Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Bio-Lectura

IDENTIFICATION OF GENDER-BASED STUDENT MISCONCEPTION USING CRI CERTAINTY OF RESPONSE INDEX IN PHOTOSINTESIS CONCEPT AND PLANT RESPIRATION Maratul Afidah; Rika Mariati
Bio-Lectura : Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/bl.v6i2.3574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat miskonsepsi siswa berdasarkan gender menggunakan Certainty of Respons Index (CRI) pada konsep fotosintesis dan respirasi tumbuhan di kelas VII MTs Darul Muqomah Pekanbaru T.A 2018/2019. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil bulan November 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dalam bentuk analisis deskriptif non-statistik. Sampel penelitian yang yaitu siswa kelas VII-1 (putra) berjumlah 28 siswa dan kelas VII-2 (putri) berjumlah 21 siswa dengan total sampel 49 siswa, dengan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data ini diperoleh dari hasil konsepsi siswa putra dan siswa putri dari pemberian tes berupa pilihan ganda dengan menggunakan lembar jawaban Certainty of Respons Index (CRI) dengan skala keyakinan 0-5. Miskonsepsi konsep fotosintesis dan respirasi tumbuhan siswa putra sebesar 36,49% dengan kategori sedang dan siswa putri sebesar 30,23% dengan kategori sedang.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR DAN MISKONSEPSI SISWA PADA POKOK BAHASAN KULTUR JARINGAN TUMBUHAN DI KELAS XI IPA SMA AS-SHOFA PEKANBARU TA 2018/2019 Ferni Ratna; Mar'atul Afidah
Bio-Lectura : Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/bl.v7i1.4037

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan belajar dan miskonsepsi siswa dalam pokok bahasan kultur jaringan tumbuhan di SMA As- Shofa Pekanbaru T.A.2018/2019. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan menggunakan teknik Total sampling yang dilaksanakan di kelas XI IPA SMA As- Shofa Pekanbaru. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 58 orang siswa. Berdasarkan analisis persentase tingkat kesulitan belajar siswa pada pokok bahasan kultur jaringan tumbuhan sebesar 2,63 berada pada kriteria tinggi sedangkan pada persentasenya sebesar 65,76%. Indikator kesulitan tertinggi adalah faktor lingkungan keluarga sebesar 2,78 berada di kriteria tinggi sedangkan persentasenya sebesar 69,50%, sedangkan indikator kesulitan terendah adalah faktor jasmaniah sebesar 2,47 berada pada kriteria sedang dengan persentase 61,75%. Dari hasil penelitian yang dihitung dengan teknik CRI mengalami kejadian miskonsepsi berjumlah 1276 kejadian yang terdiri dari kategori yaitu siswa yang paham dengan persentase 25,62% ( kategori rendah), miskonsepsi dengan persentase 25,62% (kategori rendah), tidak tahu konsep dengan persentase 27,11% (kategori rendah) dan menebak jawaban dengan persentase 21,63% (kategori rendah) dengan skala CRI yang berbeda- beda dari 22 soal yang diujikan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa seluruh indikator pada kesulitan belajar siswa berada pada kriteria sedang dan miskonsepsi pada kategori rendah.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR DAN MISKONSEPSI SISWA PADA POKOK BAHASAN KULTUR JARINGAN TUMBUHAN DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 13 PEKANBARU Harry Sumantri; Mar'atul Afidah; Sri Wahyuni
Bio-Lectura : Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/bl.v7i2.5309

Abstract

Kesulitan belajar dan miskonsepsi siswa pada pokok bahasan kultur jaringan tumbuhan terjadi karena metode mengajar yang digunakan kurang tepat dan jadwal dan waktu belajar yang singkat sehingga materi yang disampaikan tidak tuntas. Peneilitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar dan miskonsepsi siswa dalam pokok bahasan kultur jaringan tumbuhan di SMA Negeri 13 Pekanbaru TA. 2018/2019. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan menggunakan teknik Total Sampling yang dilakukan di kelas XI IPA SMA Negeri 13 Pekanbaru. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 30 orang siswa. Data analisis kesulitan belajar di peroleh melalui angket, sedangkan miskonsepsi diperoleh dari soal test dengan menggunakan CRI. Hasil penelitian ini menunjukan tingginya tingkat kesulitan belajar dan miskonsepsi siswa pada pokok bahasan kultur jaringan tumbuhan, hasil kesulitan belajar pada aspek jasmaniah sebesar 3.18 dengan persentase 79.56%, aspek lingkungan keluarga sebesar 3.12 dengan persentase 78.00%, aspek psikologi sebesar 3.11 dengan persentase 77.79%, aspek lingkungan sekolah sebesar 2.91 dengan persentase 72.65%, dan aspek lingkungan masyarakat sebesar 2.71 dengan persentase 67.69%. untuk hasil penelitian miskensepsi dengan teknik CRI mengalami miskonsepsi sebesar 780 kejadian terdiri dari 4 kategori yaitu siswa paham 37.56%, tidak paham konsep 8.46%, menebak 9.23%,dan miskonsepsi 44.74%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa seluruh indikator pada kesulitan belajar berada pada kriteria tinggi dan miskonsepsi berda pada kategori sedang.
ANALISIS MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MEDIA GOOGLE CLASSROOM Herziza Susana; Mar'atul Afidah; Sri Wahyuni; Al Khudri Sembiring
Bio-Lectura : Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 8 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/bl.v8i1.6583

Abstract

Motivasi belajar adalah dorongan yang menggerakan, mengarahkan, dan mempertahankan perilaku siswa dalam kegiatan belajar, maka motivasi sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar. motivasi belajar siswa yang rendah hal itu ditandai penyelesaian tugas dari guru yang ditunda-tunda selain itu siswa lebih senang dengan tugas-tugas yang sederhana, sedangkan motivasi siswa yang tinggi apabila siswa tekun menghadapi tugas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi belajar dalam pembelajaran menggunakan media Google Classroom. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survei. Subjek penelitian siswa kelas X MIA MAN 4 Pekanbaru. Instrument penelitian berupa angket skala motivasi belajar siswa yang terdiri dari 30 pernyataan yang terdapat 13 pernyataan positif dan 17 pernyataan negatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket dan dokumentasi. Teknis Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah statistik deskriptif dengan bantuan excel 2016. Hasil penelitian menunjukkan rerata skor 2,71 (67,93%) dengan kategori tinggi. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa pada kelas X MIA MAN 4 Pekanbaru menggunakan media Google Classroom dengan kategori tinggi.
ETNOBOTANI TUMBUHAN PANGAN PADA MASYARAKAT SUKU MELAYU DI DESA CIPANG KIRI HULU KECAMATAN ROKAN IV KOTO KABUPATEN ROKAN HULU PROVINSI RIAU Sri Wahyuni; Mar'atul Afidah; Rahmat Ramadansur
Bio-Lectura : Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 8 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/bl.v8i2.7986

Abstract

Penelitian tentang Etnobotani Tumbuhan Pangan pada masyarakat Suku Melayu Desa Cipang Kiri Hulu Kecamatan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau dilakukan padan bulan Januari 20Penelitian tentang Etnobotani Tumbuhan Pangan pada masyarakat Suku Melayu Desa Cipang Kiri Hulu Kecamatan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau dilakukan padan bulan Januari 2021. Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis tumbuhan, dan bagian tumbuhan yang digunakan serta cara pembudidayaan tumbuhan oleh masyarakat Desa Cipang Kiri Hulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei eksploratif dan teknik sampling menggunakan snowball sampling. Pengumpulan data di lapangan berupa wawancara nama lokal tumbuhan, bagian yang dimanfaatkan, cara pembudidayaan serta cara pemanfaatan. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ditemukan 40 jenis tumbuhan pangan dari 25 famili yang dimanfaatkan sebagai tumbuhan pangan masyarakat Suku Melayu. Famili yang paling banyak ditemukan yaitu Fabaceae (Vigna sinensis, Arachis hypogaea, Vigna radiata, Psophocarpus tetragonolobus, Parkia speciosa). Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan terdiri dari tujuh bagian yaitu biji, daun, buah, umbi, bunga, rimpang, dan batang. Bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan yaitu buah sebesar 58%. Pembudidayaan yang dilakukan oleh masyarakat yaitu dengan cara menanam di kebun, di pekarangan rumah dan di sawah. Cara pembudidayaan yang paling banyak yaitu dengan cara menanam di kebun 93%.21. Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis tumbuhan, dan bagian tumbuhan yang digunakan serta cara pembudidayaan tumbuhan oleh masyarakat Desa Cipang Kiri Hulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei eksploratif dan teknik sampling menggunakan snowball sampling. Pengumpulan data di lapangan berupa wawancara nama lokal tumbuhan, bagian yang dimanfaatkan, cara pembudidayaan serta cara pemanfaatan. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ditemukan 40 jenis tumbuhan pangan dari 25 famili yang dimanfaatkan sebagai tumbuhan pangan masyarakat Suku Melayu. Famili yang paling banyak ditemukan yaitu Fabaceae (Vigna sinensis, Arachis hypogaea, Vigna radiata, Psophocarpus tetragonolobus, Parkia speciosa). Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan terdiri dari tujuh bagian yaitu biji, daun, buah, umbi, bunga, rimpang, dan batang. Bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan yaitu buah sebesar 58%. Pembudidayaan yang dilakukan oleh masyarakat yaitu dengan cara menanam di kebun, di pekarangan rumah dan di sawah. Cara pembudidayaan yang paling banyak yaitu dengan cara menanam di kebun 93%.
STUDI MORFOLOGI ORGAN VEGETATIF DAN GENERATIF VARIETAS JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) Sri Wahyuni; Mar’atul Afidah; Suryanti Suryanti
Bio-Lectura : Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/bl.v9i1.9824

Abstract

Salah satu cara untuk mengamati bentuk luar tumbuhan adalah melalui pengamatan morfologi daun, batang, biji, dan buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk morfologi organ vegetatif dan generatif varietas jambu biji (Psidium guajava L.). Metode yang digunakan adalah survey dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, pengamatan secara langsung dan dokumentasi. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil pengamatan terdapat empat varietas jambu biji (Psidium guajava L.) yang ada di perkebunan Deni Bringas. Ke-empat varietas tersebut adalah Psidium guajava Putih Taiwan, P. guajava Putih Kristal, P. guajava Merah Apel, P. guajava Merah Alpukat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa karakter morfologi dari bentuk daun, ujung daun, pangkal, daun, tepi daun, warna buah, bentuk buah, warna batang, persebaran biji, panjang daun, lebar daun, diameter daun dan tinggi daun memiliki perbedaan morfologi. Dari empat varietas penelitian ini yang paling mendekati hubungan kemiripan karakter morfologi nya terdapat pada varietas Putih Taiwan dengan Merah Alpukat dan Putih Kristal dengan Merah Apel.
STUDI ETNOBOTANI PADA MAKANAN KHAS SUKU BATAK TOBA DI DESA PANGKALAN LIBUT KECAMATAN PINGGIR KABUPATEN BENGKALIS PROVINSI RIAU Sri Wahyuni; Al Khudri Sembiring; Ade Paldo Manullang; Marta Dinata; Mar'atul Afidah
Bio-Lectura : Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/bl.v9i2.11560

Abstract

Plants in typical food ethnobotany such as Arsik, Lappet, Itak, and Saksang are an assimilation process by the Toba Batak tribe in utilizing plants. This study reveals what types of plants, plant parts and how the processing of typical foods and their meanings are by the Toba Batak people in Pangkalan Libut Village. The sampling of the research was carried out using a Porposive Sampling technique, which involved 4 people in Pangkalan Libut Village, especially the Toba Batak Tribe. Data were collected using interview techniques and data were processed using formulas and made in the form of diagrams. The results showed that there were 23 plant species used by the Toba Batak people in Pangkalan Libut Village in making special foods, and the plant parts used were roots, stems, fruit, flowers, seeds, leaves, rhizomes, and tubers with Zingiberaceae family as the largest family. 18% used and the least used family, namely the Apiaceae family, 4%, and the plant parts used were roots, stems, fruit, flowers, seeds, leaves, rhizomes, and tubers with the meaning of expressing gratitude for each special food, namely as a thanksgiving made during the Literacy - literacy event, Wages - wages, horse - horse panaekkhon, Malua and Ulaon pasu - pasu. From the results of the study it can be found that the typical food of the Toba Batak Tribe has gone through a process of assimilation so that changes in ingredients and meanings occur, but the Toba Batak people still preserve Arsik, Lappet, Itak, and Saksang by using plants as typical food ingredients and are able to survive. to date.
PERBANDINGAN KELIMPAHAN DAN ASOSIASI POHON AQUILARIA MALACCENSIS LAM. DAN CASTANOPSIS ARGENTEA (BLUME) A.DC. DI TAMAN HUTAN RAYA SULTAN SYARIF HASYIM PROVINSI RIAU Sri Wahyuni; Mar’atul Afidah; Marta Dinata
Bio-Lectura : Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/bl.v10i2.16605

Abstract

According to data from the 2019 IUCN Red List, the Aquilaria malaccensis species is included in the "Critically Endangered" category and the Castanopsis argentea species is included in the "Endangered" category. This study aims to determine the comparison of abundance and associations of Aquilaria malaccensis Lam. and Castanopsis argentea (Blume) A.DC. in Sultan Syarif Hasyim Forest Park, Riau Province. Data collection is carried out by making observation plots. In this research, an observation plot will be made measuring 20 m x 20 m to analyze tree vegetation. The research plot was determined deliberately (purposive sampling) and measurements were carried out in places where there were Aquilaria malaccensis and Castanopsis argentea trees. The population in this study is the area of ​​Tahura Sultan Syarif Hasyim in Siak Regency, namely, 2,400 Ha. The sample in this study was taken with a sampling intensity of 0.1%. So, the sample in this study covers an area of ​​24,000 m2. The type of data collected is primary data consisting of data on the abundance and association (with other plants) of Aquilaria malaccensis and Castanopsis argentea in Tahura SSH, Riau Province as well as secondary data in the form of the general condition of the research location, maps and the results of research that has been carried out, thesis or journals related to the title to be researched. Data analysis in the form of an Important Value Index, Diversity Index, and associations with other types. The results of data analysis can determine the abundance and associations of Aquilaria malaccensis Lam. and Castanopsis argentea (Blume) A.DC. in Sultan Syarif Hasyim Forest Park, Riau Province. The research results show that the Castanopsis argentea species has a higher abundance of 0.03 than Aquilaria malaccensis, which is 0.003. The highest association of Castanopsis argentea was 0.5 with Palaquium burkii, while the highest association of Aquilaria malaccensis was 0.8 with Sloetia elongata.