oleh keterbatasan media informasi yang sesuai dengan karakteristik remaja, baik dari segi bahasa, visual, maupun cara penyampaian pesan. Media edukasi yang tersedia umumnya masih menggunakan bahasa yang kurang komunikatif dan tampilan yang kurang menarik bagi remaja. Berdasarkan permasalahan tersebut, perancangan ini bertujuan untuk menghasilkan media informasi berbasis desain komunikasi visual yang dapat membantu remaja mengenali anxiety disorder secara lebih mudah dan efektif. Media utama yang dirancang berupa buku ilustrasi dengan pendekatan visual yang edukatif dan empatik, didukung oleh media pendukung seperti poster, infografis, media sosial, dan merchandise. Penggunaan ilustrasi bergaya kartun dengan style line art, warna yang lembut, bahasa yang sederhana, serta narasi yang dekat dengan kehidupan remaja diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja terhadap gangguan kecemasan. Perancangan media informasi ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi yang efektif serta berkontribusi dalam meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental remaja.
Perancangan Maskot Festival Tabuik Kota Pariaman sebagai Penguat Identitas Visual M. Hafizh Ar Rasyid; Nefri Anra Saputra
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.957

Abstract

Festival Tabuik Kota Pariaman merupakan tradisi budaya tahunan yang memiliki nilai sejarah, religi, dan sosial yang kuat serta berpotensi besar sebagai daya tarik wisata budaya. Namun, penurunan jumlah pengunjung pascapandemi COVID-19 dan belum optimalnya identitas visual festival menjadi tantangan dalam memperkuat citra serta menjangkau audiens yang lebih luas, khususnya generasi muda. Permasalahan utama yang dihadapi adalah belum adanya identitas visual yang terstruktur, konsisten, dan mampu membangun kedekatan emosional dengan publik. Oleh karena itu, perancangan maskot dipilih sebagai solusi visual untuk menjadi representasi festival yang komunikatif, humanis, dan mudah dikenali. Metode perancangan yang digunakan meliputi riset kualitatif melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan kuesioner, yang kemudian diterjemahkan ke dalam konsep visual dan karakter maskot. Hasil perancangan diharapkan mampu memperkuat identitas visual Festival Tabuik, meningkatkan awareness masyarakat, serta mendukung strategi promosi festival secara lebih efektif dan relevan.
Perancangan Media Edukasi Mengenai Pentingnya Peran Pola Asuh Orang Tua Dalam Mendampingi Perkembangan Anak Laras Fla Rizki Pronika; Nefri Anra Saputra
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.962

Abstract

Permasalahan pola asuh yang tidak tepat masih banyak ditemukan di Indonesia dan berkontribusi terhadap hambatan perkembangan sosial, emosional, dan psikologis anak. Rendahnya akses pendidikan parenting serta kurangnya kesadaran calon orang tua menjadi faktor utama munculnya praktik pengasuhan yang kurang layak. Penelitian penciptaan ini bertujuan merancang media edukasi yang informatif, komunikatif, dan mudah dipahami mengenai pentingnya peran pola asuh orang tua dalam mendampingi perkembangan anak. Metode perancangan dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan psikolog anak dan parenting, studi pustaka, serta penyebaran kuesioner kepada 150 responden usia 17–25 tahun. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa 100% responden menyatakan pentingnya mempersiapkan pola asuh sebelum menikah, sementara 81% responden menilai buku interaktif sebagai media edukasi yang paling efektif. Berdasarkan temuan tersebut, dirancang media utama berupa buku interaktif yang didukung media pendukung seperti video edukasi, poster, dan media sosial. Media ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman, kesadaran, serta kesiapan psikologis remaja dan dewasa awal dalam menerapkan pola asuh yang tepat sesuai tahap perkembangan anak.