Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Peran Konsentrasi Rootone-F dan Jumlah Mata Tunas terhadap Pertumbuhan Akar Stek Batang Tanaman Tin (Ficus carica L.) Ayu Silviana; Sutini Sutini; Juli Santoso
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.481 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i3.1058

Abstract

Konsentrasi Rootone-F dan jumlah mata tunas merupakan salah satu perlakuan untuk merangsang pertumbuhan akar dalam stek tanaman tin. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Rootone-F dan jumlah mata tunas terhadap pertumbuhan akar stek batang tanaman tin (Ficus carica L.). Penelitian dilaksanakan di Green House Balai Penyuluh Pertanian Kebomas, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan yang diulang 3 kali. Faktor pertama adalah konsentrasi Rootone-F (R) yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0 mg-1 (R0), 150 mg-1 (R1), 300 mg-1 (R2), dan 450 mg-1 (R3) dan jumlah mata tunas (M) sebagai faktor kedua yang terdiri dari 3 taraf yaitu 2 mata tunas (M1), 4 mata tunas (M2) dan 6 mata tunas (M3), sehingga didapatkan 12 kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi konsentrasi Rootone-F dan jumlah mata tunas memberikan pengaruh nyata terhadap parameter panjang akar, jumlah akar, berat basah akar serta berat kering akar. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan 150 mg-1 dan 6 mata tunas.
UJI DAYA HASIL 15 GENOTIPE TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS L.) HIBRIDA PADA FASE GENERATIF Renaldi Dicklies Purwanto; Juli Santoso Pikir; Ida Retno; I Made Jana Mejaya
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 4 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i4.7343

Abstract

Peningkatan produksi jagung dapat dilakukan dengan cara perakitan varietas unggul baru berdaya hasil tinggi. Uji daya hasil dilakukan kepada calon varietas unggul baru yang mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggi, tahan terhadap hama dan penyakit tanaman serta berpotensi hasil yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil produksi dari 15 genotipe tanaman jagung hibrida. Metode penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan 17 perlakuan yaitu 10 Silang Tunggal (ST) hibrida F1, 5 galur tetua, 2 varietas jagung hibrida sebagai pembanding dan diulang 3 ulangan. Pelaksanaan penelitian ini yaitu persiapan lahan, penanaman benih tanaman jagung, pemeliharaan tanaman jagung dan pemanenan tanaman jagung. Parameter yang diamati adalah umur berbunga, panjang tongkol, diameter tongkol, bobot 1000 butir benih, berat kering biji dan bobot pipilan kering per plot. Hasil penelitian menunjukkan pada parameter umur berbunga perlakuan ST9 memiliki umur paling genjah, perlakuan ST9 juga menunjukkan hasil yang lebih baik dari varietas pembanding pada parameter panjang tongkol dan bobot 1000 butir benih. Perlakuan ST2 mmeberikan hasil yang lebih baik dari vatietas pembanding pada parameter diameter tongkol dan berat kering. Pada parameter bobot pipilan kering per plot perlakuan ST1 memberikan hasil yang paling tinggi diantara semua perlakuan dan kedua varietas pembanding.
PENGARUH KONSENTRASI AUKSIN DAN KOMPOSISI MEDIA TERHADAP PEMBIBITAN TANAMAN JAHE EMPRIT (Zingiber officinale var. Amarum) Wahyu Mahendra; Guniart Guniart; Juli Santoso
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2391

Abstract

Tanaman jahe emprit (Zingiber officinale var. Amarum) merupakan salah satu jenis jahe yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan baku obat dan bumbu masak. Langkah awal dalam pengembangan dan budidaya jahe emprit adalah menyediakan bibit yang bermutu dalam waktu yang singkat. Usaha untuk menunjang proses pembibitan tanaman ini yaitu dengan penggunaan zat pengatur tumbuh auksin dan komposisi media yang digunakan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui berbagai macam konsentrasi ZPT auksin (IAA) dan komposisi media pembibitan, serta mengetahui pengaruh interaksi antara konsentrasi ZPT auksin (IAA) dan komposisi media dalam memacu proses percepatan kegiatan pembibitan jahe emprit. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli–Oktober 2022 di Desa Bedingin, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Rancangan acak lengkap (RAL) factorial dengan dua faktor perlakuan digunakan. Faktor pertama yaitu konsentrasi zat pengatur tumbuh auksin (IAA), A0 = 0 ppm (Kontrol), A1 = 60 ppm, A2 = 75 ppm, A3 = 90 ppm, faktor kedua yaitu komposisi media yaitu M1 (Tanah + Sekam Bakar), M2 (Tanah + Pupuk Organik), M3 (Tanah + Sekam Bakar + Pupuk Organik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan konsentrasi auksin dan komposisi media memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter waktu muncul tunas. Perlakuan konsentrasi auksin 90 ppm memberikan pengaruh yang terbaik pada parameter jumlah daun, sementara komposisi media belum meberikan pengaruh yang nyata terhadap seluruh parameter penelitian.
PENGARUH PEMBERIAN NAUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERONG UNGU (Solanum melongena L.) Evyn Rusdy Prasetiyo Efendi; Juli Santoso P,; Sukendah
Jurnal Agrotech Vol 12 No 2 (2022)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v12i2.94

Abstract

Terong (Solanum melongena L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang digemari oleh masyarakat dan memiliki tingkat permintaan pasar yang terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi pemberian naungan dan varietas terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terong ungu. Penelitian dilaksanakan di Desa Tarik, Kecamatan Tarik Kab. Sidoarjo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2021 – Maret 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan dua faktor yaitu naungan (petak utama) dan varietas (anak petak). Perlakuan naungan terdiri dari tiga taraf yaitu Naungan 0%, Naungan 25% dan Naungan 50%. Perlakuan varietas terdiri dari tiga taraf yaitu Antaboga, Mustang dan Ratih ungu. Berdasarkan taraf tersebut diperoleh 9 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Hasil penelitian nenunjukkan bahwa kombinasi naungan dan varietas berpengaruh terhadap jumlah daun. Kombinasi perlakuan pemberian naungan 0% dengan Mustang dan perlakuan pemberian naungan 0% dengan Antaboga memberikan hasil jumlah daun terbanyak.
PENGARUH PANJANG STEK DAN KONSENTRASI HORMON IBA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT STEK TANAMAN KELOR (Moringa oleifera L.) Wahyu Aditiya Pratama; Bambang Prijanto; Juli Santoso Pikir
Jurnal Agrotech Vol 12 No 2 (2022)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v12i2.99

Abstract

Tanaman kelor memiliki banyak manfaat untuk tubuh manusia. Pengadaan bibit tanaman kelor dengan stek batang dapat dilakukan sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pasar. Keberhasilan pembibitan tanaman kelor perlu ditingkatkan dengan mencari metode paling efektif khususnya dalam memilih panjang stek dan konsentrasi zat pengatur tumbuh. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui panjang stek batang dan konsentrasi hormon IBA yang paling efektif dalam meningkatkan keberhasilan stek batang tanaman kelor. Pelaksanaan penelitian bertempat di Green House Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur tanggal 01 April 2021 sampai dengan 31 Juni 2021. Penelitian menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor, yaitu panjang stek batang dan konsentrasi hormon IBA yang dikombinasi menjadi 12 perlakuan dengan tiga kali ulangan. Hasil analisis ragam penelitian tidak didapati adanya pengaruh nyata kombinasi perlakuan panjang stek dan konsentrasi hormon IBA terhadap semua parameter pengamatan. Panjang stek batang 50 cm dan pemberian konsentrasi hormon IBA 100 ppm secara faktor tunggal memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik.
Daya Gabung Galur Jagung pada Cekaman Nitrogen Rendah Ladikta Hubah Aulianta; Juli Santoso; Makhziah Makhziah; I Made Jana Mejaya
Agrotechnology Research Journal Vol 6, No 1 (2022): Agrotechnology Research Journal
Publisher : Perkumpulan Agroteknologi/Agroekoteknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.855 KB) | DOI: 10.20961/agrotechresj.v6i1.56028

Abstract

Reduction of nitrogen in the soil is a problem in corn cultivation that can cause decrease production. The efforts to prevent this problem is to assemble superior maize that is low nitrogen resistance and high production by crossing different corn elders. This study was to analyse the combining ability of five lines (G1, G2, G3, G4 and G5) under normal and low nitrogen conditions used a half diallel cross design using the Griffing’s model I method formula to analyse 10 genotypes. The research design used a split plot design (SPD) with 3 replications, the research location was in the experimental garden of Center for Agricultural Research and Technology in Kebondalem, Mojosari, Mojokerto East Java. The value of the general combining ability (GCA) of the G3 elders significantly affected the weight parameters of the cobs under low nitrogen conditions. The results of the specific combining ability (DGK) on the G7 and G8 crosses had high SCA values on the yield character and weight of 100 seeds under normal conditions and nitrogen stress. Genotype G6 has a high SCA value for cob weight characters.
Morfologi dan Anatomi Bibit Alpukat Sambungan pada Stadia tumbuh Entres dan Metode Sambung Pucuk Antonia Jessica Sherlyn Da Costa; Ramdan Hidayat; Juli Santoso
Agrotechnology Research Journal Vol 6, No 2 (2022): Agrotechnology Research Journal
Publisher : Perkumpulan Agroteknologi/Agroekoteknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.969 KB) | DOI: 10.20961/agrotechresj.v6i2.66462

Abstract

Avocado is a fruit crop that is commercial and potential to be widely cultivated. Market demand for avocado was increased so production of avocado seed must increase too by grafting. The problem of grafting is often found in the connection between scion and rootstock that showed like elephant foot phenomenon, so it was necessary to study the linkage process between scion and rootstock. This research leads up to an increased percentage of finished graft seedlings that were ready for planting in the field. This method used a factorial experiment consisting of 2 factors. The first factor was the stages of entres (flushing, endodormancy, and ecodormancy), and the second factor was the grafting method (cleft graft, wedge graft, and splice graft). The research design used Complete Randomized Design with 4 replications and ANOVA with BNJ 5% test. The results showed all observations parameters interacted. Stage ecodormancy in splice graft resulted of vascular tissue (xylem and phloem) between scion and rootstock recovered better than other combination treatments by producing the best-grafted avocado seedlings growth with an increased percentage of grafted seedling by 42.50%, an interval of flushing by 4.91 days, and increased frequency of flushing by 1.83 times compared to stage flushing in cleft graft.
PENGARUH CEKAMAN KEKERINGAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS TANAMAN TERONG (Solanum melongena L.) Aisyah Nurvipta Anggeliana Setiyanti; Guniarti Guniarti; Juli Santoso Pikir
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 15, Nomor 2, Oktober 2022
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/at.vi.682

Abstract

Efforts to increase the production of purple eggplant on drought stressed land can be done by testing the varieties of purple eggplant that have been circulating against drought stress. The test was carried out by observing the growth parameters and yields of several varieties of purple eggplant. This study aims to determine the tolerance of several varieties of purple eggplant to drought stress. The research was carried out in a plastic house on the land of Umbut Legi Hamlet, Kemuning Village, Tarik District, Sidoarjo Regency, East Java from November 2021 to March 2022. The method used in this study was a factorial (Split-Plot Design) with 3 replications. The main plot (Main Plot) is drought stress with 3 levels, namely: a) C0, 100% moisture content of field capacity as control, b) C1, water content of 75% field capacity, c) C2, water content of 50% field capacity. While the subplots (Sub Plot) are varieties of purple eggplant with 3 levels, namely: a) V1 Antaboga-1, b) V2 Lezata F1, and c) V3 Ratih Ungu. The results showed that the Antaboga variety was more tolerant of drought as indicated by the parameters of the average plant height, number of fruit per plant per harvest period, total fruit number per plant, fruit weight per plant per harvest period, and total fruit weight harvested per plant.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN JENIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) Kiki Dita Ayu Ninda Sari; Juli Santoso; Nora Augustien Kusumaningrum
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 9 No. 1 (2021): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang telah lama dibudidayakan baik di perkarangan maupun di lahan budidaya untuk dimanfaatkan buahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam dan jenis pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu varietas Antaboga. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Mei 2020 di Desa Pabean Kecamatan Sedati Kebupaten Sidoarjo Jawa Timur. Penelitian ini merupakan percobaan Faktorial dengan dua faktor yang disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan 3 ulangan. Faktor I : Komposisi Media Tanam (M) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu : M1 = tanah : pupuk organik (1:0), M2 = tanah : pupuk organik (1:1), M3 = tanah : pupuk organik (1:2) dan M4 = tanah : pupuk organik (2:1). Faktor II : Jenis Pupuk Kandang (P) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu : P1 = pupuk kandang ayam, P2 = pupuk kandang sapi dan P3 = pupuk kandang kambing. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara komposisi media tanam dan jenis pupuk kandang terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga total pertanaman, jumlah buah total pertanaman, bobot buah total pertanaman dan panjang buah. Hasil terbaik diperoleh dari perlakuan kombinasi komposisi media tanam (1:2) dan pupuk kandang sapi (M2P2).
Pengaruh Pemberian Vermikompos dan PGPR terhadap Pertumbuhan dan Kadar Gula Semangka (Citrullus vulgaris) Dido Ari Widodo; Juli Santoso; Nora Augustien Kusumaningrum
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 8 No 1 (2024): G-Tech, Vol. 8 No. 1 Januari 2024
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/gtech.v8i1.3901

Abstract

Tanaman semangka menjadi salah satu komoditas unggulan di Indonesia dan mempunyai daya tarik ekonomis yang tinggi. Upaya peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman terus dilakukan, salah satunya menggunakan vermikompos dan PGPR.  Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh dosis vermikompos dan konsentrasi PGPR yang tepat guna meningkatkan pertumbuhan serta hasil tanaman semangka. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor. Faktor pertama adalah dosis vermikompos terdiri dari 4 perlakuan (0, 100, 150 dan 200 gram vermikompos). Faktor kedua adalah konsentrasi PGPR yang terdiri dari 4 perlakuan (0, 15, 20 dan 25 ml/l air). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara dosis vermikompos dengan konsentrasi PGPR terhadap panjang tanaman usia 42 dan 49 HST serta kadar gula buah semangka. Dosis vermikompos (200 gram) secara tunggal berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman usia 21, 35 dan 49 HST dan diameter batang usia 14, 21, 28, 35, 42 dan 49 HST.