Ganjar Samudro
Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Jl. Prof. H. Soedarto, S.H. Tembalang - Semarang 50275

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Potensi Material Sampah Combustible pada Zona Pasif TPA Jatibarang Semarang sebagai Bahan Baku RDF (Refuse Derived Fuel) Irma Natasya Hutabarat; Ika Bagus Priyambada; Ganjar Samudro; Baskoro Lokahita; Syafrudin Syafrudin; Irawan Wisnu Wardhana; Mochtar Hadiwidodo
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jtm.v7i1.2241

Abstract

Abstrak: Peningkatan jumlah timbulan sampah menyebabkan meningkatnya kebutuhan lahan pada TPA Jatibarang. Untuk menghindari terjadinya kekurangan lahan perlu dilakukan penanganan pada sampah yakni dengan mengubah sampah menjadi sumber energi seperti bahan baku RDF (Refused Derived Fuel). RDF merupakan salah satu teknik penanganan sampah dengan mengubah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat yaitu bahan bakar. Sampah tersebut dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku RDF dengan cara menganalisis nilai kalor yang dihasilkan. Untuk menganalisis nilai kalor pada sampah combustible zona pasif TPA Jatibarang dapat dilakukan dengan cara pengujian sampel sebanyak 100 gram dengan alat bom kalorimeter. Sampel tersebut diambil pada kedalaman 0-3 m dengan metode random sampling. Kemudian akan didapat nilai kalor tinggi yang dihasilkan sampel tersebut. Nilai Kalor Tinggi yang dihasilkan sampel tersebut sebesar 5,25 kkal/ton pada kedalaman 0-1 m, 5,76 kkal/ton pada kedalaman 1-2 m dan 6,31 kkal/ton pada kedalaman 2-3 m. Nilai kalor tinggi yang dihasilkan sampah combustible tersebut menunjukkan bahwa semakin rendah kedalaman sampah maka akan semakin tinggi nilai kalor yang dihasilkan dan sampah tersebut berpotensi sebagai bahan baku RDF. 
PENGARUH KADAR AIR TERHADAP HASIL PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK DENGAN METODE OPEN WINDROW Vaneza Citra Kurnia; Sri Sumiyati; Ganjar Samudro
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2017): JTM Edisi Spesial 2017
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jtm.v6i2.1191

Abstract

Banyaknya jumlah daun yang berguguran di suatu wilayah atau pemukiman merupakan potensi yang pantas diperhitungkan agar menjadi bahan yang bernilai guna, Salah satunya dengan melakukan pengomposan. Kadar air mempunyai peran yang kritis dalam rekayasa pengomposan karena dekomposisi material organik bergantung pada ketersediaan kandungan air. Kadar air menjadi kunci penting pada proses pengomposan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kadar air terhadap pengomposan sampah organik yaitu sampah daun kering dan menentukan kadar air optimum untuk pengomposan sampah organik berupa daun kering. Penelitian ini menggunakan variasi kadar air (40%, 50%, dan 60%) dan perlakuan ukuran bahan dicacah menjadi ukuran 1cm dan  menggunakan MOL tetes tebu sebagai bioaktivator.Waktu pengomposan berlangsung selama 30 hari dengan metode pengomposan secara open windrow. Berdasarkan penelitian ini kadar air yang optimal untuk proses pengomposan sampah organik daun kering adalah kadar air 60% dilihat dari Kadar C-Organik terendahnya sesbesar 27,324%, kandungan N-Total yang paling tinggi 2,441%,Rasio C/N terendahnya sebesar 11,194%, kandungan P-Total sebesar 0,211%, kandungan K-Total sebesar 1,7776% dan Nilai GI yang paling tinggi sebesar 125,58% dan kemudian hasil uji mikrobiologi menunjukan bahwa jumlah total koliform  yang ada pada kompos tidak lebih dari 1000 MPN/g.
PENGARUH KADAR AIR TERHADAP PROSES PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK DENGAN METODE TAKAKURA Dian Asri Puspa Ratna; Ganjar Samudro; Sri Sumiyati
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2017): JTM Edisi Spesial 2017
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jtm.v6i2.1192

Abstract

Sampah adalah sesuatu bahan atau benda padat yang sudah tidak dipakai lagi oleh manusia, atau benda padat yang sudah digunakan lagi dalam suatu kegiatan manusia dan dibuang. Kegiatan perkuliahan yang memiliki tenaga pengajar, karyawan serta mahasiswa setiap hari berkontribusi menghasilkan sampah. Sampah yang banyak dihasilkan berupa daun kering, cara untuk mengurangi permasalahan sampah adalah melakukan proses pengomposan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kadar air terhadap pengomposan sampah daun kering dan menentukan kadar air optimum untuk pengomposan sampah daun kering. Proses pengomposan berlangsung selama 30 hari dengan metode keranjang takakura. Penelitian ini menggunakan variasi kadar air (40%, 50%, dan 60%) dan perlakuan ukuran bahan dicacah menjadi ukuran 1.5cm. Activator berupa mol tetes tebu terlebih dahulu dibuat dengan cara fermentasi. Bahan baku kompos dan mol tetes tebu dilakukan uji pendahuluan untuk mengetahui karakteristik awal. Kadar air, suhu dan pH diukur setiap hari. Uji toksisitas dilakukan setelah kompos matang, uji ini digunakan untuk menentukan kadar bakteri pathogen dalam kompos, dalam penelitian ini kompos dinyatakan bebas bakteri pathogen. Berdasarkan hasil analisis kadar air optimum untuk penelitian ini adalah 60% dilihat dari Rasio C/N paling rendah yaitu 15.222% pada K1.5-60, kandungan N-Total paling tinggi 1.924% Pada K1.5-60, K-Total pada K1.5-60 sebesar 1.425% dan nilai GI paling tinggi 113.82% pada K1.5-60.
Potensi Sampah Combustible pada Zona Aktif 1 TPA Jatibarang Semarang sebagai Bahan Baku RDF (Refuse Derived Fuel) Rizki Tri Andrianingsih; Ganjar Samudro; M. Arief Budihardjo; Baskoro Lokahita; Syafrudin Syafrudin; Mochtar Hadiwidodo; Irawan Wisnu Wardhana
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jtm.v7i1.2239

Abstract

Banyaknya produksi sampah di Semarang menyebabkan timbulan sampah di TPA Jatibarang semakin meningkat. Untuk mengurangi timbulan sampah, perlu adanya energi alternatif. Oleh karena itu, produksi refuse derived fuel (RDF) dapat menjadi salah satu solusi positif dalam penyelesaian masalah ini. Pemanfaatan energi dari limbah dikenal sebagai Waste-to-Energy (WTE). Pemanfaatan limbah menjadi energi sangat berhubungan dengan nilai kalor. Pada kajian ini, sampah combustible dari zona aktif 1 TPA Jatibarang akan dihitung nilai kalor tingginya dengan bom kalorimeter. Sampah diambil pada kedalaman 0-1 m, 1-2 m, dan 2-3 m di bawah permukaan timbulan sampah. Nilai kalor yang dihasilkan sampel tersebut sebesar 6,07 kkal/ton pada kedalaman 0-1 m, 5,56 kkal/ton pada kedalaman 1-2 m dan 5,55 kkal/ton pada kedalaman 2-3 m. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kedalaman maka semakin tinggi pula nilai kalornya, sehingga sampah zona aktif 1 TPA Jatibarang memiliki potensi yang tinggi untuk diolah menjadi RDF.
PENGEMBANGAN PELAYANAN SISTEM DISTRIBUSI AIR MINUM KOTA TEGAL Yustika Kusumawardani; Wiharyanti Oktiawan; Ganjar Samudro
Purifikasi Vol 14 No 1 (2014): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25983806.v14.i1.7

Abstract

Kota Tegal merupakan salah satu daerah otonom di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki jumlah penduduk 248.722 jiwa dengan jumlah kepala keluarga sebesar 61.513. Namun dari keseluruhan jumlah penduduk tersebut tercatat hanya 11.882 pelanggan atau sekitar 19,32% penduduk yang terlayani oleh PDAM Kota Tegal dan tingkat kebocoran air sebesar 44,21%. Tekanan air pada sistem distribusi eksisting sangat rendah karena menara air yang tersedia tidak dapat difungsikan. Kapasitas sumber air baku yang saat ini dimiliki PDAM Kota Tegal adalah 190 lt/dtk. Pengembangan jaringan distribusi sistem penyediaan air minum untuk wilayah Kota Tegal direncanakan hingga tahun 2021 dengan menggunakan sumber air baku baru yang berasal dari PDAB Jawa Tengah yaitu penambahan sebesar 200 liter/detik. Kapasitas air tersebut digunakan untuk menambah wilayah pelayanan di kecamatan Tegal Selatan, Tegal Barat, Tegal Timur dan Margadana. Pengembangan jaringan distribusi baru dapat melayani pelanggan sambungan rumah baru sebesar 16.071 SR dengan presentase rencana pengembangan hingga 79,80 % untuk seluruh wilayah Kota Tegal. Tingkat pelayanan pada Kecamatan Tegal Selatan, Tegal Timur, Tegal Barat dan untuk Kecamatan Margadana adalah 20,96% 16,92%, 19,19% dan 22,72% secara berturut-turut. Perencanaan jaringan distribusi baru tersebut menggunakan pola jaringan distribusi bercabang dan tidak terkoneksi dengan sistem jaringan distribusi lama dengan total anggaran biaya sebesar Rp 17.363.693.000,00. Tegal Region determined as one of the otonomical regions located in Central Java which has 248,722 populations with the number of head of household 61,513. From that total population was recorded only 11,882 custumers, or approximately 19.32% of the population served by PDAM Tegal with a leak rate it’s about 44.21%. Moreover the water pressure on the existing distribution system is very low because the water tower can not used. Capacity of raw water source that is currently owned by PDAM Tegal is 190 l/sec. Development of distribution networks for drinking water supply systems in Tegal region is planned until the year 2021 using the new raw water sources originating from PDAB in Central Java that is equal to 200 l/sec. Water capacity is used to increase the service area in the district of Tegal Selatan, Tegal Barat, Tegal Timur and Margadana. From that new development distribution network can fullfil customer connections for 16,071 household connections by the percentage of SR development plan up to 79.80% for the entire region Tegal. Which is the service level of each district are 20.96% for Tegal Selatan subdistrict, 16.92%, Tegal Timur subdistrict, 19.19% Tegal Barat subdistrict and 22.72% for Margadana subistrict. The new distribution network planning is designed using branch pattern of the distribution network and unconnected to the old system of distribution network results the total budget about Rp 17,363,693,000.00.