Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGARUH SUBTITUSI TEPUNG IKAN DENGAN TEPUNG CACING TANAH (Lumbricus sp.) TERHADAP PERTUMBUHAN BENUR UDANG WINDU (Penaeus monodon) Muhammad Ridho Taris; Limin Santoso; Esti Harpeni
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.409 KB) | DOI: 10.23960/jrtbp.v6i2.p699-704

Abstract

Availability of good-quality shrimp feed is an important factor of shrimp increased production. High protein feed can be generated by adding raw materials that contains high protein. One of the raw materials that contains high protein is earthworm meal (Lumbricus sp.). This research goal was to study the influence of the substitution of fish meal by earthworm feed with different proportions toward growth and survival rate of tiger shrimp larvae (Penaeus monodon). The experimental design used Completely Randomized Design (RAL) consists of five treatments with three replications: Feed test A (25%  earthworm meal + 75% fish meal), feed test B (50% earthworm meal + 50% fish meal), feed test C (75% earthworms meal + 25% fish meal), feed test D (100% earthworms meal) and feed test E (commercial feed). Results showed that the tiger shrimp which given feed test E is the best result for tiger shrimp growth with 0.480 ± 0.076 grams/individual, while feed test B was the best result for tiger shrimp survival rate with 82 ± 3.46%., and on the feed test D was the best result for tiger shrimp feed conversion rate with 4.0 ± 0.17. Based on results of statistical tests showed that the substitution of fish meal with earthworm meal did not give significant effect on growth and survival rate of tiger shrimp.
Substitusi Tepung Onggok Singkong Sebagai Bahan Baku Pakan Pada Budidaya Nila (Oreochromis niloticus) Dodi Rahmad Afebrata; Limin Santoso; Suparmono -
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.555 KB)

Abstract

Faktor penting dalam budidaya nila (Oreochromis niloticus) adalah ketersediaan pakan dalam jumlah yang memadai. Namun kebutuhan tepung sebagai bahan baku pakan ikan sebagian besar belum terpenuhi dari produksi didalam negeri. Dibutuhkan bahan pakan alternatif untuk mengatasi kebutuhan bahan baku pakan ikan. Provinsi Lampung adalah produsen singkong sebagai bahan baku tepung tapioka. Limbah tepung tapioka berupa onggok singkong belum dimanfaatkan sebagai bahan pakan untuk budidaya ikan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui persentase substitusi tepung onggok singkong dalam pakan nila. Rancangan acak lengkap dengan 6 perlakuan antara lain 0% tanpa onggok, 5% onggok, 10% onggok, 15% onggok, 20% onggok, dan 25% onggok. Analisis sidik ragam (ANOVA) digunakan untuk membedakan persentase substitusi terbaik berdasarkan pertambahan berat mutlak, laju pertumbuhan harian, kelangsungan hidup, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan onggok singkong dengan proporsi 5% memberikan kandungan nutrisi dan laju pertumbuhan terbaik (12,45 gram). Kandungan nutrisi dan laju pertumbuhan  yang dihasilkan adalah protein (31,51%), lemak (12,83%), abu (11,86%), serat kasar (20,14%),  (23,66%), dan kadar air (10,22%).
FEED ENRICHMENT WITH FISH OIL TO INCREASE EEL GROWTH RATE Anguilla bicolor (McCelland, 1844) Mira Ismayanti; Tarsim Tarsim; Limin Santoso; Dwi Mulyasih
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrtbp.v7i2.p869-880

Abstract

Eel (Anguilla bicolor) is a export commodity fish in fisheries sector and has has high economic value but has slow growth. One method to accelerate eel growth is through feeding with the enrichment of fish oil. The aim of this research is to know the increase of growth rate of eel fish fed with the enrichment of essential fatty acids with fish oil. The study used 3 treatments and 3 replications ie A (0% fish oil / control), B (1.5% fish oil), and C (3% fish oil). Parameters observed included specific growth rate, feed consumption total, feed efiesiensi, fat retention, survival rate. The supporting parameters are water quality. The result of research obtained were tabulated and analyzed by excel 2013 program and SPSS v. 20.0. with 95% confidence interva and continued by Duncan test. The results showed that there was a significant effect (P <0.05) on the growth rate of eel fish fed with the enrichment of essential fatty acids with fish oil. Treatment C (3% fish oil) is the optimum dose because it has the best growth performance and best feed efficiency that is specific growth rate (4,61% ± 0,0075), total feed consumption (246,3 g ± 50,1), feed efiesiensi (42,5% ± 3,74), fat retention (2,97% ± 0,148) and survival rate (86,7% ± 11,5).
Penggunaan Tepung Onggok Singkong Yang Difermentasi dengan Rhizopus sp. sebagai Bahan Baku Pakan Ikan Nila Merah (Oreochromis niloticus) Reni Antika; Siti Hudaidah; Limin Santoso
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.398 KB)

Abstract

Onggok singkong merupakan hasil samping pengolahan tepung tapioka dan berpotensi menjadi bahan baku alternatif pakan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung onggok singkong yang difermentasi sebagai bahan baku pakan ikan terhadap pertumbuhan nila merah (Oreochromis niloticus). Metode percobaan menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan berupa penggunaan tepung onggok singkong yang difermentasi Rhizopus sp. dalam berbagai jumlah dan setiap perlakuan diulang 3 kali. Pakan A (tanpa tepung onggol/kontrol),  pakan B (tepung onggok  fermentasi (TOF) 10%), pakan C (TOF 15%), pakan D (TOF 20%) dan pakan E (tepung onggok tanpa fermentasi 20%). Pakan diujikan pada nila merah dengan bobot 4,0±0,7 gram, yang dipelihara dalam bak beton berukuran 150 x 150 x 50 cm dengan kepadatan 50 ekor/bak. Ikan dipelihara selama 50 hari dengan feeding rate 3% dan diberikan 3 kali setiap hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan C (TOF 15%) memberikan hasil yang terbaik untuk pertumbuhan nila merah. Pertumbuhan mutlak sebesar 13,7±0,4 gram, tingkat kelangsungan hidup mencapai 95,33%. Kualitas air pada tiap perlakuan berada dalam kondisi optimum untuk budidaya ikan.
KAJIAN ISI LAMBUNG DAN PERTUMBUHAN IKAN TEMBAKANG (Helostoma temminckii) DI RAWA BAWANG LATAK, TULANG BAWANG, LAMPUNG Supra Jaya Perdana; Rara Diantari; Limin Santoso
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.173 KB)

Abstract

Rawa Bawang Latak merupakan salah satu bagian dari daerah aliran sungai Tulang Bawang yang keragaman spesies ikannya sangat tinggi. Salah satu spesies ikan yang banyak ditemukan di Rawa Bawang Latak adalah ikan tembakang (Helostoma temminckii). Populasi ikan tembakang di Rawa Bawang Latak terus mengalami penurunan, hal ini dikarenakan adanya penangkapan secara berlebih yang dilakukan oleh para nelayan. Salah satu cara untuk mengatasi agar populasi ikan ini tetap terjaga adalah dengan melakukan upaya domestikasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pertumbuhan dan kebiasaan makan (gut content analysis) ikan tembakang di Rawa Bawang Latak. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil  100 ekor sampel ikan di tiap bulannya selama  4 bulan yaitu dari bulan Oktober 2013 hingga Januari 2014. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ikan tembakang di Rawa Bawang Latak memiliki pola pertumbuhan allometrik positif pada bulan Oktober, November, dan Januari, sedangkan pada bulan Desember ikan tembakang di Rawa Bawang Latak memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif. Ikan tembakang di Rawa Bawang Latak merupakan ikan pemakan plankton. Jenis plankton yang paling banyak ditemui di lambung ikan tembakang adalah Haematococcus sp.
EFFECTS OF DIETS WITH DIFFERENT PROTEIN LEVEL FOR COBIA (Rachycentron canadum) GROWTH IN CONTROLLED TANK Lulus Setianingsih; Limin Santoso; Suryadi Saputra
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.698 KB) | DOI: 10.23960/jrtbp.v7i2.p845-858

Abstract

The feed given to cobia’s juvennile (Rachycentron canadum) still uses expensive factory-made feed to be the basis of this research. This aims of this research to examine the effect of feed formula with different protein levels on optimal growth cobia. This research method  used a completely randomized design (CRD) with three treatments and three replications. The treatment in this study were different protein level commercial feed (as control/46%), and formula feed (protein P1 46% and P2 protein 48%). The parameters tested included absolute weight, daily growth rate, feed conversion ratio, protein retention, and survival rate. The data obtained were analyzed by analysis of variance and continued with the duncan test with a 95% confidence interval. The results showed that the growth of absolute weight and daily growth rates generated from each treatment were significantly different (p <0.05), K (80.30 ± 11.20c g and 1.78 ± 0.25c g/day), P1 (21.87 ± 1.95a g and 0.49 ± 0.05a g/day), P2 (37.43 ± 3.29b g and 0.83 ± 0.07b g/day).
PENGARUH SUBTITUSI PARSIAL TEPUNG IKAN DENGAN TEPUNG TULANG TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus.) Soraya Sopha; Limin Santoso; Berta Putri
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.643 KB)

Abstract

Tepung Ikan (TI) merupakan bahan baku utama dalam pembuatan pakan. Tetapi ketersediaan dan tingginya harga tepung ikan tersebut menjadi  kendala untuk para pembudidaya. Oleh sebab itu dibutuhkan bahan baku pakan alternatif yaitu tepung tulang (TT) yang dapat menggantikan sebagian dari penggunaan tepung ikan. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh proporsi tepung tulang yang berbeda pada pakan terhadap pertumbuhan ikan lele sangkuriang. Penelitian ini dilakukan di laboraturium Budidaya Perikanan jurusan Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan, yaitu A (40,65% TI + 0% TT); B (36,65% TI + 4% TT); C (32,65% TI + 8% TT); D (28,65% TI + 12% TT); E (24,65% TI + 16 TT) serta tiga kali ulangan. Ikan uji dipelihara dalam akuarium berukuran 60x40x40 cm3 selama 50 hari dengan kepadatan penebaran 15 ekor per aquarium dengan berat rata-rata 1 ± 0,96 gram. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA ( 0,05) dan dilanjutkan dengan Uji Duncan. Variabel yang diamati yaitu pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan harian, sintasan, rasio konversi pakan, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukan bahwa proporsi tepung tulang yang berbeda berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan lele sangkuriang. Subtitusi parsial pada perlakuan C (32,65% TI + 8% TT) memberikan pertumbuhan berat mutlak tertinggi pada ikan lele sangkuriang sebesar 12,04 gr serta FCR sebesar 1,42 sedangkan perlakuan E (24,65% TI + 16 TT) memberikan pertumbuhan berat mutlak terendah sebesar 7,19 gr serta FCR sebesar 1,75.
FERMENTASI KULIT KAKAO (Theobroma cacao ) SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus) Ari Pratama; Limin Santoso; Wardiyanto .
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.016 KB)

Abstract

Pemanfaatan kulit kakao (Theobroma cacao) selama ini digunakan untuk pakan ternak dan pupuk organik. Kulit buah kakao belum banyak dikaji pemanfaatannya sebagai bahan pakan ikan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui nilai nutrisi kulit kakao yang difermentasi dengan Rhizopus oligosporus dalam bentuk tepung dan pengaruh pemanfaatan kulit kakao terhadap pertumbuhan lele sangkuriang (Clarias gariepinus). Penelitian dilakukan dengan menggunakan 4 perlakuan yaitu pakan dengan kandungan protein normal sebagai kontrol, pakan dengan tepung kulit kakao 20%, pakan dengan tepung kulit kakao 25% dan pakan  dengan tepung kulit kakao 30%. Ikan uji lele sangkuriang dipelihara dalam kolam terpal  berukuran 200 x 100 x 50 cm dengan 100 ekor ikan uji setiap kolam. Metode pemberian pakan dengan cara ad libitum sebanyak tiga kali sehari selama 60 hari pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan uji yang terbaik yaitu pakan kontrol. Pakan uji dengan tepung kulit kakao 30% memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan pakan dengan tepung kulit kakao 20% dan pakan dengan tepung kulit kakao 25%. Pakan kontrol memberikan hasil pertumbuhan mutlak sebesar 75,67 gram dan pertumbuhan harian sebesar 1,26 gram/hari. Konversi pakan pada perlakuan kontrol 1,32  berbeda nyata terhadap perlakuan lainnya (P<0,05). Modifikasi metode fermentasi perlu dilakukan untuk mengurangi faktor anti nutrisi dalam kulit buah kakao dengan pemanfaatan lebih banyak jenis mikroba.
THE EFFECTIVITY OF NATURAL DIETS OF Tubifex sp. AND Chironomus sp. LARVAE TOWARD GROWTH PERFORMANCE OF MANFISH (Pterophyllum scalare, Schultze 1823) FRY Joshua Sahat H Sitohang; Agus Setyawan; Hilma Putri Fidyandini; Siti Hudaidah; Limin Santoso
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrtbp.v10i2.p65-72

Abstract

Natural feed Tubifex sp. and larvae of Chironomus sp. proven to be able to improve growth performance in several types of ornamental fish.  The purpose of this study was to evaluate the natural feeding of Tubifex sp. and larvae of Chironomus sp. to the growth rate of manfish fry (Pterophyllum scalare). This study used the Complete Randomized Design (CRD) with 4 treatments fish feed namely commercial feed PF 500 (A), Tubifex sp. 100% (B), Tubifex sp. 50% and larvae of Chironomus sp. 50% (C), and larvae of Chironomus sp. 100% (D). Fish used are 2-4 cm in size and weigh approximately 1-2 g. Fish distribute into 12 aquariums with a density of each aquarium of 1 fish/liter. The results showed the natural feeding of Tubifex sp. and larvae of Chironomus sp. Significantly able to improve the growth of manfish fry. Feeding in the form of 100% Tubifex sp. resulting in the highest growth performance in manfish fry reaching 2,914 g and 5,202 cm for absolute weight and absolute length, respectively. The survival rate of manfish fry in this study reached 100% for all treatments and controls. This research is expected to be one of the references for ornamental fish farmers in manfish seed feeding management.
Penggunaan Kolam Terpal Geomembrane pada Kegiatan Budidaya Ikan Lele Sangkuriang di Kelompok Tani Marga Jaya Limin Santoso; Yeni Elisdiana; Agus Setyawan; Qadar Hasani
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 1, Maret 2023
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i1.6670

Abstract

Salah satu desa di Pesawaran yang berpotensi untuk pengembangan ikan air tawar, khususnya ikan lele adalah desa Sungai Langka. Oleh karena itu kami ingin memperkenalkan kepada masyarakat tentang teknik budidaya ikan lele sangkuriang  yang memiliki banyak keunggulan dengan menggunakan terpal Geomembrane. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh kelompok mitra. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di kelompok tani Marga Jaya, Sungai Langka. Penyuluhan dan pelatihan dilakukan antara bulan Juni sampai Oktober 2022 dengan metode diskusi, ceramah, dan demonstrasi budidaya ikan lele di kolam geomembrane. Kolam terpal geomembrane memiliki beberapa keunggulan, antara lain mudah dipasang, lebih kuat dan awet, serta harganya yang relatif terjangkau. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, sebanyak 10 responden menyatakan materi penyuluhan dan pelatihan cocok dengan permasalahan mitra. Selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan para peserta. Selama pengabdian para peserta cukup antusias dan bersemangat sehingga semua tahapan budidaya ikan lele dapat berjalan sesuai dengan rencana. Penggunaan kolam terpal geomembrane ini sangat memudahkan bagi petani ikan sehingga banyak menarik minat para petani. Hasil panen ikan lele juga menunjukkan adanya peningkatan produksi per satuan luas dibandingkan dengan kolam tanah.