Hafid Zakariya
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kedudukan Asas Hukum dalam Penyelesaian Sengketa Melalui Arbitrase Berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 Supeno Supeno; Muhtar Dahri; Hafid Zakariya
Wajah Hukum Vol 3, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.701 KB) | DOI: 10.33087/wjh.v3i1.45

Abstract

The enactment of Law No. 30 of 1999 concerning Arbitration and Alternative Dispute Resolution is a step forward in dispute resolution in Indonesia, especially the settlement of disputes in the field of trade in response to the deadlock in the settlement of trade disputes that require resolutions quickly, cheaply, informally, and maintained interests and the secrets of the parties. However, there are still some rules and practices that are not in line with the principle of arbitration law itself. In this paper will be reviewed and analyzed the position of the legal principle used in resolving disputes through arbitration, so it is hoped that these legal principles can be upheld by all interested parties, if there are legal rules and legal practices that are contrary to this legal principle, they can be ruled out.
PROSES PENYIDIKAN PERKARA TINDAK PIDANA NARKOTIKA (STUDI KASUS SAT RES NARKOBA POLRESTA SURAKARTA) Rika Romadzoni; Amir Junaidi; Hafid Zakariya
Wajah Hukum Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.832 KB) | DOI: 10.33087/wjh.v1i1.15

Abstract

The purpose of this research is to know the process of the implementation of the investigation against the crime of narcotics in a drug Polresta Surakarta Reskrim Units and to know the obstacles faced by Police investigators in conducting the process of investigation the Crime Unit in the Narcotics Drug Reskrim Polresta Surakarta. Research methods used are empirical juridical. Based on the results of research and analysis of the data it can be concluded that the process of case investigation of narcotics crime in Drug Polresta Surakarta Reskrim Units namely (1) received a report (2) the first Action after receiving a report from the someone then the investigators conducted a series of investigations and pembuntutan against someone suspected of (3)(4) Arrest Search Seizure (5) (6) the examination of the suspect and Witness Detention (7) (8) the completion of the Investigation. Obstacles in by investigators in conducting investigation is many people who don't want to inform the user about the Narcotics to the police.Key Words: Process, Investigators, Narcotics.
Pelaksanaan Diversi Terhadap Anak Sebagai Pelaku Kejahatan Purnaningtyas, Siwi; Hadi Mahmud; Hafid Zakariya
Indonesian Journal of Criminal Law Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : ILIN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/ijocl.v6i1.2435

Abstract

Anak-anak selaku generasi penerus bangsa membutuhkan perlindungan hak mereka, termasuk ketika terlibat dalam konflik hukum. Faktor lingkungan dan orang tua berperan penting dalam perkembangan anak, yang dapat memengaruhi perilaku mereka, termasuk dalam tindak pidana seperti pencabulan. Diversi menjadi salah satu pendekatan yang dipakai untuk melindungi anak dan mencegah konsekuensi negatif. Studi ini mengeksplorasi pelaksanaan diversi terhadap anak pelaku pencabulan, fokus pada kasus di Pengadilan Negeri Surakarta. Tujuan penelitian untuk menjelaskan mengenai pelaksanaan diversi pada anak pelaku pencabulan dan pertanggungjawaban yang diberikan kepada anak pelaku. Memakai metode normatif di mana meneliti data sekunder lewat studi kepustakaan dan dokumen yang berkaitan dengan diversi. Hasilnya menunjukkan jika diversi memungkinkan penyelesaian kasus di luar pengadilan, memberikan kesempatan bagi anak untuk merasa aman dan memperoleh pemahaman terkait konsekuensi perbuatannya. Namun, pidana penjara tetap menjadi opsi terakhir dalam kasus pengulangan tindak pidana yang serius. Putusan pengadilan menekankan pada pendekatan rehabilitatif dan pencegahan kriminalitas, dengan memberikan pidana pembinaan dan pelatihan kerja sebagai alternatif untuk membantu anak memperbaiki perilaku mereka. Pentingnya perlindungan hak anak dan pendekatan yang berorientasi pada kepentingan terbaik anak menjadi fokus dalam proses peradilan pidana anak.