Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERFORMATIVITAS DALAM MANGA SHONEN-AI: SEKAIICHI HATSUKOI, HENSHIN DEKINAI DAN HIMANANODE HAJIMETE MIMASHITA Ni Made Savitri Paramita
POETIKA Vol 2, No 2 (2014): Issue 2
Publisher : Literary Studies, Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/poetika.v2i2.10443

Abstract

This research underlies the analysis on the performance and performativity of characters in shonen-ai: Sekaiichi Hatsukoi, Henshin Dekinai, and Himananode Hajimete Mimashita manga. Characterization in shonen-ai manga is based on the characters’ role within the same-sex relationship, which are the male role (seme) and the female role (uke). The character of Seme tends to be aggressive, protective, smart, good looking, and unemotional. On the other hand, Uke is feminine, smaller, physically weak, insecure, and emotional. The writer would like to analyze whether performance align with performativity based on the characterization of seme and uke. Judith Butler’s Performativity is used as theoretical framework within the research. The theory covers gender, performance, and performativity. Gender as social construction is fluid and unbound to the body. This phenomenon is seen in these three shonen-ai manga. Character that looks masculine does not always have the male role (seme) and the feminine one does not always have the female role (uke). Physical performance is not merely associated with gender (performativity).Keywords: shonen-ai manga, same-sex relationship, performativity, gender.
PEMBERDAYAAN EKONOMI DI PANTI ASUHAN PUTRI AISYIYAH MALANG MELALUI PELATIHAN MASAKAN JEPANG Santi Andayani; Ni Made Savitri Paramita; Emma Rahmawati Fatimah; Retno Dewi Ambarastuti; Melisa Kurnia P.R; Yayang Itrok D.S.
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.464 KB) | DOI: 10.31949/jb.v2i1.575

Abstract

Banyaknya usaha kuliner khas Jepang, dari yang berskala restoran hingga kedai kaki lima, membuat masyarakat dapat memilih variasi makanan. Variasi kuliner Jepang ini berpotensi bagi pengembangan usaha kuliner pada masyarakat yang dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satu usaha pemberdayaan ekonomi dilakukan pada kegiatan pengenalan dan pelatihan masakan Jepang kepada Panti Asuhan Putri Aisyiyah Malang. Panti Asuhan Aisyiyah ini mempunyai bidang usaha kuliner, berupa katering kue dan masakan khas nusantara. Pengenalan dan pelatihan masakan Jepang ditujukan untuk memberikan wawasan dan keterampilan baru, dan dapat memperkaya menu catering yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan ekonomi, sehingga dapat menambah dukungan finansial bagi operasional panti asuhan. Masakan yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah oyakodon dan katsudon. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama 1 hari, dengan peserta sebanyak 6 (enam) orang, yang terdiri dari 3 (tiga) orang karyawan catering, dan 3 (tiga) orang anak panti asuhan. Kegiatan ini dilakukan secara daring (dengan melihat video yang dibuat oleh tim, dengan native Jepang sebagai kokinya), dan luring (praktik memasak oyakodon dan katsudon). Hasil dari kegiatan ini adalah antusiasme peserta dalam mengikuti pelatihan, dan peserta dapat mengikuti dan memasak sesuai dengan arahan native Jepang. Setelah pelatihan dilaksanakan, masukan bagi tim adalah permintaan peserta agar tim dapat mengenalkan masakan Jepang yang lainnya seperti sushi, dan juga mengajarkan table manner prasmanan.