Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN SERANGAN ASMA PADA PENDERITA ASMA DI KELURAHAN MAHAKERET BARAT DAN MAHAKERET TIMUR KOTA MANADO Tumigolung, Gisella Tesalonika; Kumaat, Lucky; Onibala, Franly
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i2.14071

Abstract

Abstract: Anxiety is a situation that feels unpleasant and feared by one’s physical warned of the danger. Asthma is a respiratory sistem impairment, which can cause hard breath. anxiety can precipitate asthma attack for many people. The purpose of this research is to know the relationship between anxiety level and asthma attack amonh asthma clients in Kelurahan Mahakeret Barat and Mahakeret Timur Manado City with the number Sampel was 35 respondents. This research method is using cross sectional approach. The sampel selection is done by sampling methods saturade. This research using statistical analysis chi square test with á = 0,05. The result obtained value of p = 0,04 where p < 0,05 then Ho is rejected. Conclusions of this research hat there is a relationship between nxiety level and asthma attack among asthma clients in Kelurahan Mahakeret Barat and Mahakeret Timur Manado City. Keywords : anxiety level, asthma attack Abstrack: Kecemasan adalah situasi yang dirasa tidak menyenangkan dan ditakuti oleh fisik yang memperingatkan seseorang akan bahaya yang mengancam. Serangan asma merupakan gangguan pada sistem pernapasan yang menyebabkan kesulitan bernapas. Kecemasan dapat menjadi pencetus serangan asma pada beberapa individu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan serangan asma di Kelurahan Mahakeret Barat dan Mahakeret Timur Kota Manado dengan jumlah Sampel 35 responden. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan pemilihan sampel dilakukan dengan metode sampling jenuh. Penelitian ini menggunakan analisis statistik uji chi square dengan á = 0,05. Hasil penelitian ini didapatkan nilai p value 0,04 dimana p< á 0,05 maka Ho ditolak. Simpulan penelitian ini yaitu adanya hubungan antara tingkat kecemasan dengan serangan asma pada penderita asma di Kelurahan Mahakeret Barat dan Mahakeret Timur Kota Manado. Kata Kunci : Tingkat Kecemasan, Serangan asma
HUBUNGAN LAMANYA PEMASANGAN INFUS (INTRAVENA) DENGAN KEJADIAN FLEBITIS PADA PASIENDI IRINA F BLU RSUP Prof. Dr. R. D. KANDOU MANADO Komaling, Christian; Kumaat, Lucky; Onibala, Franly
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 1 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i1.4051

Abstract

Abstract:Intravenous therapy is one of the nursing actions done by inserting fluid , electrolytes , intravenous medications and parenteral nutrition into the body through intravenous.One of nosocomial infections arising as a result of that infusion phlebitis .phlebitis is inflammation of the walls of the veins / vein .Purpose This study aims to determine the relationship Installation Infusion duration ( Intravenous ) In Patients With Phlebitis incident in Irina F. BLU . Hospital .Prof . Dr. . R. D. Kandou Manado .The design of this study using correlational analytic methods to approach crosss sectional study ( Study Cut latitude ).Sampling in this study using purposive sampling ( non- probability sampling ) , obtained a total sample of 143 people 58 people who were treated monthly . Data analysis was performed using chi - square ( X2 ) , at the 95 % significance level ( α 0.05 ) confidence level indicates the value of p = 0.000 , this value is smaller than α = 0.05 so that it can be stated that there is a relationship duration of infusion ( intravenous ) with the incidence of phlebitis in patients at IRINA F BLU . Hospital .Prof . Dr. . R. D. Kandou Manado . Keyword:Infusion ( IV ), phlebitis Abstrak: Terapi intravena adalah salah satu tindakan keperawatan yang dilakukan dengan cara memasukkan cairan, elektrolit, obat intravena dan nutrisi parenteral ke dalam tubuh melalui intravena. Salah satu infeksi nosokomial yang timbul akibat dari pemasangan infus yaitu flebitis.flebitis adalah peradangan pada dinding pembuluh darah balik/vena. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Lamanya Pemasangan Infus (Intravena) Dengan Kejadian Flebitis Pada Pasien di Irina F. BLU. RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado.Dalam  penelitian ini menggunakan  metode analitik korelasional dengan pendekatan  crosss sectional study (Studi Potong Lintang). Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Purposive Sampling (non probability sampling), didapat jumlah sampel sebanyak 58 orang dari 143 orang yang dirawat perbulan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square (X2), pada tingkat kemaknaan 95% (α 0,05)menunjukkan nilai p=0,000, nilai ini lebih kecil dari α=0,05.sehingga dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan lamanya pemasangan infus (intravena) dengan kejadian flebitis pada pasien di IRINA F BLU. RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Kata kunci:Flebitis, Infus (intravena)
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS TRAMADOL 1,5 MG/KGBB IV DENGAN KETOROLAK 30 MG IV TERHADAP TINGKAT NYERI PASCA OPERASI SEKSIO SESAREA Yosieto, Aldy; Kumaat, Lucky; Posangi, Iddo
e-CliniC Vol 3, No 1 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v3i1.6763

Abstract

Abstract: Surgery lead to pain manifestation that could occur after surgery (post-operative pain). The purpose of this study is to compare the analgesic efficacy of tramadol with ketorolac for preventing post-operative pain in caesarean section patients. This study was performed on 26 female patients, aged 17-64 years old, American Society of Anesthesiologist (ASA) physical state I-II, had 18,5-29,9 Body Mass Index (BMI), who underwent caesarean section surgery in Prof. R. D. Kandou Manado General Hospital from December 2014 to January 2015. The subjects was divided into two groups, who would receive either 1,5 mg/BW intravenous tramadol (drips) or 30 mg intravenous ketorolac, 1,5 hours after the anesthesia induction. Systolic and diastolic blood pressure, heart rate, respiration rate, and Visual Analogue Scale (VAS) score were taken for 8 hours with 2 hours interval (0, 2nd, 4th, 6th, 8th hours). The statistical analysis was done using T-test and Mann-Whitney test.Conclusion: The result is the systolic and diastolic blood pressure, heart rate, respiration rate, and VAS score between the two groups have no significant differences (p>0,05). Therefore, 1,5 mg/BW intravenous tramadol and 30 mg intravenous ketorolac have same analgesic efficacy in preventing post-operative pain in caesarean section patients.Keywords: tramadol, ketorolac, post-operative pain, caesarean sectionAbstrak: Pembedahan dapat menyebabkan timbulnya rasa nyeri yang bisa muncul setelah pembedahan (nyeri pasca operasi). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efektifitas tramadol dengan ketorolak terhadap tingkat nyeri pasca operasi seksio sesarea. Penelitian dilakukan pada 26 pasien wanita (17-64 tahun), status fisik American Society of Anesthesiologist (ASA) I-II, dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) 18,5-29,9 yang menjalani bedah seksio sesarea di Rumah Sakit Prof. R. D. Kandou Manado di bulan Desember 2014 – Januari 2015. Pasien dibagi menjadi dua kelompok yaitu yang menerima tramadol 1,5 mg/kgBB secara intravena (IV) lewat tetesan infus (drips) atau ketorolak 30 mg IV, 1,5 jam setelah induksi anestesia dilakukan. Data yang diambil adalah nilai tekanan darah sistolik dan diastolik, nadi per menit, respirasi per menit, dan skor Visual Analogue Scale (VAS) setiap 2 jam setelah tramadol atau ketorolak diberikan (jam ke 0, 2, 4, 6, 8). Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan uji-t dan uji Mann-Whitney.Simpulan: Ditemukan bahwa nilai tekanan darah sistolik, diastolik, nadi, respirasi, dan skor VAS dari kedua kelompok penelitian tidak memberikan perbedaan yang bermakna (p>0,05). Simpulan penelitian adalah tramadol 1,5 mg/kgBB IV memberikan efek yang sama dengan ketorolak 30 mg IV terhadap nyeri pasca operasi seksio sesarea.Kata kunci: tramadol, ketorolak, nyeri pasca operasi, seksio sesarea