Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL MENGENAI KEDARURATAN OBSTETRI DI RUMAH SAKIT ROBERT WOLTER MONGISIDI MANADO Langapa, Djimmy; Kumaat, Lucky; Mulyadi, Ns
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.8163

Abstract

Abstrak : Pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan merupakan pencegahan awal terhadap resiko yang dapat terjadi dalam kehamilan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu hamil dengan pengetahuan ibu hamil mengenai kedaruratan obstetri di RS Robert Wolter Mongisidi Manado. Sampel berjumlah 42 responden. Desain penelitian yang digunakan adalah desain Cross Sectional dan data dikumpulkan dari responden menggunakan lembar kuisioner. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dalam penelitian ini ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan ibu nilai ρ = 0.007, ada hubungan antara usia dengan pengetahuan ibu nilai ρ = 0.000, tidak ada hubungan antara pengalaman dengan pengetahuan ibu nilai ρ = 1,000 dan ada hubungan antara keterpaparan informasi dengan pengetahuan ibu nilai ρ = 0.000. Kesimpulan menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara karakteristik ibu hamil dengan pengetahuan ibu hamil mengenai kedaruratan obstetri. Saran diharapkan ibu hamil mampu mengetahui tanda bahaya dalam kehamilan dan mampu melakukan deteksi dini mengenai tanda bahaya dalam kehamilan.Kata Kunci : Kedaruratan obstetri, Pengetahuan Ibu Hamil
HUBUNGAN RESPONSE TIME PERAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN KATEGORI TRIASE KUNING DI IGD RSU GMIM KALOORAN AMURANG Tumbuan, Akrian N; Kumaat, Lucky; Malara, Reginus
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.8085

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh karena adanya pasien gawat darurat pada triase kuning yang menyatakan lama mendapat penanganan dan dibiarkan menunggu dengan kondisi yang tidak nyaman karena nyeri dan keletihan sehingga menyebabkan meningkatnya kecemasan saat berada di ruang gawat darurat. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan response time perawat dengan tingkat kecemasan pasien ketegori triase kuning di IGD RSU GMIM Kalooran Amurang. Desain penelitian yaitu observasional analitik dengan rancangan cross sectional, populasi yaitu semua pasien IGD yang memenuhi kriteria inklusi. Sampel penelitian ini 77 responden yang didapat dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner state anxiety dan lembar observasi response time. Hasil penelitian uji statistik menggunakan uji Chi Square pada tingkat kemaknaan 95% (α ≤ 0,05), maka didapatkan nilai p = 0,001. Ini berarti bahwa nilai p < α (0,05). Dengan demikian bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara response time perawat dengan tingkat kecemasan pasien ketegori triase kuning di IGD RSU GMIM Kalooran Amurang. Saran lebih ditingkatkan response time melalui upaya peningkatan SDM, sarana prasarana dan manajemen yang ada agar tercapainya kualitas pelayanan yang bermutu sehingga pelayanan yang diberikan dapat optimal dan pasien bisa merasa lebih tenang dan kecemasan pasien dapat menurun selama berada di IGD.Kata kunci : Response Time, Kecemasan.
PERBEDAAN TINGKAT STRES KERJA PERAWAT INSTALASI GAWAT DARURAT DAN UNIT RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT PANCARAN KASIH GMIM MANADO Lumintang, Pascal; Kumaat, Lucky; Mulyadi, Ns
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 1 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i1.7446

Abstract

The work stress is the stress that occurs when a person is unable to meet the demands of work or needs of the work. Stress among health care workers are well known, such as stress among nurses working in a hospital environment. Thesources of job stress in general nursing workload is excessive, the difficulties associated with other staff, difficulty caring for critically ill patients, dealing with the treatment and care of patients and care patient failure to care. The purpose of this study was to determain the work stress level difference of Emergency nurse and Inpatient nurse. This study used deskriptif analitik with cross sectional method. Sample that used were 34 people by purposive sampling technique, which consists of 17 nurse emergency and nurse Inpatient. The data were conducted with the work place stres scale questionnaire. The results showed 7 (41,2%) emergency nurse with low stres level and 12 (70,6%) inpatient nurse with no stress. Analysis data with Man-Whitney test (α=0,05) and The probabilty value is 0,002. The coclusion of this study is there work stress level difference of emergency nurse and inpatient nurse in pancaran kasih GMIM hospital Manado, emergency nurse have higher stress level than inpatient nurse. Keywords : Work stress level, Emergency nurse, Inpatient nurse Stres kerja adalah seorang tidak dapat memenuhi tuntutan pekerjaan atau kebutuhan dari pekerjaan. Stres di antara pegawai kesehatan sangat dikenal, seperti stres diantara para perawat yang bekerja di lingkungan rumah sakit. Sumber stres kerja perawat secara umum adalah beban kerja berlebih, kesulitan berhubungan dengan staf lain, kesulitan merawat pasien kritis, berurusan dengan pengobatan dan merawat pasien gagal membaik. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan tingkat stres kerja pada perawat di Instalasi Gawat Darurat dan Unit rawat Inap. Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan metode cross sectional. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 34 orang berdasarkan teknik purposive sampling, yang terdiri dari 17 perawat Instalasi Gawat Darurat dan 17 perawat Unit Rawat Inap. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kusioner The Work Place Stress Scale. Hasil penelitian menunjukan 7 (41,2%) perawat Instalasi Gawat Darurat stres tingkat ringan dan 12 (70,6%) perawat Unit Rawat Inap tidak mengalami stres. Data dianalisis dengan uji Man-Whitney (α=0,05) dan diapatkan nilai Probabilitas 0,002. Simpulan terdapat perbedaan tingkat stres kerja perawat Instalasi Gawat Darurat dan Unit Rawat Inap Rumah Sakit Pancaran Kasih GMIM Manado. Rekomendasi peneliti yaitu untuk mampu mengelolah sistem kerja yang efisien sehingga mengurangi stresor yang menyebabkan perawat stres. Kata Kunci : Tingkat stres kerja, Perawat Instalasi Gawat Darurat, Perawat Unit Rawat Inap
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI PADA SISWA SMP KRISTEN KAKASKASEN KOTA TOMOHON Dien, Riedel Jiemly; Kumaat, Lucky; Malara, Reginus
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.8036

Abstract

Abstrak: Gempa bumi termasuk bencana alam yang paling dahsyat. Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik yang sangat berpotensi sekaligus rawan bencana gempa bumi. Kurangnya pengetahuan dan kesiapan mengakibatkan timbulnya banyak korban, dimana paling banyak korban bencana gempa bumi adalah wanita dan anak-anak. Jarak SMP Kristen begitu dekat dengan gunung Lokon (kurang dari 5 km) yang masih aktif, mengakibatkan sekolah selalu menerima dampak gempa bumi sebelum gunung meletus berupa korban luka, kecemasan, dan terganggunya proses belajar. Tujuan untuk Mengetahui Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Gempa Bumi Pada Siswa SMP Kristen Kakaskasen Kota Tomohon. Sampel berjumlah 60 responden dengan menggunakan teknik probability sampling. Desain penelitian yaitu one group pre-post test dan menggunakan lembar kuesioner untuk mendapatkan data dari responden. Hasil Penelitian menggunakan uji statistik Wilcoxon didapat nilai P-value sebesar 0,00 (<  = 0,05). Kesimpulan menunjukkan adanya pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi pada siswa SMP Kristen Kakaskasen Kota Tomohon. Saran agar pihak sekolah lebih giat melaksanakan pendidikan kesehatan khususnya kesiapsiagaan menghadapi bencana serta untuk peneliti selanjutnya, kiranya dapat meneliti mengenai faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.Kata Kunci: Penyuluhan Kesehatan, Kesiapsiagaan Bencana, Gempa Bumi
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS WORI KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Dahlan, Suharty; Kumaat, Lucky; Onibala, Franly
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 1 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i1.4058

Abstract

Abstract : Health personnel who served in remote areas and disaster-prone expected to have knowledge of  Basic Life Support (BLS) . One effort to increase knowledge is to health education.the purpose of this research to determine the influence of health education about Basic Life Support (BLS) to the knowledge level health personnel in Wori local government clinic of Wori sub District North Minahasa regency . This study used a research design one group pre - test post- test design to compare the knowledge of BLS before and after health education , totaling 50 samples , data collection through questionnaire techniques . The results of the Wilcoxon Signed Rank test statistic test the respondent is a significant difference with p - value = 0.000 ( α < 0.05 ). Conclusion that there are influences on health education basic life support (BLS) to the knowledge level  health personnel in wori local government clinic of  Wori subdistrict North Minahasa regency . Recommendation : Develop knowledge of health personnel on duty in remote areas and disaster-prone on BLS by following a health education seminar or training related to basic life support periodically each year to improve the public service. Key words : Knowledge, Basic Life Support Abstrak : Tenaga kesehatan yang bertugas didaerah terpencil dan rawan bencana diharapkan memiliki pengetahuan tentang BHD. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan adalah dengan pendidikan kesehatan.Tujuan penelitian  untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) terhadap tingkat pengetahuan tenaga kesehatan di Puskesmas Wori Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini menggunakan Desain penelitian one group pre test-post test design untuk membandingkan pengetahuan tentang BHD sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan, Sampel berjumlah 50 orang, teknik pengambilan data  melalui kuesioner. Hasil uji statistik Wilcoxon Signed Rank test pada responden yaitu terdapat pengaruh yang signifikan dengan nilai p-value = 0,000 (α < 0,05). Kesimpulan  bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) terhadap tingkat pengetahuan tenaga kesehatan di Puskesmas Wori Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Rekomendasi :  Pengembangan pengetahuan tenaga kesehatan yang bertugas didaerah terpencil dan rawan bencana tentang BHD dengan mengikuti pendidikan kesehatan berupa seminar atau pelatihan yang berkaitan dengan Bantuan Hidup Dasar secara berkala tiap tahun untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Key words : Pengetahuan, Bantuan Hidup Dasar
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN KEMAMPUAN MANAJEMEN STRES PADA NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA MANADO Wullur, Winda; Kumaat, Lucky; Masi, Gresty
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2251

Abstract

Abstract: Emotional Intelligence accounts for 80% of success  in life while Intelligence Quotient (IQ) contributes at best about 20%. Emotional Intelligence are skills such as self motivation and hold out against frustration, self control and not overjoyed; emotional manage and avoiding cognitive paralyzed; empathy and praying. One of characteristic from emotional intelligence is about stress management which is how a person not paralyzing his cognitive. Studies conducted with nurses and nursing students show that emotional intelligence is a skill that minimises the negative stress consequences. Increases in stress, anxiety and worry erode mental abilities. Distress not only wears away at mental abilities but also makes people less emotionally intelligent (Ramezar, Koortzen and Oosthuizen, 2009). This research method was Cross-Sectional Study with Purposive Technique Sampling. This research showed that there was a significant relationship between emotional intelligence and stress management ability in prisoner at Manado Prison (ρ=0,008<α=0,05). Keywords: stress management, emotional intelligence, IQ. Abstrak: Kecerdasan emosional menyumbang 80% bagi faktor-faktor yang menentukan sukses dalam hidup dimana IQ hanya menyumbang 20% nya saja. Kecerdasan emosional adalah kemampuan seperti kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi frustasi; mengendalikan dorongan hati dan tidak melebih-lebihkan kesenangan; mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stres tidak melumpuhkan kemampuan berpikir; berempati dan berdoa. Salah satu ciri dari kecerdasan emosional yaitu tentang manajemen stres individu yaitu bagaimana individu mengelola stres agar tidak melumpuhkan cara berpikir. Studi yang diadakan oleh perawat dan mahasiswa keperawatan, menunjukkan bahwa kecerdasan emosional adalah suatu keterampilan yang dapat meminimalisir efek negatif stres. Peningkatan stres dapat mengikis kemampuan mental. Stres bukan hanya mengurangi kemampuan mental, tapi juga mengurangi kecerdasan emosional seseorang (Ramesar, Koortzen dan Oosthuizen, 2009). Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan Cross-Sectional Study dengan purposive technique sampling. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan manajemen stres pada narapidana (nilai ρ=0,008<α=0,05). Kata kunci: manajemen Stres, Kecerdasan Emosional, IQ
HUBUNGAN BEBAN KERJA PERAWAT DENGAN CARING PERAWAT DI INSTALASI GAWAT DARURAT MEDIK PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Robot, Angelina; Kumaat, Lucky; Mulyadi, Ns
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.8029

Abstract

Abstrak : Beban kerja perawat adalah kemampuan tubuh seorang perawat dalam menerima tanggung jawab untuk mengerjakan suatu pekerjaan. Caring perawat adalah sikap/tindakan yang diberikan perawat kepada pasien berbentuk asuhan fisik dalam memperhatikan emosi, serta meningkatkan rasa aman dan keselamatan pasien. Tujuan Penelitian untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara beban kerja perawat dengan caring perawat di Instalasi Gawat Darurat Medik Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Desain Penelitian ini menggunakan survei analitik cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Sampel 30 responden. Teknik analisa data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square pada program computer. Hasil penelitian diperoleh nilai ρ= 0.025 yang menunjukan bahwa nilai ρ lebih kecil dari nilai α =0,05. Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan beban kerja perawat dengan caring perawat. Rekomendasi untuk menambah jumlah perawat pelaksana yang bekerja di instalasi gawat darurat medik.Kata Kunci: Beban Kerja, Caring Perawat, Instalasi Gawat Darurat
1 PENGARUH PENYULUHAN BENCANA BANJIR TERHADAP KESIAPSIAGAAN SISWA SMP KATOLIK SOEGIYO PRANOTO MANADO MENGHADAPI BANJIR Sasikome, Jacklin Rifka; Kumaat, Lucky; Mulyadi, Ns
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.8030

Abstract

Abstrak: Banjir merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia. Bencana banjir dapat menyebabkan kerugian dan korban jiwa. Kota Manado setiap tahunnya mengalami bencana banjir sehingga memerlukan kesiapsiagaan bencana yang terkoordinasi. SMP Katolik Soegiyo Pranoto salah satu yang selalu terkena dampak ketika DAS Sawangan dan Tondano tidak mampu menampung debit air sungai. Tujuan penelitian ini untuk Menganalisis Penyuluhan Bencana Banjir Terhadap Kesiapsiagaan Siswa SMP Katolik Soegiyo Pranoto Menghadapi Banjir. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 52 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Desain penelitian yang digunakan yaitu desain one group pre test-post test dan data yang dikumpulkan dari responden dengan menggunakan lembar kuesioner. Hasil Penelitian diperoleh nilai P-value sebesar 0,00 (<0,05) dengan nilai t hitung sebesar 34,69 dan t tabel sebesar 2,009. Kesimpulan menunjukkan adanya pengaruh penyuluhan bencana banjir terhadap kesiapsiagaan siswa SMP Katolik Soegiyo Pranoto Manado menghadapi banjir. Saran dapat digunakan sebagai bahan informasi dan pengembangan ilmu pengetahuan dalam penanggulangan bencana lebih khusus pada kesiapsiagaan.Kata Kunci: Penyuluhan, Kesiapsiagaan Bencana, Bencana Banjir
HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN KEJADIAN STRES PASCA BENCANA ALAM PADA MASYARAKAT KELURAHAN TUBO KOTA TERNATE Asnayanti, Asnayanti; Kumaat, Lucky; Wowiling, Ferdinand
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2164

Abstract

Abtract: Coping mechanism sapattern oftension to hold him that thre a tens (self defense/maladaptive) or to solv ethe problems faced (adaptive coping mechanisms). Stress is a condition produced by environmental change accepted as something that opposes, threat zenordestroy the balance ofone's equilibrium. Natural disasteris beyond the capacity of ecological disturbance group of living adjus tment to the environment. The purpose of research to determine the relationship of mechanism after natura ldisasters with the incidence of stress coping oncommunities in Tubo Ternate city. The study design was descriptive cross sectional with analytic approach. The research was carried outstarting from July 3th to 26th, witha total sample of 50 respondents. Keywords: coping mechanisms, stress, natural disasters Abstrak: Mekanisme koping adalah suatu pola untuk menahan ketegangan yang mengancam dirinya (pertahanan diri/maladaptif) atau untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi (mekanisme koping adaptif).Stress adalah suatu keadaan yang dihasilkan oleh perubahan lingkungan yang diterima sebagai suatuhal yang menentang, mengancam atau merusak terhadap keseimbangan ekuilibrium seseorang. Bencana alam adalah gangguan ekologis yang melampaui kapasitas penyesuaian sekolompok mahluk hidup dengan lingkungan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan mekanisme koping dengan kejadian stress pasca bancana alam pada masyarakat di Kelurahan Tubo Kota Ternate. Desain penelitian bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 3-26 Juli, dengan jumlah sampe lsebanyak 50 responden. Kata kunci :Mekanisme koping, stress, bencana alam
HUBUNGAN KONDISI OVERCROWDED DENGAN KETEPATAN PELAKSANAAN TRIASE DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSU GMIM PANCARAN KASIH MANADO Kundiman, Vianthy; Kumaat, Lucky; Kiling, Maykel
JURNAL KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2019): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v7i1.22880

Abstract

Abstract: Triage is a patient sorting activity based on the severity of trauma or illness that iscarried out immediately in a short time. Overcrowded conditions by patients in the ED due tothe incompatibility of patients with the number of overcrowded nurses have an impact on theaccuracy implementation of triage in patients aimed at reducing morbidity and mortality.Thepurpose was to identify the relationship of overcrowded conditions and the accuracyimplementation of triage at ED of Pancaran Kasih GMIM Hospital Manado. The design studyis analytic survey with cross sectional.Samples 105 respondents with a Non Probabilitysampling technique namely Consecutive sampling. Results used the Chi square test with asignificance level of 95% so that the value of p value is 0,000 smaller than the significant valueof 0.05.Conclusion there is a relationship of overcrowded conditions and the accuracyimplementation of the truage at Emergency Department of Pancaran Kasih GMIM HospitalManado..Keywords: Triage, Overcrowded, AccuracyAbstrak: Triase merupakan kegiatan pemilahan pasien berdasarkan berat dan ringannya traumaatau penyakit yang diderita yang dilakukan segera dalam waktu yang singkat. Kondisiovercrowded oleh pasien di IGD disebabkan karena tidak sesuainya jumlah pasien denganjumlah perawat Overcrowded berdampak pada ketepatan pelaksanaan triase pada pasien yangbertujuan menurunkan angka morbiditas dan mortalitas. Tujuan untuk mengetahui hubunganantara kondisi overcrowded dengan ketepatan pelaksanaan triase di IGD RSU GMIM PancaranKasih Manado. Metode menggunakan desain penelitian cross sectional study. Sampel terdiridari 105 responden dengan tehnik pengambilan sampel Non Probability sampling yaituConsecutive sampling. Hasil menggunakan uji Chi square dengan tingkat kemaknaan 95%sehingga didapatkan nilai p value yaitu 0,000 lebih kecil dari nilai signifikan 0,05. Kesimpulanterdapat hubungan antara kondisi overcrowded dengan ketepatan pelaksanaan triase di IGDRSU GMIM Pancaran Kasih Manado.Kata Kunci: Triase, Overcrowded, Ketepatan