Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Antara Nilai Progress Test Dengan Nilai Indeks Prestasi Kumulatif Lulusan Dokter Gigi Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Gigi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Sri Utami; Indri Kurniasih; Arina Ismah Afiati
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.6286

Abstract

Latar Belakang: Standar kompetensi merupakan suatu acuan dalam melaksanakan proses pembelajaran padapendidikan dokter gigi, salah satu standar kompetensi yaitu pengetahuan yang didalamnya berisi tentang metodepembelajaran. Metode pembelajaran bertujuan untuk mengasah kemampuan clinical reasoning yang diukurmenggunakan progress test. Hasil nilai progress test memiliki hubungan dengan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)dan nilai Objective Structured Clinical Examination (OSCE).Tujuan Penelitian: tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara nilai progress test pendidikanprofesi dengan nilai IPK lulusan dokter gigi PSPDG UMY.Metode Penelitian: jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan menggunakan design cross sectional.Sampel penelitian adalah data sekunder dari 112 mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Gigi UMYyang terdiri dari 3 angkatan yaitu dari angkatan 2006, 2007 dan 2008 serta dipilih menggunakan teknik total sampling.Data yang digunakan pada penelitian ini adalah nilai progress test dan nilai IPK lulusan. Analisa data yang digunakanadalah uji korelasi Pearson.Hasil: terdapat hubungan yang sedang antara nilai progress test dengan nilai IPK lulusan dokter gigi ProgramPendidikan Profesi Dokter Gigi UMY. Rata-rata nilai progress test yaitu 45.42 dan rata-rata nilai IPK yaitu 3.40.Kesimpulan: terdapat hubungan antara nilai progress test dengan nilai IPK lulusan dokter gigi Program PendidikanProfesi Dokter Gigi UMY, semakin besar nilai progress test, maka semakin besar pula nilai IPK lulusan dokter gigiUMY.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PENANGANAN SAKIT GIGI SEDERHANA BAGI MASYARAKAT DUKUH BANDUNG, KABUPATEN KULON PROGO DI MASA PANDEMI Vina Khairunnisa Kenji; Azura Azza Tsabita; Erma Sofiani; Indri Kurniasih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10419

Abstract

ABSTRAKKesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut termasuk tergolong rendah. Masyarakat hanya mengunjungi dokter gigi ketika kondisi gigi dan mulutnya bermasalah oleh karena itu dibutuhkan upaya preventif, promotif dan kuratif baik anak-anak maupun dewasa dari tenaga medis gigi termasuk kader masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah membantu meningkatkan kualitas dan kesadaran akan kesehatan gigi, memberikan pelayanan kesehatan gigi sederhana, memberikan edukasi pasca tindakan dan penyuluhan sebagai bentuk upaya promotif. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan penyuluhan, pelayanan kesehatan gigi dan mulut sederhana yang diakhiri dengan edukasi sesuai dengan hasil pemeriksaan. Penyuluhan dilaksanakan di Balai Desa diawali pre-test dan post-test tentang pengetahuan penanganan rasa sakit yang dilakukan dirumah. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan para warga yaitu peningkatan 22% terlihat dari hasil post-test. Pemeriksaan gigi dan mulut diikuti oleh 56 warga dari Desa dukuh Bandung yang terdiri dari 28 anak-anak dan 29 dewasa. Edukasi pasca pemeriksaan dan rujukan perawatan dilakukan sebagai bentuk evaluasi kegiatan. Kesimpulan kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut setelah penyuluhan dan pemeriksaan serta tindakan gigi dan mulut dapat berjalan dengan cukup baik. Kata kunci: pemeriksaan; kesehatan gigi dan mulut; penyuluhan; perawatan ABSTRACTPublic awareness of dental and oral health is classified as low. People only visit the dentist when the condition of their teeth and mouth is problematic, therefore preventive, promotive and curative efforts are needed for both children and adults from dental medical personnel, including community cadres. The purpose of this activity is to help improve the quality and awareness of dental health, provide simple dental health services, provide post-action education and counseling as a form of promotive effort. The method used in this community service is counseling, simple dental and oral health services ending with education according to the results of the examination. Counseling was carried out at the Village Hall starting with a pre-test and post-test on knowledge of pain management carried out at home. The results showed an increase in the knowledge of the residents, namely an increase of 22% as seen from the post-test results. The dental and oral examination was attended by 56 residents from Dukuh Village, Bandung, consisting of 28 children and 29 adults. Post-examination education and treatment referrals are carried out as a form of activity evaluation. The conclusion of this activity is that there is an increase in knowledge of dental and oral health after counseling and examination and dental and oral procedures can run quite well. Keywords: examination; dental and oral health; counseling; treatment