I Gusti Ayu Kusuma Astuti Ngurah Putri
Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Surabaya, Indonesia.

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Status Kebersihan Gigi dan Mulut Selama Kehamilan : Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Status Kebersihan Gigi dan Mulut Selama Kehamilan Pebronela Maria Mince Balok; Isnanto Isnanto; I Gusti Ayu Kusuma Astuti Ngurah Putri
Dental Therapist Journal Vol. 3 No. 2 (2021): Dental Therapist Journal
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.702 KB) | DOI: 10.31965/dtj.v3i2.521

Abstract

The behavior of pregnant women is defined as an activity or activity during pregnancy. In this study, behavior consists of knowledge, attitudes, and actions. During pregnancy, there are several changes in the body, including the teeth and mouth. One of the causes of dental and oral health problems is the presence or absence of local factors (debris and calculus). The average OHI-S criteria for pregnant women is moderate. The purpose of this study was to determine the relationship between the behavior of pregnant women and oral hygiene (OHI-S) during pregnancy at Lurasik Health Center, North Biboki District, North Central Timor Regency, East Nusa Tenggara in 2020. This research method is an analytical study with a cross-sectional design. . The sampling technique used is an incidental technique. The target of this research is pregnant women who visited the Lurasik Health Center, North Biboki District, North Central Timor Regency, East Nusa Tenggara in 2020 totaling 52 pregnant women. Methods of data collection using behavioral questionnaires and OHI-S observation sheets. The data analysis technique used the chi-square test. The results showed that the behavior of pregnant women in the good category (57.7%), OHI-S pregnant women in the moderate category (82.7%), there was no relationship between behavior and oral hygiene (OHI). -S) in pregnant women at the Lurasik Health Center (0.132 > 0.05). There is no relationship between the behavior of pregnant women with dental and oral hygiene (OHI-S) during pregnancy at the Lurasik Health Center, North Biboki District, North Central Timor Regency, East Nusa Tenggara in 2020, for further researchers can examine further the relationship between pregnant women's knowledge and behavior with hygiene status teeth and mouth during pregnancy. Perilaku ibu hamil didefinisikan sebagai suatu kegiatan atau aktivitas selama masa kehamilan. Dalam penelitian ini perilaku terdiri dari pengetahuan, sikap dan tindakan. Pada masa kehamilan terjadi beberapa perubahan pada bagian tubuh termasuk gigi dan mulut. Salah satu penyebab gangguan kesehatan gigi dan mulut adalah ada atau tidaknya faktor lokal (debris dan calculus). Rata-rata kriteria OHI-S pada ibu hamil adalah sedang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku ibu hamil dengan kebersihan gigi dan mulut (OHI-S) selama masa kehamilan di Puskesmas Lurasik Kecamatan Biboki Utara Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur tahun 2020. Metode penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan teknik insnidental.Sasaran penelitian ini adalah ibu hamil yang berkunjung ke Puskemas Lurasik Kecamatan Biboki Utara Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur tahun 2020 berjumlah 52 ibu hamil. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner perilaku dan lembar observasi OHI-S. Teknik analisis data menggunakan uji chi square Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku ibu hamil dengan kategori baik (57,7%), OHI-S ibu hamil dengan kategori sedang (82,7%), tidak ada hubungan perilaku dengan kebersihan gigi dan mulut (OHI-S) pada ibu hamil di Puskesmas Lurasik (0,132 > 0,05). Tidak ada hubungan perilaku ibu hamil dengan kebersihan gigi dan mulut (OHI-S) selama masa kehamilan di Puskesmas Lurasik Kecamatan Biboki Utara Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur tahun 2020, untuk peneliti selanjutnya bisa meneliti selanjutnya tentang hubungan pengetahuan dan perilaku ibu hamil dengan status kebersihan gigi dan mulut selama masa kehamilan.
POLA PEMBERIAN SUSU FORMULA DENGAN RENDAHNYA PREVALENSI ANGKA BEBAS KARIES USIA DINI ANAK PRASEKOLAH (Studi di TK Dharma Wanita Persatuan Tambakrejo 1 Kecamatan Krembung Kabupaten Sidoarjo) Irna Apprillia Roswandha; I Gusti Ayu Kusuma Astuti Ngurah Putri; Endang Purwaningsih
Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi Vol 3, No 2 (2022): Juli: In Press
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/jikg.v3i2.911

Abstract

Latar Belakang : Karies usia dini adalah adanya satu atau lebih kerusakan pada gigi dengan kavitas atau tanpa kavitas, kehilangan gigi akibat karies, atau penambalan permukaan gigi susu pada usia prasekolah (0-71 bulan). Data pemeriksaan def-t anak prasekolah di TK Dharma Wanita Persatuan Tambakrejo 1 Krembung Sidoarjo menunjukkan rendahnya prevalensi angka bebas karies usia dini. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola pemberian susu formula saat batita dengan rendahnya prevalensi angka bebas karies usia dini anak prasekolah di TK Dharma Wanita Persatuan Tambakrejo 1 Krembung Sidoarjo. Metode : Responden penelitian yaitu ibu dan anak prasekolah yang bersekolah di TK Dharma Wanita Persatuan Tambakrejo 1 Krembung Sidoarjo sebanyak 48 orang diambil secara simple random sampling. Penelitian ini dilakukan di TK Dharma Wanita Persatuan Tambakrejo 1 Krembung Sidoarjo pada bulan Desember 2021 hingga Maret 2022. Teknik analisis data yang digunakan merupakan uji korelasi koefisien kontingensi. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami karies dan memiliki pola pemberian susu formula saat batita tidak tepat. Kesimpulan : Hasil uji korelasi koefisien kontingensi yaitu p value 0,000 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pola pemberian susu formula saat batita dengan rendahnya prevalensi angka bebas karies usia dini anak prasekolah di TK Dharma Wanita Persatuan Tambakrejo 1 Krembung Sidoarjo. Saran : Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi dan referensi bahan mengajar mengenai pola pemberian susu formula saat batita dengan kejadian karies gigi.
Sikap Ibu Hamil Dalam Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Gigi Dan Mulut Di Desa Bujur Timur Batumarmar Kabupaten Pamekasan I Gusti Ayu Kusuma Astuti Ngurah Astuti; Sunomo Hadi; Sunnah Hayati
SURABAYA DENTAL THERAPIST JOURNAL Vol. 1 No. 1 (2023): February 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/sdtj.v1i1.2

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan :  Kehamilan dan kesehatan gigi merupakan aspek yang berkaitan satu sama lain. Kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil perlu diperhatikan, karena perubahan hormon saat hamil menimbulkan iritasi lokal dalam rongga mulut karenanya ibu hamil termasuk kelompok yang rentan sehingga dianjurkan rutin melakukan kunjungan ke fasilitas kesehatan gigi. Kurangnya pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil mempengaruhi sikap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut sehingga berdampak pada kunjungan ke fasilitas kesehatan gigi. Terdapat (7,6%) ibu hamil (K1) yang berkunjung ke BPG di Puskesmas Batumarmar, sehingga masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya kunjungan ibu hamil KIA (K1) ke BPG Puskesmas Batumarmar Pamekasan. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sikap ibu hamil dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Desa Bujur Timur kecamatan Batumarmar Pamekasan. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif dengan  sasaran 30 ibu hamil di desa Bujur Timur ditahun 2016.  Metode pengumpulan data diperoleh dari kuesioner dengan menghitung persentase jawaban responden dengan penilaian menggunakan skala likert kemudian disajikan dalam bentuk tabel.  Hasil penelitian ini menunjukkan sikap ibu hamil terhadap fasilitas kesehatan buruk, sikap ibu hamil terhadap peran pemberi pelayanan kesehatan kategori buruk. Kata kunci : ibu hamil; sikap; kunjungan
Persepsi Sehat Sakit Pasien Perawatan Saluran Akar Terhadap Tuntasnya Kunjungan Perawatan di Puskesmas Oro Oro Ombo Kota Madiun Silvia Prasetyowati; I Gusti Ayu Kusuma Astuti Ngurah Putri; Novita Hardiyanti Muchtar
SURABAYA DENTAL THERAPIST JOURNAL Vol. 1 No. 1 (2023): February 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/sdtj.v1i1.4

Abstract

Pendahuluan: Perawatan saluran akar dilakukan untuk mempertahankan gigi agar tidak dilakukan pencabutan. Perawatan saluran akar dilakukan dengan beberapa kali kunjungan hingga dilakukan tumpatan tetap. Perawatan saluran akar di puskesmas Oro-Oro Ombo tahun 2015 berjumlah 662 pasien yang telah diberikan tumpatan sementara dan 276 pasien yang telah dilakukan tumpatan tetap. Sebanyak 386 pasien yang belum menuntaskan perawatan hingga dilakukan tumpatan tetap. Tujuan: mengetahui adanya hubungan persepsi sehat sakit pasien poli gigi yang melakukan perawatan saluran akar terhadap tuntasnya perawatan pada Puskesmas Oro Oro Ombo Kota Madiun. Metode: Penelitian ini merupakan penelittian analitik cross sectional dan pengumpulan data diperoleh melalui pengisian kuesioner dan observasi dari responden. Sampel penelitian ini dilakukan pada pasien perawatan saluran akar yang memenuhi syarat inklusi berjumlah 30 orang. Hasil: Persepsi sehat sakit pasien perawatan saluran akar termasuk dalam kategori baik (60%), akan tetapi kunjungan perawatan saluran akar termasuk dalam kategori tidak selesai (77%). Perawatan harus dilakukan secara berurutan hingga selesai. Kesimpulan: Persepsi sehat sakit responden dalam kategori baik tetapi banyak pasien yang tidak menyelesaikan perawatan saluran akar. Kata Kunci : Perawatan Saluran Akar; Persepsi Sehat Sakit, Kunjungan Perawatan
ORAL HEALTH LITERACY OF CADRES ON MATERNAL ORAL HEALTH BEFORE AND DURING PREGNANCY Mahirawatie, Ida Chairanna; Astuti Ngurah Putri, I Gusti Ayu Kusuma
Journal of Vocational Health Studies Vol. 8 No. 1 (2024): July 2024 | JOURNAL OF VOCATIONAL HEALTH STUDIES
Publisher : Faculty of Vocational Studies, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jvhs.V8.I1.2024.48-55

Abstract

Background: Dental health problems frequently encountered in pregnant women, which require immediate treatment, include gingivitis gravidarum, periodontitis, epulis gravidarum, and caries. One of the prevention efforts for these disorders is to provide assistance to mothers before and during pregnancy. This assistance can be done by empowering health cadres. It is necessary to have community empowerment cadres in the health sector. Purpose: This study aims to determine the influence of oral health literacy of cadres in delivering information on maternal oral health efforts before and during pregnancy. Method: This study employed a quasi-experimental research design. The total of samples taken in this research was 70 people. The sampling method used a purposive sampling technique. The research sample was divided into two groups, namely the control group and the treatment group. Both groups were given a pre-test. Following the pre-test, the treatment group received cadre training. Both groups were then asked to complete a post-test at the end. Data were collected using the questionnaire. Result: The p-value was 0.000 < 0.05, indicating a significant difference in the mean oral health literacy values between the treatment group and the control group. Conclusion: There is a significant difference in the value of oral health literacy and maternal dental health efforts before and during pregnancy.
Peningkatan Pengetahuan tentang Menyikat Gigi Melalui Penyuluhan dengan Media Video Animasi bagi Anak Sekolah Dasar Ariyanto, Yudi; Hidayati, Sri; Putri, I Gusti Ayu Kusuma Astuti Ngurah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16141

Abstract

Dental caries is a serious oral health problem among school-aged children, caused by poor oral hygiene due to the lack of independence. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of educational programs using animated videos to improve elementary school students' knowledge of proper tooth brushing. The study design was a one-group pretest-posttest, with a randomly selected sample size of 35 students. Knowledge levels were measured by completing a questionnaire on proper tooth brushing before and after the educational program. A paired samples t-test was used to compare knowledge levels before and after the educational program. The analysis showed that the mean scores for students' knowledge before and after the educational program were 48.86 and 78, respectively. These two figures differed significantly, as indicated by the p-value of <0.001 from the hypothesis test. Therefore, it can be concluded that educational programs using animated videos are effective in improving elementary school students' knowledge of proper tooth brushing.Keywords: knowledge; brushing; elementary school students; educational programs; animated videos ABSTRAK Karies gigi menjadi salah satu permasalahan kesehatan gigi dan mulut yang serius pada anak usia sekolah, yang disebabkan oleh kebersihan gigi dan mulut yang masih kurang baik, karena belum mandirinya anak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas penyuluhan menggunakan video animasi untuk meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar tentang cara menyikat gigi yang benar. Rancangan penelitian ini adalah one-group pretest-postest, dengan ukuran sampel 35 siswa yang dipilih secara acak. Tingkat pengetahuan diukur melalui pengisian kuisioner tentang cara menyikat gigi yang benar, pada periode sebelum dan sesudah penyuluhan. Paired samples t-test digunakan untuk membandingkan tingkat pengetahuan antara sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil analisis menunjukkan bahwa skor rerata tingkat pengetahuan siswa sebelum dan sesudah penyuluhan, masing-masing adalah 48,86 dan 78. Kedua angka tersebut berbeda secara signifikan, yang ditunjukkan oleh nilai p dari pengujian hipotesis yaitu <0,001. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa penyuluhan menggunakan video animasi efektif untuk meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar tentang cara menyikat gigi yang benar.Kata kunci: pengetahuan; menyikat gigi; siswa sekolah dasar; penyuluhan; video animasi
HUBUNGAN PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN KEJADIAN KEHILANGAN GIGI PADA LANSIA icmiawati, reza; Edi, Imam Sarwo; Astuti Ngurah Putri, I Gusti Ayu Kusuma
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v7i2.3086

Abstract

Latar Belakang: Seiring proses penuaan, kemampuan fisik seseorang akan menurun, sehingga lansia yang lebih rentan mengalami gangguan kesehatan. Dalam banyak kasus, lansia kurang memperhatikan perawatan gigi dan mulut mereka karena keterbatasan kondisi fisik, yang akhirnya berdampak pada menurunnya kebersihan rongga mulut serta memicu kehilangan gigi. Penelitian ini berujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian kehilangan gigi pada lansia. Metode: Penelitian ini menerapkan jenis cross sectional kuantitatif yang dilakukan pada 36 lansia di wilayah Puskesmas Bulak Banteng Surabaya yang memenuhi kriteria inklusi yang diperoleh dari penerapan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner serta melakukan pemeriksaan rongga mulut responden guna menghitung jumlah gigi yang masih berfungsi di dalam rongga mulut responden. Analisa data dilakukan dengan menerapkan uji chi-square untuk mengidentifikasi adanya hubungan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan kasus kehilangan gigi pada lansia. Hasil: mayoritas lansia 66,7% memiliki pengetahuan berada pada kategori rendah, 19,4% lansia memiliki pengetahuan dengan ketgori cukup. Pemeriksaan rongga mulut menunjukkan sebagian besar lansia kehilangan gigi permanen. Hasil uji statistik diperoleh nilai signifikansi p = 0,0000 < dari batas signifikasi 0,05. Kesimpulan: Adanya hubungan antara pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian kehilangan gigi pada lansia, kemungkinan disebabkan oleh rendahnya pengetahuan yang dimiliki lansia. Kata kunci : Pengetahuan, kehilangan gigi, lansia.
Effectiveness of Chewing Pineapple (Ananas Comosus L. Merr) Against Debris Index in Class V Students of SDN Barengkrajan 1 Sidoarjo 2024 Arnita Dwi Meilani; Sri Hidayati; Silvia Prasetyowati; I Gusti Ayu Kusuma Astuti N
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 4 No. 3 (2024): June
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijahst.v4i3.356

Abstract

Pineapple is a fruit that is popular with many people because its taste is generally sweet and slightly sour, the aroma is very fragrant and it is easy to find everywhere. Pineapples contain quite a lot of fiber and water and contain active substances such as the enzyme bromelain and flavonoids which function as antibacterials so they can stop the growth of plaque bacteria and reduce the growth of Streptococcus mutans bacteria. Then pineapple contains citric acid which can increase saliva secretion and pineapple contains iodine and phenol which functions as an antiseptic. The aim of this research was to determine the effectiveness of chewing pineapple on the debris index in class V students at SDN Barengkrajan 1 Sidoarjo. The method in this research was carried out by collecting index debris data for class V students at SDN Barengkrajan 1 Sidoarjo, totaling 30 students, using an index debris examination sheet by carrying out direct observations of respondents and providing intervention in the form of chewing pineapple. Data analysis using the Wilcoxon test. The results showed that there was a decrease in the debris index in class V students at SDN Barengkrajan 1 Sidoarjo between before and after being given the intervention, namely from bad to moderate. There is the effectiveness of chewing pineapple on the debris index in class V students at SDN Barengkrajan 1 Sidoarjo.
Effectiveness of Lemon Solution Gargling in Reducing Dental Plaque Index among Senior High Students at Porong, Indonesia Sealomita Rizka Apritama; Bambang Hadi Sugito; Imam Sarwo Edi; I Gusti Ayu Kusuma Astuti N
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 4 No. 5 (2024): October
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijahst.v4i5.402

Abstract

Efforts to overcome dental and oral health problems and improve oral hygiene can be done by preventing and eliminating plaque accumulation. Efforts to prevent the appearance of plaque are called plaque control. The results of examining the PHP index in class 11 of SMA Negeri 1 Porong showed that 5 out of 10 respondents had a bad plaque index with a prevalence of 50% with an average PHP index of 3.54. High PHP index. The aim of this research is to determine the effectiveness of gargling using lemon solution with levels of 10% and 15% in reducing the dental plaque index in class 11 students of SMA Negeri 1 Porong in 2024. This type of research is Pre-Experimental research with One Group Pretest Posttest with a sample of students Class 11 of SMA Negeri 1 Porong, totaling 52 students. The data collection instrument used was an examination sheet to measure the PHP index. The analysis technique uses an unpaired T test (Independent T-Test). The test results from the research obtained a ρ value of 0.108 or a significant ρ score above α (0.05). The conclusion from this study is that there is no difference in the effectiveness of gargling using lemon solution with levels of 10% and 15%.