Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PERTUMBUHAN VEGETATIF DAN GENERATIF TANAMAN SEMANGKA (Citrullus vulgaris, Schard) PADA PEMUPUKAN KNO3 DENGAN LAMA PEMBEROAN TANAH Sukartiningrum S; Juli Santoso Pikir
AGRITROP Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v16i2.1809

Abstract

Semangka (Citrullus vulgaris, Schard) unggul non biji Varietas Quality (126) adalah buah yang banyak digemari masyarakat Indonesia karena memiliki rasa yang manis, warna daging buah merah dan banyak kandungan air serta berstruktur remah; Buah ini mengandung zat tertentu yang efektif untuk membunuh sel-sel kanker (Prajnanta, 2003). Hasil penelitian menyatakan bahwa setiap 100 gram buah Semangka mengandung nutrisi yakni 46 % bahan dapat dikonsumsi, Protein 0,5 mg., Lemak 0,2 g., Karbohidrat 6,9 g., Ca 7 mg., P 12 mg., Fe 0 mg., Vit. A 590 IU., B1  0,05 mg. dan C 6 mg. (Godam64, 2012);  Ditambahkan oleh Kalie (2002) bahwa Semangka termasuk tanaman musim kering. Guna meningkatkan hasil dan mutu tanaman, maka dilakukan usaha pemupukan dengan Kalium Nitrat; juga sebelumnya dilakukan pemberaan (pengistirahatan) tanah untuk memperbaiki kesuburan fisik, kimiawi, biologi tanah dan pencegahan hama dan penyakit tanaman di periode berikutnya. Hasil penelitian menunjukkan  terdapat hubungan antara pertumbuhan vegetatif dan generatif yakni pola hubungannya linier sederhana sangat nyata untuk panjang batang utama minggu ke lima dan luas daun dengan berat buah per tanaman;  Kuadratik polinomial nyata untuk jumlah daun minggu ke lima dan kadar air buah panen dengan berat buah per tanaman.
STUDY TENTANG TIGA VARIETAS TERUNG DENGAN KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN Juli Santoso; Djarwatiningsih PS
AGRITROP Vol 11, No 1 (2013): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agr.v11i1.667

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan tiga varietas terung dengan komposisi media tanam yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang disusun secara rancangan acak lengkap dengan dua faktor dan diulang tiga kali. Faktor I terdiri dari 3 faktor yaitu varietas terung (V) yang meliputi V1 = varietas aubergine, V2 = varietas fortuna F1 dan V3 = varietas Mustang F1 dan faktor II terdiri dari 4 faktor, yaitu komposisi media tanam (M) yang meliputi M1 = tanah : pasir : pupuk kandang (1 : 1 : 1) ; M2 = tanah : pasir : pupuk kandang (1 : 1 : 2) ; M3 = tanah : pasir : pupuk kandang (1 : 2 : 1) dan M4 = tanah : pasir : pupuk kandang (2 : 1 : 1). Hasil penelitian  menunjukkan adanya interaksi antara tiga varietas terung dengan komposisi media tanam terhadap parameter tinggi tanaman dan jumlah daun, dan berbeda nyata pada parameter jumlah buah dan berat buah pada umur 77 hari sampai umur 91 hari setelah tanam. Kata kunci : Aubergine, Fortuna F1, Mustang F1, komposisi media tanam.
RESPON HASIL TANAMAN CABAI RAWIT AKIBAT KOMBINASI KONSENTRASI PACLOBUTRAZOL DAN DOSIS PUPUK NPK Bob Khafie; Agus Sulistiyono; Juli Santoso Pikir
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i2.4940

Abstract

Cabai rawit memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Seiring dengan semakin bertambahnya permintaan pasar maupun industri, maka cabai rawit dituntut agar kualitas dan produksinya semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon hasil tanaman cabai rawit akibat konsentrasi paclobutrazol dan dosis pupuk NPK. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan stasiun klimatologi Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Jalan Raya Rungkut Madya no. 1, Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya, Jawa Timur dari bulan Februari 2021 sampai bulan Juni 2021 dengan menggunakan polybag. Penelitian merupakan percobaan faktorial dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor dan diulang 3 kali. Faktor pertama yaitu konsentrasi paclobutrazol Golstar (P) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan dan faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK (N) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan. Perlakuan konsentrasi paclobutrazol (P) terdiri atas 0 ppm (P0), 100 ppm (P1), 150 ppm (P2), 200 ppm (P3). Perlakuan dosis pupuk NPK (N) terdiri dari 28,8 g/tanaman atau 800 kg/ha (N0), 21,6 g/tanaman atau 600 kg/ha (N1), 36 g/tanaman atau 1.000 kg/ha (N2), 43,2 g/tanaman atau 1.200 kg/ha (N3). Hasil penelitian menunjukkan kombinasi 100 ppm paclobutrazol + 43,2 g/tanaman pupuk NPK meningkatkan jumlah buah total per tanaman, bobot buah total per tanaman, dan fruitset. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa jika ada penambahan jumlah daun akan meningkatkan bobot buah per tanaman.
Effect of Type and Concentration of Liquid Organic Fertilizer on Growth and Yield of Eggplant (Solanum melongena L.) Prismaya Andarema; Juli Santoso Pikir; Pangesti Nugrahani
Nusantara Science and Technology Proceedings Seminar Nasional Agroteknologi Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur 2021
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2022.2009

Abstract

Eggplant (Solanum melongena L) is a plant that is well known in the wider community. The demand for eggplant is currently increasing. In 2017-2018, eggplant production increased, although it did not meet market demand. One of the causes of eggplant yields not sufficient to market demands is not appropiate of cultivation technique. One of the efforts that can be made to increase the productivity of eggplant is the use of liquid organic fertilizer and the right concentration. The purpose of the research was to find out the effect of liquid organic fertilizer and concentration on the growth and yield of eggplant. The research was conducted on the field of Kenanten village, Puri district, Mojokerto in March 2020 – June 2020. The research is arranged using a Completely Randomized Factorial Design with two factors, firstly the type of liquid organic fertilizer (P) consisting of P0 = Control; P1 = Commercial Liquid Organic Fertilizer; P2 = Kelanalagi Liquid Organic Fertilizer; P3 = Compost tea and concentration (K) consisting of K1 = 4 ml/l water; K2 = 6 ml/l water; K3 = 8 ml/l water. The result showed that there was no interaction between the type of liquid organic fertilizer and the concentration of all observation parameters
Effect of Dosage and Timing of Coconut Water on Growth and Yield of Tomato Plants (Lycopersicum Esculentum, Mill.) Juli Santoso Pikir; Ersa Putri Sanjaya; Ramdan Hidayat
Nusantara Science and Technology Proceedings Seminar Nasional Agroteknologi Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur 2021
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2022.2010

Abstract

Tomato (Lycopersicum esculentum, mill.) is one of the horticultural commodities with high economic value. The demand is increasing from time to time. One of the factors that decrease productivity in tomato cultivation is due to high flower loss. This study aims to determine the effect of the best dose and time application of coconut water on the growth and yield of tomato plants. The research was conducted in March-June 2020 at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, UPN “Veteran” Jawa Timur. The research used Completely Randomized Design (CRD) two factors which is dose and time application of coconut water that repeated three times for each treatment combination. The first factor was the dosage of coconut water with 4 levels, 0 ml/p; 500 ml/p; 1000 ml/p, and 1500 ml/p. The second factor was the time application of coconut water with 3 levels, 30 DAP, 45 DAP, and 60 DAP. The results showed that the combination treatment with a dosage of 500 ml with a time of application of 45 DAP showed the highest yields on the total number of harvested fruit, total harvested fruit weight, and fruitset.
Effect of Gamma Radiation on Genetic Diversity Shallots (Allium ascalonicum L.) M4 Bauji Variety For Varieties Improvement Irfan Satria Anpama; Ida Retno Moeljani; Juli Santoso
Nusantara Science and Technology Proceedings Seminar Nasional Agroteknologi Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur 2021
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2022.2012

Abstract

Shallots (Allium ascalonicum L.) is a horticultural commodity that has high economic value in Indonesia. Efforts to increase the productivity and quality of shallots will continue to be carried out through plant breeding programs. One of the efforts is through mutation breeding with the aim of improving the Bauji variety so that it has high yields, good quality and is resistant to major pests and diseases. One of the factors that play a role in increasing shallot production is superior varieties. For the assembly of superior varieties, it is necessary to expand genetic diversity, one of which can be done by radiation mutation. With radiation mutations, new genetic diversity is created so that it provides more opportunities for selection. This research was carried out using the single plant method and using the T-test, with the yield of shallots with radiation doses without radiation doses or 0 Gy, 1 Gy, 2 Gy, 3 Gy, 4 Gy, 5 Gy, 6 Gy. Observation parameters included plant length, number of leaves, number of tillers, tuber diameter, and tuber weight. This study aims to obtain the value of genetic diversity and heritability on the agronomic characters of shallots of bauji variety with 60Co gamma-ray radiation treatment. Gamma-ray irradiation of 60Co affects the growth and yield characteristics of the fourth generation Bauji variety of shallots. Irradiation treatment with a dose of 4 Gy (B4) had better results on the parameters of plant length, number of leaves, tuber diameter, and number of tillers than control plants or without irradiation.
KERAGAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonikum L.) VARIETAS BAUJI GENERASI KEDUA (M2) UNTUK MENDAPATKAN GENOTIPE BARU HASIL IRADIASI SINAR 60CO Velda Tania; Juli Santoso; Ida Retno Moeljani
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6161

Abstract

Bawang merah ( Allium ascalonikum L.) ialah komoditas hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi yang besar di Indonesia. Produksi bawang merah di Indonesia dalam kurun waktu 6 tahun terakhir menunjukan kenaikan. Produksiibawang merah hadapi kenaikan 4,43% di tahun 2017, kenaikan produksi bawang merah diperkirakan meningkat sampai tahun 2020. Hasil yang dicoba tahun 2016-2020, produksii bawang merah hendak dihadapi kenaikan sampai menggapai 1, 35 juta ton pada tahun 2020 dengan rata- rata perkembangan 1, 89% per tahun( BPS, 2019). Bawang merah varietas bauji ialah varietas bawang yang dilepas oleh BBTP dengan nomer SK: Nomor 65/ Ktps/ TP. 240/ 2/ 2000, pada 25 februari 2000. Bauji ialah varietas bawang merah yang banyak dibudidayakan umbinya, perbanyakan vegetatif pada tumbuhan mewariskan sifat yang kurang baik serta baik induknya, biaya pembibitan lumayan mahal, serta usia berbunga bawang merah varietas bauji ialah 45 hst. Tujuan dari riset,mengenali pengaruh iradiasi cahaya gamma generasi M2 terhadap sebagian kepribadian agronomi bawang merah (Allium ascalonikum L.) varietas bauji. Riset dilaksanakan bulan Maret 2020 hingga Mei 2020. Penyinaran sinar gamma dilangsungkan di Laboratorium PAIR BATAN, Pasar Jumat, Jakarta. Percobaan di Kebun Petani Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Rancangan yang digunakan metode single plant. Metode pemuliaan mutasi yang dicoba memakai cahaya gamma 60CO dicoba dengan memastikan dosis radiasi yang cocok dengan tumbuhan, sebab tiap tumbuhan mempunyai reaksi terhadap paparan radiasi yang berbeda- beda.   
RESPON LIMA VARIETAS TANAMAN TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) AKIBAT CEKAMAN KEKERINGAN PADA FASE GENERATIF Ardianti Pramesti Istiqomah; Juli Santoso Pikir; Widi Wurjani
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6266

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) ialah tanaman sayuran kaya akan nutrisi yang menyehatkan. Bertambahnya kesejahteraan warga untuk hidup sehat berdampak pada kenaikan konsumsi sayuran salah satunya adalah terung oleh sebab itu, produksi tanaman terung di Indonesia perlu ditingkatkan. Kekeringan ialah faktor lingkungan yang berpengaruh besar kepada penurunan produksi terung. Pemilihan varietas unggul menjadi komponen penting untuk menciptakan produktivitas tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis respon ke lima varietas terung ungu akibat cekaman kekeringan sehingga didapatkan varietas terung ungu yang tahan kepada cekaman kekeringan. Penelitian ini disusun secara faktorial menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama ialah perlakuan cekaman kekeringan dengan 2 taraf yakni tidak diberi perlakuan cekaman atau kontrol dan diberi perlakuan cekaman, faktor kedua ialah macam varietas dengan 5 taraf yaitu Antaboga-1, Lezata F1, Mustang F1, Ratih Ungu, serta Panjalu F1. Varietas Antaboga (V1) mempunyai hasil yang lebih baik dibandingkan dengan keempat varietas terung ungu lainnya dan perlakuan cekaman kekeringan (C1) mampu menurunkan hasil produksi dibandingkan dengan perlakuan kontrol (C0). 
PENGARUH RADIASI SINAR GAMMA TERHADAP KERAGAMAN GENETIK TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) M4 VARIETAS BAUJI UNTUK PERBAIKAN VARIETAS Irfan Satria Anpama; Ida Retno Moeljani; Juli Santoso
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 15 No. 2 (2021): Agrienvi : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi di Indonesia. Upaya peningkatan produktivitas dan kualitas bawang merah terus dilakukan melalui program pemuliaan tanaman. Salah satu upaya pemuliaan tanaman bawang merah dilakukan melalui pemuliaan mutasi yaitu dengan tujuan memperbaiki varietas Bauji agar berdaya hasil tinggi, berkualitas baik dan tahan terhadap hama dan penyakit utama. Salah satu faktor yang berperan dalam peningkatan produksi bawang merah adalah varietas unggul. Untuk perakitan varietas unggul perlu adanya perluasan keragaman genetik, dimana salah satunya dapat dilakukan dengan mutasi radiasi. Dengan mutasi radiasi aksan tercipta keragaman genetik baru sehingga memberikan kesempatan lebih banyak untuk melakukan seleksi. Mutasi adalah suatu proses dimana gen mengalami perubahan atau segala macam tipe perubahan bahan keturunan yang menyebabkan perubahan fenotip yang diwariskan dari satu ke generasi berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai keragaman genetik dan heritabilitas pada karakter agronomi tanaman bawang merah varietas bauji dengan perlakuan radiasi sinar gamma 60CO. Iradiasi sinar gamma 60Co berpengaruh terhadap karakter pertumbuhan dan hasil pada tanaman bawang merah varietas Bauji generasi keempat. Perlakuan iradiasi dengan dosis 4 Gy (B4) memiliki hasil yang lebih baik pada parameter panjang tanaman, jumlah daun, diameter umbi, dan jumlah anakan dari tanaman kontrol atau tanpa iradiasi
Penerapan Teori Klasik Airfoil Tipis Ber-camber pada Profil NACA 64-206 Juli Santoso
Buletin Profesi Insinyur Vol 2, No 1 (2019): Buletin Profesi Insinyur (Januari-Juni)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bpi.v2i1.33

Abstract

Teori potential yang mengenalkan potential function menganggap airfoil NACA 64-206 yang ber-camber dengan panjang tak berhingga (infinite wing) dapat didekati dengan superposisi aliran uniform dengan singularity vortex sheet yang diletakkan pada chord line dan menganggap camber line sebagai streamline. Teori ini dikenal dengan teori klasik airfoil tipis ber-camber. Percobaan pengukuran lift untuk mendapatkan koefisien lift (CL) dan percobaan pengukuran distribusi tekanan di sepanjang permukaan profil airfoil untuk mendapatkan koefisien pressure (Cp) dilakukan di laboratorium dengan menggunakan wind tunnel. Hasil eksperimen menunjukkan koefisien lift (CL) semakin menyimpang dari prediksi teoritis dengan semakin naiknya sudut serang (α). Koefisien pressure (CP) mempunyai kecenderungan yang sama dengan eksperimen dengan semakin naiknya sudut serang (α).Kata Kunci: airfoil, NACA, infinite wing, aliran uniform, koefisien lift, sudut serang, koefisien pressure.