Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : KABILAH : Journal of Social Community

Akar budaya Emansipasi Pekerja imigran wanita Madura; Kajian Terhadap Praktik Waris Adat Madura Muhammad Hipni; Muh. Karim
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 4 No. 2 (2019): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.308 KB) | DOI: 10.35127/kbl.v4i2.3644

Abstract

Abstrak:Pada masyarakat Madura terdapat lokal wisdom yang menjadikan masyarakat wanitanya mempunyai semangat emansipasi yang tinggi. Bahkan dalam situasi tertentu dia menjadi leader dalam kehidupan keluarga, yang tentunya terdapat anggota keluarga yang laki-laki. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk menemukan memahami model relasi antara penerapan waris adat Madura dengan emansipasi pada pekerja imigran wanita Pamekasan Madura. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat relasi yang kuat antara semangat emansipasi pada pekerja imigran wanita Madura dengan sistem waris adat yang diterapkannya. Persamaan hak dalam penerapan waris adat Madura melahirkan persamaan kewajiban untuk berperan aktif dalam keberlangsungan kehidupan keluarga, termasuk di dalamnya usaha pemenuhan perekonomian keluarga. Kata kunci: Emansipasi, Imigran, Waris Abstract:In the Madurese community there is local wisdom which makes the female community have a high spirit of emancipation. Even in certain situations he became a leader in family life, which of course there are male family members. This study uses qualitative research methods to find understanding the relationship model between the application of Madura adat inheritance and emancipation in Pamekasan Madura female immigrant workers. This research shows that there is a strong relationship between the spirit of emancipation in Madurese female immigrant workers and the customary inheritance system that it applies. Equality of rights in the application of Madurese custom inheritance gives birth to an equal obligation to play an active role in the survival of family life, including efforts to fulfill the family economy. Keywords: Emancipation, Immigrants, Inheritance.
DINAMIKA PENGEMBANGAN PARIWISATA HALAL DI MADURA PERSPEKTIF SOSIO LEGAL Nindy Febrianti; Mohammad Hipni
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 6 No. 2 (2021): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pulau Madura adalahsuatu pulau yang berada di wilayah Jawa Timur, Madura merupakan pulau yang memiliki berbagai macam keunikan dari mulai bahasa, kebudayaan, tradisi dan juga keagamaannya, mayoritas masyarakat Madura beragama Islam. Dalam beberapa tahun terakhir industri halal sangat berkembang pesat, pada tahun 2000-an industri halal telah menjadi gaya hidup termasuk didalamnya termasuk sektor rekreasi pariwisata. Hal ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya populasi umat muslim. Salah satu wilayah di Indonesia yang potensial untuk dijadikan pariwasata halal adalah pulau Madura, karena pulau ini memiliki banyak sekali panorama alam yang sangat indah, madura juga memiliki wisata religi yang sangat terkenal yaknimakam Syaikhona Holil yang terletak di Kabupaten Bangkalan. Madura merupakan daerah yang potensial untuk dikembangkan menjadi pariwisata halal karena banyaknya destinasi wisata yang sudah ada dan juga didukung dengan masyarakatnya yang terkenal sangat religius serta sangat menjung tinggi norma agama dan kebudayaan Islam. Kultur keagamaan Islam yang kuat merupakan suatu kekhasan tersendiri yang dimiliki masyarakat Madura. Hal ini merupakan sebuah nilai yang sangat positif apabila dikaitkan dengan perkembangan dan kemajuan industri halal pada saat ini. Hal inilah yang menjadi landasan penelitian mengenai dinamika pengembangan pariwisata halal ditinjau dari perspektif sosio legal. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian hukum yang menitikberatkan terhadap hukum yang berlaku di masyarakat. Hasil dari penelitian ini nantinya diharapkan mampu memberikan tambahan wawasan, informasi,serta pengetahuan bagi masyarakat juga lembaga-lembaga terkait dalam mengembangkan pariwisata halal di Madura yang mana kebijakan tersebut juga memperhatikan dari perspektif sosio legal.
Implementasi Kebijakan Pengembangan Pariwisata Halal Dalam Meningkatkan Kepuasan Wisatawan Di Kabupaten Bangkalan Risalatul Ummah; Mohammad Hipni
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 6 No. 2 (2021): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pariwisata harus menjadi prioritas utama dalam kebijakan pembangunan pariwisata oleh pemerintah di Indonesia, karena pariwisata merupakan salah satu penyumbang APBD terbesar. Indonesia merupakan negara yang layak apabila menerapkan kebijakan pariwisata halal, hal tersebut karena Indonesia termasuk salah satu negara dengan mayoritas penduduknya yang beragama Islam dan terbesar di dunia, jadi apabila kebijakan pariwisata halal diterapkan akan sangat mudah bagi para pelaku usaha untuk menjalankannya karena dalam keseharian penduduknya sudah mengikuti ketentuan syariah dan halal tentunya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan memanfaatkan wawancara terbuka dan pengisian kuisioner untuk mengetahui pandangan serta respon mereka mengenai pariwisata halal selaku pengunjung. Dari hasil penelitian yang telah saya lakukan dapat disimpulkan bahwa dengan adanya kebijakan mengenai pariwisata halal, hal itu tentu membuat para wisatawan muslim untuk berkunjung ke wisata yang ada di pulau Madura merasa lebih nyaman karena para wisatawan luar yang berkeinginan mengunjungi destinasi wisata secara tidak langsung sudah mengerti bahwa masyarakat Madura sangat kental dengan nuansa islami sehingga mereka ketika mengunjungi wisata yang ada di Madura tidak akan mengumbar auratnya. Konsep dari wisata halal sendiri bukan bertujuan mengekang para wisatawan ketika berwisata dengan segala ketentuan, namun pariwisata halal lebih fokus membuat wisatawan nyaman. Kepuasan wisatawan adalah persepsi harapan dengan apa yang dirasakan wisatawan terhadap sesuatu objek atau kegiatan. Perkembangan tren pariwisata untuk meningkatkan kepuasan membuat pengelola destinasi wisata menghadirkan jenis pariwisata yang cocok untuk wisatawan muslim, seperti pariwisata halal. Selain pariwisata halal, kepuasan wisatawan dipengaruhi oleh motivasi wisatawan untuk berkunjung pada destinasi wisata tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis bagaimana pengaruh pariwisata halal dan motivasi terhadap kepuasan wisatawan pada destinasi wisata halal. Kata kunci:Kebijakan, Pariwisata Halal, Kepuasan Wisatawan.