Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

BENTUK KIGO PADA HAIKU DAN ISI SINDIRAN PADA SENRYU OLEH MAHASISWA SASTRA JEPANG UNIVERSITAS BRAWIJAYA Fitriana Puspita Dewi; Elizabeth Worobroto; Santi Andayani
IZUMI Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.744 KB) | DOI: 10.14710/izumi.5.1.25-31

Abstract

 In the Japanese literature, poetry has its own type and form, including Haiku and Senryu with 5-7-5 syllabic structure. Another prominent characteristic of Haiku is the topic concerning beauty of nature and the elements like Kigo or Kisetsu no Kotoba (the words marking the seasons) in which it shows the closeness of Japanese people with nature. Senryu has humorous and witty elements, including satire and the story about people; it does not describe season at all. Therefore, cultural background and social condition of society will affect content and form of the satire. This research aims to analyze the form of kigo in haiku and the content of satire in senryu, written by students of Japanese Literature in Brawijaya University. This research used qualitative descriptive methodology. The research shows the result that kigo ame and kigo taiyou are the most frequently used forms.  In senryu, the contents of satire are love, student life, and physical depiction.
Social Representation of Japanese Characters in Zainichi Film Santi Andayani; Emma Rahmawati Fatimah; Gathisa Silvia Gunawan; Aisyah Bellatrix Kancanadewi
IZUMI Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/izumi.10.2.398-410

Abstract

Discriminative treatment and zainichi identity crisis have often focused on zainichi-themed literary and media works. In terminology, zainichi is a term for ethnic Koreans living in Japan. Koreans are victims because of their minority, and Japanese are portrayed as perpetrators who discriminate against them. This study focuses on the representation of Japanese people through the main characters in the film Zainichi, Hotaru (2001) and For Those We Love (2007), which are the objects of this research. This study uses the representation theory by Stuart Hall to propose how Japanese people are represented in the zainichi film media. This research uses documentation and literature study techniques for data collection and descriptive qualitative methods for data analysis The results showed that the representation of the Japanese through the main characters in the two films emphasized more the positive or humanist Japanese characters: 1) people who respect other nations; 2) people who are compassionate and appreciate human values; 3) people who are considerate; 4) trustworthy people; 5) people who are loyal and committed to their friends and lovers.
PEMBERDAYAAN EKONOMI DI PANTI ASUHAN PUTRI AISYIYAH MALANG MELALUI PELATIHAN MASAKAN JEPANG Santi Andayani; Ni Made Savitri Paramita; Emma Rahmawati Fatimah; Retno Dewi Ambarastuti; Melisa Kurnia P.R; Yayang Itrok D.S.
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.464 KB) | DOI: 10.31949/jb.v2i1.575

Abstract

Banyaknya usaha kuliner khas Jepang, dari yang berskala restoran hingga kedai kaki lima, membuat masyarakat dapat memilih variasi makanan. Variasi kuliner Jepang ini berpotensi bagi pengembangan usaha kuliner pada masyarakat yang dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satu usaha pemberdayaan ekonomi dilakukan pada kegiatan pengenalan dan pelatihan masakan Jepang kepada Panti Asuhan Putri Aisyiyah Malang. Panti Asuhan Aisyiyah ini mempunyai bidang usaha kuliner, berupa katering kue dan masakan khas nusantara. Pengenalan dan pelatihan masakan Jepang ditujukan untuk memberikan wawasan dan keterampilan baru, dan dapat memperkaya menu catering yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan ekonomi, sehingga dapat menambah dukungan finansial bagi operasional panti asuhan. Masakan yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah oyakodon dan katsudon. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama 1 hari, dengan peserta sebanyak 6 (enam) orang, yang terdiri dari 3 (tiga) orang karyawan catering, dan 3 (tiga) orang anak panti asuhan. Kegiatan ini dilakukan secara daring (dengan melihat video yang dibuat oleh tim, dengan native Jepang sebagai kokinya), dan luring (praktik memasak oyakodon dan katsudon). Hasil dari kegiatan ini adalah antusiasme peserta dalam mengikuti pelatihan, dan peserta dapat mengikuti dan memasak sesuai dengan arahan native Jepang. Setelah pelatihan dilaksanakan, masukan bagi tim adalah permintaan peserta agar tim dapat mengenalkan masakan Jepang yang lainnya seperti sushi, dan juga mengajarkan table manner prasmanan.