Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Tingkat Kesadaran Masyarakat Terhadap Kebersihan di Pelabuhan Perikanan Samudera Tempat Pelelangan Ikan Belawan Sumatera Utara Rahel Laura Br. Pardosi; Kusai; Zulkarnain
JURNAL SOSIAL EKONOMI PESISIR Vol 1 No 4 (2020): Jurnal Sosial Ekonomi Pesisir
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang Tingkat Kesadaran Masyarakat Terhadap Kebersihan di Pelabuhan Perikanan Samudera Tempat Pelelangan Ikan Belawan Sumatera Utara bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik masyarakat, mengukur tingkat kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan menganalisis hubungan antara karakteristik masyarakat dengan tingkat kesadaran dalam menjaga kebersihan. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuesioner menggunakan skala likert. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menjelaskan hubungan karakteristik masyarakat dengan tingkat kesadaran terhadap kebersihan dianilisis dengan menggunakan korelasi Rank Spearman. Hasil dari tingkat kesadaran masyarakat terhadap kebersihan di TPI Belawan adalah cukup sadar (100%). Hubungan masing – masing karakteristik masyarakat terhadap tingkat kesadaran terhadap kebersihan memiliki hasil yang berbeda – beda. Pendidikan dan pendapatan masyarakat memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kesadaran terhadap kebersihan sedangkan umur dan jumlah tanggungan masyarakat tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kesadaran terhadap kebersihan di TPI Belawan.
Pemanfaatan Waktu Luang Nelayan Gombang Untuk Menambah Pendapatan Keluarga di Desa Tebun Kecamatan Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau Suhebi Robi; Zulkarnain; Kusai
JURNAL SOSIAL EKONOMI PESISIR Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Sosial Ekonomi Pesisir
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas nelayan dalam memanfaatkan waktu luangnya dan untuk mengetahui bagaimana pendapatan yang diperoleh nelayan saat menggunakan waktu luang selain alat tangkap. metode survey dengan cara mengamati langsung ke obyek penelitian. Penghasilan dari memanfaatkan waktu luang. tangkap dan pelihara Rp1.233.667. pendapatan dari alat tangkap gombang Rp1.980.333. pendapatan rata-rata nelayan di Desa Tebun adalah Rp3.214.000.
Kearifan Lokal dalam Pengelolaan Lubuk Larangan di Desa IV Koto Setingkai Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar Provinsi Riau Indah Sri Rahmawati; Ridar Hendri; Kusai
JURNAL SOSIAL EKONOMI PESISIR Vol 2 No 4 (2021): Jurnal Sosial Ekonomi Pesisir
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted on March 2020 at IV Koto Setingkai Village, Kampar Kiri Sub- District, Kampar Regency, Riau Province. This study aims to Describes the history of Lubuk Larangan, describes how to manage Lubuk Larangan. The method used in this research with descriptive qualitative. From the results of the study, be discovered Lubuk Larangan was formed in 2013 by mutual agreement between ninik mamak, government officials and community leaders in IV Koto Setingkai village. The Lubuk Larangan is influenced by neighboring villages and the local wisdom of Lubuk Ban that already exists in West Sumatra. The catching procession at the opening of the Lubuk Larangan is carried out by reading the prayer by the Ustadz and catching fish with nets by ninik mamak, harvesting is carried out from 8 a.m to 6 p.m, for closing the lubuk larangan with throwing the Kain kafan in the middle of the river and reading the yasin also prayers. This rule is very strong against the mystical beliefs of the local community, they believe that with the shroud the mystical nature is thicker and the people are more afraid and believe that the curse is really real. The throwing of the kain kafan its means that the curse that will be put on for violators of the lubuk larangan rules can only be healed by the shroud (death) alone.