Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI PENDIDIKAN TERPADU (SIPT) TERHADAP KINERJA PEGAWAI (STUDI PADA PEGAWAI POLITEKNIK NEGERI BANJARMASIN) M. Wahyu Wardhana
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 13 No 1 (2013)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi, khususnya teknologi informasi dewasa ini yang semakin pesat menuntut kebutuhan akan sistem informasi yang semakin canggih. Politeknik Negeri Banjarmasin dalam melakukan program peningkatan sumberdaya manusia dan pengelo-laan pendidikan tinggi pada Politeknik Negeri Banjarmasin dengan melalui Sistem In-formasi Pendidikan Terpadu (SIPT).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh implementasi sistem informasi pendidikan terpadu baik secara simultan maupun parsial terhadap kinerja pegawai Poli-teknik Negeri Banjarmasin, serta mengevaluasi faktor yang berpengaruh dominan terha-dap kinerja pegawai Politeknik Negeri Banjarmasin. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Politeknik Negeri Banjarmasin berjumlah 272 orang. Teknik sampling  yang digunakan adalah secara Proportionate Stratified Random Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 73 orang. Hipotesis diuji dengan menggunakan analisis regresi linier berganda.Hasil temuan penelitian yang pertama menemukan bahwa secara simultan imlementasi SIPT yang direflekasikan dalam variabel kinerja aplikasi program, tingkat integritas data-base, lingkup organisasi yang dilayani, serta hubungan antar elemen sistem secara ber-sama-sama mempengaruhi kinerja pegawai. Hasil temuan penelitian kedua secara par-sial, hanya variabel kinerja aplikasi program dan variabel lingkup organisasi yang dilayani yang berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Sedangkan variabel tingkat inte-gritas database dan variabel hubungan antar elemen sistem tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai. Hasil temuan penelitian ketiga menujukkan bahwa dari implementasi SIPT di Politeknik Negeri Banjarmasin, variabel kinerja aplikasi program merupakan variabel yang mempunyai pengaruh dominan terhadap kinerja pegawai.
PENGARUH KAPASITAS INDIVIDU DIINTERAKSIKAN DENGAN LOCUS OF CONTROL TERHADAP BUDGETARY SLACK Rudy Haryanto; M. Wahyu Wardhana
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 13 No 1 (2013)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan dan kemajuan seatu daerah atau kota maka akan ber-munculan bisnis-bisnis baru salah satunya adalah pada bisnis perhotelan. Persaingan  bisnis  yang  semakin  ketat  dan  kompleks  saat  ini,  menuntut manajemen perusahaan agar mampu menjamin operasi perusahaan berjalan dengan baik, tetap bertahan dan terus berkembang. Salah satu cara agar manajemen dapat mencapai hal tersebut adalah dengan menyusun, mengendalikan, melaksanakan dan mengevalusi anggaran yang di-gunakan oleh perusahaan.Partisipasi dalam penganggaran merupakan variabel yang banyak dihubungkan dengan budgetary slack dan ditemukan terdapat pengaruh yang tidak konsisten.Hasil temuan penelitian yang pertama menemukan bahwa kapasitas individu berpenga-ruh positif terhadap budgetary slack dengan locus of control sebagai variabel pemode-rasi, dan kapasitas  individu berpengaruh  positif  terhadap  budgetary  slack.
Penguatan Literasi Keuangan Digital untuk Mencegah Pinjol Ilegal di Desa Sumbersari: Pengabdian Rudy Haryanto; Rika Novyanti; M. Wahyu Wardhana
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6264

Abstract

Pinjaman online ilegal menimbulkan risiko finansial, psikologis, dan penyalahgunaan data pribadi bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga Desa Sumbersari, Kecamatan Sungai Loban, Kabupaten Tanah Bumbu, mengenai bahaya pinjol ilegal, ciri-ciri layanan tidak berizin, serta langkah pencegahan agar tidak terjebak praktik keuangan digital yang merugikan. Metode kegiatan menggunakan edukasi partisipatif melalui sosialisasi, pemaparan materi, diskusi interaktif, tanya jawab, dan evaluasi deskriptif terhadap respons peserta. Kegiatan dilaksanakan pada 13 September 2025 dan diikuti 25 peserta yang mewakili unsur masyarakat desa, terutama ibu rumah tangga, pelaku usaha kecil, dan warga usia produktif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman lebih baik mengenai perbedaan pinjol legal dan ilegal, risiko bunga dan denda tidak wajar, ancaman penagihan, penyalahgunaan data pribadi, serta pentingnya memeriksa legalitas penyelenggara melalui kanal resmi OJK. Kegiatan ini menegaskan pentingnya literasi keuangan digital desa secara berkelanjutan agar masyarakat lebih kritis, selektif, dan aman dalam menggunakan layanan keuangan berbasis teknologi.
Penguatan Promosi Digital Desa Teluk Tamiang melalui Optimalisasi TikTok: Pengabdian Rika Novyanti; Rudy Haryanto; M. Wahyu Wardhana
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6419

Abstract

Promosi potensi desa wisata dan produk lokal tidak dapat lagi hanya bertumpu pada komunikasi konvensional, terutama ketika perilaku pencarian informasi masyarakat semakin bergeser ke ruang digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas perangkat desa dan pelaku usaha lokal Desa Teluk Tamiang, Kecamatan Pamukan Utara, Kabupaten Kotabaru, dalam memanfaatkan TikTok sebagai sarana promosi digital. Kegiatan dilaksanakan pada 29 Juni 2024 dengan 11 peserta yang tercatat dalam daftar hadir. Metode kegiatan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif melalui koordinasi awal, penyusunan materi, sosialisasi, demonstrasi penggunaan TikTok, diskusi, tanya jawab, dan evaluasi deskriptif terhadap respons peserta. Materi berfokus pada tujuan promosi, pemilihan platform, pembuatan konten visual, konsistensi unggahan, interaksi audiens, kolaborasi, iklan berbayar, dan analisis kinerja konten. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman lebih baik mengenai strategi promosi digital untuk menampilkan potensi wisata bahari, budaya lokal, dan produk unggulan desa. Kegiatan ini menegaskan pentingnya pendampingan berkelanjutan agar promosi desa dapat dikelola konsisten dan berdampak pada ekonomi lokal.
EDUKASI BAHAYA PINJAMAN ONLINE ILEGAL DI DESA SUMBERSARI KECAMATAN SUNGAI LOBAN, KABUPATEN TANAH BUMBU Rika Novyanti; Rudy Haryanto; M. Wahyu Wardhana
Jurnal IMPACT: Implementation and Action Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Impact
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/impact.v8i2.15276

Abstract

Maraknya penyelenggaraan pinjaman daring tanpa izin resmi (pinjol ilegal) merupakan persoalan yang kian mengkhawatirkan bagi kesejahteraan masyarakat pada era digital, dengan populasi pedesaan yang cenderung lebih rentan akibat terbatasnya literasi keuangan digital. Program pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk memperkuat pemahaman warga Desa Sumbersari, Kecamatan Sungai Loban, Kabupaten Tanah Bumbu, atas risiko yang melekat pada praktik pinjaman daring tanpa izin resmi, mencakup tekanan psikologis, kerugian material, serta penyalahgunaan data pribadi tanpa persetujuan. Pelaksanaan program berbentuk seminar tatap muka yang diselenggarakan pada 13 September 2025, dengan pembahasan lima risiko utama pinjol ilegal, meliputi pengambilalihan data yang tersimpan pada perangkat ponsel peminjam secara tidak wajar, pembebanan bunga dan denda yang berlebihan, perilaku penagihan yang bersifat koersif dan mengintimidasi, pemanfaatan informasi pribadi sebagai alat tekanan terhadap peminjam, serta keterjebakan dalam siklus utang yang berkepanjangan. Efektivitas program dinilai menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang mencakup empat dimensi pemahaman peserta, yaitu perbedaan penyelenggara berizin dan tidak berizin, paparan terhadap bunga dan denda yang tidak wajar, risiko penyalahgunaan data pribadi, serta prosedur pengaduan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Temuan menunjukkan bahwa rerata skor pemahaman meningkat dari 35 persen sebelum sesi menjadi 81 persen setelahnya, atau setara kenaikan 46 poin persentase, capaian yang sejalan dengan hasil sejumlah kajian pengabdian sejenis. Secara observasional, peserta menunjukkan keterlibatan yang tinggi sepanjang sesi diskusi, dan beberapa di antaranya mengungkapkan bahwa mereka sebelumnya tidak menyadari banyaknya penyelenggara pinjaman daring yang beroperasi tanpa izin resmi. Hasil ini mengindikasikan bahwa edukasi tatap muka yang dipadukan dengan penilaian terstruktur sebelum dan sesudah intervensi merupakan mekanisme yang layak diterapkan untuk memperkuat literasi keuangan digital sekaligus melindungi masyarakat pedesaan dari bahaya pinjaman online ilegal.